Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 218 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muharyo Singgih
"Sekuritas derivatif adalah sekuritas yang nilainya ditentukan oleh nilai dari suatu aset dasar. Contoh dari sekuritas derivative adalah option. Sedangkan aset dasar derivative dapat berupa saham, kurs mata uang dan komoditi. Pasar derivative telah berkembang dengan pesat dan telah banyak digunakan oleh investor yang profesional maupun oleh individu-individu di seluruh dunia. Studi ini mencoba melakukan simulasi untuk melihat bagaimana risk yang ditanggung oleh writer pada option. Data yang digunakan adalah Standards and Poor's 500.
Simulasi yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode library research dan field research dalam melakukan penelitian dan analisis. Metode library research dilakukan untuk mengambil landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan. Field research yang digunakan untuk meneliti harga call dan puts option dengan melakukan perhitungan call dan puts option atas indeks harga saham gabungan Standards and Poor's 500. Penulis akan menyajikan beberapa simulasi empiris dengan atau tanpa hedging, ataupun dengan mengunakan data historis.
Pertama-tama akan dilakukan pengujian statistik dari data simulasi yang akan digunakan. Tujuan pengujian statistik ini adalah untuk melihat sejauh mana data simulasi yang dipakai memenuhi kriteria distribusi normal serta merupakan random data. Hal ini penting dilakukan agar penerapan formula Black Scholes Option Model dapat dilakukan. Kemudian dilakukan penghitungan nilai volatilitas atau gejolak dari aset dasar indeks saham Standards and Poor's 500. Penghitungan ini dilakukan untuk mencari nilai Root Mean Squared Forecast Error (RMSE) yang optimal, baik untuk estimated volatility maupun realized volatility. Kedua nilai volatilitas diatas (estimated volatility dan realized volatility) kemudian dipakai dalam penghitungan nilai call dan put options dengan menggunakan formula Black Scholes Option Model.
Hasil perhitungan terakhir yang akan dicari adalah total keuntungan dan kerugian yang ditanggung si penerbit option. Beberapa hal yang perlu dijadikan acuan disini adalah bahwa gambaran dan ulasan mengenai propek insvetasi pada option atas indeks Standards and Poor's 500 dilakukan dengan batasan batasan sebagai berikut:
1. Option adalah European option dimana option tidak dapat di-exercise sebelum jatuh tempo
2. Suku bunga bebas resiko adalah konstan selama periode option
3. Tidak adanya biaya untuk perdagangan option dan saham.
4. Tidak adanya perhitungan pajak dari proses jual beli option
5. Tidak terjadi pembayaran dividen selama transaksi penerbitan option dilakukan
Dari perhitungan dan analisa yang dilakukan dalam tugas akhir ini, dapat diperoleh kesimpulan seperti berikut ini:
1. Untuk menghilangkan kesalahan forecast yang bisa terjadi, sebisa mungkin digunakan sampling data yang jumlahnya disesuaikan dengan forecast horizon yang akan dipakai pada transaksi penerbitan option. Disamping itu kesalahan forecast yang terjadi untuk periode yang panjang akan lebih kecil nilainya dibandingkan jika periodenya lebih pendek. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, dengan menggunakan sampling data yang panjang periodenya disesuaikan dengan forecast horizon dalam perhitungan pemodelan forecast, maka akan didapat nilai volatilitas dari aset dasar indeks saham Standards and Poor's 500 yang paling optimal. Hal kebanyakan yang dilakukan dalam memperkirakan nilai volatility adalah dengan menggunakan sampling data historis yang kurang mencukupi. Semakin banyak jumlah data lama yang dipakai, biasanya akan memberikan akurasi yang lebih baik, kecuali jika forecasting hanya dipakai untuk periode yang sangat pendek (misal, kurang dari tiga bulan).
2. Estimasi dari data harian yang dilakukan, akan memperbaiki akurasi untuk pemakaian di periode yang pendek (misal, 6 bulan atau kurang), tetapi untuk periode yang lebih panjang, data bulanan memberikan hasil yang lebih baik. Hal ini dikarenakan pengaruh yang diakibatkan oleh adanya gangguan frekuensi transien (transient frequency noise) dari harga pasar tidak banyak terjadi.
