Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 33 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Simanjutak, HS Hasudungan
"ABSTRAK
Industri properti khususnya bidang perumahan pada dekade sekarang ini mengalami kelebihan pasokan, hal ini disebabkan supply yang berlebihan pada beberapa tahun yang lalu.Pasokan unit rumah dalam jumlah besar dan tidak disertai peningkatan permintaan menyebabkan banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang perumahan mengalami permasalahan, seperti kredit macet. U saha untuk meningkatkan pendapatan dengan menaikkan harga jual adalah suatu hal yang sangat bahaya dalam kondisi pasar saat ini, disatu sisi perusahaan melakukan perang harga yang sangat fantastis sehingga jika ada perusahaan yang menaikkan hargajual akan menyebabkan perusahaan tersebut gulung tikar.
Disamping menaikkan harga jual maka mengurangi biaya investasi dengan melakukan efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan dapat menaikkan margin pendapatan.Efisiensi dalam proses bisnis yaitu mempercepat waktu proses dengan mengoptimalkan teknologi informasi dan meminimalkan adanya waktu tunggu dan proses yang tidak mengandung nilai tambah.Efektivitas perusahaan dicapai dengan mengoptimalkan sumber daya manusia.
PT.XWZ adalah salah satu perusahaan perumahan yang mencoba bersaing ditengah persaingan yang sangat ketat.Perusahaan ini bertumbuh dengan sistem yang tidak efisien, yaitu banyaknya proses bisnis yang tidak mengandung nilai tambah ( efisiensi sekitar 3 5 %) dan tidak efektif dalam mengoptimalkan sumber daya manusia. Keadaan ini akan menjadi suatu permasalahan besar bila persaingan beralih kepada faktor internal perusahaan, dimana perusahaan tidak dapat lagi menaikkan harga jual akan tetapi mengharapkan margin dari pengurangan biaya operasi perusahaan.
Rekayasa proses bisnis pada PT.XWZ merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak, disamping untuk menghadapi persaingan pasar juga untuk mencari bentuk sistem yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan.Rekayasa ini akan melakukan perombakan secara fundamental dan radikal untuk mencapai suatu peningkatan yang dramatik dari proses bisnisnya.Diukur dengan peningkatan kecepatan, kualitas, pelayanan dan pengurangan biaya operasi perusahaan.
Dalam melakukan rekayasa ini lebih difokuskan kepada aktivitas utama yaitu aktivitas yang berkaitan langsung dengan produk dan pelanggan, yaitu aktivitas logistik dan inventori, aktivitas produksi, pemasaran dan arsitek.Keempat aktivitas ini yang menyerap komponen biaya produksi yang terbesar sehingga bila aktivitas ini dapat menjadi efisien dan efektif maka kontribusinya akan sangat terasa dalam mengurangi biaya produksi.
Rekayasa proses bisnis PT.XWZ memberikan perubahan yang sangat mendasar yaitu merubah operasi proses dari manual menjadi otomatisasi dan pengaplikasian teknologi komputer dan telekomunikasi pada pelaksanaan proses bisnis sehari-hari.Perubahan 1m memberikan dampak terjadinya efisiensi waktu sebesar 84 7 % dan percepatan ini memungkinkan sumber daya manusia dapat melakukan beberapa pekerjaan sekaligus sehingga mereka menjadi lebih optimal.Optimalisasi ini mencapai 166,75 % yaitu dari 18 orang operator proses bisnis menjadi hanya 9 orang saja.Biaya operasi perusahaan juga mengalami penurunan yang sangat baik, yaitu sekitar 36% dari biaya sebelumnya.Penurunan ini disebabkan efisiensi dan efektivitas sumber daya yang telah dicapai oleh perusahaan.
Kemampuan perusahaan menekan biaya operasi menyebabkan PT. XWZ dapat memberikan kepuasan tersendiri kepada pelanggannya terutama dalam hal pelayanan yang semakin cepat dalam hal memenuhi permintaan akan perubahan desain, renovasi ataupun informasi.Pelanggan akan memperoleh side effect dari rekayasa proses bisnis, satu sisi perusahaan ingin mengurangi biaya produksi dengan maksud meningkatkan margin pendapatan pada sisi lain pelanggan akan memperoleh pelayanan yang cepat , akurat dan mutu bangunan yang baik sebagai akibat kontrol dan pengawasan yang terstandarisasi.
Manfaat yang diperoleh dari rekayasa ini adalah sangat besar terutama dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan.Jika ditinjau dari segi biaya yang diperlukan untuk mengaplikasikan sistem sebagai hasil rekayasa proses bisnis maka analisa ROI menunjukkan bahwa ROI sistem ini adalah 1,09 %, ini berarti sistem ini akan memberikan keuntungan jika diaplikasikan.
Rekayasa proses bisnis memberikan keuntungan yang sangat besar bagi perusahaan bila sukses dalam mengimplementasikan. Sukses tidaknya implementasi sistem ini dipengaruhi kesiapan dan kesediaan dari semua lapisan dalam perusahaan untuk melaksanakannya.Budaya dan sikap puncak pimpinan sangat mempengaruhi keberhasilan implementasi hasil rekayasa proses bisnis ini."
1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Diah Fitriaty
"Berdasarkan empat Peraturan Pemerintah (PP) no. 152, 153, 154 dan 155 tahun 2000 yang bersandar pada PP 60/1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi sebagai Badan Hukum, mengakibatkan perubahan status pendidikan tinggi menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yaitu sebuah badan hukum yang memiliki hak atas penyelenggaraan pendidikan secara penuh yang diberikan kepada empat universitas di Indonesia yaitu UI, UGM, ITB dan IPB.
