Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 40 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fatin Aprilia Rahayu
"Puisi merupakan karya seni yang mengekspresikan pemikiran dan banyak mengangkat tema kehidupan tertentu, seperti patriotisme, yang secara umum diartikan sebagai perasaan cinta pada tanah air. Salah satu penyair Prancis yang sering mengangkat tema patriotisme di dalam puisinya adalah Joachim du Bellay; salah satu sastrawan yang sangat berpengaruh dalam perkembangan kesusastran Prancis Abad XVI. Salah satu puisi bertema patriotisme yang ditulis oleh du Bellay berjudul ?France mère des arts, des armes, et des lois?.
Tujuan penulisan artikel ini adalah menunjukkan gambaran patriotisme di dalam puisi itu. Metode yang digunakan di dalam kajian ini adalah metode kualitatif. Kajian ini menunjukkan bahwa gambaran patriotisme di dalam puisi ini terlihat dari bunyi yang membangun rima dan dari denotasi, serta konotasi. Penulis ini menyimpulkan bahwa puisi ini merupakan ungkapan kesedihan Joachim du Bellay yang berimplikasi pada perasaan cinta tanah airnya.
Poetry is a work of art to express ideas and many themes of life, for example the theme of patriotism which is defined as a feeling of love for the homeland. One of the French poet who was often using the theme of patriotism in his poem is Joachim du Bellay which is one of the most influential writers of the sixteenth century in French literature development. One of patriotism themed poem written by du Bellay called France mère des arts, des armes, et des lois.
The purpose of this article is to show the image of patriotism in the poem. The method used in this study is a qualitative method. This study shows that the image of patriotism in the poem is seen from the sounds that build rhyme and from the analysis of the meaning of denotation and connotation. The authors conclude that this poem is an expression of Joachim du Bellay?s sadness which has implications on feelings of love for homeland."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Dias Rifanza Salim
"Terjemahan beranotasi adalah penelitian yang berupa teks terjemahan yang
disertai anotasi sebagai pertanggungjawaban atas padanan yang dipilih.
Penerjemahan TSu dikerjakan dengan berpedoman pada ideologi pelokalan,
metode komunikatif, dan pendekatan dokumenter-filologis. Skoposnya adalah
menghasilkan buku ajar yang dapat berfungsi dengan baik. Masalah penerjemahan
yang diungkapkan dalam karya ini mencakup masalah penerjemahan istilah
budaya, istilah umum, metafora, dan pengalihan struktur kalimat. Dalam mencari
padanan beragam istilah dan nama diri, pendalaman pengetahuan ensiklopedis dan
penggunaan beragam alat kerja perlu digiatkan untuk menemukan padanan yang
mudah dimengerti dan diingat oleh pembaca.

An annotated translation is a type of research which consists of a translation that
is supported by annotations of the translator’s commentary on the chosen
equivalents. The translation of this ST was guided by the localization ideology,
the communicative method, and the documentary-philological approach. The
translation problems encountered in this work includes the problems of translating
cultural and common terms, metaphors, and syntax. In finding equivalents of
various terms and proper names, enrichment of encyclopedic knowledge and
utilization of different work tools are encouraged in order to discover equivalents
that are both easily understood and remembered by the readers.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
T36732
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2000
305.4 PER
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Neneng Sri Wahyuningsih
"Penelitian ini membahas masalah, strategi, dan prosedur penerjemahan kata-kata bermuatan budaya. Penelitian ini menggunakan metode Protokol Berpikir Nyaring. Partisipan dalam penelitian ini adalah lima orang mahasiswa semester 7 di STBA LIA Jakarta yang mengambil peminatan penerjemahan. Mereka diminta menerjemahkan sebuah teks pendek, melaporkan apa yang ada di dalam pikiran mereka ketika menerjemahkan teks tersebut, dan mengisi kuesioner. Berdasarkan terjemahan mereka, transkripsi laporan, dan jawaban dari kuesioner ditemukan bahwa dalam menerjemahkan kata-kata bermuatan budaya, masalah yang mereka hadapi adalah kurangnya pengetahuan budaya dan istilah dalam BSu dan BSa; strategi yang digunakan adalah pencarian padanan melalui pelusuran dokumen baik itu melalui internet ataupun kamus cetak; dan prosedur yang ditempuh adalah transferensi dan couplet. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa dalam penerjemahan kata-kata bermuatan budaya diperlukan pemahaman yang baik tentang teks sumber, budaya BSu, serta istilah-istilah budaya dalam BSu dan BSa.

