Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 57 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Putri Mayastuti Kusumasari
"Pemeriksaan golongan darah ABO terhadap sampel saliva dapat dilakukan pada individu sekretorik, yaitu individu yang mampu mensekresikan antigen-antigen golongan darahnya ke dalam berbagai cairan tubuh termasuk saliva. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan golongan darah menggunakan saliva, diantaranya faktor temperatur dan durasi waktu penyimpanan. Tujuan penelitian : Membandingkan hasil pemeriksaan golongan darah terhadap sampel saliva segera dengan sampel saliva yang disimpan selama 1 jam pada temperatur 7°C. Metode : Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan golongan darah dengan teknik absorpsi-inhibisi menggunakan 20 sampel saliva dari 10 orang individu sekretorik bergolongan darah A, B, atau AB yang dilakukan pada periode waktu Oktober hingga November 2007. Hasil penelitian : Pemeriksaan golongan darah dengan sampel saliva segera menunjukkan kesesuaian 100%, sedangkan pada pemeriksaan sampel saliva yang disimpan selama 1 jam pada temperatur 7°C kesesuaiannya hanya 60%. Kesimpulan : Pemeriksaan golongan darah menggunakan saliva segera menunjukkan hasil yang tepat. Namun terjadi penurunan ketepatan pada hasil pemeriksaan setelah penyimpanan sampel selama 1 jam dengan temperatur 7°C.

ABO blood group can be determined from secretoric individual, who has the ability to secrete A, B, or O antigen to the body fluids including saliva. However, there are factors affecting the result of blood group examination using saliva including temperature and time duration of sample storage. Objective : To compare the result of blood group examination from immediate saliva samples with saliva stored at 7°C for 1 hour. Method : Twenty saliva samples from 10 secretoric individuals with A, B, or AB blood group were examined using absorption inhibition technique from October until November 2007. Result : Blood group examination results using immediate saliva samples were 100% correct. On the other hand, the results from saliva samples stored for 1 hour at 7°C were 60% correct. Conclusion : Blood group examination using immediate saliva samples showed the most accurate results. After 1 hour, delayed saliva sample examinations at cool temperature (7°C) showed a decrease accuracy in blood group examination results."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dias Tarita Nurfitria
"Latar belakang : Dilatarbelakangi risiko pemalsuan usia rentang 16 - 21 tahun seperti pada kasus perdagangan manusia, maka metode identifikasi usia menjadi penting.
Tujuan : Menguji keakuratan rumus metode TCI-Benindra dibandingkan dengan metode lainnya.
Metode penelitian: Prakiraan usia dilakukan menggunakan rumus Tooth Coronal Index (TCI)-Benindra pada gigi P1 rahang bawah, dibandingkan dengan metode Al-Qahtani dan Blenkin-Taylor.
Hasil : Tidak terdapat perbedaan bermakna (p>0,05) antara prakiraan usia menggunakan metode TCI-Benindra dengan metode Al-Qahtani dan metode Blenkin-Taylor.
Kesimpulan : Rumus metode TCI-Benindra, metode Al-Qahtani dan metode Blenkin-Taylor ketiganya mendekati usia sebenarnya pada rentang 16-21 tahun.

Background : Due to the risk for age manipulation in 16-21 years old such as in cases of human trafficking, age estimation method becomes imperative.
Aims : to test the accuracy of TCI-Benindra formula method compared with other methods.
Methodology : Age estimation is performed using TCI-Benindra formula method in mandibular first premolar, was compared with Al-Qahtani and Blenkin-Taylor methods.
Result : There was no significant difference (p>0.05) between age estimation using TCI-Benindra formula method and Al-Qahtani or Blenkin-Taylor methods.
Conclusion : TCI-Benindra formula, Al-Qahtani and Blenkin-Taylor methods are close to real age in range of 16-21 years.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2012
S45010
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kevin Pratama Susilo
"Tujuan: Mengetahui distribusi sidik bibir dan jari pada laki-laki dan perempuan, perbedaan pola sidik bibir laki-laki dan perempuan, serta hubungan antara sidik bibir dengan sidik jari.
Material dan Metode: Sidik bibir diambil dengan menempelkan selotip pada bibir yang telah diolesi lipstik. Sidik jari diambil dengan menggunakan tinta sidik jari. Analisis data dilakukan dengan Uji Chi-Square dan Uji Korelasi Spearman.
Hasil: Terdapat perbedaan pola sidik bibir dan pola sidik ibu jari kanan pada laki-laki dan perempuan, serta terdapat korelasi antara sidik bibir dengan sidik ibu jari.
Kesimpulan: Sidik bibir dan sidik jari dapat digunakan sebagai alat untuk identifikasi jender.