PTN yang telah berubah status menjadi BHIMN mendapat segala hak dan kewajiban, perlengkapan dan kekayaan penyelenggaraan pendidikan tinggi, termasuk pegawai akademik maupun administratif yang menjadi pegawai dan aset milik universitas. Selain itu, PTN diberikan keleluasaan untuk menentukan struktur pengambilan keputusan, struktur kepegawaian dan merman sumber pembiayaan sendiri. Tetapi hal ini tidak mengubah karakteristiknya sebagai organisasi nirlaba.
Perubahan status tersebut di atas juga mengakibatkan berubahnya struktur organisasi universitas. Perubahan struktur organisasi ini juga terjadi di lingkungan fakultas. Dalam mengemban statusnya sebagai BHMN, UI menjalankan berbagai perubahan dengan memperlihatkan sumber daya manusia, kemampuan dan budaya institusi yang telah lama melekat dalam seluruh elemen yang berada dalam lingkungan universitas.
FEUI merupakan sebuah institusi pendidikan tinggi yang berada di bawah naungan UI. Perubahan yang sedang dilakukan FEUI dalam mengakomodir perubahan status UI sebagai BHMN secara garis besar dilakukan dalam bidang akademik dan kemahasiswaan berupa SIAK FEUI untuk memenuhi kebutuhan kegiatan akademik. Dikembangkannya aplikasi SIAK FEUI ini untuk menjawab tantangan berupa kebutuhan akan sistem informasi akademik yang handal dan informatif untuk mampu menghadapi dinamika kegiatan akademik dan tuntutan akses informasi dengan memanfaatkan teknologi informasi yang semakin tinggi.
Dalam rangka pengembangan sistem informasi akademik yang handal maka dibutuhkan implementasi sebuah konsep baru berkaitan dengan hubungan suatu lembaga dengan konsumennya yaitu konsep Customer Relationship Management (CRM). Dimana implementasi dari konsep ini membutuhkan suatu Business Process Reengineering (BPR) guna mengakomodir perubahan strategis yang terjadi baik dalam struktur kelembagaan/organisasi maupun business process-nya. Adapun Customer Relationship Management (CRM) sendiri adalah salah satu konsep yang merupakan pengembangan dari adanya Enterprise Information System dan merupakan bagian dari teknologi informasi dan jasa dengan pasar terbesar yang berkembang paling cepat dan dinamis.
Dengan adanya era perdagangan babas yang dihadapi oleh bangsa Indonesia berarti persaingan usaha akan semakin meningkat. Persaingan usaha ini tidak hanya dialami oleh organisasi laba tetapi juga dialami oleh organisasi nirlaba seperti Perguruan Tinggi di Indonesia. Untuk dapat bersaing dengan perguruan tinggi dari luar negeri yang menawarkan jasa yang sama seperti yang ditawarkan oleh perguruan tinggi dalam negari, mengharuskan perguruan tinggi dalam negeri dalam hal ini FEUI meningkatkan pelayanannya kepada para konsumen yang dalam hal ini diwakili oleh mahasiswa dan calon mahasiswa FEUI.
Adanya tuntutan untuk meningkatkan pelayanan berarti membuat FEUI berkewajiban juga untuk mengenali konsumennya dan berusaha untuk mengerti hubungan mereka dengan konsumen melalui jasa mereka dengan tujuan memberikan nilai (value) dan pengalaman (experience) yang akan membuat mahasiswa menjadi aset yang menguntungkan bagi FEUI.
Tujuan dari Customer Relationship Management adalah menciptakan hubungan jangka panjang yang menguntungkan dengan konsumen terbaik perusahaan. Jika ini diterapkan dalam kondisi di FEUI berarti dengan CRM diharapkan akan tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara FEUI dan mahasiswa, yang pada akhirnya membuat FEUI dikenal sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang handal sesuai dengan bidangnya masing-masing untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja.
Informasi sebagai kata kunci untuk dapat menghasilkan hubungan yang saling menguntungkan antara FEUI dengan para mahasiswanya berusaha dikelola dengan lebih efisien dan efektif dengan melakukan implementasi aplikasi Sistem Informasi Akademik dan Kemahasiswaan (SIAK) FEUI. Oleh karena itu aplikasi ini bertujuan untuk menunjang kegiatan akademik demi kelancaran kegiatan akademik sehari-hari, merupakan media informasi kegiatan akademik sehingga pengguna dapat setiap saat mengetahui informasi akademik fakultas, dan juga berfungsi sebagai katalis untuk meningkatkan reliability sistem akademik.
Dengan meningkatnya pengguna internet, maka FEUI berusaha memanfaatkan media web sehingga para mahasiswa FEUI dapat mengakses aplikasi SIAK FEUI dimana saja dan kapan saja, untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan mereka akan informasi akademik. Selain itu seluruh civitas akademika di FEUI, seperti pimpinan fakultas, departemen, dosen, dan pihak lain dalam lingkungan FEUI yang terlibat secara langsung atau tidak langsung dengan kegiatan akademik dan perlu berinteraksi dengan mahasiswa atau membutuhkan informasi tentang bidang akademik dapat juga mengakses aplikasi ini setiap saat tanpa dihalangi oleh jarak dan waktu. Hal ini tentu akan semakin mempermudah dan mempermulus hubungan atau komunikasi dalam lingkungan akademik FEUI.
