Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 74 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sarah Rizka Ardhini
"Ruang terbuka hijau dengan sungai terdegradasi tidak dapat menerapkan fungsinya secara optimal. Tebet Eco Park (TEP) bagian Utara yang merupakan implementasi RTH memiliki saluran air yang menyerupai sungai dengan kondisi terdegradasi dan menimbulkan bau tidak sedap sehingga fungsinya sebagai RTH tidak terpenuhi secara maksimal. Berdasarkan persepsi pengunjung, bau cenderung lebih signifikan pada hari kerja di area terbuka taman. Bau pada TEP Utara tersebut cukup sering timbul dan belum ditindaklanjuti secara efektif oleh pihak pengelola taman. Berdasarkan hasil uji diperoleh bahwa kadar amonia, COD, total coliform, dan angka bau di saluran air TEP Utara cukup tinggi dengan nilai tertinggi sesuai urutan: 18,3 mg/L; 92 mg/L; 4.300.000 MPN/100 mL; dan 200. Terdapat korelasi signifikan negatif pada akhir pekan untuk COD terhadap angka bau. Tidak hanya itu, pada hari kerja juga diperoleh korelasi positif yang signifikan antara COD, total coliform, dan suhu terhadap angka bau sehingga bau dapat disebabkan oleh tingginya bahan organik dan proses dekomposisi di air. Dengan menyesuaikan terhadap kondisi eksisting saluran air TEP Utara, peningkatan kualitas air dapat dilakukan dengan serangkaian pengolahan oleh granular activated carbon (GAC), cascade aerator, horizontal subsurface flow constructed wetland (HSSFCW), dan ecoenzyme.

Green open spaces with degraded rivers are incapable of delivering their role optimally. As an example of implementation of green open space, the Northern area of Tebet Eco Park (TEP) has a waterway resembling a river that has degraded and producing an unpleasant odor, thus failing to fulfill its role effectively. According to visitor’s perceptions, the odor tends to be more pungent on weekdays in the open areas of the park. Pungent odor at North TEP frequently occurs and has not been effectively addressed by the park management. The waterway in the park has a high level of ammonia, COD, total coliform, and odor threshold number, with the highest values for each parameter being: 18,3 mg/L; 92 mg/L; 4.300.000 MPN/100 mL; and 200 as TON. There is a significant negative correlation between COD and odor intensity on the weekend. Additionally, a significant positive correlation was found on weekday between COD, total coliform, and temperature to the odor intensity that indicates that the odor may be caused by high organic matter and decomposition processes. To improve the water quality in the North TEP waterway, a series of treatments using granular activated carbon (GAC), cascade aerator, horizontal subsurface flow constructed wetland (HSSFCW), and ecoenzyme can be implemented."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Desca Astarini Suryabrata
"Masalah gas lapisan batubara sekarang telah berubah menjadi situasi yang kompleks Masalah utama dari aktivitas gas lapisan batubara adalah pengelolaan air yang dihasilkan Air biasanya dicampur dengan cairan kimia yang kemudian harus didaur ulang sehingga dapat digunakan kembali Sebuah studi perbandingan isu isu dan peraturan pemerintah di Australia dan Amerika Serikat sangat penting untuk memahami tentang manajemen gas lapisan batubara sehingga lebih dapat diketahui tentang keragaman masalah untuk mengklasifikasikan dan memasukkan mereka dalam standar yang telah dibuat Sebuah penelitian membaca telah dilakukan untuk mengumpulkan data Beberapa rekomendasi yang diusulkan seperti untuk meningkatkan komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat meningkatkan pengetahuan tentang kegiatan gas lapisan batubara dan memberlakukan kebijakan dan peraturan ketat untuk manajemen gas lapisan batubara yang lebih baik.

Coal seam gas issues now have turned into a complex situation. The major issue of the coal seam gas activity is the management of the produced water. The water is usually mixed with a chemical fluid which then has to be treated so it can be reused. A comparative study of the issues and governmental regulations in Australia and the United States is vital to understand about coal seam gas management, so that more can be known about the diversity of the problems to classify and include them in the standards that have already been made. A reading research has been conducted to gathered the data. Some recommendations are proposed such as to improve communication between regional governments and local communities, enhance knowledge about coal seam gas activities, and impose stricter policies and regulations for better coal seam gas management."