3. Penggunaan metode hedging berdasarkan penerapan model penilaian(valuation model) yang menggunakan forecast volatilities yang optimal merupakan salah satu metoda yang ampuh dalam memperkecil resiko yang harus ditangggung seorang penerbit option. Dari kesimpulan ini, dapatlah dijadikan suatu acuan pertimbangan seorang penerbit option untuk menerapkan strategi transaksi dan manajemen penanggungan resiko (risk exposure management) yang paling optimal.
Dari tujuan yang ingin dicapai dalam tugas akhir ini, seperti dijabarkan dalam Bagian 1.3; untuk mengembangkan penilaian resiko yang diharapkan dapat dijadikan patokan strategi dasar dalam penerbitan opsi, dan dengan melihat ketiga kesimpulan diatas, maka terlihat adanya hubungan antara tujuan yang ingin dicapai (memperkecil resiko sekecil-kecilnya I memperbesar keuntungan sebesar-besarnya) dengan ketiga kesimpulan diatas (terutama untuk kesimpulan nomor 3 diatas)."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2000
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rinda Asytuti
"John C Bogle dalam bukunya Bogle on Mutual Fund tahun 1998 mengemukakan bahwa terdapat empat dimensi dari kinerja Investasi yaitu reward risk cost dan timing. Dari survei yang dilakukan oleh Investment Company Institute di Amerika, 70 % responden menyatakan bahwa faktor kinerja historis Reksa Dana adalah pertimbangan utama investor untuk berinvestasi di Reksa Dana selain faktor-faktor lain seperti biaya, profil manajer investasi dan lain-lain. Berdasarkan hal di atas, maka diperlukan standarisasi pengukuran kinerja Reksa Dana, sehingga investor dapat membandingkan kinerja Reksa Dana sebelum melakukan investasi.
Penelitian Iggi Ahcsien dan Elghary di Malaysia tentang Kinerja Reksa Dana Syariah menyimpulkan keadaaan yang berbeda. Di dapat dari penelitian tersebut ternyata kinerja Reksa Dana Syariah lebih baik dari Reksa Dana Konvensional. Untuk itu peneliti tertarik untuk mengetahui kinerja Reksa Dana Syariah di Indonesia tahun 2001-2002 dimana tahun-tahun tersebut merupakan tahun berkembangnya Reksa Dana di Indonesia.
Dari penelitian yang dilakukan pada tahun 2001, Kinerja Reksa Dana Syariah masih dibawah kinerja pasar JII kecuali Danareksa Syariah (Saham). Pada Tahun 2002 Kinerja Reksa Dana Syariah berkembang lebih baik. PNM Syariah (Campuran) mempunyai kinerja outperformed dibandingkan kinerja pasar JII begitu pula Danareksa Syariah (saham). Untuk Dana Reksa Syariah Berimbang kinerjanya masih di bawah dari kinerja JII.
Dengan menggunakan pendekatan risk adjusted return kinerja Danareksa syariah tahun 2001 memiliki index Sharpe sebesar-0,0009635, nilai Treynor sebesar 3,86698E-05 dan nilai Treynor sebesar -1,1 16E-04. Danareksa syariah memiliki ratio Sharpe dan Treynor paling tinggi dibandingkan dengan Reksa Dana konvensional yang diperbandingkan. Namun untuk index Jensen hanya lebih kecil daripada Niaga Sahara.
Dengan menggunakan pendekatan return yang tidak diadjusted, return yang dihasilkan lebih kecil daripada ABN Amro, Rencana Cerdas, Panin Dana Maksima, Phinisi Dana Saham, Bahana Dana Prima dan Si Dana Saham.
Pada Tahun 2002 Kinerja Danareksa Syariah mengalami penurunan. Untuk Reksa Dana Syariah campuran hanya PNM Syariah yang membukukan return lebih baik. Dengan menggunakan pendekatan risk adjusted return, index Sharpe Danareksa Syariah masih lebih baik dibandingkan dengan Reksa Dana konvensional akan tetapi memiliki index Treynor dan index Jensen lebih kecil. Sedangkan index Sharpe PNM Syariah lebih kecil dari Reksa Dana konvensional yang dibandingkan kecuali dibandingkan dengan Danareksa Anggrek. Index Treynor PNM Syariah hanya lebih kecil bila dibandingkan dengan DUIT.
Dari hasil penelitian di atas terlihat bahwa kinerja Reksa Dana Syariah masih belum melampaui kinerja Reksa Dana konvensional yang dibandingkan. Penulis menyarankan agar portfolio Reksa Dana syariah campuran lebih menempatkan proporsi dananya pada sektor obligasi syariah. Selanjutnya memperkuat jalinan kerjasama antar unit bisnis syariah baik perbankan, asuransi dan dana pension, untuk mengembangkan Reksa Dana Syariah.