Karya akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai perubahan apa saja yang telah dilakukan oleh FEUI yang mengalami perubahan status menjadi BHMN ketika menerapkan SIAK dalam kegiatan akademiknya untuk memuaskan konsumennya dalam hal ini para mahasiswa, terutama dalam hal user interface dan kebutuhan akan pengembangan sistem.
Selain itu juga akan dilihat hubungan antara implementasi SIAK FEUI ini dengan konsep Customer Relationship Management untuk dapat mengetahui bagaimana FEUI memandang konsumennya, bagaimana hubungan yang dijalin FEUI dengan konsumennya, siapa saja pihak manajemen yang terlibat dalam sistem dan apa peranan mereka serta bagaimana pengukuran mengenai keberhasilan penerapan SIAK FEUI sebagai langkah awal bagi FEUI dalam menerapkan konsep CRM ini dalam bidang akademik, dalam rangka membangun one-stop shopping untuk semua konsumennya."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2004
T14760
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syarif M. Helmi
"Karya akhir ini membahas kasus sederhana pada bagian rawat jalan suatu rumah sakit di bilangan Cibubur. Dibalik keseclerhanaan kasus ini, dengan menggunakan pendekatan berorientasi objek, penulis mencoba menyajikan suatu pembahasan komprehensif dan kohesif dalam konteks analisis sistem untuk tujuan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai sistem seperti "apa" yang diperlukan oleh rumah sakit tersebut.
Pendekatan berorientasi objek dengan menggunakan Unified Modelling Language (UML) yang digunakan dalam tulisan ini akan memberikan gambaran yang jauh lebih jelas tentang bagaimana suatu proses bisnis dapat diterjemahkan menjadi suatu system requirement dibandingkan apabila dilakukan dengan menggunakan structural approach. Dengan demikian peran analis dari kalangan akuntansi sebagai jembatan antara pengguna bisnis dan pengembang sistem akan jauh lebih bermanfaat.
Kasus yang dibahas dalam karya akhir ini mempunyai setting yang berbeda dimana saat pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan objek penelitian yang merupakan institusi rumah sakit masih dalam tahap persiapan untuk melakukan operasional. Sehingga analisis yang dilakukan sangat mengandalkan data dari Standard Operating Procedures (SOP) rumah sakit tersebut dan diskusi dengan konsultan yang mengembangkan SOP rumah sakit tersebut.
Analisis dimulai dengan identifikasi masalah potensial yang mungkin dihadapi rumah sakit tersebut, sebut saja RSX, dalam kegiatan operasionalnya. Pemahaman terhadap masalah bisnis ini menjadi titik awal tentang dimana dan bagaimana suatu sistem informasi dapat berperan dan menjadi sebuah solusi.
Analisis berorientasi objek (Object-oriented Analysis), sebut saja OOA, dimulai dengan menterjemahkan kejadian-kejadian bisnis yang saling berkaitan dalam suatu model use case yang didukung dengan dokumentasi narasi use case yang komprehensif. Suatu model use case merupakan "kontrak" awal yang menjadi dasar dan lingkup dalam tahap pengembangan sistem selanjutnya.
Dengan mengacu pada dokumentasi narasi use case, selanjutnya digambarkan logika setiap use case dengan menggunakan activity diagram. Penggunaan diagram ini memberikan pemahaman tentang logika dari suatu proses bisnis dan gambaran awal mengenai bagaimana sistem berinteraksi dengan pengguna dan aktor bisnis.
Berdasarkan dokumentasi narasi use case, selanjutnya diidentifikasikan sejumlah objek yang menjadi komponen dasar yang dapat digunakan secara berulang dari suatu model objek ke model obejek lainnya. Objek-objek yang telah diidentifikasikan tersebut selanjutnya digunakan dalam class diagram untuk menggambarkan hubungan antar suatu objek dengan objek lainnya. Setelah mendapatkan bentuk hubungan antar objek, analisis dilanjutkan dengan model diagram kolaborasi dan diagram sequence untuk mendapatkan gambaran lebih jauh tentang bagaimana suatu objek berinteraksi dengan objek lainnya. Proses analisis ini diakhiri dengan membuat prototipe user interface yang akan digunakan oleh user untuk berinteraksi dengan sistem, dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran lebih nyata tentang apa yang harus dilakukan sistem.
Penelitian ini berakhir dengan dua kesimpulan. Pertama, RSX, jelas memerlukan dukungan sistem informasi berupa sistem informasi administrasi untuk mendukung kegiatan operasionalnya. Kedua, pendekatan berorientasi objek memberikan gambaran lebih jelas proses penterjemahan proses bisnis menjadi gambaran suatu system requirement."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2004
T14765
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Machmudin Eka Prasetya
"Perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dirasakan sangat pesat saat ini. Perkembangan ini tentunya memberikan dampak tersendiri kepada pihak-pihak yang memang berkepentingan atas teknologi informasi tersebut.
Hal yang juga berkembang tidak hanya frontend dari teknologi tersebut yaitu produk dan bentuk akhir darinya, namun juga termasuk tahapan awal yaitu saat teknologi tersebut dirancang dan dianalisis oleh ahlinya. Sistem informasi sebagai bagian dari teknologi informasi juga mengalami perkembangan yang sangat dinamis dalam hal metodologi perancangan hingga implementasinya.
