Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 282 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nur Ainun Nisa
"Laporan Praktik Kerja Profesi Apoteker ini membahas terkait efektivitas mesin dan pekerja dengan menggunakan pendekatan analisa OEE (Overall Equipment Effectiveness). Penelitian ini melibatkan tiga indikator didalam penentuannya antara lain kualitas, kinerja, dan ketersediaan. Dalam melakukan Penelitian ini penulis melakukan pengamatan langsung selama proses filling pada mesin Alumunium Tube Filling Kentex di PT Guardian Pharmatama, dilakukan pendokumentasian yang kemudian data kuantitatifnya aka diolah menggunakan perhitungan analisis OEE. Penelitian ini menghasilkan nilai OEE melebihi 100% dengan masalah utama yang terjadi 5.46% terkait produk yang bermasalah. Dari hasil penelitian ini disarankan agar perlunya ketepatan waktu engineering terkait perbaikan mesin atau alat kedepannya sehingga mengurangi kerusakan saat mesin sedang beroperasi, sebaiknya operator diberikan arahan untuk menjadikan TKL sebagai bagian tanggungjawab mereka sama halnya dengan pengisian batch file untuk melihat kesesuaian proses aktual dengan man hour yang telah ditetapkan serta keadaan mesin yang digunakan.
This Pharmacist Professional Work Practices Report discusses the effectiveness of machines and workers using the OEE (Overall Equipment Effectiveness) analysis approach. This research involves three indicators in its determination, including quality, performance, and availability. In conducting this research, the author made direct observations during the filling process on the Kentex Aluminum Tube Filling machine at PT Guardian Pharmatama, documentation was carried out and then the quantitative data was processed using OEE analysis calculations. This research resulted in an OEE value exceeding 100% with the main problems occurring 5.46% related to problematic products. From the results of this research, it is suggested that there is a need for timely engineering related to machine or tool repairs in the future to reduce damage when the machine is in operation. Operators should be given direction to make TKL part of their responsibility, as well as filling in batch files to see the suitability of the actual process with the specified man hours has been determined and the condition of the machine used."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hutabarat, Rismauli Ruth Natasari
"Pedagang Besar Farmasi (PBF) merupakan perusahaan yang melakukan pengadaan, penyimpanan, penyaluran obat dan/atau bahan obat dengan izin hukum dan undang-undang yang berlaku sehingga berperan sebagai penggerak rantai pasok sediaan farmasi hingga sampai ke tangan konsumen. Salah satu analisis pengendalian persediaan yang umum digunakan adalah analisis fast, slow, dan non-moving (FSN). Analisis ini mengklasifikasikan barang berdasarkan seberapa sering suatu barang keluar dan masuk menjadi tiga kategori, yaitu fast, slow, dan non-moving. Perlu pengendalian persediaan sediaan farmasi pada PT. SamMarie Tramedifa guna mencapai ketersediaan obat yang optimal dengan biaya minimal dan alokasi biaya yang juga optimal sebagai topik laporan praktik kerja profesi apoteker (PKPA) di PBF. Tujuan pelaksanaan laporan pada praktik kerja profesi apoteker di PT. SamMarie Tramedifa adalah untuk mengetahui perbedaan analisis terhadap persediaan sediaan farmasi menggunakan Fast-Slow-Non-moving (FSN) dengan membandingkan metode Turnover Ratio (TOR), Average Monthly Consumption (AMC), dan frekuensi konsumsi untuk dijadikan referensi pemilihan metode yang sesuai dengan kebutuhan PT. SamMarie Tramedifa. Berdasarkan analisis FSN menggunakan tiga metode, yaitu TOR, AMC, dan FK, diketahui terdapat perbedaan jumlah barang dan nilai persediaan sediaan farmasi dari ketiga hasil analisis tersebut dengan perbedaan yang sangat variatif antara kategori F, S, dan N. Pemilihan metode yang digunakan untuk analisis FSN bergantung kepada preferensi masing-masing perusahaan. Namun, metode yang paling merepresentasikan analisis FSN dengan dasar kriteria yang dapat diterima adalah metode Average Monthly Consumption

