Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lilik Hidayanti
"Asam urat yang terdapat di dalam tubuh kita tidak boleh berlebihan karena dapat berakibat terjadinya penyakit Gaut. Gaut dapat merusak ginjal sehingga ekskresi asam urat akan bertambah buruk. Faktor risiko yang mempengaruhi tingginya asam urat adalah umur, asupan purin yang berlebihan, asupan makan, kegemukan, penyakit jantung, dan konsumsi obat-obatan tertentu (diuretika) dan gangguan fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asupan makan dan status gizi yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat pada dosen dan karyawan Universitas Siliwangi. Subjek penelitian adalah dosen dan karyawan yang berjumlah 64 orang yang telah memenuhi syarat yang telah ditentukan. Metide yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan cross sectional.
Hasil analisis statistik korelasi pearson produk moment menunjukkan bahwa ada hubungan antara skor kebiasaan konsumsi makanan bersumber purin dan asupan energi, asupan protein, asupan lemak, asupan kolesterol, dan status gizi. Disarankan agar responden perlu mewaspadai dan berusaha membatasi konsumsi purin yang masuk kategori sedang seperti tempe, tahu, dan sayuran hijau daun, perlu menjaga asupan makan dengan berusaha mengurangi asupan lemak dan kolesterol serta perlu melakukan upaya agar dapat mencegah terjadinya peningkatan kadar asam urat dengan menjaga agar tidak mengalami kegemukan seperti melakukan olahraga rutin."
Depok: Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 2013
JUKEKOI 9 : 2 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ivan Maola Noviansyah, Nur Lina
"Hipertensi didefinisikan sebagai suatu peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi primer pada laki-laki usia 45 tahun ke atas di rumah sakik umum daerah Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Hasil penelitian menunjukan jumlah responden yang merokok dengan jumlah >10 batang perhari 69,81% 62,26% responden menghisap rokok dengan cara menghisap dalam, responden menghisap rokok >10 tahun sebanyak 73,50% dan responden yang merokok dengan jenis filter sebanyak 52,83%. Hasil uji stastistik chi square menunjukan bahwa jumlah rokok >10 batang perhari (OR=3,748 CI=1,525-9,215 p<0,05) menghisap rokok dengan cara dalam (OR=3,827 CI=1,653-8,859 p<0,05) menghisap rokok >10 tahun (OR=4,312 CI=1,640-11,343 p<0,05) dan rokok dengan jenis filter (OR=2,963 CI=1,343-,537 p<0,05). Hasil : faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit hipertensi primer pada laki-laki usia >45 tahun yaitu jumlah rokok, lama merokok dan cara merokok. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa jenis rokok, jumlah rokok, lama merokok dan cara merokok merupakan faktor-faktor risiko kejadian hipertensi. Saran penulis pada penderita hipertensi supaya berhenti merokok. "
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi, 2005
JKKI 7:1 (2011)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library