Perancangan suatu sistem informasi pada sebuah entitas tentunya memerlukan suatu metodologi yang merupakan tahapan-tahapan logis yang harus dilakukan. Dalam perkembangannya metodologi ini juga mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan tututan dari pars analis sistem tentunya.
Perancangan dan sistem informasi lebih sering ditemui pada institusilentitas yang berorientasi bisnis dan profit. Berbagai kasus dalam referensi menggunakan institusi bisnis sebagai contohnya..Iarang sekali kita mememukan kasus pengembangan sistem informasi pada sebuah institusilentitas yang bersifat nirlaba seperti yayasan dan institusi pendidikan.
Berangkat dari hal tersebutlah penulis memilih universitas sebagai institusi pendidikan yang menjadi contoh dari institusi nirlaba sebagai obyek penelitian. Penelitian dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang memang saat ini tengah melakukan pengembangan "Sistem Informasi Akademik dan Kemahasiswaan"(SIAK) yang dikembangkan untuk mendukung program dari Universitas Indonesia sebagai badan hukum milik negara dan target untuk menjadi "Research University" dan yang terakhir untuk lebih memajukan serta mengefisienkan kegiatan akademik kampus. Fakultas sebagai suatu entitas tentunya akan memiliki bobot penelitian yang sama pada saat analisis perancangan sistem bila dibandingkan dengan entitas-entitas bisnis berorientasi laba lainnya.
Analisis pengembangan SIAK FEUI ini menggunakan metodologi "Object Oriented" dengan pendekatan UML (Unified Modelling Language) sebagai pendekatan terbaru dan paling universal serta memiliki banyak kelebihan dibandingkan metode structural approach yang salah satunya adalah menyatukan analisis atas proses dan analisis data. Pada pendekatan sebelumnya (Structural Approach) kedua analisis ini dilakukan terpisah.
Analisis awal yang dilakukan dalam pengembangan sistem ini adalah analisis terhadap proses bisnis dalam kegiatan akademik kampus secara keseluruhan untuk melihat Business Process Reengineering yang akan dapat dilakukan. BPR yang dilakukan ini meliputi:
1. Perubahan proses
2. Penghilangan proses yang tidak perlu
3. Penambahan proses
Setelah seluruh proses bisnis didefinisikan, langkah selanjutnya adalah melaukan pemodelan sistem menggunakan pendekatan object oriented menggunakan UML.
Pemodelan yang dibahas adalah yang bersifat logikal saja, sedang pemodelan fisik dari sistem tidak dilakukan. Langkah pertama adalah membuat usecase diagram dan activity diagram berdasarkan proses bisnis yang .telah didefinisikan sebelumnya. Hasil analisis atas usecase diagram dan activity diagram ini kemudian dijadikan dasar dalam pembuatan class diagram yang akan dijadikan rancangan logikal database atas sistem yang akan dibuat tersebut. Hasil analisis usecase diagram, activity diagram serta class diagram ini akan menjadi dasar untuk pembuatan prototipe interface sistem tersebut dengan pengguna sistem.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan sistem menggunakan metode obyek menggunakan UML dapat lebih mencerminkan kegiatan proses bisnis daripada menggunakan metode pengembangan sistem structural approach yang sangat abstrak dan membingungkan para analis sistem. Metode obyek ini dapat mengakomodasikan perubahan-perubahan proses bisnis tanpa harus mengubah platform analisis sistem logikal secara keseluruhan seperti pada metode sebelumnya."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2004
T15585
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tengku Meyke Olivia
"PT. Astra Graphia Tbk (Astra Graphia) merupakan sebuah perusahaan publik bagian dan group Astra Internasional, dengan kondisi tersebut informasi dari perusahaan, terutama informasi keuangan, dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak pihak diluar perusahaan, seperti kreditur, calon investor, kantor pajak dan lain lainnya yang memerlukan informasi ini dalam kaitannya dengan kepentingan mereka. disamping itu pihak intern perusahaan yaitu manajemen juga memerlukan informasi keuangan untuk mengetahui, mengawasai dan mengambil keputusan keputusan untuk menjalankan perusahaan.
Untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pihak luar maupun dalam perusahaan, disusun suatu sistem informasi akuntansi. Sistem ini direncanakan untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak luar maupun dalam perusahaan. Salah satu tujuan utama dari sistem informasi adalah untuk membantu pihak manajemen didalam memperlancar kegiatan usaha perusahaan sehari hari. Oleh karena itu tujuan tersebut dapat dicapai melalui pemrosesan transaksi yang terjadi dari sumber sumber ekstern atupun sumber intern dan persiapan keluaran seperti dokumen dokumen operational dan laporan keuangan. Agar informasi yang dihasilkan pemrosesan transaksi tersebut dapat membantu Manajemen, maka para akuntan juga berperan didalam perancangan elemen elemen sistem perosesan transaksi seperti dokumen dokumen sumber, buku harian, buku besar dan laporan keuangan.
Transaksi dan siklus akuntansi merupakan titik sentral untuk berfungsinya sistem informasi akuntansi. Dimana fungsi pemrosesan transaksi menguraikan fungsi-fungsi lain yang terlibat dalam memperiancar pperasi harian perusahaan. Untuk mempero[eh informasi yang cepat, tepat dan akurat diperlukan alat yang dapat memproses transaksi dengan cepat, dalam hal ini komputer dapat digunakan sebagai alat bantu didalam pemrosesan transaksi. Dimana komputer adalah seperangkat alat elektronik yang dapat memproses data dengan cepat, tepat dan akurat.
