Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rachman Setiawan
"Gasifier biomassa merupakan mesin yang menghasilkan gas sintetis dari pembakaran tidak lengkap yang memanfaatkan biomassa seperti tumbuhan dan hewan. Hasil dari proses gasifikasi, seperti karbon monoksida, metana, dan hidrogen, dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk generator mesin gas atau pembakar gas. Salah satu penerapan gasifier biomassa di Indonesia adalah kebutuhan elektrisasi yang besar namun terpisah oleh pulau-pulau, sehingga diperlukan suatu gasifier yang mampu dijalankan dengan mudah dan fleksibel dalam proses perawatan. Penelitian ini mengembangkan suatu sistem kontrol pada gasifier biomassa kapasitas 10 kilowatt berbasis Programmable Logic Control atau PLC yang bisa dijalankan dengan otomatis dan manual melalui pendekatan pengaturan temperatur pada reaktor, selain itu juga dilakukan uji ketahanan dan karakteristik pada seluruh aktuator pada gasifier untuk aspek pendukung kelayakan alat yang akan dilakukan otomatisasi dan melakukan analisa terhadap rancangan mekanikal terhadap gasifier yang diuji. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan sistem kontrol untuk biomassa gasifier pada kapasitas 10 kiloWatt sehingga mampu meningkatkan fleksibilitas, produksi, dan menjaga kualitas gas ketika siap untuk komersialisasi. Sehingga mampu tercapainya sebuah alat gasifier yang mampu ditempatkan terutama pada daerah 3T yaitu Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.

Biomass gasifier is a machine that produces synthetic gas from incomplete combustion that utilizes biomass such as plants and animals. The results of the gasification process, such as carbon monoxide, methane, and hydrogen, can be used as alternative fuels for gas engine generators or gas burners. One of the applications of biomass gasifier in Indonesia is obvious of electrification demand but separated by the islands, so we need a gasifier that is able to run easily and flexibly for maintenance process. The research develops a control system on a 10 kilowatt capacity biomass gasifier based on Programmable Logic Control or PLC that can be run automatically and manually through the reactor temperature control approach, besides it also tests the durability and characteristics of all actuators in the gasifier for aspects of the feasibility of the equipment used for automation and analysis of the mechanical design of the gasifier will be tested. The research purpose is developing a control system for biomass gasifier at 10 kiloWatt capacity so as to increase flexibility, production, and maintain gas quality when ready for commercialization. So as to be able to achieve a gasifier that is able to be placed especially in 3T areas namely Disadvantaged, Leading, and Outermost."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aleg Restu Pridana Putra
"Dengan semakin maraknya sampah plastik multilayer yang beredar di masyarakat, tantangan terbesar dalam daur ulang plastik adalah proses penyortiran sebelum dipisahkan untuk proses daur ulang selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji konsep sistem Eddy Current Separator dengan konfigurasi vertikal single magnetic disk menggunakan Halbach Array guna meningkatkan efisiensi pemisahan sampah plastik multilayer berlapis aluminium. Hasil simulasi menggunakan Ansys Maxwell menunjukkan bahwa konfigurasi Halbach Array menghasilkan medan magnet yang lebih kuat dan terfokus pada sisi atas single magnetic disk dibandingkan dengan Non-Halbach Array. Medan magnet statis maksimal adalah 214,85 mT untuk Halbach Array dan 182,77 mT untuk Non-Halbach Array. Kontur pada pengujian dinamis menunjukkan pola yang terfokus untuk arus eddy yang terinduksi pada sampel uji. Pengujian eksperimental menunjukkan bahwa Halbach Array menghasilkan gaya induksi yang signifikan lebih besar pada aluminium dibandingkan dengan Non-Halbach Array dengan titik optimal pada 7100 rpm. Hasil displacement Halbach Array dalam penyortiran sampel uji lebih stabil dan berbanding lurus dengan luas permukaan sampel uji, sementara ketebalan memiliki efek negatif terhadap displacement. Pengujian success rate menunjukkan bahwa konfigurasi Halbach Array mencapai tingkat keberhasilan 90%, lebih tinggi dibandingkan dengan Non-Halbach Array.

