Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 46 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Salsabila Libna Safitri
"Tujuan dari iklan adalah untuk menarik perhatian dan mempengaruhi konsumen, untuk dapat mencapai tujuan tersebut dalam ikan digunakan tindak tutur ilokusi. Dengan menggunakan teori tindak tutur ilokusi menurut Searle, 1979 (dalam Levinson 1983) penelitian ini menganalisis penggunaan fungsi tindak tutur ilokusi dalam iklan produk kecantikan Weleda. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dengan teknik menyimak dan mencatat. Dari enam iklan produk terdapat sembilan kalimat memiliki tindak tutur ilokusi representatif dan tiga kalimat yang memiliki tindak tutur ilokusi direktif. Tindak tutur ilokusi dalam data iklan berfungsi membangun konsep tubuh ideal yang sejalan dengan teori 'aturan' kecantikan konsumen Benwell dan Stokoe (2006) yang menyatakan bahwa kulit harus halus, kenyal, dan kencang; konsistensi penampilan itu bagus; transformasi atau perubahan itu baik; penuaan itu buruk dan harus diusahakan untuk dihilangkan atau disamarkan; dan tampil cantik natural itu diidamkan.

The purpose of advertising is to attract attention and influence consumers. In order to achieve that, Illocutionary speech acts are used. By using illocutionary speech act theory according to Searle, 1979 (in Levinson 1983) this research analyzes the use of illocutionary speech act functions in Weleda beauty product advertisements. This research data was analyzed using descriptive methods with listening and note-taking techniques. From the six product advertisements, nine sentences have representative illocutionary speech acts and three sentences have directive illocutionary speech acts. Illocutionary speech acts in advertising data function to build the ideal body concept which is in line with Benwell and Stokoe's (2006) theory of consumer beauty 'rules' which states that skin should be smooth, supple and firm; consistency of appearance is good; transformation or change is good; aging is bad and should be attempted to be eliminated or disguised; and looking naturally beautiful is desirable."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Gaffa Zahry Allya
"Penelitian ini berfokus pada analisis kompleksitas serta tingkat keterbacaan dari salah satu Kindermärchen (dongeng anak) dari Grimm bersaudara yang berjudul Schneewittchen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kerumitan kalimat serta nilai keterbacaan dari dongeng Schneewittchen. Penelitian ini dilakukan dengan 3 metode penelitian, yaitu metode kualititatif, metode deskriptif, dan metode kuantitatif untuk penghitungan tingkat keterbacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dongeng Schneewittchen memiliki kompleksitas kalimat yang sangat tinggi dengan didominasi oleh hampir 95% kalimat kompleks. Namun, yang membuatnya menarik adalah hasil penghitungan tingkat keterbacaan dongeng tersebut menunjukkan bahwa dongeng Schneewittchen berada di kategori „agak mudah“ yang hampir mendekati „mudah“ dengan skor keterbacaan 70,98, sehingga dapat dikatakan bahwa dongeng tersebut lebih dapat diterima dengan baik oleh remaja, khususnya untuk anak yang memiliki kemampuan bahasa Jerman dengan rentang usia usia 12-13 tahun.

The focus of this research is the analysis of sentence complexity and reading ease of one of the Kindermärchen children’s tales) of The Brothers Grimm named Schneewittchen. The purpose of this research is to identify how high is the level of the sentence complexity and readability level of the tale. Thisresearchh was conducted using three research methods, namely qualitative method, descriptive method, and quantitative method for the calculation of readability level. The results show that Schneewittchen has a very high level of sentence complexity dominated by almost 95% complex sentences. However, what makes it interesting is the result of the reading ease calculation shows that the tale falls into the „fairly easy“ category which is close to the „easy“ category with a reading ease score of 70,98, so it can be said that the story can be read and received quite well by children, especially for 12-13 years old children who have German language skills."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Aike Rahayu Wirahadi
"Studi Kasus Alih Kode dan Campur Kode dalam Sebuah Keluarga Bilingual Indonesia-Jerman: Suatu Analisis dari Segi Kosa Kata. (Di bawah bimbingan Dr. Setiawati Darmojuwono, M.A.). Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Penelitian mengenai alih kode dan campur kode telah dilakukan dalam sebuah keluarga bilingual Indonesia-Jerman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian empiris yang berbentuk studi kasus. Data yang digunakan pada penelitian ini diambil dari sebuah keluarga bilingual Indonesia-Jerman yang terdiri dari bapak, ibu dan kedua anaknya. Sebagai landasan teori yang terutama diterapkan adalah teori dari Janet Holmes dan Joshua Fishman. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kosa kata bahasa Indonesia/Jerman dari ranah mana yang muncul dalam alih kode/campur kode, jika dikaitkan dengan teori unsur-unsur penyebab terjadinya alih kode/campur kode tersebut. Pola alih kode mana yang muncul jika dikaitkan dengan repertorium bahasa dan latar belakang pemerolehan bahasanya.
Hasilnya menunjukkan bahwa kosa kata yang muncul dalam alih kode/campur kode berkaitan erat dengan budaya. Selain karena faktor budaya, kosa kata yang muncul dalam campur kode juga banyak yang berupa adjektif dan partikel. Unsur-unsur penyebab terjadinya alih kode/campur kode dalam penelitian ini sesuai dengan yang ada pada teori, yaitu situasi, tempat, mitra bicara, peran sosial, fungsi/tujuan, topik dan repertorium bahasa penutur. Selain unsur-unsur penyebab terjadinya alih kode/campur kode diatas, alih kode/campur kode itu juga dapat terjadi karena seorang penutur sudah terbiasa atau cenderung memfavoritkan suatu kosa kata dalam bahasa Indonesia atau bahasa Jerman."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1998
S14581
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pinka Almira Kusuma
"ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis hasil terjemahan nama diri khususnya nama tokoh dan
nama geografis yang diterapkan dalam novel terjemahan Winnetou I: Kepala Suku
Apache. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan hasil penerjemahan
dilihat dari aspek morfosemantis. Data dianalisis berdasarkan teori jenis
penerjemahan Larson, teori metode penerjemahan nama diri Krüger dan
Newmark, teori proses morfologis Djoko Kentjono dan Fleischer/Barz, serta jenis
makna Blanke. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif komparatif.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode penerjemahan
yang paling banyak diterapkan adalah mempertahankan bentuk asli. Selain itu,
jenis makna yang terdapat dalam terjemahan adalah makna referensial, asosiatif,
afektif, dan situatif.