Depok: Universitas Indonesia, 2014
S54006
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Azmi
"Penggerusan material dasar penopang pilar jembatan oleh aliran air menjadi salah satu masalah serius untuk kegagalan bangunan. Oleh karena itu dibutuhkan model untuk memprediksi gerusan lokal pada pilar jembatan. Alat Sediment Flow Channel HF 302 adalah salah satu model fisik untuk mensimulasi kasus tersebut. Penelitian ini mengusulkan pengecekan terhadap tingkat akurasi dan presisi alat tersebut dengan menggunakan variasi faktor kecepatan, diameter pasir dan bentuk pilar serta empat pengulangan pada semua percobaan dan diverifikasi menggunakan Persamaan Froehlich dan CSU equation. Hasilnya alat tersebut kurang dapat mengakomodir pengaturan keseragaman kecepatan serta percobaan dengan diameter butiran besar (d50 = 0,238 cm), di mana hasil yang ditunjukkan menyimpang dengan rasio yang besar dari hasil verifikasi. Namun alat tersebut tetap memiliki tingkat akurasi yang baik pada percobaan dengan diameter butiran kecil (d50 = 0,033 cm) dan tingkat presisi yang baik pada semua percobaan.

Scouring the material under the bridge pier by the water flow becomes a serious problem for the construction failure. Therefore, a model needed in order to predict local scouring under the bridge pier. Sediment Flow Channel HF 302 is one of the physical model for simulating the case. This research propose to check the model againts the accuracy and precision by using variation velocity factor, sand diameter and pier shape with four times repetition and verified by Froehlich and CSU Equation. The result is that the model can not accomodate velocity uniformity setting and experiment with coarse particles (d50 = 0,238 cm), which resulted in high ratio of deviation when verified. However, the model still has a good accuracy level when the experiments using fine particles (d50 = 0,033 cm) which show good precision in all experiment."
Depok: Universitas Indonesia, 2014
S58322
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Jafar Shodiq
"Pasca kejadian Tsunami Banten pada Bulan Desember 2018. Kecamatan Sumur, Pandeglang menjadi salah satu daerah yang terdampak akibat kejadian tersebut. Salah satu bantuan yang diberikan oleh Tim UI Peduli Banten adalah hibah toren biogas dengan metode pengolahan anaerobic digestion skala pilot guna membantu masyarakat mengurangi timbulan sampah organik dan menghasilkan biogas sebagai sumber energi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan substrat limbah ikan terhadap produksi biogas dan metana dari pengolahan sampah organik dengan anaerobic digestion. Rasio substrat sampah organik dan limbah ikan tersebut terbagi dalam dua opsi, yaitu Opsi A dengan rasio 100:0 dan Opsi B dengan rasio 80:20. Selain itu, digunakan ko-substrat kotoran sapi dengan rasio substrat dan ko-substrat 9:1. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua reaktor yang sama berukuran 1.200 L selama 21 hari dalam kondisi mesofilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opsi A dan opsi B secara berurutan memiliki rentang pH sebesar 7,39 dan 7,43; suhu sebesar 29,23°C dan 29,79°C; nilai reduksi TS sebesar 55,92% dan 33,40%; VSD sebesar 40,28% dan 30,28%; reduksi COD sebesar 89,33% dan 92,79%; reduksi SCOD 24,49% dan 76,82%; rasio C/N sebesar 11,39 dan 15,51; rasio VFA/TA sebesar 0,26 dan 0,25; kandungan logam ringan seperti Natrium (Na) sebesar 355 mg/L dan 616 mg/L, Magnesium (Mg) sebesar 413 mg/L dan 620 mg/L, Kalsium (Ca) 556 mg/L dan 607 mg/L, dan Kalium (K) 507 mg/L dan 994 mg/L. Adapun hasil rata-rata produksi biogas pada kedua opsi secara berurutan sebesar 7,56 L/kg.feeding dan 3,21 L/kg.feeding dan produksi gas metana sebesar 1,23 L.CH4/kg.feeding dan 0,4 L.CH4/kg.feeding. Kandungan gas metana pada opsi A dan B sebesar 16,27% dan 12,46%. Hasil menunjukkan bahwa penambahan limbah ikan ke dalam campuran substrat sampah organik sebanyak 20% tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada proses pengolahannya. Namun, berpengaruh pada produksi biogas dan metana.