Objective: To examine the distribution of lip-prints and fingerprints, the difference of lip-prints and fingerprints between male and female; also the relationship between lip-prints and fingerprints.
Methods: Lip-prints were taken by applying cellophane tape on lips which had been coated with lipstick. Fingerprints were taken by special ink for this purpose. Chi Square and Spearman’s Correlation test were used in data analysis.
Result: There was a statistically difference between lip-prints and fingerprints in males and females; also there were correlations between lip-prints and fingerprints for gender identification.
Conclusion: Lip-prints and fingerprints can be used as methods for gender identification.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hanny Faizah
"Latar belakang: Streptococcus sobrinus merupakan salah satu bakteri penyebab karies. Propolis dilaporkan memiliki efek dalam menghambat pertumbuhan bakteri kariogenik.
Tujuan: Menganalisis efek ekstrak propolis dan permen mengandung propolis terhadap pertumbuhan Streptococcus sobrinus.
Metode: Streptococcus sobrinus dipaparkan terhadap ekstrak propolis dan permen dengan kandungan propolis. Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak propolis diuji dengan metode spektrofotometrik serta koloni Streptococcus sobrinus dihitung dengan metode Standard Plate Counted
Hasil: nilai KHM ekstrak propolis adalah 5% dan nilai KBM adalah 10%. Jumlah koloni bakteri Streptococcus sobrinus berkurang setelah pemaparan ekstrak propolis dan permen propolis.
Kesimpulan: Ekstrak propolis dan permen dengan kandungan propolis dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus sobrinus.

Background: Streptococcus sobrinus is one of the etiologic agents of dental caries. Propolis has been reported to have an antibacterial activity against cariogenic bacteria.
Objective: To analyze the effect of propolis extract and propolis candies to Streptococcus sobrinus growth.
Methods: Streptococcus sobrinus were exposed to extract propolis and propolis candies. Minimim Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) were determined with spectrofotometric analysis and the Streptococcus sobrinus colonies were counted with Standard Plate Counted method.
Result: MIC was determined at 5% and the MBC at 10%. Streptococcus sobrinus colonies were decreased after exposed to propolis extract and propolis candies.
Conclusion: Propolis extract and propolis candies could inhibit the growth of Streptococcus sobrinus."
2015
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wida Priska Melinda
"Latar belakang: Propolis memiliki efek antifungal. Universitas Indonesia sedang mengembangkan permen mengandung propolis yang diduga dapat menghambat pertumbuhan C.albicans.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak propolis dan permen propolis terhadap pertumbuhan C.albicans.
Metode: Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak propolis diuji menggunakan metode spektrofotometri serta jumlah koloni C.albicans pasca pemaparan ekstrak dan permen propolis dihitung secara langsung.
Hasil: Nilai KHM dicapai pada konsentrasi 10%, nilai KBM dicapai pada konsentrasi 15%; serta terdapat penurunan jumlah koloni jamur pasca pemaparan ekstrak dan permen propolis.
Kesimpulan: Ekstrak dan permen propolis terbukti efektif menghambat pertumbuhan C.albicans.

