Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sutarno
"Dengan terjadinya krisis ekonomi yang melanda Indonesia, salah satu akibat yang serius adalah di derita oleh dunia penerbangan sipil komersial. Salah satu sebabnya yaitu perbedaan yang makin tajam nilai tukar antara mata uang (kurs) rupiah dengan mata uang asing khususnya US$ (Dollar Amerika Serikat). Oleh karena sebagian besar investasi dan biaya operasional penerbangan menggunakan mata uang US$, sedangkan penerimaannya sebagian besar adalah dalam bentuk rupiah.
Sedangkan secara teoritis atau secara konseptual, penerbangan nasional atau penerbangan sipil komersial mempunyai peran yang sangat penting dalam menyatukan bangsa sebagai perwujudan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Dengan transportasi udara atau penerbangan sipil komersial bisa memberikan komunikasi dan sirkulasi barang, manusia, ideologi (ide-ide), ilmu pengetahuan dan teknologi ke seluruh wilayah tanah air.
Penerbangan nasional di masa damai mempunyai fungsi sebagai media transportasi (vehicle) yang mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan transportasi lain, juga dimasa yang lain misalnya dimasa perang bisa diubah menjadi kendaraan untuk mendukung fungsi hankam.
Tesis ini meneliti secara sistematis faktor-faktor atau variabel yang diduga mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap sistem penerbangan nasional. Dan tesis ini diberi judul Analisis Sistem Penerbangan Nasional Dalam Perspektif Ketahanan Nasional (Studi Kasus Penerbangan Angkutan Udara). Obyek penelitian adalah Perusahaan Penerbangan Sipil Komersial atau Nasional yang berjadwal (scheduled), dan dilakukan di wilayah DKI Jakarta.
Dari penelitian di lapangan telah dapat dibuktikan bahwa Variabel-variabel bebas (Independent Variable) yaitu Peluang Pasar Angkutan Udara (X1), Kekuatan Armada Penerbangan Nasional (X2), Sumber Daya Manusia (SDM) di Bidang Penerbangan (X3), Prasarana Penunjang Penerbangan Nasional (X4),Permodalan (X5) dan Peraturan di Bidang Penerbangan (X6) mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif secara keseluruhan atau bersama-sama terhadap terhadap Variabel Terikat (Dependent Variable) yaitu Kinerja Perusahaan Penerbangan Nasional (Y).
Dalam penelitian ini digunakan pengujian hipotesis secara statistik, yaitu dengan Analisis Regresi Majemuk (Multiple Regression Analysis). Dan untuk penyelesaian dan penghitungannya digunakan bantuan komputer dengan perhitungan S P S S (Statistical Programme for Social Science).
Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa regresi majemuk dari enam variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat adalah sebesar 0,8830. Dan intercept constanta sebesar 0,5910. Untuk mengetahui tingkat signifikansinya dilalakukan dengan F test.Hasil pengolahan data dalam penelitian membuktikan bahwa perhitungan F test sebesar 13,5643 adalah lebih besar dibanding dengan harga kritik pada Tabel Precentiles of the F Distribution atau Fib pada tingkat kepercayaan 95 % sebesar 2,42.
Ramalan penelitian yang dilakukan ini adalah cermat atau baik karena dalam uji Analisis Kecermatan Ramalan (Accurate of Prediction Analysis) membuktikan bahwa Standart Deviasi terhadap regresi Y (SY) sebesar 0,7222 lebih besar dari pada Standart Error dari Estimasi (5%) yang besarnya 0,5410."
2001
T7715
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ramses Kamsuddin
"Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penyelenggaraan bela negara dilaksanakan pada program kejar paket A dan kejar paket B dan apakah program kejar paket A dan B di DKI Jakarta (Kotamadya Jakarta Utara) mendukung pelaksanaan bela negara. Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran penyelenggaraan bela negara melalui jalur program kejar paket A dan B, untuk mengetahui peranan program kejar paket A dan B dalam mendukung pelaksanaan bela negara dan untuk memprediksi sejauhmana peranan program kejar paket A dan B dalam mendukung pelaksanaan bela negara.
Untuk menganalisis data tersebut digunakan teknik analisis deskriptif analitis yang disesuaikan dengan landasan teori dan pola pikir. Untuk mengetahui implementasi bela negara dijabarkan melalui unsur-unsur bela negara yaitu : pemahaman bela negara, kecintaan terhadap tanah air, keyakinan akan keabsahan Pancasila, kesadaran berbangsa dan bernegara serta rela berkurban.
Dari hasil penelitian melalui penyebaran kuesioner untuk kejar paket A sebanyak 73 responden dan kejar paket B sebanyak 68 responden didapat bahwa nilai untuk pemahaman bela negara kejar paket A dan B masing-masing 57,54% dan 65,19%, kecintaan terhadap tanah air masing-masing 63,46% dan 67,89%, Keyakinan akan keabsahan Pancasila masing-masing 70,31% dan 71,56%, kesadaran berbangsa dan bernegara masing-masing 53,87% dan 59,06% dan rela berkorban 52,05% dan 61,76%. Dari hasil tersebut terlihat bahwa peserta kejar paket A dan B kurang memahami implementasi bela negara dalam kehidupan sehari-hari."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2000
T10851
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yoserizal
"Penelitian ini ingin melihat bagaimana potensi museum perjuangan yang merupakan salah satu wadah pelestarian sejarah perjuangan bangsa dengan berbagai macam jenis koleksi yang dipamerkannya, berupaya mensosialisasikan nilai-nilai kejuangan kepada masyarakat agar ketahanan nasional meningkat. Untuk keperluan tersebut, studi kasus dilakukan di museum perjuangan TM Satria Mandala yang merupakan museum pusat milik TNI dengan koleksi yang cukup lengkap tentang sejarah perjuangan pada saat merebut, mempertahankan dan mengisi kernerdekaan.