As an effect of the Banten Tsunami that occurred two years ago in December 2018, the Sumur sub-district of Pandeglang became one of the regions affected by the incident. One form of assistance given by Tim UI Peduli Banten was a pilot-scale biogas torrent with anaerobic digestion processing method, which aims to help the locals reduce the accumulation of organic waste by converting it into biogas. This research aims to analyse the effects that the increase of fish waste substrate has to the biogas and methane production from organic waste processing using anaerobic digestion. Two substrate ratio options were considered for this research: Option A with an organic to fish waste ratio of 100:0 and option B with a ratio of 80:20. In addition, cow faeces was used as co-substrate with a substrate to co-substrate ratio of 9:1. This research was conducted by using two identical 1200 L-sized reactors for the duration of 21 days in a mesophilic condition. Results show that options A and B respectively have pH values of 7,39 and 7,43; temperature values of 29,23°C and 29,79°C; TS reduction values of 55,92% and 33,40%; VSD of 40,28% and 30,28%; COD reduction of 89,33% and 92,79%; SCOD reduction of 24,49% and 76,82%; C/N ratio of 11,39 and 15,51; VFA/TA ratio of 0,26 and0,25; and light metal contents with Sodium (Na) contents of 355 mg/L and 616 mg/L, Magnesium (Mg) contents of 413 mg/L and 620 mg/L, Calcium (Ca) contents of 556 mg/L and 607 mg/L, and Potassium (K) contents of 507 mg/L and 994 mg/L. The average biogas production of the two reactors are 7,56 and 3,21 L/kg.feeding while the methane gas production for reactors A and B are 1,23 L.CH4/kg.feeding dan 0,4 L.CH4/kg.feeding respectively. Methane gas contents are 16,27% and 12,46%. These results show that the 20% addition of fish waste in the organic waste substrate mixture does not show any significant difference in its process but affects its outputs, namely its biogas and methane production."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irene Yulianto
"ABSTRAK
Lumpur air asam tambang merupakan produk samping yang dihasilkan dari pengolahan air asam tambang dengan teknologi pengolahan aktif. Lumpur ini berasal dari hasil pengendapan zat besi dan memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai adsorben aktif untuk menyisihkan kandungan fosfat dari air limbah domestik. Melalui penelitian ini, akan dilakukan uji adsorpsi fosfat menggunakan adsorben yang diaktivasi dengan H2O2 untuk menyisihkan fosfat dari air limbah domestik. Adsorpsi isoterm, kinetik dan sistem pH dilakukan dengan kondisi optimum yang didapatkan dari uji fosfat oleh lumpur AAT tanpa aktivasi. Hasil akan dibandingkan dengan proses adsorpsi yang menggunakan lumpur air asam tambang sebagai adsorben. Hasil karakterisasi kimia melalui uji XRF menunjukkan adanya perubahan konsentrasi untuk unsur Si, Al, dan Fe masing-masing sebesar 7,33%, 1,49% dan 7,03%. Hasil karakterisasi fisika melalui uji BET menunjukkan adanya peningkatan luas permukaan, volume pori dan ukuran pori adsorben masing-masing sebesar 19,51 m2/g, 0,0635 cm3/g, dan 142,694 nm. Pengaruh pada kemampuan adsorpsi ditunjukkan oleh adanya perbedaan persentase penyisihan fosfat dengan lumpur AAT tanpa aktivasi. Perbedaan persentase untuk adsorpsi isoterm, kinetik dan sistem pH adalah masing-masing sebesar 22,03%, 28,24%, dan 18,23%.