This research discusses problems, strategies and procedures in translating cultural reference words. This research is done through the use of Think-Aloud Protocols (TAPs). The participants in this research are five students of STBA LIA Jakarta sitting at the seventh semester and taking translation as their concentration. They are asked to translate a short text, to report what they have in mind while translating the text, and to fill in a questionnaire. Based on their translations, transcriptions, and questionnaires, it is found that in translating cultural reference words, the problems they face are lack of comprehension of the source and target language cultures and terminologies; the strategies they apply are inference through the use of internet and dictionary; and the procedures they choose are transference and couplet. From the findings, it can be concluded that in translating cultural reference words, a translator must have a good comprehension on the source text, source culture, and cultural terminologies of source and target language."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2011
T28350
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Amalia Ismenia Larasati Gunarwan
"
ABSTRAK
Sajak Le Pont Mirabeau karya Guillaume Apollinaire telah diterjemahkan oleh dua orang sastrawan Indonesia, Mahmud Taslim Ali dan Wing Kardjo. Skripsi ini mencoba membandingkan kedua terjemahan tersebut dart segi kesetiaannya masing-masing kepada karya aslinya.
Teori yang digunakan terdiri atas teori yang berkaitan dengan sajak (hakikatnya dan sifat-sifatnya sebagai karya puitik) dan teori yang berkaitan dengan penerjemahan. Salah satu pedoman utama teori penerjemahan ialah bahwa pesan linguistik adalah kesatuan yang terdiri atas bentuk sebagai struktur luar dan makna sebagai struktur dalamnya. Sifat sajak sebagai karya puitik, adalah bahwa sajak memiliki kekhasan baik dalam hal bentuk (dengan rima, irama, enjambemen dsb.) maupun dalam hal makna (bahasanya yang penuh dengan konotasi). Bentuk dan makna sajak berkaitan erat dan saling mengisi, sebab makna suatu sajak juga tersalurkan melalui bentuknya. Oleh karena itu, penerjemah sajak harus dapat menampilkan kembali efek yang ditimbulkan dari keterpaduan bentuk dan makna suatu sajak ke dalam terjemahannya.
Dengan berpedoman pada prinsip itulah analisis terjemahan dalam skripsi ini dibagi atas analisis dari segi bentuk dan analisis dari segi makna. Analisis itu pun dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama adalah pemerian pengalihan-pengalihan dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama adalah pemerian pengalihan-pengalihan bentuk dan makna yang dilakukan MTA dan WK secara terpisah dan tahap kedua adalah pembandingan kedua terjemahan itu.
Ditemukan bahwa di antara kedua terjemahan itu, terjemahan WK lebih setia baik kepada bentuk maupun kepada makna sajak LPM. Dengan perkataan lain, terjemahan WK menggunakan kesejajaran bentuk dan kesejajaran makna. Terjemahan MTA tidak memperlihatkan kesejajaran seperti terjemahan WK, tetapi terjemahannya itu masih menggunakan kesepadanan dinamis. Juga ditemukan bahwa subjektivitas dan jarak waktu memegang peranan penting dalam perbedaan kedua terjemahan sajak LPM itu."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1997
S14406
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mira Trissan Hapsari
"ABSTRAK
Tesis ini membahas terjemahan beranotasi bagian 3 dan 4 dari novel anak berjudul Gulliver’s Travels oleh Martin Woodside. Novel anak ini merupakan hasil penceritaan kembali dari novel karya Jonathan Swift dengan judul yang sama. Teks sumber dalam tesis ini adalah teks ekspresif yang berjenis petualangan fantastik. Metode yang digunakan dalam menerjemahkan teks ini adalah gabungan antara metode semantis dan komunikatif. Berbagai masalah yang ditemui selama proses penerjemahan digolongkan dalam tujuh kategori yaitu nama diri, istilah yang mengalami pergeseran makna, idiom, kata budaya, jarak, gelar kehormatan, dan ungkapan. Dalam usaha untuk memecahkan permasalahan ini digunakan berbagai prosedur penerjemahan di antaranya transferensi, calque, modulasi, dan padanan budaya. Dengan menganotasi penerjemah memberikan pertanggungjawabannya atas padanan yang dianggap sesuai.