With the increasing prevalence of multilayer plastic waste in society, the biggest challenge in plastic recycling is the sorting process before the waste can be separated for further recycling. This study aims to develop and test the concept of an Eddy Current Separator system with a vertical single magnetic disk configuration using Halbach Array to improve the efficiency of separating multilayer plastic waste with aluminum layers. Simulation results using Ansys Maxwell show that the Halbach Array configuration produces a stronger and more focused magnetic field on the top side of the single magnetic disk compared to the Non-Halbach Array. The maximum static magnetic field is 214.85 mT for the Halbach Array and 182.77 mT for the Non-Halbach Array. The contour in the dynamic test shows a focused pattern for the eddy currents induced in the test samples. Experimental tests indicate that the Halbach Array generates significantly greater induced force on aluminum compared to the Non-Halbach Array with an optimal point at 7100 rpm. The displacement results of the Halbach Array in sorting test samples are more stable and directly proportional to the surface area of the test samples, while thickness has a negative effect on displacement. Success rate testing shows that the Halbach Array configuration achieves a success rate of 90%, higher than the Non-Halbach Array."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raditya Fajri
"Prinsip Eddy-current sudah banyak digunakan pada beberapa aplikasi industri, seperti uji nondestruktif dan karakterisasi, sistem transmisi, dan proses separasi. Mekanisme Halbach array pun sudah banyak aplikasinya, terutama pada industri Hyperloop. Hal ini bukan tanpa alasan, Halbach array mampu menciptakan fluks magnet yang lebih besar pada satu sisinya sehingga mampu dimanfaatkan pada mekanisme magnetic levitation. Dalam konteks separasi bahan non-ferrous, seperti aluminium dan tembaga, banyak dari penelitian tersebut berkutat pada bentuk separator dengan konfigurasi magnet vertikal atau biasa disebut vertical drum Eddy-current separator. Penelitian ini berfokus pada desain dan manufaktur separator berbasis Eddy-current untuk pemisahan salah satu material non-ferrous (aluminium) yang terkandung dalam multi-material multilayer plastics packaging (MMPP) dengan konfigurasi horizontal yang bahkan belum pernah ada sebelumnya. Penulis menganalisis performa dari separator MMPP ini berdasarkan komparasi success rate yang dihasilkan dari konfigurasi magnet Halbach single-stack dan magnet Halbach double-stack dengan parameter berupa displacement resultant atau resultan perpindahan spesimen yang terlontar ke zona separasi mesin. Penelitian ini menemukan bahwa performa dari magnet Halbach single-stack dan double-stack tidak berbeda secara signifikan karena persentase success rate kedua konfigurasi magnet tersebut sangat mirip (magnet Halbach single-stack sebesar 90% dan magnet Halbach double-stack sebesar 96,67%).

The Eddy-current principle finds extensive application across various industries, including non-destructive testing and characterization, transmission systems and separation process. Additionally, the Halbach array mechanism, particularly in the context of the Hyperloop industry, leverages its ability to create a stronger magnetic flux on one side, enabling magnetic levitation mechanisms. In the context of non-ferrous material separation, such as aluminium and copper, many of previous research studies focus on the vertical drum Eddy-current separator. Notably, recent research focuses on designing and manufacturing Eddy-current-based separators for non-ferrous material separation within multi-material multilayer plastics packaging (MMPP). This novel approach employs a previously unexplored horizontal configuration. The study compares the performance of single-stack and double-stack Halbach magnets, revealing that their success rate are remarkably similar (90% for single-stack and 96,67% for double-stack magnets)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Condro Baskoro Jati Wahyono
"Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem penyortir serpihan sampah plastik berdasarkan warna menggunakan metode machine vision dan modifikasi 3D printer tipe FDM sebagai arm robot serta vacuum suction gripper sebagai alat penanganan objek. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi dan menyortir serpihan plastik berwarna putih dari conveyor. Algoritma machine vision color object detection yang diterapkan menggunakan nilai HSV untuk mendeteksi warna objek.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma ini mampu mendeteksi objek berwarna putih dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Namun, dua warna tambahan, yaitu abu-abu muda dan merah muda, juga terdeteksi karena tumpang tindih nilai HSV. Pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa kekerasan (hardness) objek memiliki pengaruh signifikan terhadap performa vacuum suction gripper. Objek dengan nilai hardness yang lebih tinggi menunjukkan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dalam penanganan oleh gripper.