Pengendalian intern terhadap sistem penjualan juga merupakan hal yang tidak dapat diabaikan karena sistem penjualan merupakan suatu kegiatan yang dimulai dari menginput data, memproses data sampai dengan data tersebut menghasilkan suatu informasi, tidak luput dari kesalahan yang kadang tidak dapat dihindarkan.
Penelitian ini bermaksud untuk memahami secara lebih mendalam masalah-masalah yang berkaitan dengan pengendalian intern yang dialami perusahaan, kemudian mencarikan pemecahan bagi masalah-masalah tersebut dengan menggunakan teori akuntansi, teori sistem informasi, teknik analisis deskriptif, dan analisis terhadap data yang dipero[eh dari pengamatan langsung terhadap obyek penelitian."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2005
T15598
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ferli Deni Iskandar
"ABSTRAK
Fakta menunjukkan bahwa rekayasa-ulang proses bisnis semakin hari semakin dicintai
sebagai alternatif terbaik bagi perusahaan untuk menjawab tantangan berat yang datang dari
pelanggan, persaingan, dan perubahan dalam lingkungan usaha yang semakin kompleks dan
turbulen. Tetapi juga terdapat fakta suram bahwa rekayasa-ulang merupakan usaha yang beresiko
tinggi kanena banyaknya kegagalan yang dialami oleh berbagai perusahaan yang mencobanya
Literatur menyatakan bahwa kendala terbesar atas keberhasilan rekayasa-ulang terletak
pada keengganan organisasi untuk berubah (resistance to change). Dengan demikian manajemen
perubahan untuk rekayasa-ulang merupakan faktor kritikal yang perlu mendapat perhatian besar.
Perubahan yang disebabkan rekayasa-ulang bersifat radikal, systemwide dan mendadak.
Karakteristik seperti ini kurang terakomodasi oleh framework berpikir tradisional yang condong
kepada kondisi keseimbangan (equilibrium), reduksionistik, dan deterministik. Teori chaos dan
kompleksitas telah membawa pemahaman baru tentang sistem-sistem nonlinier yang berada dalam
kondisi jauh dari keseimbangan (far-from-equilibrium), ketika cara berpikir holistik dan nondetermi
nistik lebih sesuai untuk digunakan. Organisasi sebagai suatu bentuk sistem nonlinier, dan
rekayasa-ulang sebagai pemicu kondisi far-from-equilibrium dalam organisasi, dengan demikian
relevan untuk dikaji dengan teori ini.
Astra Mobil Group saat ini tengah melakukan rekayasa-ulang dalam proyek yang disebut
Proyek ASMO 2003. Proyek ini dilihat sebagai sebuah usaha transformasi organisasi menghadapi
abad 21, ketika era perdagangan bebas ? AFTA, APEC ? dimulai. Tugas transformasi ini sangat
besar, karena mencakup seluruh divisi (Nissan Diesel, BMW, Peugeot, Daihatsu, Isuzu) dengan
total personil sekitar 11000 orang. Penelitian ini mengkaji praktek manajemen perubahan yang
dilakukan dari perspektif teori chaos dan kompleksitas.
Ditemukan bahwa karakteristik manajemen perubahan untuk rekayasa ulang di Astra
Mobil Group didominasi oleh pendekatan top-down. Teknik komunikasi melalui presentation-roll
-down, penggunaan majalah internal perusahaan, poster dan spanduk, menunjukkan bahwa aliran
komunikasi cenderung berlangsung saru arah ? dari atas ke bawah. Faktor kunci implementasi
rekayasa-ulang berupa penerimaan user atas proses baru hasil rancangan tim rekayasa-ulang
memang telah dìsadari. Hal ini tercermin dalam pembentukan transformation laborutory, sehingga
diharapkan terjadi proses negosiasi antara para perancang proses dengan user sebelum benar-benar
diimplementasi. Tetapi user dalam transformation laboratory hanyalah sebagian sangat kecil dari
seluruh populasi calon user di Astra Mobil Group, sehingga transformation laboratory tampaknya
berfungsì Iebih sebagai teknik validasi teknis dan pada validasi sosiologis vang menjamin
penerimaan dari seluruh lapisan personil.
Penulis menggunakan teori chaos dan kompleksitas untuk mengusulkan model manajemen
perubahan yang digabungkan dengan praktek manajemen perubahan Astra Mobil Group.
Perubahan yang sejati, dalam perspektif teori chaos dan kompleksitas, adalah sebuah proses self-
Organization. Hal ini terjadi ketika terbentuk interkoneksi masif dalam organisasi, yang membuat
komunikasi dan inforrnasi terdistribusi semaksimum mungkin. Pada tingkat praktis, hal ini bisa
diwujudkan dengan mengeksploitasi pemanfaatan grouware (dimensi teknologs), dan
pembentukan jaringan informal (dimensi sosiologis). Kedua hal ini akan memfasilitasi
terbentuknya kultur dialog, komunikasi, toleransi terhadap ambiguitas, sekaligus (pada dimensi
psikologis) memelihara sense of identity dari masing-masing unit organisasional ketika dihadap kan
pada keharusan berubah.
