Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 69 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bonifacius SI Aziz
"Baja austenitik bentuk pipa dengan spesifikasi ASTM A376 TP347H merupakan komponen tube dan dapur destilasi minyak pada unit Hydractacking. Material ini didisain berdasarkan ketahanan mulur untuk temperatur 570°C dan tegangan 20 MPa, diperkirakan mantra dioperasikan selama 100.000 jam dengan kerusakan deformasi plastis 1%.
Untuk mengetahui karakteristik material dilakukan pengujian mulur putus pada temperatur 610-650°C dan tegangan 280-325 MPa, pengujian mulur tidak putus pada 640°C dan 295 MPa serta inelakukan uji pendukung seperti uji komposisi, uji tarik, uji kekerasan dan pengamatan struktur mikro.
Pada pengujian mulur putus didapat :
- Perumusan spesifikasi ketahanan dan kekuatan putus mulur dari hubungan antara variabel-variabel mulur.
- Bentuk lain dari perumusan spesifikasi kekuatan putus mulur yang ditinjau dengan parameter White-LeMay paling sesuai dibandingkan metoda parameter Larson-Miller, Manson-Haferd, Orr-Sherby-Dorn dan Goldhoff-Sherby. Fungsi tegangan terhadap parameter dilakukan dengan pendekatan regresi polinom orde dua.
- Kekerasan dan ukuran butiran rneningkat dengan naiknya tegangan dan/atau temperatur.
- Bentuk patah mulur intergranular dengan retak tipe W.
Pada pengujian mulur tak putus bertujuan untuk menentukan sisa umur dengan pendekatan kuantifikasi rongga dan parameter A yang meningkat cepat mulai dari akhir tahap sekunder wiring dengan waktu pembebanan, sedang dengan pendekatan pengukuran kekerasan tidak ada perubahan kekerasan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
T670
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yunita Sari
"Besi tuang nodular (BTN) diberi perlakuan panas austemper untuk menghasilkan struktur matriks dan sifat mekanis yang diinginkan, yang tidak bisa diperoleh pada knndisi "as-cast". Fade penelitian ini temperatur dan waktu austemper dijadikan sebagai variabel untuk melihat pengaruhnya terhadap struktur mikro "austempered ductile iron? (ADIE yang dihasilkan. Untuk memperoleh data mengenai perbedaan matriks dari ADI akibat perubahan temperatur dan waktu austemper, maka dilakukan pengujian kekerasan makro dan mikro, penghitungan fraksi volume austenit sisa, dan pengamatan struktur mikro.
Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini adalah peningkatan temperatur dan waktu austemper menyebabkan struktur matriks ADI yang semakin menurun nilai kekerasannya. Hal ini berkaitan erat dengan difusi karbon ke austenit selama pertumbuhan jarum-jarum ferit bainitik. Sebab pada gilirannya difusi karbon akan berpengaruh terhadap kestabilan austenit, kecepatan pertumbuhan ferit bainitik, kandungan karbon dalam ferit bainitik, dan temperatur "martensite start"."
Depok: Universitas Indonesia, 1996
S41227
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irvan Rustam
"Tembaga Penguatan Terdispersi. Alumina merupakan material yang mampu mengatasi rendahnya berbagai karakteristik kekuatan logam murni tembaga tanpa mengurangi sifat konduktifitas listrik maupun panasnya secara berarti. Dalam temperatur yang relatif tinggi pun, material ini mampu mempertahankan karakteristik yang telah terbentuk tersebut dengan cukup memuaskan. Produksi material ini dikembangkan dengan proses metalurgi serbuk, Namun proses ini masih memiliki kendala "klasik" yang sukar dihindari, yaitu tingginya porositas yang dikandung. Oleh karenanya, penelitian tentang penguruh kondisi vakum saat kompaksi ini dilakukan, dengan harapan dapat didasari jalan keluar mengatasi kendala di alas. Bersamaan dengan itu, juga dilihat penguruh keefektifan kondisi tersebut terhadap beberapa variasi temperatur sinter. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa, ternyata kondisi vakum saat kompakiri selain mampu mangurangi kandungan porositas produk: juga menurunkan gaya tekan optimal kompaksi, yang juga berati terjadi penghematan energi produksi bila diproduksi secara massal."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S41151
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kurnia Hastuti
"Fatik adalah fenomena terjadinya kegagalan material akibat beban dinamis. Diketahui sebagian besar kegagalan komponen atau struktur pada industri penerbangan disebabkan oleh fatik. Paduan 7075 adalah paduan alumunium kekuatan tinggi (high strengh material) yang banyak dlgunakan pada pesawat terbang. Untuk mendapatkan Kekuatan yang tinggi, pada paduan diberikan perlakuan panas T62 (aging satu tahap), sedangkan perlakuan panas T76 (aging dua tahap) dikembangkan untuk memperbaiki ketahanan korosi paduan dengan resiko turunnya kekuatan sebanyak 15%. Pada pesawat N 250 produksi IPTN. Dibagian aplikasi paduan 7075 akan digantikan oleh paduan 7050. Sebagai paduan alumunium baru, 7050 yang merupakan pengembangan dari paduan alumunium 7075, perlu diketahui ketahanan fatik kedua paduan tersebut, dan kemudian diteruskan dengan pengamatan patahan hasil fatik yang dapat memberlikan informasi tentang terjadinya proses kegagalan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S41150
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ridho Lestari
"Karet sinteris buna-N yang diguna/am sebagai perapa! 0-ring pada plug dari pemegang kupon korosi pada indusiri pengolahan gas alam di pulau Pagerungan Besar seringkali menemui kegagalan berupa pengenaéfran dar-i O-ring sehingga iidak mampu lagi mengikat dengan rapat pada plug, terutama sekali pada lokasi wellsite dan pqva manifold.
