Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 28 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sri Kuwati
"Karya akhir ini membahas pengelolaan seni pertunjukan yang
mementaskan Topeng Tolay di Rawa Bunga. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Pengelolaan seni pertunjukan yang sesuai dengan jenis seni pertunjukan dan masyarakatnya akan membantu perkembangan seni pertunjukan serta senimannya. Manajemen akan membantu organisasi seni pertunjukan untuk dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Pengelolaan seni pertunjukan yang kami lakukan dengan menyajikan pertunjukan Topeng Tolay di Rawa Bunga merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan seni pertunjukan tradisi, memberikan hiburan serta apresiasi seni tradisi bagi masyarakat. Topeng Tolay merupakan salah satu jenis seni pertunjukan teater tradisi yang berkembang di Desa Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Di Kabupaten Tangerang terdapat 17 (tujuh belas) grup Topeng yang sejenis, tetapi yang masih diminati masyarakatnya hanya ada 3 (tiga) grup yaitu: Topeng Tolay (Grup Cipta Wargi) di Desa Sukabakti, Odah (Grup Sinar Muda) di Gintung, dan Saban (Grup Pusaka Sinar Baru) di Rajek. Pertunjukan Topeng Tolay terdiri dari: musik Dangdut, Kliningan, Jaipong, Tari Gawil, Lawak dan Drama.

The focus of this study is the management of performing art staging
Topeng Tolay, Tangerang at Rawa Bunga. This research is qualitative descriptive interpretive. The appropriate management of performing arts would support the development of the arts and artists. It will help organising performing arts to reach the goal effectively andefficiently. Staging and performing Topeng Tolay at Rawa Bunga was one of the efforts to develop traditional performing arts, entertaining people, and giving the traditional communities appreciation. Topeng tolay is one of the traditional theatrical performance from Sukabakti, Kecamatan Curug, Tangerang. There are 17 (seventeen) similar groups but only 3 (three) groups which are still preferred by the people : Topeng Tolay (Grup Cipta Wargi) at Sukabakti, Odah (Grup Sinar Muda) at Gintung, and Saban (Grup Pusaka Sinar Baru) at Rajek. Topeng Tolay performance consists of : Dangdut Music, Kliningan, Jaipong Dance, Gawil Dance, Comedy, and Drama."
2009
T26171
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Andhika Pratiwi
"Tesis ini mengkaji novel The Inheritance of Loss karya Kiran Desai melalui kerangka pascakolonial. Kerangka pascakolonial digunakan untuk memperlihatkan dinamika dua identitas dan dua budaya, Barat dan Timur, yang saling mempengaruhi dalam konteks masyarakat India pasca kemerdekaan dalam novel. Analisis tesis ini akan membahas krisis identitas Barat-Timur yang ditampilkan Desai melalui dua tokoh dalam novel tersebut, Jemubhai dan Biju. Kedua tokoh mewakili dua generasi masyarakat India berdasarkan rentang waktu (tokoh Jemubhai mewakili masa lalu, India setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris dan tokoh Biju mewakili masa kini, India modern) serta letak geografis (India-Inggris serta India-Amerika) dikaitkan dengan kolonialisme Barat. Analisis selanjutnya akan menjelaskan bahwa proses tersebut dilakukan dengan peniruan wacana kolonial (mimikri) serta internalisasi identitas Barat oleh Timur melalui stereotipe. Tokoh Jemubhai memperlihatkan internalisasi terhadap wacana kolonial. Sebaliknya, tokoh Biju cenderung menolak wacana tersebut. Namun hasil akhir dari krisis identitas kedua tokoh ialah penerimaan keduanya terhadap identitas India yang sebelumnya selalu dimarginalkan oleh Barat dan diinternalisasi Timur.