Uji flatness menunjukkan bahwa permukaan objek yang lebih rata tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan gripper dalam mengambil objek. Selain itu, perhitungan kapasitas alat menunjukkan bahwa sistem mampu menyelesaikan 171 siklus per jam dengan kapasitas total sebesar 342 gram per jam atau 0,342 kilogram per jam. Kesimpulannya, sistem penyortir yang dikembangkan ini efektif dalam mendeteksi dan menyortir objek plastik berwarna putih, dengan beberapa penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan akurasi deteksi warna dan performa gripper.
Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi penyortiran sampah plastik berbasis warna, yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan sampah plastik. Saran untuk pengembangan lebih lanjut termasuk optimasi algoritma, peningkatan sistem gripper, dan pengujian dalam skala yang lebih besar.

This research aims to develop a plastic waste flake sorting system based on color using machine vision and modified FDM-type 3D printer as a robotic arm and vacuum suction gripper as the object handling tool. The system is designed to detect and sort white plastic flakes from the conveyor. The implemented machine vision color object detection algorithm uses HSV values to detect the color of the objects.
The test results show that this algorithm can detect white-colored objects with a high success rate. However, two additional colors, light gray and pink, were also detected due to overlapping HSV values. Further testing showed that the hardness of the object significantly affects the performance of the vacuum suction gripper. Objects with higher hardness values showed higher success rates in handling by the gripper.
The flatness test indicated that the surface flatness of the objects did not significantly affect the gripper's success in picking up the objects. Additionally, the capacity calculation showed that the system could complete 171 cycles per hour with a total capacity of 342 grams per hour or 0.342 kilograms per hour. In conclusion, the developed sorting system is effective in detecting and sorting white-colored plastic objects, with some adjustments needed to improve color detection accuracy and gripper performance.
This research significantly contributes to the development of color-based plastic waste sorting technology, which can be used to enhance the efficiency and effectiveness of plastic waste management. Suggestions for further development include algorithm optimization, system gripper improvement, and large-scale testing.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Taro Agustian D.
"Banyak golongan manusia usia lanjut (manula) maupun penyandang disabilitas memiliki masalah dalam menaiki atau menuruni anak tangga. Sehubungan dengan kebutuhan diatas, maka dirancang suatu perangkat yang dapat membantu, salah-satunya berupa lif tangga yang memberi solusi bagi manula maupun kaum disabilitas untuk menaiki dan menuruni tangga dengan aman dalam posisi duduk. Satu komponen yang dapat menjamin keamanan tersebut adalah sistem rem darurat. Sebuah penilitian dibutuhkan agar dapat merancang sistem tersebut sesuai dengan kebutuhan. Parameter awal yang dibutuhkan untuk perancangan awal berupa sudut kemiringan rel sebesar 51o dan koefisien gesek rem 0,45. Analisis bertujuan untuk mencari parameter mekanikal, magnetik, dan listrik yang dibutuhkan oleh rem darurat yang menggunakan solenoida agar bekerja dengan baik. Hasil penilitian pengguna menunjukan bahwa parameter tersebut dapat dicapai dan mencukupi dengan empat buah rem.

Many elderly people and people with disabilities have problems climbing or descending stairs. In connection with the above needs, a device that can help is designed, one of which is a stairlift that provides solutions for seniors and people with disabilities to safely climb and descend stairs in a sitting position. One component that can guarantee safety is the emergency brake system. A research is needed in order to design the system as needed. The preliminary parameters needed for the early design are the degree of slope of 51o and the brake pad coefficient of friction of 0,45. The analysis aims to find the mechanical, magnetic and electrical parameters needed by emergency brakes that use solenoids to work properly. The results of user studies show that these parameters can be achieved and is sufficient using 4 pieces of brakes."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bayukarsa Ramadhan Arif Tjokroadiredjo
"ABSTRACT