ABSTRACT
The focus of this study is the annotated translation of part 3 and 4 of the children’s novel Gulliver’s Travels by Martin Woodside. This children’s novel is a retold version from a novel by Jonathan Swift with the same title. The source text in this study is an expressive text and the text’s genre is fantasy adventure. Translation methods applied in this study are semantic and communicative. Problems found during the translation process are categorized into seven groups: self-identification, mean shifting of terms, idioms, cultural words, units of length, titles of respect, and expressions. In order to solve these problems, the translator applied some procedures such as transference, calque, modulation, and cultural equivalence. By giving annotation the translator justifies the equivalence chosen in the translation."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
T33308
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Aisiyah
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan keakuratan terjemahan istilah Inggris di bidang mekanika teknik ke Bahasa Indonesia serta memaparkan pembentukan istilah padanan di bidang itu ke bahasa Indonesia. Diteliti sebanyak 104 istilah yang berupa kata tunggal dan frasa. Semua istilah itu dianalisis tanpa mengaitkan konteksnya dalam kalimat. Penelitian ini menggunakan model penelitian komparatif yang membandingkan buku teks dalam Bahasa Inggris dengan buku teks terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Sementara itu, ancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ancangan kualitatif deskriptif. Dari hasil analisis keakuratan terjemahan, diperoleh istilah bahasa Indonesia yang dinilai akurat, kurang akurat, dan tidak akurat. Selain itu, diperoleh pembentukan istilah padanan dalam Bahasa Indonesia. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengetahuan untuk pengembangan teori penerjemahan teks teknis, khususnya teori penerjemahan istilah di bidang teknik sipil, serta berkontribusi dalam penyusunan glosarium dan kamus istilah teknik sipil.

ABSTRACT
This study is aimed at describing the accuracy of translation English terms in Mechanical Engineering into Bahasa Indonesia and describing the formation of the equivalent terms in Bahasa Indonesia. The number of terms analyzed is 104 terms in the form of single words and phrases. All of the terms are analyzed without their context in sentences. In this research a comparative research model is used in which the source textbook in English is compared with its translation textbook in Bahasa Indonesia. Meanwhile, the approach used in this research is descriptive qualitative. From the analysis, the accuracy of the translation between English and Indonesian terms in Mechanical Engineering and the formation of the equivalent terms in Bahasa Indonesia can be obtained. The terms are classified into accurate, less accurate, and inaccurate. The findings of this research are expected to become the basis of knowledge for the development of the translation theory of engineering texts, in particular the theory of civil engineering term translation, as well as to contribute to the preparation of a glossary and a dictionary of civil engineering terms."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
T33306
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hyunisa Rahmanadia
"ABSTRAK
Terjemahan beranotasi adalah suatu karya terjemahan yang disertai pertanggungjawaban penerjemah atas padanan yang dipilihnya Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi masalah yang muncul dalam penerjemahan dari bahasa Turki ke bahasa Indonesia Teks sumber yang digunakan adalah sebuah novel dalam bahasa Turki yang berjudul D zceli Mehmet Skopos penerjemahan ini adalah untuk menghadirkan sebuah bacaan yang inspiratif Metode penerjemahan yang digunakan adalah metode semantis dan komunikatif Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada istilah budaya dan penerjemahan puisi Penelusuran Internet penggunaan kamus ekabahasa Turki dan kamus dwibahasa Osmani Turki dan wawancara langsung dengan penutur bahasa Turki telah dilakukan dalam penelitian ini Maka ditemukan bahwa penerjemahan istilah budaya memungkinkan berkat metode dan prosedur yang digunakan sementara puisi Turki berhasil diciptakan kembali dalam bahasa Indonesia Sebagai kesimpulan penelitian ini adalah penerjemahan teks kreatif bukan sekadar mengalihkan makna kebahasaan melainkan harus memenuhi ekspektasi pembacanya

ABSTRACT