"
1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Retno Widiyastuti
"Preferensi konsumen terhadap suatu merek timbul akibat dari berbagai rangsangan (stimuli) baik yang berupa stimuli pemasaran yang dibuat oleh produsen maupun stimuli lainnya yang berupa stimuli ekonomi, budaya, sosial dan politik. Banyak literatur yang mendukung bahwa stimuli pemasaran atau disebut juga dengan bauran pemasaran secara umum, dapat membentuk preferensi konsumen. Selain itu effek dari ciri-ciri pcmbelian yang berupa latar belakang sosial, ekonomi dan pengalaman pribadi dari masing-masing konsumen juga menimbulkan preferensi yang berbeda, meskipun stimuli pemasaran yang dilakukan oleh produsen sama untuk semua konsumen.
Penelitian ini mcncoba untuk mengaplikasikan teori preferensi konsumen pada industri susu balita,dimana respondennya adalah ibu rumah tangga yang memiliki anak balita. Model preferensi konsumen ini melihat stimuli pemasaran sebagai faktor utama yang memberi rangsangan terhadap responden dengan latar belakang yang berbeda. Industri susu balita dipilih karena adanya peraturan pemerintah yang membatasi kegiatan pemasarannya para produsen. Selain itu juga adanya hasil riset AC-Nielsen Retail Audit Milk Powder pada tahun 2003, yang menunjukkan adanya kesenjangan pertumbuhan pasar yang cukup besar antara volume konsumsi dan nilai konsumsi (value). Pembatasan kegiatan pemasaran tidak menurunkan pertumbuhan pasar, bahkan pertumbuhan nilai konsumsi (value) pasar meningkat tajam.
Keadaan pasar tersebut memaksa para produsen susu untuk lebih jeli dan pandai dalam membuat strategi pemasarannya scbagai salah satu stimuli yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen. Oleh karena itu dilakukan penelitian pada 120 orang ibu rumah tangga yang memiliki anak balita dari 4 kelompok status sosial ekonomi yang berbeda, dimana setiap kelompok terdiri dari 30 responden. Kombinasi stimuli pemasaran diujikan kepada masing-masing kelompok agar dapat dilihat perbedaan preferensi responden dalam memilih susu balita.
Analisis prefcrensi ini menggunakan teknik analisis multivariat konjoin (conjoint analysis), untuk membuktikan adanya perbedaan preferensi responden dalam mernilih susu balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stimuli ?komunikasi? dan stimuli ?kenyamanan? saluran pemasaran, menjadi prioritas utama ibu rumah tangga dalam memilih susu balita. Selain itu, stimuli ?merek? menjadi stimuli yang paling berpengaruh terhadap preferensi ibu rumah tangga. Hasil analisis ini menunjukkan ?merek? yang paling berpengaruh adalah kelompok merek susu balita yang premium (harga perkemasan lebih dari Rp. 50.000), serta merek susu balita yang gencar melakukan ?komunikasi? dengan konsumen serta memberikan ?kenyaman? saluran pemasaran (mudah didapat). Secara tidak langsung hasil penelitian juga mengindikasikan bahwa kelompok merek susu balita premium menjadi pilihan ibu rumah tangga dalam memilih susu balita."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2005
T17010
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arifah Budi Setyawati
"Universitas Indonesia (UI) sedang dalam transformasi pcrubahan status menjadi Badan Hukum Milik Negara (BI-IMN). Hal ini berarti UI memiliki Otonomi unluk mengambil kepulusan sendiri lcrlcpas dari Pemerintah dan oleh karcna ilu UI harus mampu membuklikan diri bahwa UI mampu unluk dapal berdikari. Keputusan UI unluk mcnggudakan Oracle Financial Sebagai sislem keuangan Standar rnengubah sislcm keuangan fakultas dalam hal ini Iermasuk Fakullas Kedokleran Universiias Indonesia (FKUI).
FKUI saat ini sedang mengimplementasikan Oracle Finance Kesulitan dalam hal pengimplemenlasian sistem ini adalah pada level deparlemen yang terdapat sam level di bawah level fakultas. Oleh karena bisnis proses departemen yang spesiiik, departemen akan lebih mudali menggunakan sistem keuangan sendiri yang sederhana dan lebih tepat guna sbagai entry untuk data Oracle Financial.
Dalam Karya Akhir ini, penulis mencoba untuk mcnuangkan kebutuhan-kebutuhan yang teridentifkasi dari sistem baru yang akan diajukan, kemudian menganalisa dan menterjemahkan kebutuhan tersebut rnenjadi suatu sistem keuangan yang sederhana dan tepat guna. Analisis sistem dilakukan dengan menggunakan data flow diagram, entity relationship diagtam, rancangan antar muka, Serta diagram use case unmk mendapatkan gambaran secara utuh. Dengan sistem haru yang diajukan, penulis berharap sistem ini memiliki implikasi yang baik sebagai masukan dari sislem baru yang akan diimplementasikan.

University Indonesia (UI) is transforming into BHMN (Badan Hukum Milik Negara) status which means UI now has its own autonomy in making decision and therefore UI has its ovm need to establish on its own ground. UI?s decision to use Oracle Financial as the standard financial system that will be used throughout the university change the faculties lie beneath UI, including the faculty of Medicine (F akultas Kedokteran) or known as FKUI.
FKUI at this moment has to implement Oracle Financial System The difficulties to implement this system is that each department level under FKUI need a new simple information system as entry to Oracle Financial System because Oracle isn?t implemented information system in the department level.