Salak Pondoh merupakan salak yang cukup populer di Indonesia. Nama Pondoh diambil dari pondoh (umbut kelapa) karena memiliki kemiripan yaitu dagingnya berwarna putih serta rasanya manis seperti pondoh tersebut. Salak pondoh yang telah dipanen dan dijual di toko-toko buah pada umumnya tidak memiliki usia penyimpanan yang panjang karena mengalami kerusakan mekanis, fisiologis, dan mikrobiologis. Penelitian ini berfokus pada mengembangkan metode untuk mendeteksi usia penyimpanan sebagai indikator kerusakan dari salak pondoh yang dijual di toko buah dengan hipotesis bahwa salak yang usia penyimpanannya lebih lama akan memiliki impact force response yang berbeda dengan salak yang baru dibeli dari toko. Pada penelitian kali ini delapan buah salak pondoh dijatuhkan masing-masing empat salak dari ketinggian 0,5 meter dan empat salak lainnya dari 1 meter ke sebuah sensor gaya yang akan merekam gaya dan waktu. Gaya maksimum pertama dan impuls puncak pertama dari pengujian yang dilakukan cenderung menurun sering dengan bertambahnya usia penyimpanan. Gaya maksimum rata-rata dibagi dengan massa dan gravitasi agar didapatkan suatu bilangan nondimensional agar bisa menjadi perbandingan dan diplot kedalam grafik. Sedangkan impuls dari puncak pertama dibagi dengan massa, gravitasi, dan contact time puncak pertama. Setelah itu dilakukan uji akurasi dengan menggunakan lima belas salak dengan tiga salak dijatuhkan setiap harinya. Saat dilakukan uji akurasi, hasil menunjukkan akurasi persamaan sebesar 60% untuk parameter gaya maksimum dan 33,33% untuk parameter impuls puncak pertama. Hal ini diakibatkan oleh beberapa kesalahan seperti kerusakan mekanis akibat salak dijatuhkan berkali-kali dan posisi jatuh salak yang tidak sempurna.

ABSTRACT
Pondoh snakefruit is a type of fruit that is quite popular in Indonesia. The name Pondoh comes from the base of coconut shoots, called pondoh in Indonesian, which shares similarities with the snakefruit type in terms of the white colour and sweet taste of both flesh. Pondoh snakefruit that has been harvested and sold in fruit stores often does not have long storage time because of mechanical, physiological, and microbiological damages. This research focuses on developing methods to detect storage time as a damage indicator of Pondoh snakefruit sold in fruit stores with the hypothesis that a snakefruit with longer storage time with have different impact force response to a snakefruit newly bought from a store. In this research, 4 (four) Pondoh snakefruits from a height of 0.5 meter and another 4 (four) Pondoh snakefruits from a height of 1 meter were all dropped to a force sensor which records force and time. The first maximum forces and first pulse impulses from the testings tend to decline as the storage time increases. The mean maximum force was then divided by mass and gravity so that a nondimensional number was obtained as a comparison and to be plotted into graphs. The impulse from the first pulse divided by mass, gravity, and contact time of the first pulse. Afterwards, an accuracy test was done using 15 (fifteen) snakefruits with 3 (three) snakefruits dropped everyday. When the accuracy test was done, the result showed a resemblance accuracy of 60% for maximum force parameter and 33.33% for first pulse impulse parameter. This is due to a couple of errors including mechanical damages caused by the snakefruits being dropped many times and the imperfect drop positions of the snakefruits."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Reyhan Farizki
"Pohon memiliki kerentanan tumbang terutama di musim tertentu. Seperti pohon Sengon (P.Falcataria) di lingkungan kampus Universitas Indonesia yang sangat rentan tumbang. Kayu dibagi menjadi 2 kategori berdasarkan kandungan air di dalamnya, yaitu kayu segar (Green Wood) dan kayu kering (Dried Wood). Kayu segar (Green Wood) sendiri diartikan sebagai kayu yang baru saja dipotong dari pohon tanpa dilakukan pengeringan. Sedangkan kayu kering (Dried Wood) diartikan sebagai kayu dari pohon yang telah dikeringkan. Karena itu menggunakan data mechanical properties dari kayu yang telah melalui proses pengeringan sebagai dasar untuk mencari kapasitas kerentanan tumbang pohon hidup akan berujung kepada suatu kekeliruan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan informasi terkait mechanical properties yaitu kekuatan lengkung (bending), kekuatan geser (hardness), dan kekuatan kekerasan (hardness) dengan target spesifik adalah pohon Sengon (Paraserianthes Falcataria) dikarenakan pohon tersebut memiliki tingkat kerentanan tumbang yang tinggi di lingkungan Universitas Indonesia, dengan perangkat lunak finite element method berbasis dari uji material properties, yaitu uji lengkung, uji geser dan uji tusuk. Pohon Sengon mampu menahan beban lengkung hingga 30000 N. Pohon Sengon mampu menahan beban geser hingga mencapai 30000 N. Pohon Sengon mampu menahan beban tusukan hingga mencapai 130000 N.