ABSTRACT
Acid mine drainge sludge is by-product from acid mine drainage treatment that formed by iron deposition. This sludge has a potential to be used as an active adsorbent to remove phosphate from domestic wastewater. The adsorbent that will be used in this research is acid mine drainage sludge activated by hydrogen peroxide. Optimum condition from adsorption isotherm, kinetics and pH system by acid mine drainage will be used for this study and the result will be compared. The result of XRF test shows that concentration of Si, Al, and Fe shifted about 33%, 1,49% and 7,03%, respectively. The result of BET test shows that surface area, pore volume, and pore size of the active adsorbent increased about 19,51 m2/g, 0,0635 cm3/g, and 142,694 nm, respectively. The effect on adsorption process is shown by the difference of phosphate removal percentation between active adsorbent and acid mine drainage sludge. The difference of removal percentation for adsorpsion isotherm, adsorption kinetics, and adsorption with pH system are 22,03%, 28,24%, and 18,23%, respectively."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elfina Rozita
"Irigasi penting untuk kegiatan pertanian karena mendistribusikan air ke daerah irigasi dan menyediakan air untuk pertumbuhan tanaman. Kegiatan irigasi mendapatkan air dari curah hujan dan sangat tergantung pada beberapa parameter iklim seperti suhu, kelembaban, lama radiasi dan kecepatan angin. Parameter iklim tersebut penting untuk pertanian karena dapat mempengaruhi tingkat evapotranspirasi yang akan menentukan tingkat kebutuhan air irigasi (IWR). Di sisi lain, berkurangnya area pertanian karena adanya konversi lahan pertanian secara bertahap akan mengurangi area layanan irigasi terutama di daerah perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dampak dari parameter iklim dan konversi lahan pertanian terhadap IWR. Kecenderungan parameter iklim dianalisis oleh Mann Kendal Test menggunakan seri data iklim 30 tahun. Dan konversi lahan pertanian dianalisis dengan metode analisis spasial menggunakan data citra satelit. Evaluasi IWR dihitung dengan metode KP 01. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa pengaruh konversi lahan pertanian lebih signifikan mempengaruhi IWR dari pada pengaruh parameter iklim.

Irrigation is important for agricultural activity because it distributes water into irrigation area and provides water for crop growth. Irrigation activity gets water from rainfall and it is very depending on several climate variables for example temperature, humidity, duration of radiation and wind velocity. The climatic variables are important for agriculture since they affect the evapotranspiration rate that it will determine irrigation water requirement (IWR) rate. On the other hand, decreasing of agriculture area as the agricultural land conversion gradually will reduce irrigation service area particularly in the fast-growth area in development. The purpose of this study is analyzing the impact of climate parameters and agriculture land conversion on  IWR. The trend of climate parameters is analyzed by Mann Kendal Test using the 30 years of climatic data series. And the agriculture land conversion is analyzed by spatial analysis method using satellite imagery data. IWR evaluation is calculated by KP 01 method. The evaluation results indicated that the impact agricultural land conversion  significantly affects IWR rather than the climate parameters."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
T52360
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rusyda Maheswara
"ABSTRAK
Pemanfaatan kembali sampah organik untuk dijadikan kompos menggunakan mikroorganisme berpotensi menjadi solusi untuk mengurangi jumlah timbulan sampah domestik yang terus meningkat seiring dengan penambahan penduduk. Namun analisis risiko terhadap pemanfaatan tersebut menjadi krusial akibat adanya kandungan sampah B3 yang tercampur di dalam sampah domestik yang akan dijadikan sebagai bahan dasar kompos. Kompos yang terkontaminasi tersebut apabila digunakan dapat memicu risiko baik kanker dan non kanker apabila tanaman tersebut dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan mengkuantifikasi risiko kanker dan non kanker dari logam berat yang terkandung pada timbulan sampah di wilayah Cikini Kramat, Kecamatan Menteng dan wilayah Gedong Pompa, Kecamatan Penjaringan. Penelitian ini bersifat kualitatif dalam penentuan karakterisasi risiko dengan menggunakan analisis kuantitatif dengan metode analisis Monte Carlo. Untuk memperoleh data kuantitatif dilakukan pengukuran terhadap konsentrasi logam berat dari timbulan sampah organik pada kedua wilayah dan data sekunder IFLS 2014. Terdeteksi logam berat As dengan konsentrasi 1,37 mg/kg dan logam berat Pb dengan konsentrasi 4,49 mg/kg pada timbulan sampah organik wilayah Gedong Pompa, dan logam berat Hg dengan konsentrasi 0,46 mg/kg pada timbulan sampah organik wilayah Cikini Kramat. Dari 10.000 simulasi yang dilakukan hasil analisis risiko kanker menunjukan persentase terbesar risiko kanker tinggi oleh logam As sebesar 66,68% dan risiko kanker menengah oleh logam berat Pb sebesar 59,63%, sedangkan untuk risiko non kanker rendah oleh logam berat As sebesar 68,78%, risiko non kanker rendah oleh logam berat Pb sebesar 94,6% dan risiko non kanker tinggi oleh logam berat Hg sebesar 74,39%.