This thesis analyses Kiran Desai?s novel The Inheritance of Loss through postcolonial framework. The framework will show the dynamic of two different identities and cultures, the Occident and the Orient, interfering with each other connected to Indian after-independence society in the novel. The analysis will unfold the process of the Occident/Orient identity crises being passed through two characters in the novel, Jemubhai and Biju. These characters will represent two Indian generations based on time span (Jemubhai representing the past, India right after getting its freedom from the British and Biju representing today, modern India) and geographical migrations (India-England and India-USA) intermingling with colonialism of the West. It will explain that the process is done through colonial mimesis (mimicry) and the Occidental identity internalization by the Orient through stereotyping. Jemubhai tends to internalize the colonial discourse, while Biju questions and eventually refuses it. However, the final act of the process is the retrieving of essential identities which had been marginalized by the Occident and internalized by the Orient itself."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2010
T26689
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ita Rodiah
"Tesis ini mengkaji novel berjudul Ukhruj Minha Ya Mal?un, sebuah novel yang ditulis oleh Saddam Hussein, dengan perspektif Oksidentalisme Hanafi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Penelitian dalam tesis ini menjawab beberapa hal yang terkait dengan masalah penelitian. Pertama, novel ini sebagai kritik terhadap dominasi budaya dengan menyiratkan adanya gambaran tentang hal-hal yang membangun dan membentuk identitas budaya Timur Tengah serta perlawanannya terhadap Barat. Kedua, novel ini sebagai alternatif yang menawarkan kembalinya kesadaran kolektif masyarakat Timur Tengah yang tercermin dalam dua bagian besar, yaitu upaya membangun kesadaran melalui nilai-nilai sosial budaya dan penegasan identitas Timur Tengah. Hal ini terlihat dari tokoh-tokoh yang digambarkan dalam novel seperti terbagi ke dalam dua kelompok yaitu ada tokoh-tokoh yang masih kuat menjaga dan mempertahankan tradisi lama yang diwakili oleh tokoh Lazzah, Salim, dan Ibrahim, dalam terminologi Hanafi fenomena ini disebut keterkaitan terhadap tradisi lama shilah al-ittishal serta tokoh yang meninggalkan tradisi lama yang diwakili oleh Hasqil, dalam terminologi Hanafi fenomena ini disebut keterputusan terhadap tradisi lama shilah al-inqitha?.

This thesis analyzes Saddam Hussein's novel entitled Ukhruj Minha Ya Mal'un using Hanafi's occidentalism perspective. This research is qualitative descriptive. It discusses the problem of research questions. First, this novel as a critic toward culture domain showed about the way to build and construct cultural identity of Middle East Societies with their resistance to West. Second, this novel as an alternative offered the return of collective consciousness in Middle East societies that showed into two big parts that is the way to construct the consciousness with social cultural values and the resolution of Middle East identity. It can be seen of characters which is showed in this novel that divided into two parts, there are characters which keeps and maintains old tradition, it is reflected by Lazzah, Salim, and Ibrahim character, in Hanafi's terminology this phenomena is called as continuity of old tradition shilah al-ittishal, and character which leave old tradition, it is reflected by Hasqil, in Hanafi's terminology this phenomena is called as shilah al-inqitha?."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2010
T27550
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Melati Sosrowidjojo
"Tesis ini membahas kesenangan dalam mengkonsumsi pada pelanggan kedai kopi Tak Kie dan Bakoel Koffie. Penelitian ini bertujuan menunjukkan bagaimana konsumen kedai kopi Tak Kie dan Bakoel Koffie mendapatkan kesenangan ketika mengkonsumsi kopi di kedai tersebut pada saat waktu luang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warung kopi dapat menjadi gambaran gaya hidup masyarakat kota urban seperti Jakarta. Kesenangan mengkonsumsi di warung kopi menjadi gaya hidup walaupun diperoleh dengan cara yang alamiah ataupun direkayasa.

This thesis draws the pleasure of consumption of the consumers at two coffee shops; Tak Kie and Bakoel Koffie. The objective of this thesis is to show how the consumers of Tak Kie and Bakoel Koffie experience pleasure when consuming coffee at both coffee shops during leisure time. It is a qualitative research that uses the ethnography approach. The results show that coffee shops illustrate urban lifestyle like in Jakarta. The pleasure of consumption in coffee shops is then a lifestyle in the urban life, either taken naturally or man-made."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2010
T27557
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muchammad Sidik Roostandi
"ABSTRAK
Tesis ini merupakan penelitian mengenai konsumen Factory Outlet (FO). FO menawarkan ideologi baru dalam berbelanja, yaitu menjual ?produk sisa ekspor?. Makna ?sisa? dan ?ekspor? yang dikonstruksi oleh pengusaha (produsen) FO memiliki problematikanya tersendiri ketika dimaknai kembali oleh konsumen. Makna ?sisa? yang diikuti dengan makna ?murah? yang identik dengan konsumen kelas menengah ke bawah dan makna ?ekspor? yang diikuti dengan ?produk high-class? yang identik dengan kelas menengah ke atas menjadi kontradiksi karena pada praktiknya konsumen FO didominasi oleh konsumen kelas menengah ke atas. Tidak hanya itu saja, FO yang memiliki makna sebagai ?toko pakaian? menjadi kontradiksi karena FO juga dimaknai sebagai ?objek wisata?. Keragaman pemaknaan tersebut menggambarkan bagaimana proses pemaknaan konsumen terhadap suatu artefak budaya terus dikontestasikan (ideologis) dan tidak semata-mata ?tunduk? pada ideologi dominan. Hal tersebut membuat ideologi berhubungan dengan identitas konsumen (formasi sosial) yang terbentuk di FO. Ideologi dan identitas konsumen merupakan fokus analisis penelitian ini.