Comparative Analysis of Islamic Investment Funds and Conventional Investment Funds' Exertion in Gaining Optimal Return at 2001-2002John C Bogle in his book Bogle on Mutual Fund (1998) conveyed about four dimensions of investment: reward, risk, cost and timing. In the survey done by Investment Company Institute in America, 70% of respondent said that historical exertion factors of the Investment Funds is the investor's main consideration to invest in Investment Funds besides other factors like cost, investment manager's profile and etc. Based on that, measurement standardization of the Investment Funds' exertion is needed, so that investor can evaluate the Investment Funds exertion before investing.
Iggi Ahcsien and Elghary's research in Malaysia about Islamic Investment Funds exertion conclude a different condition. The research resulted that Islamic Investment Funds exertion is better than conventional Investment Funds. Therefore the researcher is interested to know about the Islamic Investment Funds exertion in Indonesia at 2001-2002, years of the Investment Funds development in Indonesia.
From the research performed at 2001, Islamic Investment Funds exertion was below El market exertion except Danareksa Syariah (stock). At 2002 Islamic Investment Funds exertion developed better. PNM Syariah (mixed) had an outperformed exertion as compared to ill market's exertion as well as Danareksa syariah (stock). Danareksa Syariah Berimbang's exertion is below JII's exertion.
By using risk adjusted return approach, Danareksa Syariah's exertion at 2001 had Sharpe index of 0,0009635. Treynor rate of -3,86698E-05 and Treynor rate of -1.116E-04. Danareksa Syariah got the highest Sharpe and Treynor ratio than conventional Investment Funds. But the Jensen index was lower than Niaga Saham. By using unadjusted return approach, the return gained was lower than ABN Amro, Rencana Cerdas, Panin Dana Maksirna, Phinisi Dana Sahara, Bahana Dana Prima dan Si Dana Saham
On 2002 Danareksa Syariah's exertion endured a deprivation. Only PNM Syariah got a better return for the mix Islamic Investment Funds. By using risk adjusted return, Sharpe index of Danareksa Syariah was better than the conventional Investment Funds, nevertheless it had a lower Treynor index and Jensen index. While Sharpe index of PNM Syariah was lower than conventional Investment Funds except as compared to Danareksa Anggrek. Trey nor Index of PNM Syariah was a little bit lower than DUIT.
Form the above research we know that Islamic Investment Funds exertion was not beyond the compared conventional Investment Funds. The researcher suggested that the mixed Islamic Investment Funds portfolio place the funds more on Islamic bonds. Later on, it strengthens the cooperation among Islamic business units: bank, assurance and retirement fund, to develop Islamic Investment Funds.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2003
T 11845
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
T. Farida Rachmayanti
"Tujuan penelitian ini adalah pertama, mengetahui kondisi kinerja portofolio saham syariah periode 2001- 2002. Kedua, mengetahui pengaruh sharia screening process terhadap kinerja suatu portofolio saham syariah. Ketiga, sektor-sektor industri apa saja yang tercakup dan dominan dalam portofolio saham syariah untuk periode tersebut.
Disain penelitian ini adalah menghitung kinerja portofolio saham syariah dan portofolio saham konvensional. Setelah itu, hasil kedua kinerja tersebut dibandingkan untuk kemudian dianalisa. Penelitian ini menggunakan data indeks harian IHSG, LQ 45 dan JII serta indeks harian 45 saham-saham syariah dan kapitalisasinya periode 2001-02. Serta data tambahan, berupa tingkat bunga SBI dan tingkat bonus SWBL.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja portofolio saham syariah tahun 2001 dan 2002 lebih baik dari kinerja portofolio saham konvensional, di beberapa kriteria. Kedua, sharia screening process berpengaruh baik terhadap kinerja suatu portofolio saham syariah. Ketiga, return tertinggi tahun 2001 adalah sektor infrastruktur, fasilitas dan transportasi sedangkan di tahun 2002 sektor aneka industri. Risiko terbesar tahun 2001 terjadi pada sektor pertanian dan tahun 2002 terjadi pada sektor konsumsi. Risk return ideal untuk tahun 2001 terjadi pada sektor infrastruktur, fasilitas dan transportasi sedangkan tahun 2002 pada sektor pertanian. Risk return ratio yang stabil dengan nilai positif selama dua tahun adalah sektor infrastruktur, fasilitas dan transportasi; sektor konsumsi dan sektor perdagangan jasa dan investasi.