Trees have fallen vulnerability especially in certain seasons. Like the Sengon tree (P. Falcataria) in the University of Indonesia campus environment that is very vulnerable to collapse. Wood is divided into 2 categories based on the water content in it, namely fresh wood (Green Wood) and dry wood (Dried Wood). Therefore, using mechanical data properties from wood that has been through the process of drying as a basis for finding the vulnerability capacity of fallen live trees will lead to a mistake. This study aims to obtain information related to material properties, namely Bending Strength, Shear Strength, and Hardness Strength with specific targets are the Sengon tree (Paraserianthes Falcataria) because the tree has a high level of vulnerability to fall in the University of Indonesia environment, with the finite element method software based on the test for each mechanical properties, namely the bending test, shear test and puncture test. Sengon tress are able to withstand bending load up to 30000 N, shear load up to 30000 N, and puncture load up to 130000 N."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Daniel Meino Soedira
"Papan elektronik atau PCB (Printed Circuit Board) merupakan bagian yang tidak terlepas dari perangkat elektronik seperti telepon genggam, televisi, komputer, lemari es dan mesin cuci. Seiring dengan perkembangan zaman, perangkat elektronik semakin mutakhir dan semakin banyak diproduksi. Manusia saat ini juga tidak bisa lepas dari telepon genggam dalam kehidupan sehari- harinya. Model atau tipe baru dari telepon genggam terus bertambah setiap tahunnya dan banyak konsumen yang selalu mengganti telepon genggam mereka dengan yang baru. Ditambah dengan peralatan rumah tangga seperti mesin cuci dan lemari es yang sudah rusak, membuat banyaknya sampah elektronik yang menumpuk. Pemanfaatan kembali bahan elektronik yang sudah dibuang, akan meningkatkan nilai jual dari sampah elektronik tersebut. Adapun material berharga seperti emas, tembaga, aluminium dan timah yang terkandung dalam sampah elektronik terutama pada bagian papan elektronik atau PCB (Printed Circuit Board). Untuk mendapatkan material tersebut, diperlukan adanya pemisahan. Salah satunya adalah dengan cara dicacah dengan mesin pencacah. Papan elektronik akan dicacah sehingga diperoleh ukuran yang lebih kecil dari papan tersebut. Dengan ukuran yang sudah dicacah, akan mudah diproses lebih lanjut dan lebih spesifik untuk perolehan material berharga yang diinginkan. Mesin pencacah mampu mencacah dengan rata- rata ukuran cacahan 8,124 mm dengan sieve ukuran 8 mm, 7,121 mm dengan sieve ukuran 6 mm dan 5,244 mm dengan sieve ukuran 4 mm. Adapun kapasitas pencacahan sebesar 24 kg/jam untuk sieve ukuran 8 mm, 17 kg/jam untuk sieve ukuran 6 mm, dan 10 kg/jam untuk sieve ukuran 4 mm

Electronic board or PCB (Printed Circuit Board) is a part that can not be separated from electronic devices such as mobile phones, televisions, computers, refrigerators and washing machines. Along with the times, electronic devices are increasingly sophisticated and more and more produced. Humans today also cannot be separated from cell phones in their daily lives. New models or types of mobile phones continue to grow each year and many consumers are always replacing their mobile phones with new ones. Coupled with household appliances such as washing machines and refrigerators that have been damaged, making the amount of electronic waste that has accumulated. Re-use of electronic materials that have been thrown away, will increase the selling value of the electronic waste. The valuable materials such as gold, copper, aluminum and tin contained in electronic waste, especially on the electronic board or PCB (Printed Circuit Board). To get this material, separation is needed. One of them is by chopping with a chopper machine. Electronic boards will be chopped so that a smaller size is obtained from the board. With the size that has been chopped, it will be easily processed further and more specifically for the acquisition of the desired valuable material. The chopper is capable of chopping with an average size of 8,124 mm with an 8 mm sieve, 7,121 mm with a 6 mm sieve and 5,244 mm with a 4 mm sieve. The enumeration capacity of 24 kg / hour for sieve size of 8 mm, 17 kg / hour for sieve size of 6 mm, and 10 kg / hour for sieve size of 4 mm."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library