In this thesis, writer trying to capture those needs of the new implementation system, translate those needs to an easy and understandable information system that can be implemented. There is study about current system, the needs of the new system caused by the environment changes, then analysis of the new propose system Analysis of new propose system will be descrnaed in data How diagram, entity relationship diagram, interface diagram, and also use case diagram With the new propose system, writer look forward seeing the good impacts of the system in the FKUI departments.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T18336
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tampubolon, Henry Ronald
"Salah satu strategi dalam meningkatkan daya saing adalah melalui pengembangan peran sistem informasi dalam perusahaan. Jika sebelumnya peranan sistem informasi hanya sebagai proses penunjang saja dalam memperoleh data dengan titik berat pada efisiensi biaya operasional, minimalisasi risiko operasi, peningkatkan produktivitas, ketepatan dan keamanan operasi dari berbagai fungsi perusahaan, maka pada saat ini peranannya telah berubah menjadi alat strategik dalam perusahaan untuk meningkatkan kemampuan bersaingnya.
Secara khusus dapat dinyatakan bahwa penyusunan dan pengembangan perencanaan strategi informasi merupakan upaya peningkatan peranan fungsi dan nilai sistem informasi setiap unit kegiatan manajemen dan operasional perusahaan, dalam rangka memenuhi kebutuhan di saat ini dan di masa yang akan datang serta meningkatkan nilai dari perusahaan itu sendiri
BCOI sebagai salah satu perusahaan pertambangan batu bara di Indonesia, dalam menghadapi persaingan yang ada dan menjawab tantangan di masa depan memerlukan suatu perencanaan strategi informasi yang terintegrasi. Hal ini dikarenakan di dalam persaingan pada era bebas tidak memungkinkan bagi perusahaan batubara beroperasi tanpa dukungan sistem dan teknologi informasi yang handal.
Permasalahan strategi yang dihadapi oleh perusahaan saat ini adalah dengan tersebarnya lokasi kantor-kantor tambangnya di kawasan Kalimantan Timur dan Selatan, diperlukannya restrukturisasi ruang lingkup usaha untuk memudahkan perusahaan melakukan perencanaan, pengendalian dan pengawasan, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya yang ada, serta peningkatan kapasitas produksi guna pemenuhan kebutuhan batubara di kawasan Asia-Pasifik. Permasalahan operasional yang dihadapi oleh perusahaan secara umum adalah kendala dalam mengakses data yang ada pada beberapa fungsi perusahaan, di samping itu diperlukannya sarana untuk menyebarluaskan informasi dalam ruang lingkup usaha.
Dalam metakukan penyusunan karya akhir ini digunakan metodologi Information Engineering atau Rekayasa Informasi yang terdiri atas perencanaan strategi informasi, analisis area bisnis, perancangan sistem konstruksi dan implementasi. Sesuai dengan tujuan dari penelitian ini maka analisa pembahasan dibatasi hanya pada tahap perencanaan strategi informasi. Di mana analisa dalam karya akhir ini dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian pokok yaitu yang menjadi kebutuhan bisnis perusahaan akan informasi dan yang mengenai sistem informasi yang ada di perusahaan pada saat ini.
Pembuatan formulasi perencanaan strategi inforrasi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Multiple Methodology yang dikembangkan oleh Earl M. James, melalui tahapan-tahapan :
? Top - Down Clarification, memperjelas seluruh strategi dan kebutuhan perusahaan dalam bentuk kebutuhan sistem informasi, yang meliputi overview model dari perusahaan, analisa goal problem, analisa Critical Success Factor dan overview model dari fungsi-fungsi dalam perusahaan.
? Bottom - Up Evaluation, evaluasi dari manfaat dan penggunaan sistem informasi yang ada saat ini, yang meliputi analisa sistem yang ada, bagaimana fungsi dari sistem yang ada tersebut dan bagaimana rentang kekurangan yang terjadi antara sistem yang ada terhadap kebutuhan strategi perusahaan.
? Inside - Out Innovation, inovasi dari peluang-peluang strategi baru yang dapat diperoleh dari kemajuan teknologi informasi yang meliputi analisa dampak teknologi dan pandangan sistem strategi.
Dari hasil analisa dan pembahasan yang dilakukan dapat diidentifikasi beberapa permasalahan perusahaan BCDI yang dihadapi di dalam bidang sistem informasi meliputi peranan sistem informasi bagi manajemen dan operasional perusahaan, infrastruktur jaringan antar kantor-kantor tambang dan sumber daya manusia di dalam bidang sistem dan teknologi informasi.
Perencanaan strategi informasi yang menjadi topik dari karya akhir ini memberikan usulan kepada perusahaan BCOI yang meliputi aspek infrastruktur teknologi informasi, aspek sistem informasi dan aspek sumber daya iiiformasi.
Pada bagian akhir dari karya akhir ini, dikemukan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam nenerapan perencanaan strategi informasi, meliputi :
? Kegiatan perencanaan strategi informasi perlu dilakukan secara bertahap yaitu bahwa secara berkala perlu dilakukan penilaian terhadap hasil implementasi dan portfolia aplikasi sehingga secara dini dapat diketahui atau dilakukan kareksi-koreksi yang diperlukan terhadap perencanaan strategi informasi yang diimplementasikan.
? Perlu dilakukan pemantauan perkembangan sistem dan teknologi informasi beserta penerapannya di dalam industri-industri sejenis secara berkesinambungan untuk dapat mengarnbil manfaat maksimal guna perusahaan dapat berada di posisi yang kompetitif di dalam pasar usahanya.