Hasil penelitian ini bersifat kondisional, oleh karenanya apabila tetap konsisten di masa yang akan datang maka disarankan untuk tidak ragu-ragu dalam memilih saham-saham syariah ketika akan melakukan investasi di pasar modal. Sektor-sektor yang dapat disarankan adalah sektor infrastruktur, fasilitas dan transportasi; sektor konsumsi atau sektor perdagangan, jasa dan investasi, diharapkan pula para pelaku ekonomi syariah untuk tidak ragu-ragu dalam menerapkan nilai-nilai syar'i di berbagai aktivitas ekonomi, khususnya yang berkaitan dengan aturan-aturan di pasar modal.

Analysis Performances of Sharia Share Portfolio on BEJ For The Year 2001-02The aim of this research is firstly to know the sharia share portfolio performance in the period of 2001-2002. Secondly, to know the influence of sharia screening process towards the performance of a sharia share portfolio. Thirdly, what other industrial sectors that are round up and dominant in the sharia share portfolio for such period.
The design of this research is to calculate the sharia share portfolio and the conventional share portfolio. After that the result of both performance is then compared to be analyzed. This research uses daily index data IHSG, LQ 45, JII and index 45 sharia shares with its capitalization. With the additional data in the form of SBI interest rate and SWBI bonus rate.
The result of the research indicates that the performance of sharia share portfolio of the year 2001 and 2002 was better than conventional share portfolio, in some criteria. Second, sharia screening process influences well towards the performance of a sharia share portfolio. Third, industrial sector with dominant return in the year 2001 is sector of infrastructure, facility and transportation while the year 2002 is the sector of various industry. In the mean time, the greatest in 2001 happened in agricultural sector and the year 2002 occurred on the consumption sector. Risk return ideal for 2001 occurred in the infrastructure, facility and transportation sector and for 2002 occurred in agricultural sector.
Based on the result of the research that was conditional, when it remains consistent, in the future, then suggested not to hesitate in choosing the sharia shares when carrying out investment in the capital market. The sector can be suggested are those of infrastructure, facility and transportation; services, trade and investment; and consumption. In the mean while, it is expected that the doers of sharia economy do not hesitate either in applying the values of the sharia in various economic activities, particularly related to the capital market regulations.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2003
T11847
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anton Fahlevie
"PNM sebagai lembaga keuangan non bank dengan kegiatan usaha utama adalah adalah pembiayaan kredit program, pembiayaan lembaga keuangan mikro dan syariah (LKMS), dan jasa manajemen. PNM memandang perlu untuk mengambil langkah-langkah yang dapat meminimalisir risiko terjadinya pembiayaan tak tertagih (bad debt). Dan dengan pertimbangan bahwa langkah strategis selanjutnya guna mendukung maksud dan tujuan ini adalah dengan melakukan sinergi dengan pihak perusahaan asuransi. Langkah sinergi ini dilakukan dengan cara menjadikan pihak perusahaan asuransi sebagai partner afiliasi melalui model Syirkah atau Musyarakah (penyertaan atau equity participator) guna menekan tingginya biaya premi asuransi pembiayaan yang mungkin timbul.
Penyertaan PNM di Asuransi Takaful Umum (ATJ) melalui Syarikat Takaful Indonesia (STI), belum menunjukkan hasil maksimal, baik dalam rangka menunjang bisnis utama PNM untuk pembiayaan Syariah ataupun imbal hasil (return) investasi dari bisnis yang dikelola ATU sendiri. Sehingga saat ini PNM mempertimbangkan strategi penambahan jumlah penyertaan untuk memaksimalkan fungsi dan peran ATU sebagai afiliasi PNM dan mcmberikan imbal hasil investasi yang optimal.
Dalam mempertimbangkan strategi investasinya ini PNM memandang untuk melakukan penilaian atas investasi penyertaan yang telah berlangsung selama periode berjalan. Dengan menggunakan teknik analisis metode pendekatan neraca (Net Asset Valuaiion/NAV) dan pendekatan pendapatan (Discounted Cash Flow/DCF), PNM berharap bahwa akan mendapatakan suatu gambaran mengenai kondisi penyertaan yang telah dilakukannya dan gambaran proyeksi kondisi pada masa yang akan datang. Melalui gambaran basil analisis inilah PNM akan dapat menentukan alternalif strategi sehubungan dengan pengambilan keputusan investasi penambahan penyertaan sebagaimana yang telah direncanakan.