Studi pendekaian rmluk mengelahui fakior P610/?bUb kegagalan dilakylran dengan cara mempelcyari kondisi ciyerasi pada /cedua lokasi diaias dan pada tempal-iempar lain dimana 0-king buna-N digunakan, observasi terhadap 0-ring yang gagal, mempelcjari karaklerisiik malerial dan studi literatur yang sesuai.
Dari Studi pendekatan tersebut yang diserlai dengan pengujian, ditemui bahwa saiah sam perqyebab kegagalan pada 0-ring buna-N adalah karena adargla kontak Iangsung anlara O-ring dengan media cairan yakni air Qvroduce wafer) yang didalamnya mengandung unmr-unsur terienm dianlaranya inhibitor korosi Amin, klorida dan minyak."
Depok: Universitas Indonesia, 1996
S41187
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mohamad Farouk Riza
"Dewasa ini material komposit berkembang amat cepat, penemuan baru terus bermunculan untuk mengimbangi kcbutuhan dunia pasar dan inclustri yang kian hari kian menuntut jenis material yang memiliki sifat dan penampakan terbaik. Dan agaknya di masa mendatang, komposit akan menjadi material yang andal dan amat dibutuhkan.
Salah satu hal yang menarik dalam perkcmbangan material Komposit adalah terkuaknya fenomena alam tentang komposit alami dan dewasa ini para penellti dan rekayasawan material banyak yang berpaling dan tertarik altan hal tersebut. Penulis sendiri mencoba menguak rahasia yang terdapat di dalam pclcpah pisang.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap pelepah tersebut. ternyata pelepah pisang memiliki susunan anatomi dari jaringan-jaringan di dalamnya membentuk sebuah sistem penguatan material scpcrti yang tcrdapat pada material Komposit penguaran serat. Selain itu tlari sifat Mckaniknya didapat nilai kekuatan tarik pelepah pisang dapat mcncapai angka 627 MPa dengan kadar air 11%-17% dan berat jenis 1,11 gr/cm3. Dari struktumya sendiri, polcpah pisang memililti struktur lapis seperti pada komposit lamina, dimana sebuah lapisan struktur diapit oleh dua buah lapisan bcrscrat."
Depok: Universitas Indonesia, 1996
S41229
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sekean
"Proses perlakuan panas dalam industri penarikan kawat bertujuan untuk memulihkan struktur sarta menghilangkan pengerasan keija yang terjadi akibat deformasi plastis. Jenis perlakuan panas pada kawat perlitik (baja karbon tinggi) adalah proses "Patenting". Proses patenting dalam peneiitian ini ada dua jenis yakni Lead Patenting (LP) dan Fluidized-beds Patenting (FDP).
Hasil penelitian menunjukkan lead patenting memiliki kekuatan, kekerasan serta struktur mikro yang lebih baik dibanding dengan tiuidized-beds patenting. Sedangkan kondisi patenting untuk mendapatkan kekuatan tertinggi pada kawat SWRS-B2B terjadi pada temperatur 525 ºC dengan waktu tahan 1 menit. Kondisi ini berlaku untuk lead patenting maupun fluidized-bed patenting. Seiain itu struktur mikro (fasa perlit) hasil presses patenting temyata lebih halus dibanding proses aniling biasa."