Pharmaceutical distributor (PBF) are companies that procure, store, distribute drugs and/or medicinal ingredients with legal permits and applicable laws so that they act as drivers of the supply chain for pharmaceutical preparations until they reach the hands of consumers. One of the commonly used inventory management is FSN analysis. This analysis classifies goods based on how often an item comes in and out into three categories, namely fast, slow and non-moving. It is necessary to control the inventory of pharmaceutical preparations at PT SamMarie Tramedifa in order to achieve optimal drug availability optimal cost allocation as the topic of the pharmacist professional work practice report (PKPA) at PBF. The aim of implementing the pharmacist internship report at PT SamMarie Tramedifa is to find out the differences in analysis of pharmaceutical supplies using Fast-Slow-Non-moving (FSN) by comparing the Turnover Ratio (TOR), Average Monthly Consumption (AMC) and consumption frequency methods to be used as a reference for choosing a method that suits their needs. Based on FSN analysis using three methods, namely TOR, AMC, and FK, it is known that there are differences in the number of goods and inventory values ​​of pharmaceutical preparations from the three analysis results with very varied differences between categories F, S, and N. Selection of methods used for analysis FSN depends on the preferences of each company. However, the method that best represents FSN analysis based on acceptable criteria is the Average Monthly Consumption (AMC) method.

"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hasyatillah
"Praktik kerja profesi apoteker di PT Enseval Putera Megatrading Tbk Cabang Bekasi bertujuan untuk mengetahui dan memastikan suhu penyimpanan produk rantai dingin pada container chiller selalu konsisten pada rentang suhu yang dipersyaratkan yaitu suhu 2 – 8°C dengan studi buka dan tutup pintu serta studi holding time & recovery time. Metode pelaksanaan mengenai kualifikasi kinerja container chiller yaitu dengan studi studi buka dan tutup pintu serta studi holding time & recovery time. Hasil pada studi buka dan tutup pintu yang dilakukan pada container chiller, rentang suhu yang diperoleh yaitu 3.2 – 6.9°C. Sedangkan hasil yang diperoleh pada studi holding time dan recovery time memiliki waktu holding time yang panjang dan waktu recovery time yang cepat. Oleh karena itu dapat ditarik kesimpulan bahwa container chiller memiliki kualitas yang baik dan konsisten.

The professional pharmacist practice at PT Enseval Putera Megatrading Tbk Bekasi Branch aims to ensure and verify the storage temperature consistency of cold chain products in the chiller container within the required temperature range of 2 – 8°C. This includes studying door opening and closing patterns, as well as conducting holding time and recovery time studies. The method used to qualify the performance of the chiller container involves studying door opening and closing patterns, as well as holding time and recovery time. Results from the door opening and closing study indicate a temperature range of 3.2 – 6.9°C within the chiller container. Additionally, findings from the holding time and recovery time studies show a long holding time and rapid recovery time. Based on these results, it can be concluded that the chiller container maintains good and consistent quality, ensuring the integrity of cold chain product storage.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rizky Yanwar Ashari
"

Praktik Kerja Profesi di PT. Kimia Farma Trading And Distribution Cabang Serang

Periode Bulan Oktober Tahun 2018 bertujuan untuk mengetahui peranan, tugas dan tanggung jawab apoteker di Distributor/Pedagang Besar Farmasi (PBF), memiliki wawasan, pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman praktis untuk melakukan pekerjaan kefarmasian di Distributor Farmasi, memahami penerapan GDP/CDOB di Distributor Farmasi serta memiliki gambaran nyata tentang permasalahan pekerjaan kefarmasian di Distibutor Farmasi. Kegiatan praktik kerja profesi apoteker dilaksanakan selama dua minggu dengan tugas khusus “Validasi Pengemasan dan Pengiriman terhadap Cool Box yang digunakan untuk pengiriman produk rantai dingin di PT. Kimia Farma Trading and Distribution Cabang Serang”. Tujuan dari tugas khusus yang diberikan adalah untuk mengetahui rentang suhu penyimpanan pada cool box dan memastikan pengiriman obat produk rantai dingin dapat dilakuan sesuai dengan persyaratan sehingga kualitas produk rantai dingin dapat dijaga.


Internship at at PT. Kimia Farma Trading and Distribution Cabang Serang Periode

Oktober 2018 was aimed to understand the duties and responsibilities of pharmacist. Pharmaceutical Wholesalers / Distributors (PBF), have insight, knowledge, skills and practical experience to do pharmaceutical work at Pharmaceutical Distributors, understand the application of GDP / CDOB in Pharmaceutical Distributors. Pharmacist profession work practice activities carried out for two weeks with a special assignment "Validation of Packaging and Delivery of Cool Boxes used for shipping cold chain products at PT. Kimia Farma Trading and Distribution Cabang Serang ". The purpose of the specific task given is to determine the range of storage temperatures in the cool box and ensure the delivery of cold chain products can be carried out in accordance with the requirements so that the quality of cold chain products can be maintained