ABSTRACT
The reuse of organic waste to be composted using microorganisms has the potential to be a solution to reduce the amount of domestic waste generation that continues to increase with population growth. However, the risk analysis of the utilization becomes crucial due to the presence of hazardous waste content mixed in domestic waste which will be used as compost base material. Contaminated compost when used can trigger a risk of both cancer and non-cancer if the plant is consumed. This study aims to quantify the risk of cancer and non-cancer from heavy metals contained in waste generation in the Cikini Kramat area, Menteng District and Gedong Pompa, Penjaringan District. This research is qualitative in determining risk characterization using quantitative analysis with the Monte Carlo analysis method. To obtain quantitative data, measurements were made of heavy metal concentrations from organic waste generation in both regions and secondary data from 2014 IFSL. Detected heavy metal As with a concentration of 1.37 mg / kg and Pb heavy metal with a concentration of 4.49 mg / kg in organic waste generation. Gedong Pompa area, and heavy metal Hg with a concentration of 0.46 mg / kg in organic waste generation in the Cikini Kramat area. From 10,000 simulations carried out the results of cancer risk analysis showed the largest percentage of high cancer risk by As metals was 66.68% and medium cancer risk by heavy metals Pb was 59.63%, whereas for low non-cancer risk by heavy metals As was 68, 78%, the risk of non-cancer is low by Pb heavy metals by 94.6% and the risk of non-cancer is high by heavy metal Hg of 74.39%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Luthfi Marwanto
"ABSTRAK
Air hujan merupakan salah satu masalah terpenting dalam penambangan terbuka karena pengelolaan air hujan yang buruk akan menyebabkan genangan pada kawasan tambang sehingga mengganggu proses penambangan. Tambang PT Antang Gunung Merantus (PT AGM) adalah tambang batubara yang berlokasi di Desa Ida Manggala, Hulu Sungai Selatan, sekitar 125 KM dari Banjarmasin di Kalimantan Selatan. Tambang ini memiliki permasalahan dalam sistem pengelolaan air hujan yang menyebabkan genangan di beberapa titik sehingga hutan sekitar kawasan tambang tergenang oleh air. Penelitian bertujuan untuk mengusulkan rencana sistem drainase pada tambang PT.AGM. Pembagian DTA pada tambang dilakukan menggunakan ArcGIS. Selanjutnya, profil DTA akan digunakan sebagai input model hidrologi HEC-HMS untuk mendapatkan debit rencana yang akan digunakan dalam analisis kapasitas pompa, dan dimensi saluran. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa DTA pada lokasi studi dapat dibagi menjadi 10 sub-DTA dengan 8 Pond dan 10 Reach. Debit rencana pada periode ulang 5 tahun, 10 tahun, dan 25 tahun berturut-turut adalah 27,8 m3/s, 31,4 m3/s, dan 35,5 m3/s dan kapasitas pompa yang dibutuhkan untuk mengeluarkan air pada pond 7 dan Pond 8 adalah 5 m3/s.