PNM is a financial institution non-bank for Credit Program, Micro and Syariah financial institution and management services. It is important for PNM to take a step to minimize bad debt that might be occurring in the transaction. One of the steps that PNM would do to avoid this is by joining venture with insurance company. PNM would take this insurance company as an affiliated partner with Syirkah or Musyarakah Model, this participation strategy is one way to avoid high premium of payment that might occur in the long run.
PNM participation in Asuransi Takaful Umum (ATU) through the Syarikat Takaful Indonesia (STI} is still not showing a maximum result in creating a better primary business, especially in Syariah financing of FNM or the return of investment from the business it self (ATU). Due to this achievement, at the moment PNM are thinking to increase their capital investment for maximizing utilization ATU and generate optimal investment return.
In the process of the decision-making, it is important for PNM to rate their investment all through this year. PNM would use the approach of Net Asset Valuation approach and Discounted Cash flow. By taking these steps, PNM hopes that they would be able to find out how the insurance company was going and what kind of strategy that they would have to do in order to achieve their goal in the future. By being able to see the current activity, PNM would be able to create an alternative strategy for their participation of investment as they have planned before.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2004
T11960
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Huda
"Untuk memenuhi kepentingan pemodal yang ingin mendasarkan kegiatan investasinya berdasarkan kepada prinsip-prinsip syariah maka pemerintah telah meluncurkan pasar modal syariah. Hingga saat ini baru terdapat 3 jenis instrumen pasar modal syariah yaitu:
1). Saham-saham yang tercatat pada M,
2). Obligasi syariah/obligasi mudharabah dan
3). Reksa dana syariah.
Beta saham adalah ukuran risiko sitematis dari suatu sekuritas yang merupakan bagian dari risiko total dan tidak bisa dikurangi atau dihilangkan dengan diversifikasi.
Tesis ini mengkaji tentang pasar modal syariah yang dilakukan secara kualitatif dan faktor-faktor yang mempengaruhi beta saham (tiga variabel indpendent : current ratio, leverage dan return on equity) yang dilakukan secara kuantitatif dengan pendekatan persamaan regresi linier berganda.

Syariah Capital Market and Influential Factors on Stock Beta: Case Study at JII and Lq-45 Year of 2002-2003 To meet the need of investors whom investment activities based on syariah principles, so the government of Indonesia launched Syariah Capital Market. Up to now there are only three kinds of syariah capital market;
1). Enlisted stock or EI,
2). Syariah bond or Mudharabah bond and
3). Syariah mutual fund.
Stock beta is systematic risk benchmark of a security that is part of total risk and unreducable or undeletable with diversification.
This thesis studies syariah capital market qualitatively and the influential factors on stock beta (Three independence variables; current ratio, leverage and return on equity) is done quantitatively and multiple linear regression approach.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2004
T11400
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kuncoro Hadi
"Kerjasama investasi dalam Islam merupakan akad dari muyarokah. Saham merupakan bentuk equity investment yang didasarkan pada sistem bagi hasil atau profit loss sharing. Tingkat bagi hasil adalah refleksi dari profitabilitas dari underlying bisnisnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saham semestinya menjadi bentuk investasi ideal bagi investor muslim yang tidak setuju dengan sistem bunga. Dalam Islam tidak ada investasi yang risk free, setiap investasi ada keuntungan dan risiko yang ditanggung. Investasi yang tidak memperhatikan nilai risikonya adalah tindakan maysir. Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti apakah distribusi empiris tingkat bagi hasil untuk saham syariah mempunyai bentuk normal atau skewness, begitu juga terhadap penyebaran varian apakah memiliki karakteristik homoskedastik atau heteroskedastik dan apakah metode parametrik daily earning at risk pada saham syariah dapat digunakan untuk menganalisis risiko harga saham syariah. Inilah permasalahan yang akan diteliti secara empiris dari market risk khususnya saham dalam Jakarta Islamic Index.