ABSTRACT
This thesis examines Factory Outlet (FO) consumers. FO comes up with a ?new ideology? of shopping; selling ?excess export products?. The meaning of ?excess? and ?export? which is defined by the cultural producer have their own contradiction when it is redefined by the consumers. The quality of ?excess? that implies the quality of ?cheap? and the quality of ?export? that implies the quality of ?high-class product? represents a particular group of consumers. The lower-middle class is identified with the quality of ?cheap? while the upper-middle class is identified with ?high-class product?. The identifications present a contradiction when, on the practice, the FO is dominated by the upper-middle class consumer. Moreover, FO as a place has two meanings; as a clothing store and as a tourist object. The various meanings of FO occupy consumers as the significant element of culture that actively defines a cultural artifact (FO). Consumer activities in FO are considered ideological since they contest their ideology with the dominant ideology of shopping. Therefore, ideology relates to the construction of consumer identity or social formation in FO. Ideology and identity of FO consumers are the frameworks of this research.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2010
T27901
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Firsta Primordiyanti
"Tesis ini mengkaji novel Revolutionary Road karya Richard Yates melalui kerangka gender. Analisis tesis ini akan membahas proses pergulatan rekonstruksi maskulinitas yang ditampilkan oleh tokoh Frank melalui femininitas tokoh April dan relasi para tokoh dalam novel tersebut. Dengan latar masyarakat suburban Amerika tahun 1950an, perekonstruksian maskulinitas Frank mengalami tarik menarik antara konteks sosial yang melatarbelakangi dan representasi para tokohnya. Nilai-nilai budaya suburban yang patriarki dibenturkan dengan sikap April yang mengusung nilai feminitas masyarakat New York yang modern. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa melalui sikap April yang dengan cara bunuh diri (mengaborsi kandungannya) mampu merubah konstruksi maskulinitas Frank yang patriarkal di tengah budaya masyarakat suburban yang tradisional.

This thesis analyses Richard Yates's novel Revolutionary Road through gender framework. It unfolds the process of reconstruction of Frank's masculinity through the femininity of April and characters relation in the novel. By having suburban America society in 1950a as the cultural and historical background of the novel, Frank's masculinity reconstruction faces polemics which relates social context as its background and representation of characters. Suburban's patriarchy cultures which constructs Frank's masculinity is reconstructed by April's femininity. The final result of this analysis, Frank's masculinity is reconstructed by the suicide action (abortion) of April."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2010
T27895
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Agatha Prahesty
"Tesis ini merupakan penelitian mengenai produksi dan konsumsi Festival Java Jazz di Indonesia yang diselenggarakan oleh PT. Java Festival Production. Penelitian ini bertujuan menunjukkan bagaimana sebuah produksi budaya dimaknai oleh produsen, konsumen, sponsor dan media, dan konstruksi sosial (gender, kelas, cita rasa) yang dibangun. Sumber data adalah AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2010 dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, seperti produsen, konsumen, dan media. Landasan pemikiran yang dipakai adalah konsep pemaknaan (signifikasi). Pendekatan Cultural Studies diterapkan melalui kajian kritis terhadap hasil observasi, wawancara dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Festival Java Jazz merupakan ruang pertarungan berbagai kepentingan, khususnya kepentingan kapital yang mendukung konstruksi sosial yang membangun citra femininitas dan membedakan cita rasa kelas menengah atas.

This thesis is based on a research on the production and consumption of Java Jazz Festival in Indonesia, which was organized by PT. Java Festival Production. The research is aimed at describing how a cultural event production was constructed by producers, consumers, sponsors and media, as well as the social construction (gender, class, flavor) created. The sources of data are AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2010 and the parties involved in the event, such as producers, consumers, and media. The underlying idea applied in this research is the concept of signification. Cultural Studies approach is applied through critical assessment of the results of the observation, interviews and Focus Group Discussion (FGD). The results of this research indicate that Java Jazz Festival was a battlefield for various interests, especially the interests of the capital supporting a social construction that creates a feminine image and segregates a flavor for the uppermiddle class."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2010
T27883
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rima Febriani
"Tesis ini merupakan penelitian tentang proses-proses budaya yang terjadi pada aktivitas nobar di kafe. Sebagai fenomena budaya, aktivitas ini terbentuk dari beberapa proses sosial yang relasional dan dialogis. Secara umum nobar di kafe merupakan salah satu bentuk konsumsi oleh penonton sepakbola. Namun ia juga tidak lepas dari proses lain yang memengaruhi pola konsumsi tersebut yaitu representasi, identitas, produksi dan regulasi. Pemaknaan terjadi bukan karenbobjek tetapi bagaimana objek itu dikonsumsi. Ketenangan kafe bisa berkompromi dengan keriuhan penonton sepakbola yang bisa terjadi dengan adanya sistem yang menjadikannya sebagai salah satu bentuk konsumsi penonton sepakbola.