"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2020
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Julia Rahmawati
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2003
S32373
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farzatul Rustiananda
"Apoteker merupakan sarjana farmasi yang lulus ujian kompetensi apoteker dan telah mengucapkan sumpah apoteker. Agar dapat emahami perannya dengan baik, calon apoteker diberikan pembekalan yang disebut Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA). PKPA bertujuan untuk meningkatkan pemahaman calon apoteker mengenai peran, fungsi, posisi dan tanggung jawab; membekali calon apoteker agar memiliki wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman; dan mempersiapkan calon apoteker dalam memasuki dunia kerja sebagai tenaga farmasi yang profesional. Kegiatan PKPA dilaksanakan di Apotek Roxy Hasyim Ashari periode September 2021 dan di PT Takeda Indonesia periode November - Desember 2021. PKPA di apotek bertujuan agar mahasiswa mendapatkan pembekalan peran Apoteker dalam melakukan pelayanan kefarmasian kepada pasien, meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai (perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pemusnahan, pengendalian, pencatatan dan pelaporan) dan pelayanan farmasi klinik (pengkajian resep, dispensing, pelayanan swamedikasi, pelayanan informasi obat, konseling). Sedangkan PKPA industri dilakukan agar calon apoteker dapat memahami peran dan tanggung jawab apoteker dalam segala aspek terkait industri, termasuk mempelajari langsung penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) di PT Takeda Indonesia. Ketika kegiatan PKPA berakhir, setiap mahasiswa akan diberikan tugas khusus yaitu tugas yang diberikan secara khusus oleh pembimbing lapangan kegiatan PKPA untuk masing-masing mahasiswa. Tugas khusus ini bertujuan untuk mengetahui, mengamati dan menganalisis terkait permasalahan yang ditemukan selama melaksanakan PKPA. Adapun tugas khusus pada kegiatan PKPA Apotek berjudul Penggunaan Obat - obat Antidotum, sedangkan tugas khusus PKPA industri berjudul Pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) Penggunaan Alat High Liquid Performance Chromatography (HPLC) Departemen Quality Control PT Takeda Indonesia. Tugas khusus tersebut kemudian dituangkan sebagai Laporan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA).

The pharmacists are a bachelor of pharmacy who passed the pharmacist competency exam and have pronounced the pharmacist’s oath. In order to understand their role well, prospective pharmacists are given a briefing called the Pharmacist Professional Work Practices (PKPA). PKPA aims to improve the understanding of prospective pharmacists about the role, function, position and responsibility; equip prospective pharmacists to have insight, knowledge, skill, and experience; and prepare prospective pharmacists to enter the world of work as professional pharmacists. PKPA was carried out at the Roxy Hasyim Ashari Pharmacy in September 2021 and was also held at PT Takeda Indonesia in November - December 2021. PKPA in pharmacy aims to provide students with the role of pharmacists in providing pharmaceutical services to patients, including the management of pharmaceutical preparations, medical devices, and medical consumables (planning, procurement, acceptance, storage, destruction, control, recording and reporting) and clinical pharmacy services (prescription assessment, dispensing, self-medication services, drug information services, counseling). Industrial PKPA was done so that prospective pharmacists can understand the role and responsibility of pharmacists in all aspects related to the industry, including learning directly the application of Good Drug Manufacturing Methods (CPOB) at PT Takeda Indonesia. When the PKPA ended, each student will be given a special task, namely the task given specifically by the field supervisor of PKPA activities for each student. This special task aims to determine, observe and analyze the problems found during the implementation of PKPA. The special task in pharmacy PKPA is the use of Antidotum Drugs, while the special task of industrial PKPA is Standard Operating Procedure (SOP) Creation for High Liquid Performance Chromatography (HPLC) of Quality Control Department at PT Takeda Indonesia. The special task was done as a Pharmacist Professional Work Practice (PKPA) report."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Miftahul Huda
"Kurkumin merupakan bahan aktif yang diperoleh dari kunyit dan telah dilaporkan memiliki banyak aktivitas biologis, tetapi penggunaannya secara klinis terbatas karena kelarutan dalam air yang rendah dan disolusi yang lambat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat nanopartikel lipid padat (SLN) yang mengandung kurkumin dan mengetahui pengaruhnya terhadap peningkatan laju disolusi kurkumin. Pembuatan SLN menggunakan teknik homogenisasi kecepatan tinggi dan ultrasonikasi. Digunakan surfaktan natrium kaseinat dan lipid virgin coconut oil. Hasil dispersi SLN dikeringkan dengan metode semprot kering. Serbuk SLN dikarakterisasi dan dibandingkan dengan kurkumin standar. Dari hasil uji DSC terlihat penurunan titik lebur yang bermakna. Hasil uji XRD menunjukkan pola difraksi kurkumin yang terjerap dalam inti lipid dari SLN dan mengindikasikan bentuk amorf. Uji disolusi menunjukkan peningkatan laju disolusi kurkumin yang bermakna pada nanopartikel lipid padat.

