Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Andry Haryanto
"Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kepribadian tipe A terhadap kejadian kanker prostat.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian case control dengan subjek pasien kanker prostat dan kontrol. Dilakukan penelitian menggunakan kuisioner menggunakan Howard Glazer Personality Questionnaire (HGPQ) and Social Readjustment Rating Scale (SRRS). SRRS dibagi dalam kejadian 2 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun. Data dievaluasi dengan analisa stastistik Chi Quadrat dan Mann Whitney U.
Hasil: Tidak terdapat hasil yang signifikan dalam hasil SRRS 2 tahun (P= 0,94), 5 tahun (p = 0,73) dan 10 tahun (p=0,47) antara pasien kanker prostat dan kontrol. Terdapat hasil yang signifikan dalam hasil HGPQ antara pasien kanker buli dan kontrol (p=0,007).
Kesimpulan: Kepribadian tipe A sebagai kepribadian pemicu stres memberikan korelasi positif terhadap kejadian kanker prostat.

Objective: To investigate the effect of type A personality as a stress personality type on prostate cancer incidence.
Method: This was case control study with prostate cancer patient and control as subject of the study. Subject were asked some questionnaires about their personality using Social Readjustment Rating Scale (SRRS) and Howard Glazer Personality Questionnaire (HGPQ). Events in SRSS scale devided in 2 years ago, 5 years ago and 10 years ago. Data was evaluate with chi Quadrat and Mann Whitney U.
Result: There were no significant difference in SRRS score between prostate cancer patien and control in 2 years events (p=0,94), 5 years events (p= 0,73) and 10 years (p=0,47). There were significant difference in HGPQ score between bladder cancer and control (p=0,007).
Conclusion: Type A personality as a stress personality have a positive correlation in incidence of prostate cancer.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wahid Cipta
"Tujuan: untuk mengetahui profil dan faktor-faktor apa saja yang memepengaruhi kesintasan pada pasien-pasien paska radikal nefrektomi di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Metode Penelitian: Semua pasien keganasan ginjal paska operasi radikal nefrektomi di Rumah Sakit Kanker Dharmais pada periode Juni 2009- September 2016 diinklusikan, dan data diambil secara retrospektif melalui rekam medis pasien. Variabel yang dinilai dalam studi ini meliputi: jenis kelamin, usia, stadium, histopatologi subyek, tindakan pembedahan, tindakan sistemik setelah tindakan pembedahan, ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah operasi, metastais, pemeriksaan penunjang setelah tindakan pembedahan. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini, distribusi Fuhrman grade pada subjek adalah grade I 6,1 ; grade II 37,9 ; grade III 43,9 ; dan grade IV 12,1 . Fuhrman grade 3-4 mempunyai prognosis yang lebih buruk dibandingkan grade 1-2. Fuhrman stage 3-4 memiliki hazard risk 2,829x terhadap Fuhrman grade 1-2 p:0,011 .Selain itu, T3-T4 mempunyai prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan T1-2, TNM stage 3 dan 4 memiliki hazard risk masing-masing 13,076x dan 113x dibandingkan TNM stage 1 P

Objective to find out the profiles and factors that influence survival in post radical nephrectomy patients at the Dharmais Cancer Hospital. Methods All patients of post operative renal malignancy of nephrectomy at Dharmais Cancer Hospital from June 2009 to September 2016 were included, and the data were retrospectively retrieved through the patient 39 s medical record. The variables assessed in the study included sex, age, stage, histopathology of the subjects, surgical action, systemic action after surgery, urea and creatinine before and after surgery, metastasis, investigation after surgery. Results In this study, the distribution of Fuhrman grade on the subject was grade I 6.1 grade II 37.9 grade III 43.9 and grade IV 12.1 . Fuhrman grade 3 4 has a worse prognosis than grade 1 2. Fuhrman stage 3 4 has a hazard risk of 2.829x against Fuhrman grade 1 2 p 0.011 . In addition, T3 T4 has a worse prognosis compared to T1 2, TNM stage 3 and 4 have a respective hazard risk 13.076x and 113x compared to TNM stage 1 P "
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2017
T57683
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Endrika Noviandrini
"Uropati obstruksi yang disebabkan karena keganasan merupakan salah satu kasus
yang seringkali ditemukan di bidang urologi. Dilema tersering dalam pemasangan
nefrostomi perkutan ialah pertimbangan terhadap kualitas hidup pasien dan
keuntungannya dalam hal meningkatkan fungsi ginjal pada pasien dengan uropati
obstruksi karena keganasan. Studi ini dibuat untuk mengevaluasi kualitas hidup
pasien yang memakai nefrostomi perkutan sebagai tatalaksana untuk obstruksi ureter
di Rumah Sakit Kanker Dharmais, sebagai rumah sakit rujukan utama kanker.
Sebanyak 33 pasien yang menjalani prosedur pemasangan nefrostomi perkutan dari
periode januari 2019-maret 2019 diikut sertakan sebagai sampel penelitian. Kualitas
hidup pasien dievaluasi menggunakan kuisioner Quality of Life-C30 (EORTC QLQC30)
pada awal sebelum pemasangan dan 1 bulan setelah pemasangan nefrotosmi
perkutan. Skor kualitas hidup awal pada pasien dengan keganasan saluran cerna
berkisar antara 87-103 poin, pada pasien dengan keganasan ginekologi berkisar antara
74-100, dan untuk pasien dengan keganasan saluran kemih berkisar antara 75-100
poin. 1 bulan setelahnya, skor untuk pasien dengan keganasan saluran kemih 87-101
poin, pada keganasan ginekologi 73-104 dan keganasan saluran kemih 70-90. Tidak
ada perbedaan bermakna antara nefrostomi perkutan bilateral maupun unilateral.
Nefrostomi perkutan dapat dipilih sebagai tatalaksana uropati obstruktif yang
disebabkan karena keganasan. Meskipun memberikan dampak pada kualitas hidup
pasien, nefrostomi perkutan memberikan keuntungan dengan memperbaiki fungsi
ginjal pasien.

Obstructive uropathy due to malignancy case has been one of common case found in
urology. The most common dilemma regarding percutaneous nephrostomy is about
patient quality of life and advantages of this procedure in improving kidney function
in patient with uropathy obstructive due to malignancy. This study was made to
evaluate patient quality of life who underwent percutaneous nephrostomy as the
treatment for ureteral obstruction in malignancy case in Dharmais Cancer Hospital
Jakarta, as the main referral cancer hospital in Indonesia. We selected 33 patient who
underwent percutaneous nephrostomy during January 2019- March 2019. Patient
quality of life then being evaluated by using Quality of Life-C30 (EORTC QLQ-C30)
questionnaire before and 1 month after nephrostomy procedure. Quality of Life
(QOL) scoring in patient with digestive cancer before nephrostomy was 87-103
points, 74-100 points for gynecology cancer. And 75-100 points for urinary tract
(bladder) cancer. In one months follow up, study found that the Quality of life score
in patient seems decreased some point in digestive, gyenecology, and urinary tract
malignancies ( 87-101, 73-104, 70-90) respectively. There was no difference in
quality of life in patient with unilateral or bilateral nephrostomy. Nephrostomy might
be chosen as the treatment for uropathy obstructive due to malignancy. Despite it will
give impact in patient quality of life, it showed significant improvement in patient
kidney function."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library