Background: Propolis has antifungal effect. Universitas Indonesia has been developing propolis candy which can inhibit C.albicans growth.
Objective: This research was aimed to analyze effect of propolis extract and candies to C.albicans growth.
Methods: After C.albicans were exposed to propolis extract and candies, Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) were determined by spectrophotometry and post-exposure colonies of C.albicans were counted.
Result: MIC of propolis extract against C.albicans were determined at 10% and MBC at 15%, also the amount of C.albicans colonies were decreased after propolis extract and candies exposure.
Conclusion : Propolis extract and candies were effective to inhibit C.albicans growth.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2015
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Layli Pinaringaning Gusti
"Latar Belakang: Estimasi usia penting dilakukan sebagai pembuktian hukum dalam kasus criminal contohnya pemalsuan identitas, pernikahan, dan lain lain. Tooth Coronal Index Khoman (2015) merupakan metode estimasi usia yang sederhana dan dapat diterapkan pada gigi insisivus, kaninus, premolar, dan molar. Namun, metode ini perlu dibandingkan dengan metode Nolla yang telah teruji keakuratannya di dunia.
Tujuan: Membandingkan hasil estimasi usia menggunakan metode TCI Khoman pada gigi insisivus, kaninus, premolar, dan molar dengan metode Nolla pada rentang usia 8-17 tahun.
Metode: Perbandingan hasil estimasi usia menggunakan metode TCI Khoman dengan metode Nolla pada 83 sampel radiograf panoramik.
Hasil: Rumus TCI Khoman dapat menggunakan radiograf periapikal maupun panoramik. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara hasil estimasi usia pada laki-laki dan perempuan. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara hasil estimasi usia menggunakan TCI Khoman dengan metode Nolla pada gigi insisivus, premolar, dan molar namun terdapat perbedaan bermakna pada gigi kaninus.
Kesimpulan: Metode: Tooth Coronal Index Khoman pada gigi insisivus, premolar, dan molar serta metode Nolla dapat digunakan untuk estimasi usia individu rentang usia 8-17 tahun. Sedangkan metode TCI Khoman pada gigi kaninus tidak dapat digunakan untuk estimasi usia individu rentang usia 8-17 tahun.

Background: Age estimation has become increasingly important in living people for a variety of reasons, including identifying criminal and legal responsibility, marriage, etc. Khoman Tooth Coronal Index method are simple, non-destructive, and can be applied to incisives, canines, premolars, and molars. However, this method needs to be proven its validity in Indonesia with Nolla method.
Objective: To analyse the validity of Khoman Tooth Coronal Index formula on incisivus, canine, premolar, and molar compared to the Nolla method on the age of 8-17 year.
Methods: Comparing the age estimation using Khoman TCI method and Nolla method of the 83 samples of panoramic radiograph.
Result: Khoman TCI can be use on both periapical and panoramic radiograph. There was no significant difference between age estimation of Khoman TCI method using incisives, premolars, and molars and Nolla Method but there was a significant difference between TCI method using canines.
Conclusion: Khoman TCI method using insisives, premolar, molar and Nolla method can be used for age estimation of the age of 8-17 years in Indonesia, except Khoman TCI method using canines.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Medwin Setia
"Kanker mulut berada diurutan 32 dunia penyebab kematian yang paling sering terjadi. Pada beberapa penelitian, kitosan berefek pada beberapa jenis sel baik menaikkan maupun menurunkan viabilitas sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kitosan terhadap galur sel kanker skuamosa mulut (HSC-4) dan sel epitel dental (HAT-7) in vitro dan dipajan kitosan pada konsentrasi 0,0005%; 0,0025%; 0,005%; 0,25%; 0,5%. Kemudian hasilnya diukur dengan 3-(4,5- dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromide assay atau MTT assay. Viabilitas pada kedua jenis sel lebih tinggi pada konsentrasi 0,0005%; 0,0025%; 0,005%, sedangkan pada konsentrasi 0,25% dan 0,5% lebih rendah dibandingkan kontrol. Kitosan memiliki efek pada kedua jenis sel bergantung pada konsentrasinya.

Oral cancer ranked 32th as most causes of death in the world. From past research, chitosan has inhibit proliferation effect. The present study examined the effect of chitosan to oral cancer squamous carcinoma cell line (HSC-4) and dental epithelial cell line (HAT-7) in vitro. Both cells were exposed by chitosan with concentration 0,0005%; 0,0025%; 0,005%; 0,25%; and 0,5%. Then, the result was measured by 3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromide assay or MTT assay. Both cells has higher viability at 0,000%; 0,0025%; and 0,005%, whereas lower viability showed at 0,25% and 0,5%. Chitosan has effect on both cells depends on concentration."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Arismunandar
"Kitosan merupakan suatu turunan kitin yang memiliki efek anti kanker. Dalam penelitiaan ini, akan diuji efek kitosan terhadap HSC-4, yang berupa galur sel kanker skuamosa mulut, dan A-549, yang berupa galur adenokarsinoma paruparu, dalam medium kultur. Kedua jenis sel kanker dipajan dengan kitosan pada konsentrasi 0,0005%; 0,0025%; 0,005%; 0,25%; dan 0,5%. Viabillitas sel akan dilihat setelah empat jam pemaparan menggunakan metode MTT assay. Viabilitas kedua jenis sel lebih tinggi pada konsentrasi 0,0005%; 0,0025%; dan 0,005% serta lebih rendah pada konsentrasi 0,25% dan 0,5% dibandingkan dengan kontrol. Kitosan dengan konsentrasi 0,25% dan 0,5% mempunyai efek paling sitotoksik terhadap kedua jenis sel.