Curcumin is the active ingredient obtained from the turmeric and its has been reported to have many biological activities, but its clinical use is limited because of its poor solubility in water and slow dissolution. The aim of this research is to prepare solid lipid nanoparticle (SLN) of curcumin and to know its effect on enhancement of dissolution rate of curcumin. SLN was prepared by high speed homogenization and ultrasonic technique. Casseinate sodium used as surfactant and virgin coconut oil as lipid. Dispersion of SLN was then spray dried. SLN powder was characterized and compared with standard curcumin. The result of DSC test showed significantly decrease of melting point. The result of XRD showed diffraction pattern of curcumin that entrapped in the lipid core of SLN and indicated amorphous form. Dissolution test showed significantly enhancement of dissolution rate of curcumin in solid lipid nanoparticle."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S1967
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Kartika Runi Kemala
"Kandungan xanton pada kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki berbagai aktivitas biologis, salah satunya sebagai antioksidan dan penghambat tirosinase. Kemampuannya dalam menghambat melanogenesis dapat menjadikannya zat aktif dalam produk kosmetik. Pada penelitian ini dilakukan uji penghambatan aktivitas tirosinase pada hasil fraksinasi diklorometana secara in vitro. Hasil fraksinasi diformulasikan menjadi sediaan emulgel dan diuji kestabilan fisiknya pada penyimpanan di suhu 4±2o, 27±2o dan 40±2o C. Emulgel yang diformulasikan menunjukkan fisik yang tetap stabil setelah disimpan selama 8 minggu pada ketiga suhu, dan setelah dilakukan uji mekanik dan cycling test. Nilai IC50 yang diperoleh dari hasil fraksinasi diklorometana adalah sebesar 13,204 ppm. Hasil pengukuran penghambatan aktivitas tirosinase pada emulgel dengan fraksi diklorometana 0,05; 0,1 dan 0,15 berturut-turut sebesar 16,6; 18,8 dan 20,7%. Persentase inhibisi pada emulgel mengalami penurunan setelah disimpan selama 8 minggu pada suhu kamar, yaitu berturut-turut menjadi 12,43; 16,92 dan 18,88%.

Xanthones in mangosteen pericarp (Garcinia mangostana L.) have several biological activities, including antioxidant and tyrosinase inhibitor. The ability to inhibit melanogenesis can make xanthones as the active compound in cosmetic products. In this study, tyrosinase activity inhibition of dichloromethane fraction from mangosteen pericarp was determined by in vitro method. The dichloromethane fraction was also formulated into an emulgel dosage form and physically tested in cold (4±2o C), room (27±2o C) and high (40±2o C) temperatures to discover its stability. All formulas represented good and stable physical appearance after 8 weeks of storage in cold, room and high temperatures, and also after the mechanic and cycling tests. The IC50 value of dichloromethane fraction was 13,204 ppm. The tyrosinase activity inhibitions of emulgels containing 0,05; 0,1 and 0,15% of dichloromethane fraction were 16,6; 18,8 and 20,7% respectively. Mean while after 8 weeks of storage in room temperature, the inhibitions were decreased to 12,43; 16,92 and 18,8% respectively."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
S46750
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gebriela Tasya
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Departemen Business Development PT. Novell Pharmaceutical Laboratories. Kegiatan PKPA ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami peran dan tanggung jawab apoteker di industri farmasi khususnya di Departemen Business Development PT. Novell Pharmaceutical Laboratories. Tugas khusus yang diberikan berjudul Penyusunan Dokumen Registrasi Klinik Zolmitriptan dalam Rangka Pemenuhan Registrasi Obat sesuai dengan Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan. Tugas khusus ini bertujuan untuk mengetahui prosedur penyusunan dokumen uji klinik sesuai dengan Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Pharmacists Professional Practice in the Department of Business Development PT. Novell Pharmaceutical Laboratories. This practice aims to identify and understand the roles and responsibilities of pharmacists in the pharmaceutical industry, especially in the Department of Business Development PT. Novell Pharmaceutical Laboratories. Given a special assignment called Zolmitriptan Clinic Registration Document Preparation Order Fulfillment Drug Registration in accordance with the Criteria and Procedure Drug Registration Agency for Food and Drug Administration. Specific tasks aimed to find clinical trials document preparation procedures in accordance with the Criteria and Procedure Drug Registration Agency for Food and Drug Administration.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>