? Perlu dipertimbangkan penggunaan jasa konsultan yang ahli dalam proyek pengembangan manajemen sistem informasi untuk dapat memberikan masukan yang berharga tetapi perlu untuk diperhatikan bahwa konsultan tidak menentukan pilihan, hanya sebagai pembantu yang mengajukan pilihan.
? Sosialisasi program-program sistem dan teknologi informasi yang didukung dengan analisa nilai ekonomis BCOI perlu dilakukan secara intensif untuk meningkatkan dukungan dan manajemen puncak.

One of the strategies to increase competitive power is through the development role of information system in company. Neverless, before the role of information system is only as a supporting process in gaining data which focus on cost operation efficiency, operation risk minimize, productivity increase, operation exactness and safety in various company function, now the role have changed as a strategic tools in company to increase its competitive power capability.
Particularly can be express that arranging and development of information strategic planning is efforts to increase the role of function and value of information system in every management activity unit and company operation, for fulfilling the needs at present and in the future and also to increase the value of the company itself.
BCOI as one of the coal mining company in Indonesia, in facing competition that occurs and to answer the challenge in the future, needs an integration information strategic planning. It is because in free era competition, it is not possible for coal mining company to operate without the support of reliable information system and technology.
The strategy problem that the company facing at present that is with the scatter location of the mining offices in East Kalimantan and South Kalimantan, restructuring scope of business is need to facilitate company in doing planning, controlling and supervising, managing and exploiting resources that are available also increasing production capacity to fulfill the need for coal in Asia-Pacific Area. The operational problem that the company facing in general is the obstacle for accessing data that occur in some company area, beside the need for tools to spread information in scope of business.
In composing this thesis, Information Engineering methodology is use, which consists of information strategic planning, business area analysis, construction system design and implementation. In accordance with the objective of this research, the analysis and study is limited only in information strategic planning phase. The analysis can be category into 2 (two) major part which 1s the need of information for the company business and about the information system that the company have at the present.
The formulating of information strategic planning is done by using the multiple methodology approach which is developed by Earl M. James through the phases of :
? Top - Down Clarification, clarify all company strategies and needs in information
system form which consists of company overview model, goal problem analysis,
Critical Success Factor analysis and company function overview model.
? Bottom - Up Evaluation, evaluate the benefit and the use of information system that the company have at present, which consists of analysis system that currently exist, what their functions are and what gaps exist in the light of company strategic needs
? Inside -- Out Innovation, innovation for the new strategic opportunities that can be gain from the advance information technology, which consist of impact technology analysis and strategy system view.
The analysis and study that is done, gave outcome that can identified some problem that BCOI company faced in the information system area, which are the role of information system for management and company operation, network infrastructure between BCOI mining offices and human resources in information system and technology area.
Strategic information planning which have become the topic of this thesis give suggestion to BCOI company that consists of the infrastructure information technology aspect, information system aspect and information resources aspect.
At the end of this thesis, some proposal is given that needs attention in applying information strategic planning, which are:
? Information strategic planning activities must be done in phases, from time to time the outcome of the implementation and application portfolio must be evaluate, so as early as possible will be known or will be done correction that need in implementing the information strategic planning.
? Continuous observation of the system and technology development need to be done, including the implementation in similar industries, to take the maximize benefit for the company to be in its business competitive position
? Consultant expert service need to be considered in developing management information system project to give valuable input, but need to be remind that consultant do not choose option only help to give option that could be taken_
Socialization of information system and technology programs that is supported by the analysis of BCOI economic value, need to be done intensive to increase the support from top management.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T18463
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
I Made Wahyu Arjaya
"Teknologi Informasi saat ini dipandang sebagai salah satu pilar yang penting untuk memperoleh keunggulan kompetitif perusahaan. Investasi di bidang teknologi informasi ini diharapkan akan mampu untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui efisiensi dari current business line dan membuka peluang bisnis yang baru di masa mendatang.
lnvestasi di bidang teknologi informasi seperti Cash Forecasting System diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk menekan biaya operational dari idle cash di ATM dengan mempelajari pattern cash withdrawal. Namun walaupun value yang dihasilkan terasa sangat nyata biaya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan solusi tersebut pada umumnya cukup tinggi. Oleh karena itu evaluasi yang mendalam untuk mengetahui berapa besar investasi yang diperlukan dan benefit yang dihasilkan dari implementasi solusi tersebut sangat diperlukan.
Terdapat banyak metode yang ada untuk mengevaluasi kelayakan sebuah proyek teknologi informasi, misalnya dengan menggunakan analisis Return On investment (ROI) dan Payback Period Namun kedua pendekatan tersebut hanya mengevaluasi project dari sisi financial (tangible) sementara banyak project teknologi informasi yang Iebih banyak memberikan manfaat intangible dibandingkan yang bersitat tangible.
Metode information Economics yang diperkenalkan oleh Marylin M. Parker, memberikan guidance tentang bagaimana cara kita mengevaluasi sebuah proyek teknologi informasi dengan memperhatikan tangible dan intangible benefit yang dihasilkan. Pengukuran benefit dalam information Economics ini didasarkan atas lima aspek yaitu : Financial Values, Strategic values, Stakeholder values, Competitive Strategy Risk dan Organizational Strategy Risk & Uncertainty. Diharapkan evaluasi yang menyeluruh terhadap tangible dan intangible benefit dari proyek teknologi informasi ini dapat menjadi salah satu metode dalam menilai kelayakan investasi di bidang teknologi inforrnasi."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2004
T13524
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>