Depok: Universitas Indonesia, 1996
S41216
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riko Heryanto
"ABSTRAK
Tembaga pengerasan terdispersl' dengan alumina sebagai fase terdispersinya merupakan salah sam paduan yang rnenliliki sffat kestabilan yang rukup bail' pada temperalur ringgi. disampiug kelvectan, konrhdrlivitos listril: dan panasrrya yang cukup baik Paduan ini banyak digrmalcan svbqgai electrode gnu! welding, penyangga kumparan pada lampu pyar, serta beberapa a_p!iJ:asi lain ya»:_g beroperasi pada temperalur tinggi.
Pedal paneffzfan ini diterapiun prases mefaiurgi ser-buf dan akan diiihat szberapa jauh pengaruh dan kampaksi vakum dan relfarz-pancs-filo! pressing) terhadap berat jenfs, kekerasan dan kanfiulslivitas panas dari paduan lembaga pengerasan terdispersi.
Dari peneiirian diperoleh has# bahwa dengan adanya kondisi vabun pada pruses l:ompa1:si didapa! bakalan dengan berat jenis yang lebih tfnggi darf proses kompalsi biaso. Peningkatan Iekanan yang diberikan pada proses lrompalcsi dan prases tekar: panes menyefsabkan frfqadinya has!! optimum dari sxjbt-sifal bahan_ Dari bahan serelah prases tekan panas didapat bchwa bera! jenis oplimum, kekerasan opmnum dan lcandufdivitas panas optimum diperoleh afengan tekanan falcon-panes I0 kN

"
Depok: Universitas Indonesia, 1996
S41215
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Fikri
"Proses shot peening merupakan suatu metode pengerjaan dingin material dengan menumbuhkan permukaan logam menggunakan partikel-partikel bulat (terbuat dari baja tuang) yang berukuran kecil dan berkecepatan tinggi. Metode ini dapat digunakan untuk mengurangi kemungkinan serangan korosi retak tegang.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh proses shot peening dengan intensitas 0.0062 A dan 00091 A (masing-masing dengan coverage 100% dan 200%) terhadap ketahanan Al 7075 T7351 terhadap serangan korosi retak tegang, pengujuan digunakan menggunakan larutan 3,5% NaCl dan 0,5% H2O2 pada pH 3.
Hasil pengujian tegangan sisa dan kekerasan menunjukkan bahwa proses shot peening menyebabkan terjadinya tegangan sisa tekan antara -111,8726 sampai -170,5675 MPa dan terjadinya peningkatan kekerasan pada permukaan Al 7075 T7351. Sedangkan dari hasil pengujian korosi retak tegang sampai dengan 15 hari didapatkan bahwa efek shot peening di atas tidak menampakkan pengaruhnya pada pemberian tegangan 85% dari kekuatan luluh bahan, hal ini disebabkan sampai akhir pengujian belum terjadi serangan korosi retak tegang, jenis serangan yang terjadi adalah korosi pitting."
Depok: Universitas Indonesia, 1996
S41956
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Taharudin
"ABSTRAK
Salah saiu proses Iaku panas pada A1 7050 adalah laku panas dengan kondisi 1emper T 7X. yang cianraranya Terdlri dar] T 73, T 7451 dan T 76. Kesemua proses laku panes ln! melibaikan Iaku panas penuaan ganda ( duplex aging ] _ Proses Inl akan memberikan perubcrhan pada strukiur mikro, yang mempengaruhl sifat dan karalderlstik can rnarenor. unrux nu cnramum penernim mengenal pengcuuh rempercrur dan waklu padaagrngrahap-2dser
Pcrdo peneihim lnl diketahul bchwcl AI 7050 dengun konalsl Uwol rncieflul T 7451 serelah rnengalaml penakuan panas dlsekrrar rentang kondlsi T 76 , mengalaml penlngkatan slfat mekanls . Kekuaran dan kekerasan yang pallng 11nggI dlperoleh oleh sampel dengan koncisl E yahu pada Temperatur ag1ng 15O°C selama 12 jam. Sedangkan un1uk laku panas dengan Temperatur aging yang sarna yahu 'l6O°C , sampel dengan kondlsl B (aging selama 12 jam] rnernberikan nllal kekuaran dan kekerasan yang pcrllng ophmum , 1idak beghu jauh berbeda dengan nilal yang dicapai oleh sampel dengan kondisi E .
Dari hasil pengujlan korosl araapar. bahwa kelahanan korosi retak tegang yang pallng baik Seteloh mengalaml perlakuan panas adalah sampel dengan kondisl A [T 60°C , ro ram).

"
Depok: Universitas Indonesia, 1996
S41206
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7   >>