Hasil penenelitian mendapatkan sebagian besar saham memiliki pola distribusi empiris skewness. Karakteristik penyebaran varian sebagian besar bersifat heteroskedastik. Hasil pengujian metode parametrik daily earning at risk dengan backtesting mendapatkan hasil yang baik, sebab seluruh pengujian menyatakan model adalah valid. Dampak dari diperolehnya bentuk distribusi empiris yaitu skewness negatif adalah perlunya penyesuian nilai Zscore yang berakibat terjadi perubahan potensi risiko yang semakin besar dan dampak karakteristik penyebaran varian secara empiris yaitu heteroskedastik adalah hasil analisis potensi risiko yang terjadi lebih konservatif dari pada langsung menggunakan asumsi distribusi normal dan homoskedastik.

Investment cooperation in Islam is a musyarokah akad (agreement). Share constitutes form of equity investment based on profit loss sharing. Profit sharing rate is reflection of profitability of its underlying business. Therefore, it can be said that share should become ideal investment form for muslim investor disagreeing with interest system. In Islam, there is no risk free investment, there is always profit and risk to bear in every investment. Investment without knowing the content of risk is maysir. This research is aimed at examining whether empirically profit share rate for syari'ah (Islamic law share) has normal or skew ness form, whether variant distribution level is homoscedasticity or heteroscedasticity and whether parametric method of daily earning at risk in syari'ah share can be used to analyze price risk of syari'ah share. This problem will be examined empirically from market risk, especially share in Jakarta Islamic Index.
The research finding indicates that most shares have skew ness empirical distribution pattern. Characteristic of variant distribution is mostly heteroscedasticity. Examination finding of parametric method of daily earning at risk by using back testing indicates good results since entire examination indicates that the model is valid. The impact of this research is risk potential occurring is more conservative.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2004
T11966
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Husnelly
"Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi investasi dana masyarakat pada Bank Syariah, yaitu volatilitas tingkat bagi hasil, tingkat suku bunga SBI, selisih antara tingkat suku bunga SBI dengan tingkat bagi hasil, jumlah outlet, dan jumlah investor deposito. Model yang digunakan adalah model analisis regresi liner ganda distributed lag dan autoregressive.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) faktor-faktor yang mempengaruhi investasi dana masyarakat (deposito mudaharabah) pada bank syariah adalah selisih suku bunga SBI dengan effective rate bagi hasil serta jumlah deposito periode sebelumnya (b) selisih antara return pasar (suku bunga SBI) dengan return instrumen investasi (tingkat bagi hasil deposito mudharabah) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap jumlah investasi dana masyarakat (deposito mudharabah) pada bank syariah, (c) tingkat bagi hasil deposito maupun suku bunga SBI secara sendirisendiri tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap jumlah deposito yang dapat dihimpun bank syariah, (d) jumlah outlet dan jumlah nasabah tidak berpengaruh nyata terhadap penghimpunan dana deposito bank syariah.
Implementasi hasil penelitian menyarankan (a) bank syariah perlu selalu memantau pergerakan return investasi di pasar dan menghasilkan return yang bersaing dengan return pasar, untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan dana investasi masyarakat di bank syariah, (b) variabel selisih tingkat suku bunga SBI dengan effective rate bagi hasil deposito mudharabah periode sebelumnya serta variabel jumlah deposito mudharabah periode sebelumnya, dapat dijadikan acuan dalam pengukuran risiko likuiditas di bank syariah.

Analysis On Factors Affecting Private Owned Investments On Islamic Bank (A Case Study On Bank Syariah Mandiri)The aim of this study is to analyze factors affecting private-owned investments on Islamic Bank, namely volatility of revenue sharing rate, interest rate of Central Bank of Indonesia Certificate (SBI), the different between SBI rate and revenue sharing rate, the number of outlet, and the number of time deposit investors. The model that used in this study is multiple linear regression analysis, distributed lag and auto-regressive.
The main findings of this study pointed out that (a) factors affecting private-owned investment (mudharabah time deposit) on Islamic Bank is the different between previous SBI rate and previous revenue sharing rate, and the amount of previous time deposit, (b) the different between market return (SBI rate) and return of investment instrument (revenue sharing rate of mudharabah time deposit) has a significant influence on the amount of private-owned investment (mudharabah time deposit) on Islamic Bank, (c) revenue sharing rate of mudharabah time deposit and SBI rate have not a significant influence on the amount of private-owned investment (mudharabah time deposit) individually, (d) the number of outlets and time deposit investor have not a significant influence on the amount of private-owned investment (mudharabah time deposit).