Chitosan is derivate of chitin that has anticancer effect. This present study examined the anticancer effect of chitosan against HSC-4, which is oral squamous cell carcinoma, and A-549, which is lung adenocarcinoma, in vitro. Both cancer cells were exposed to chitosan, each with 0.0005%; 0.0025%; 0,005%; 0.25%; and 0.5% concentration. Cell viability was read after four hours with MTT assay. Both cancer cells were more viable at 0.0005%; 0.0025%; and 0.005% concentration; at 0.25% and 0.5% concentration were less viable than control. These result suggest that chitosan at 0.25% and 0.5% concentration have the most cytotoxic effect on both cells."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Meira Parma Dewi
"Pada tesis ini dilakukan pengukuran kemiripan profil DNA manusia menggunakan ukuran kemiripan fuzzy (fuzzy similarity measure). Pengukuran kemiripan profil DNA ini dibedakan atas dua bagian, yaitu pengukuran kemiripan dari profil DNA seseorang dengan data profil DNA yang tersimpan pada sistem basis data, dan pengukuran kemiripan seseorang dengan keluarga biologis yaitu orang tua serta kakek dan nenek. Pengukuran dilakukan terhadap setiap alel dari keenam belas loki marka STR yang memetakan profil DNA manusia. Dari simulasi percobaan yang dilakukan hasil yang diperoleh dari pencocokan profil DNA sangat memuaskan, dimana setiap simulasi memberikan hasil yang cocok. Selanjutnya sistem pengukuran kemiripan fuzzy profil DNA manusia ini diharapkan dapat digunakan untuk membantu pihak Kepolisian Republik Indonesia dalam proses identifikasi korban bencana, korban tindak kriminal maupun terorisme.

This thesis investigated the similarity measurement of DNA profile using fuzzy similarity measure. The similarity measurement of DNA profile has been done by measuring the similarity between a query?s DNA profile with the records in DNA profile databases, and between a query?s DNA profile with the DNA profile of its biological family, either biological parents or biological grandparents. The similarity measurement has been done to the STR alleles of sixteen loci. The result of this experiment showed that each simulation gave a matching result. The similarity measurement of DNA profile by using fuzzy similarity measure is useful for the Indonesian National Police (POLRI) in identifying process of victim of disasters, terrorism, or other criminal conducts."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Meira Parma Dewi
"Pada tesis ini dilakukan pengukuran kemiripan profil DNA manusia menggunakan ukuran kemiripan fuzzy (fuzzy similarity measure). Pengukuran kemiripan profil DNA ini dibedakan atas dua bagian, yaitu pengukuran kemiripan dari profil DNA seseorang dengan data profil DNA yang tersimpan pada sistem basis data, dan pengukuran kemiripan seseorang dengan keluarga biologis yaitu orang tua serta kakek dan nenek. Pengukuran dilakukan terhadap setiap alel dari keenam belas loki marka STR yang memetakan profil DNA manusia. Dari simulasi percobaan yang dilakukan hasil yang diperoleh dari pencocokan profil DNA sangat memuaskan, dimana setiap simulasi memberikan hasil yang cocok. Selanjutnya sistem pengukuran kemiripan fuzzy profil DNA manusia ini diharapkan dapat digunakan untuk membantu pihak Kepolisian Republik Indonesia dalam proses identifikasi korban bencana, korban tindak kriminal maupun terorisme.

This thesis investigated the similarity measurement of DNA profile using fuzzy similarity measure. The similarity measurement of DNA profile has been done by measuring the similarity between a query’s DNA profile with the records in DNA profile databases, and between a query’s DNA profile with the DNA profile of its biological family, either biological parents or biological grandparents. The similarity measurement has been done to the STR alleles of sixteen loci. The result of this experiment showed that each simulation gave a matching result The similarity measurement of DNA profile by using fuzzy similarity measure is useful for the Indonesian National Police (POLRI) in identifying process of victim of disasters, terrorism, or other criminal conducts."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2009
T26390
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6   >>