This thesis examines the cultural processes happening in nobar in cafes. As a cultural phenomenon, this activity is formed of several relational and dialogicalvsocial processes. Generally, nobar in cafes is one of the consumption form practiced by the football viewers. However, it also cannot be separated from the other processes that influence the consumption, which are representation, identities, production and regulation. Meaning is constructed not by the object but how the object is consumed. The calm of the cafes can compromise with the
excitement of football viewers that can happen with the existence of a system that turns it into one of a consumption form of football viewers."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
T27991
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Erwan
"Tesis ini membandingkan penerjemahan Hamlet oleh Trisno Sumardjo dan W. S. Rendra dengan menggunakan pendekatan tekstual. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana Sumardjo dan Rendra yang berasal dari negara pascakolonial berinteraksi dengan Shakespeare yang dari negara imperial. Karakteristik intertekstualitas teks memungkinkan penulis memahami dan menjelaskan kedua teks terjemahan dengan bantuan teks lain yang berkaitan. Dengan pengangkatan kembali dua konteks-situasi penerjemahan yang berbeda, dan melihat bagaimana dua konteks-situasi yang berbeda tersebut memberikan bentukan yang berbeda kepada kedua teks terjemahan, penulis menyimpulkan perbedaan perlakuan Sumardjo dan Rendra terhadap Shakespeare.

This thesis compares Trisno Sumardjo and W. S. Rendra?s translation of Hamlet by applying textual approach. The goal is to understand how Sumardjo and Rendra, who are from a post-colonial country, interact with Shakespeare, who is from an imperial country. The intertextuality of a text enables the author to fathom and elucidate both translated texts with the help of other related texts. By reviving the context-situations of both translation processes, and observing how those context-situations imprint different shapes upon both translated texts, the author concludes the differences of Sumardjo and Rendra?s treatment of Shakespeare."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
T28314
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Ulfah
"Tesis ini membahas pergerakan tokoh utama Ahmad Ashmawy Mulloy sebagai teroris Muslim-Amerika di Amerika dalam novel Terrorist (2006) karya John Updike. Tesis ini juga membahas sikap Updike terhadap terorisme yang tercermin dalam novel ini. Dengan menggunakan teori unsur-unsur novel dan konsep Pierre Bourdieu mengenai arena (field), habitus, dan kapital, hasil analisis menunjukan Ahmad menjadi teroris karena dipengaruhi oleh ruang sosialnya di Amerika yaitu kelompok Muslim, non-Muslim, dan kelompok teroris. Pergerakan Ahmad sebagai teroris berada dalam arena teroris dan posisi Ahmad bergerak mendekati pencapaian posisi syahid (kapital simbolik) melalui beberapa upaya dan strategi yang dilakukannya untuk melaksanakan rencana jihad dengan bom bunuh diri. Pergerakan ini berhenti karena ia mengurungkan niatnya, menyadari kekeliruannya (insaf), dan memutuskan keluar dari arena teroris sehingga tidak terjadi pengeboman dan posisi syahid tidak tercapai. Berdasarkan analisis pergerakan ini, perspektif posisi tiga tokoh yang membangun tema terorisme, dan alur novel tanpa pengeboman, sikap Updike terhadap terorisme dalam novel ini yaitu anti-terorisme.

This thesis describes the movement of the main character named Ahmad Ashmawy Mulloy as Muslim-American terrorist in America in the novel of Terrorist (2006) by John Updike. This thesis also discusses the attitude of Updike towards terrorism that is reflected in this novel. By using theories of the elements of novel and Pierre Bourdieu?s sociological approach with the concepts of field, habitus, and capital, the result of the analysis shows that Ahmad becomes a terrorist because he is affected by his social space in America namely groups of Muslim, non-Muslim, and terrorist group. Ahmad?s movement as a terrorist is in the field of terrorist and Ahmad?s position moves closer to the achievement of martyr position (shahid) (symbolic capital) through some efforts and strategies done by him to implement a plan of jihad with suicide bombing. This movement is stopped because he canceled his intention, realized his mistake (converted, insaf), and decided to get out of the field of terrorist, as a result there is no terrorist bombing and the position of a martyr is not achieved. Based on the study of the movement, the perspective of the position of the three main characters that build the theme of terrorism, and the plot of the novel without bombing, Updike?s attitude towards terrorism in this novel is anti-terrorism.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
T28315
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>