Implementation of this study suggested that (a) Islamic Bank should monitor the movement of market return and make a competitive return with market return for maintaining and increasing private-owned investments on Islamic Bank, (b) the variable different between previous SBI rate and previous revenue sharing rate of mudharabah time deposit, and the variable amount of previous time deposit, could be used as a reference for measurement of liquidity risk on Islamic Bank.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2003
T11866
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hamill Hasyim
"Dengan makin pesatnya perkembangan lembaga keuangan syariah khususnya perbankan syariah saat ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif solusi terhadap krisis perekonomian di Indonesia Indikasi ini terlihat pada saat awal terjadi krisis perekonomian, hampir seluruh perbankan konvensional mengalami gulung tikar yang diakibatkan pada tingginya tingkat suku bunga yang berdampak pada kekurangan likuiditas, sedangkan perbankan syariah yang diawali dengan adanya Bank Muamalat Indonesia ternyata mampu bertahan terhadap krisis perekonomian dan bahkan mendapat rating A Berangkat dari kasus tersebut, saat ini banyak perbankan konvensional yang membuka Divisi Biro Syariah seperti Bank Negara Indonesia '46 (BNI Syariah), Bank Bukopin Syariah, Bank IFI syariah, BII Syariah, BRI Syariah, Bank Syariah Hardin.
Dampak positif dari hadirnya perbankan syariah adalah efektifnya fungsi intermediasi perbankan yaitu dana yang dilempar pada sektor UKM (Usaha Kecil Menengah) atau dikenal dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang dimiliki hampir mencapai 100 %, yang berdampak langsung pada makro ekonomi yaitu meningkatnya perekonomian masyarakat dan dapat menekan tingkat pengangguran. Tingginya Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan syariah secara teoritis berkorelasi positif dengan risiko kredit yang dihadapi. Untuk menghindari terjadinya risiko kredit yang dihadapi perbankan syariah, maka perlu dilakukan penelitian atau kajian mengenai perilaku nasabah debitur dan faktor-faktor yang mempengaruhi seorang debitur dalam menentukan pembiayaan syariah sehingga risiko terjadinya kredit macet dapat diminimalisir.

Syariah banking as one of the increasing financial institution is hoped to be one of the alternative solutions to overcome the economic crisis in Indonesia. It is due to the fact of the bank's capability to survive dining the crisis where most of the conventional banks experienced bankruptcy which was caused by the high rate of interest resulting in the liquidity weaken. Bank Muamalat. Indonesia as the pioneer of syariah banking has proved it It even gains an A rating.
Deriving from the above case, many of the conventional banks, nowadays, open the syariah division such as Bank Negara Indonesia '46 (BNI Syariah), Bank Bukopin Syariah, Bank IFI Syariah, BII Syariah, BRI Syariah and Bank Syariah Mandiri.
The positive impact of the syariah banking existence is the effective of the intermediary function of a bank, that is the financing allocation at real sector resulting in 100% of Loan to Deposit Ratio (LDR) amount This has a direct influence in developing the community's economy and in reducing the unemployment number. Theoretically, the high amount of LDR has a positive correlation to credit risk. To avoid this a -edit risk a research on the debtor behavior and factors influencing them in determining the syariah financing is conducted so that the default risk can be minimize.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2003
T11891
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Isfandayani
"Tesis ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap strategi investasi PT. Asuransi Takaful Keluarga dalam mengalokasikan dananya pada beberapa instrumen investasi sehingga menghasilkan return yang optimal. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa investasi merupakan salah satu faktor penting dalam pengelolaan dana oleh perusahaan asuransi jiwa. Apalagi perusahaan asuransi syariah yang dari awal sudah memprogramkan adanya produk dengan sistem tabungan dan non tabungan yang keduanya mempunyai bagi hasil untuk nasabah.
Perusahaan harus secara optimal dalam mengelola dananya untuk memperoleh return yang maksimal. Namun di sisi lain, suatu perusahaan keuangan syariah harus konsisten dalam berinvestasi agar jauh dari kegiatan investasi yang mengandung sifat maysir, gharar, dan riha. Selain itu untuk perusahaan asuransi syariah, juga ada batasan dalam porsi berinvestasi dari Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Dalam tesis ini penulis batasi hanya menganalisis lima instrumen investasi, yaitu deposito, saham, reksa dana, obligasi, dan pembiayaan murahahah. Analisis tersebut juga meliputi kekafahan dalam kesyariahan masing-masing instrumen, baik itu jenis investasi secara garis besar, maupun hasil diversifikasi ke institusi mana saja. Sedangkan observasi ini dilakukan untuk kegiatan investasi pada tahun 2003.