Sosialisasi mencakup seluruh proses mempelajari nilai-nilai, sikap-sikap, pengetahuan, berbagai kelrampilan dan berbagai teknik yang dimiliki oleh masyarakat yang menyangkut kebudayaan. Menurut Leslie sosialisasi membina potensi biologis anak kedalam pola yang berfungsi yang disebut kepribadian manusia (Leslie, 1976: 11).
Pendidikan selaku proses enkulturasi dalam rangka nation building berarti proses melembagakan nilai-nilai baik yang berupa warisan teluhur, nilai-nilai kejuangan, maupun nilai-nilai ideologi negara. Sebagai totalitas keseluruhan nilai-nilai tersebut berkembang mewujudkan pada tingkat individual dan kolektif etos kebudayaan nasional. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa peran sejarah nasional secara positif akan menopang perkembangan etos kebangsaan itu. Kiranya tidak tepat ucapan bahwa nasionalisme tidak relevan lagi bagi generasi muda, bahkan sebaliknya untuk meningkatkan nation-building, nasionalisme kita perlu direvitalisasikan dalam segala dimensinya.
Nilai-nilai kejuangan adalah konsepsi tentang hal-hal yang dipandang paling bernilai dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang berakar secara emosional dalam jiwa bangsa Indonesia berkenaan dengan pengalaman sejarah perjuangannya, meliputi mental, tekad, jiwa dan semangat pengabdian serta disiplin yang tinggi dengan lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan/atau golongan. Dengan dernikian nilai-nilai kejuangan merupakan faktor yang mendasari setiap anggota masyarakat dalam hentuk sikap dan tindakan terpuji seperti ketaatan, disiplin, pengabdian terhadap bangsa dan negara.
Museum perjuangan TNI Satria Mandala sebagai museum perjuangan merupakan salah satu sarana yang diperlukan bagi pembinaan dan pelestarian jiwa serta semangat keprajuritan di kalangan TNI khususnya dan masyarakat umumnya, terutama generasi penerus perjuangan bangsa Disamping sebagai sarana untuk mengungkapkan kewaspadaan bangsa Indonesia dalam menghadapi bahaya ancaman yang bertentangan dengan Pancasila, museum juga merupakan sarana yang efektif untuk mewariskan nilai kejuangan '45. Melalui museum TNI, masyarakat dapat mengetahui proses pertumbuhan jiwa dan semangat keprajuritan bangsa Indonesia sebelum abad ke 20 secara berkesinambungan, sehingga akan lebih mudah memahami sejarah perjuangan TNI sebagai bagian integral dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Ketahanan nasional sebagai bahasa yang dialirkan melalui sistem nilai dan logika kebangsaan tidak lain adalah kondisi yang dinamis darn bangsa Indonesia sehingga pencapaiannya dapat diukur berdasarkan situasi yang berkembang saat itu. Oleh karenanya ketahanan nasional terwujud sesuai sasaran-sasaran pembangunan nasional yang dicapai. Kondisi dinamis bangsa ini harus mampu memancarkan efek tangkal dan Gaya tangkal terhadap setiap ancaman. Tetapi pada hakekatnya kemampuan itu hanya dapat menjadi nyata apabila setiap individu warga negara Indonesia bersedia mewujudkan. Jadi ketahanan nasional yang berkemampuan itu hanya akan terwujud apabila kesadaran semangat juang bangsa Indonesia tinggi. Oleh sebab itu ketahanan Nasional harus merupakan perpaduan aspek fisik materiil dengan non fisik spiritual.
Dengan demikian dalam menentukan politik dan strategi, aspek kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan harus ditetapkan sebagai salah satu sasaran yang hendak dicapai dalam pelaksanaan pembangunan. Nampak Pula disini bahwa kesadaran akan nilai-nilai kejuangan telah mencapai pada tingkat politik dan strategi nasional dengan tujuan mewujudkan ketahanan nasional bangsa. Ketahanan nasional sekaligus merupakan strategi penangkalan bangsa Indonesia karena dapat memberi bobot kredibilitas dan kapabililas bagi menangkal ancaman lawan. Segala upaya tersebut kembali lagi pada kesadaran bangsa Indonesia sendiri untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada penyusunan tesis ini diadakan penelitian, dengan jalan menyebarkan quesioner dengan 11 pertanyaan kepada 100 orang pengunjung museum TNI Satria Mandala. Penelitian ini dianalisa dengan memakai metode pooling. Hasil penelitian tnenunjukkan bahwa Museum Perjuangan TNI Satria Mandala belum mencapai hasil yang maksimal sebagai media sosialisasi nilai-nilai kejuangan, untuk itu pengelola museum perlu mengambil langkah-langkah perbaikan baik dalam pengelolaan. penataan, perawatan maupun informasi."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2000
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library