ABSTRACT
Rainwater is one of the most important problems in open pit mining because poor management of rainwater will cause inundation into pit that will disrupt the mining process. PT Antang Gunung Merantus mine (PT AGM) is a coal mine located at Ida Manggala Village, Hulu Sungai Selatan, about 125 KM from Banjarmasin in South Kalimantan. This mine has a problem in the rainwater management system that causes inundation at several points so that inunndate forest around mine area. The objective of this paper is to propose stormwater management plan at PT.Antang Gunung Meratus. Catchment Area is analysis is used ArcGIS. Pit catchment properties that will be used as input for hydrological model HMS to calculate discharge for analysis pump capacity and channel dimension. The results of this study found that the DTA at the study location can be divided into 10 sub-DTA with 8 Ponds and 10 Reaches. The discharge in the return period of 5 years, 10 years, and 25 years is 27.8 cfs, 31.4 cfs and 35.5 cfs the pump capacity needed to discharge water at pond 7 and Pond 8 is 5 cfs."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ryan Hidayat
"Urbanisasi merupakan salah satu masalah yang terjadi di Jakarta sebagai ibukota Indonesia. Implikasinya adalah perubahan tutupan lahan menjadi impervous cover sehingga berdampak pada peningkatan limpasan hujan. Lokasi penelitian berada pada Daerah Tangkapan Air Waduk Pluit dengan luas 1.863,60 Ha dan tergolong sangat impervious (diperkirakan 93,56% pada tahun 2011 dan 93,42% pada tahun 2030). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan infrastruktur stormwater yakni bioretention, permeable pavement, green roof dan rain barrel terhadap perubahan limpasan tahunan, infiltrasi, storage, total volume limpasan dan debit puncak. Infrastruktur stormwater tersebut diterapkan pada kondisi awal tahun 2011 (skenario-1) dan kondisi akhir berdasarkan RDTR pada tahun 2030 (skenario-2).
Simulasi menunjukkan bahwa pada skenario-1 dan skenario-2 pengurangan limpasan tahunan masing-masing sebesar 78,06% dan 78,24%, sedangkan volume storage masing-masing sebesar 15.930,13 m3 dan 17.013,39 m3. Peningkatan infiltrasi untuk skenario-1 dari 121,99 mm/tahun menjadi 2.577,67 mm/tahun (bertambah sebesar 2.455,68 mm/tahun) sedangkan untuk skenario-2 dari 98,11 mm/tahun menjadi 2.584,57 mm/tahun (bertambah sebesar 2.486,46 mm/tahun). Pengurangan total volume limpasan untuk skenario-1 sebesar 4,60% untuk kala ulang 2 tahun dan 3,43% untuk kala ulang 10 tahun sedangkan pada skenario-2 sebesar 6,57% untuk kala ulang 2 tahun dan 5,05% untuk kala ulang 10 tahun. Pengurangan debit puncak untuk masing-masing kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun adalah berurutan 10,10%, 8,59%, 7,93%, 7,32%, 7,00% dan 6,82% untuk skenario-1 dan berurutan 12,73%, 10,91%, 10,16%, 9,42%, 8,96% dan 8,73% untuk skenario-2. Secara umum infrastruktur stormwater yang direncanakan efektif hanya untuk hujan ringan, pengaruhnya tidak signifikan terhadap hujan ekstrim.

The high rate of urbanization is one of the problems that has occurred in Jakarta as capital of Indonesia. The implication is the change in land use to impervious cover which have an impact on increasing stormwater runoff. Study area is in the Waduk Pluit Catchment Area with an area of 1,863.60 Ha and classified as highly impervious (estimated at 93.56% in 2011 and 93.42% in 2030). The purpose of this study is to determine the effect of the stormwater infrastructure, such as bioretention, permeable pavement, green roof and rain barrel on annual runoff, infiltration, storage, total runoff volume and peak flow. The stormwater infrastructure is applied to the initial conditions in 2011 (skenario-1) and the final conditions based on the RDTR in 2030 (skenario-2).
The simulation shows that in skenario-1 and skenario-2 the annual runoff reduced by aproximately 78.06% and 78.24%, respectively, while the storage volume was 15,930.13 m3 and 17,013.39 m3, respectively. The increase in infiltration for skenario-1 from 121.99 mm/year to 2,577.67 mm/year (increased by 2,455.68 mm/year) while for skenario-2 from 98.11 mm/year to 2,584.57mm/year ( increased by 2,486.46 mm /year). The reduction in total runoff volume for skenario-1 was 4.60% for the 2-year return period and 3.43% for the 10-year return period while in skenario-2 it is 6.57% for the 2-year return period and 5.05% for the 10-year return period. Reduction of peak discharge for each 2-, 5-, 10-, 25-, 50-, 100-years return period is 10.10%, 8.59%, 7.93%, 7.32%, 7.00% and 6.82%, respectively for skenario-1 and 12.73%, 10.91%, 10.16%, 9.42%, 8.96% and 8.73%, respectively for skenario-2. In general, stormwater infrastructure is effective only for light rainfall, and the effect is not significant to extreme rainfall.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T55373
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8   >>