An annotated translation is a research which consists of a translation and the translator rsquo s commentary on the chosen equivalents The goal of this research is to identify the problems appearing in translating Turkish to Indonesian The source text of this research is a novel in Turkish language D zceli Mehmet Scopos of this translation is to provide an inspiring book The translation was guided by the localization ideology and the semantic and communicative method The translation problems discussed in this research include the problems of translating cultural terms and poem Internet searching Turkish monolingual dictionary and Osmanli Turkish bilingual dictionary and direct interview to Turkish native speaker has been done for completing the research It is found that translating cultural items is possible by applying the translation method and procedures Turkish poem in the text can be successfully reproduced into Indonesian language In conclusion this research is a translation of a creative text that is not only about transferring the meaning but also filling the reader rsquo s expectation "
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2014
T41918
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Utami Novitarukmi
"Tesis ini menyuguhkan terjemahan beranotasi novel The Kaisho. Anotasi dilakukan untuk menjelaskan masalah penerjemahan istilah budaya dan penyelesaiannya. Keunikan novel dari segi budaya dan keinginan untuk memperkenalkan budaya latar TSu menjadi dasar penerjemahan yang menganut ideologi pengasingan, tanpa mengabaikan ideologi pelokalan. Ideologi pelokalan hanya digunakan pada bagian-bagian tertentu untuk mencapai pemahaman pembaca TSa. Metode penerjemahan yang digunakan adalah metode semantis-komunikatif dengan penggunaan berbagai teknik yang mendukung kesepadanan makna dan kewajaran bentuk.
Penerjemahan yang melibatkan teks sumber (TSu) yang menghadirkan sejumlah budaya kuat memerlukan upaya dari penerjemah agar tidak terjadi 'penjajahan budaya'. Keterlibatan teks sumber yang menghadirkan sejumlah budaya kuat di dalam penerjemahan ini memerlukan upaya penerjemah untuk menghindari 'penjajahan budaya'. Dalam situasi ini, penerjemah perlu mencondongkan pada lima aspek, (1) pemahaman karakteristik TSu; (2) pemahaman tentang calon pembaca TSa; (3) pemahaman budaya-budaya di dalam TSu dan budaya sasaran; (4) pemahaman makna dalam penyampaian pesan; dan (5) pemahaman bahwa ada perbedaan cara pengungkapan suatu ide pada dua budaya yang berlainan.

This thesis presents an annotated translation of the novel The Kaisho. Annotation is performed to explain the problem and its solution translation of the cultural terms. The uniqueness of the novel in terms of culture and the desire to introduce the cultural background of the source text become a basic of translation that adheres to the ideology of foreignization, without ignoring the localization of ideology. The localization only used on certain parts to achieve the target text reader comprehension. Translation method used is semantic-communicative methods with the use of various techniques that support the equivalence of meaning and reasonableness shape.
The involvement of the source text that presents a strong culture in this translation requires some effort of the translator to avoid the 'culturally imperialistic'. In this situstion, translator needs to be leaned on five aspects of understanding, (1) understanding of the characteristics of source text; (2) understanding of the potential reader of the target text; (3) understanding of the cultures in the source text and the target text; (4) understanding of the meaning in the delivery of the message; and (5) an understanding that there are different ways of expressing an idea in two different cultures.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2014
T43417
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yeski Putri Utami
"[ABSTRAK
Tesis berupa kritik terjemahan audiovisual ini membandingkan kesepadanan
makna kesantunan berbahasa dalam subtitle serial TV Sherlock, A Scandal in
Belgravia versi VCD dan Internet. Jenis kesantunan berbahasa yang dianalisis
terbatas pada politeness markers, play-downs dan committers. Penelitian ini
dilakukan dengan ancangan sosiopragmatik dan terjemahan fungsional. Temuan
dari penelitian yang telah dilakukan adalah (1) situasi komunikasi TSu berbeda
dengan TSa sehingga kesenjangan tidak dapat dihindari. Sementara itu, motif
komunikasi antara kedua penyusun subtitle juga berbeda. Penyusun subtitle versi
VCD didasari motif komersial sedangkan versi Internet didasari motif hobi. (2)
penyusun subtitle menggunakan berbagai strategi dan prosedur penerjemahan
untuk menghasilkan terjemahan yang sesuai dengan skopos penerjemahan,strategi
skopos yang didominasi oleh strategi komunikatif merupakan strategi yang paling
tepat digunakan dalam penerjemahan audiovisual, (3) struktur tuturan TSu
berubah dalam TSa demi menyampaikan makna kesantunan yang antara TSu dan
TSa. (4) berdasarkan perhitungan keakuratan subtitle versi Internet adalah 99,02%
dan versi internet adalah 96,91% dan persentase tuturan dengan tingkat
keterbacaan tinggi versi Internet adalah 66,70% dan versi VCD adalah 39,70%.
Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas subtitle serial TV Sherlock, episode A
Scandal in Belgravia versi internet lebih baik daripada versi VCD.

ABSTRACT
This Thesis is a translation criticism compared audiovisual translation equivalence
within the meaning of politeness in subtitles over Sherlock TV series, A Scandal
in Belgravia both VCD and the iinternet version. The type of politeness analyzed
was limited to politeness markers, play-downs and committers. This research was
conducted by sociopragmatics and functional translation approach. The findings
of this research was (1) the difference of commucation situation ST and TT
producing the gap that could not be avoided. Meanwhile, the motives of
communication between the two subtitlers were also different. Subtitler for VCD
version based commercial motives while Internet version based on hobby. (2) The
suntitler used a variety of strategies and procedures to produce translation, scopos
strategy dominated by communicative strategy is most appropriate strategy used
in audiovisual translation, (3) the utterance?s structure changed in the TT in order
to convey the meaning of politeness from ST. (4) based on the accuracy
calculation, Internet version was 99,02% dan VCD version was 96,91%. Based on
the readibility, Internet version was 66,70% dan VCD version was 39,70%. In
Summary, the quality of subtitle internet version in serial TV Sherlock, A Scandal
in Belgravia was better than VCD version;This Thesis is a translation criticism compared audiovisual translation equivalence
within the meaning of politeness in subtitles over Sherlock TV series, A Scandal
in Belgravia both VCD and the iinternet version. The type of politeness analyzed
was limited to politeness markers, play-downs and committers. This research was
conducted by sociopragmatics and functional translation approach. The findings
of this research was (1) the difference of commucation situation ST and TT
producing the gap that could not be avoided. Meanwhile, the motives of
communication between the two subtitlers were also different. Subtitler for VCD
version based commercial motives while Internet version based on hobby. (2) The
suntitler used a variety of strategies and procedures to produce translation, scopos
strategy dominated by communicative strategy is most appropriate strategy used
in audiovisual translation, (3) the utterance?s structure changed in the TT in order
to convey the meaning of politeness from ST. (4) based on the accuracy
calculation, Internet version was 99,02% dan VCD version was 96,91%. Based on
the readibility, Internet version was 66,70% dan VCD version was 39,70%. In
Summary, the quality of subtitle internet version in serial TV Sherlock, A Scandal
in Belgravia was better than VCD version, This Thesis is a translation criticism compared audiovisual translation equivalence
within the meaning of politeness in subtitles over Sherlock TV series, A Scandal
in Belgravia both VCD and the iinternet version. The type of politeness analyzed
was limited to politeness markers, play-downs and committers. This research was
conducted by sociopragmatics and functional translation approach. The findings
of this research was (1) the difference of commucation situation ST and TT
producing the gap that could not be avoided. Meanwhile, the motives of
communication between the two subtitlers were also different. Subtitler for VCD
version based commercial motives while Internet version based on hobby. (2) The
suntitler used a variety of strategies and procedures to produce translation, scopos
strategy dominated by communicative strategy is most appropriate strategy used
in audiovisual translation, (3) the utterance’s structure changed in the TT in order
to convey the meaning of politeness from ST. (4) based on the accuracy
calculation, Internet version was 99,02% dan VCD version was 96,91%. Based on
the readibility, Internet version was 66,70% dan VCD version was 39,70%. In
Summary, the quality of subtitle internet version in serial TV Sherlock, A Scandal
in Belgravia was better than VCD version]"
2015
T43489
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>