Untuk pengolahan data dilakukan dengan mengumpulkan data investasi lima instrumen dan dihitung bagi hasil atau return yang diperoleh. Setelah itu dibandingkan dengan maksimisasi hasil dari strategi lain dengan mengubah porsi masing-masing instrumen dan tentunya sesuai dengan hukum positif yang berlaku.
Hasilnya temyata return yang diperoleh melalui strategi dalam mengalokasikan investasi yang tidak sama kebijakan PT. Asuransi Takaful Keluarga, adalah lebih besar. Sehingga diharapkan Cara seperti ini bisa diterapkan dalam menyusun strategi investasi pada perusahaan syariah khususnya PT. Asuransi Takaful Keluarga.

Syariah Investment Strategy of PT Asuransi Takaful KeluargaThe aim of this thesis is to analyze the investment strategy of PT Asuransi Takaful Keluarga in allocating fund on several investment instruments in order to obtain an optimum return. As we all know, investment is one of the most important factors in fund management by a life insurance company. This is especially for Islamic insurance company which from the beginning has programmed a product with saving and non saving system, with outcome sharing for its customers.
A company must manage its fund optimally to obtain a maximum return. However syariah funding company to be consistent in investing to avoid investment gets containing maysir, gharar. and riba. In addition, there are also limitations of investment portions from the Indonesia ministry of Finance for syariah company.
In this thesis, the author limits her analysis on five investment instrument, are deposits, shares, mutual fund, obligations. and murabahah financing. Those analysis also include kekafahan in kesyariahan each instrument, whether it is investment types in general or diversification outcome to any institution. However the observation was carried out only to observe investment in 2003.
The processing of data was done by gathering investment data of five instrument, calculating outcome sharing or the obtained return this was followed by comparing the maximum outcome from another strategy through Lindo Program by changing the portion of each instrument and of course, according to the valid positive law.
The outcome shares that a gifater return was obtained by an investment allocation strategy different from the policy of PT Asuransi Takaful Keluarga. Due to such fact it is haped that this method could be applied in composing an investment strategy for syariah companies particularity PT Asuransi Takaful Keluarga.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2004
T13402
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pariyo
"Bank Muamalat sebagai pionir bank syariah di Indonesia terus melakukan pengembangan terhadap penawaran produk-produk perbankan syariah yang secara umum digolongkan atas tiga bagian yaitu : (1) produk penyaluran dana, yang meliputi antara lain : prinsip jual beli, sewa, bagi hasil dan akad pelengkap. (2) produk penghimpunan dana, yang meliputi : prinsip wadi'ah, mudaharabah dan akad pelengkap. (3) jasa perbankan antara lain : shad; Qardh dan lain-lain.
Struktur dana pihak ketiga masih didominasi oleh deposito berjangka mudharabah yang mencapai Rp. 97 Milyar atau 48,14% dari total dana pihak ketiga. Sementara itu, walaupun tabungan mudharabah mencatat pertumbuhan yang mengesankan sebesar 64,13 persen, kontribusinya terhadap total dana pihak ketiga hanya sebesar 29,1%.
Penelitian juga dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan satu variabel dependent (dana pihak ketiga) dan tiga variabel independent (SBI, Valuta Asing USD dan SWBI).

Economic Macro Variable Influences The Third Hand Of Collected Fund (The Occuration Case Of Indonesian Muamalat Bank Period Of Year 2000-2003)
Bank Muamalat as the pioneer of syariah bank in Indonesia keeps going to develop for offering the products of syariah banking is globally classified into three parts are such as : (I) product of fund distribution, which includes : principal of trading, rental, sharing and complementary agreement. (2) product of fund collection, which includes : principal wadi'ah, mudharabah and complementary agreement. (3) banking services are such as : sharf, Qardh and etc.
Fund structure of the third hand is still dominated by mudharabah of distance deposit is until Rp 97 billion or 48,14% from the total fund of third hand. Meanwhile, though the mudharabah saving notices of the impressive development is 64,13%, the contribution of the total fund of the third hand is only 29,1%.
The occuration was done as quantitively by using one variable dependent (fund of the third hand) and three variables independent (SBI, USD currency and SWBI).
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2004
T13295
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>