ABSTRACT
This study discusses the translation of proper names, more precisely the names of
persons and geographical names in the novel Winnetou I: Kepala Suku Apache.
The aim of this study is to explain the results of the translation from
morphosemantics’ perspectives. The analysis uses the theory of translation type of
Larson, the proper names’ translation methods by Krüger and Newmark, the word
formations by Djoko Kentjono and Fleischer/Barz, and the meaning types by
Blanke. This is a qualitative-comparative research. The result shows that the
retention is the most used method. Referential, assosiative, affective, and situative
meaning are the meanings that mostly appear in the text."
2014
S54372
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eka Puteri Widiyaningsih
"Kata dan gambar memiliki peran penting bagi suatu iklan. Beberapa komponen iklan, seperti tajuk iklan dan elemen gambar, menjadi alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan dapat memunculkan citra terhadap merek. Dalam skripsi ini, penulis meneliti lima iklan mobil Ford yang menjadi bagian umbrella branding merek Ford bertajuk 'Typisch Deutschland. Typisch Ford.' dengan memfokuskan penelitian pada penggunaan makna referensial, asosiatif, afektif, dan stilistis pada tajuk iklan dan hubungan tajuk iklan dan elemen gambar pada iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna tajuk iklan berelasi dengan elemen gambar memunculkan citra terhadap merek Ford.

Words and pictures have an important role for advertisements. Some of advertisement's component, such as headline and picture elements, are used for delivering messages and can emerge images of a brand. This undergraduate thesis focuses on semantic analysis, which is the use of referential, associative, affective, aesthetic meaning and relations between headline and picture elements on five car advertisements of Ford that are part of Ford umbrella branding 'Typisch Deutschland. Typisch Ford.'. The result of this research shows that meanings as depicted on headline relate with element of picture to bring images of Ford brand.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
S61089
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adelina Nur Rahmasari
"Penelitian ini membahas poster partai SPD, Die Gr nen, dan Die Linke dalam kampanye pemilihan Bundestag 2013 yang dianalisis dari segi sintaksis, semantis, dan semiotis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan tanda verbal maupun nonverbal yang terdapat pada poster. Tanda verbal berupa slogan pada poster dianalisis menggunakan teori struktur kalimat dan teori jenis makna. Tanda nonverbal pada poster dianalisis menggunakan teori semiotik.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis. Bentuk kalimat slogan kampanye yang ditemukan pada poster memiliki struktur kalimat tidak lengkap. Jenis makna yang dapat ditemukan pada poster adalah makna afektif, asosiatif, referensial, dan makna situatif. Sementara itu, tanda nonverbal yang ditemukan pada poster adalah gambar, gestik, ekspresi fasial, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanda nonverbal dapat mendukung penyampaian pesan verbal berupa slogan.

This research examines analysis of SPD, Die Gr nen, and Die Linke posters in Bundestag election campaign 2013. Posters are observed from the perspectives of syntax, semantics, and semiotic studies. This research aims to ascertain the use of verbal as well as nonverbal signs within posters. Verbal sign which is in the form of slogan were analyzed by using the theory of sentence structure and meaning type. Nonverbal sign were analyzed by using the theory of semiotic.
This research used descriptive analysis method. The slogan sentences seen on the posters are incomplete sentence. The meaning type that can be found are affective, associative, referential, and situative. Nonverbal sign consist of picture, gesture, facial expression, and colour. This research shows that the use of noverbal sign can support the delivery of verbal message in the form of slogan.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
S68342
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nabilla Mei Larasati
"Skripsi ini membahas metafora dalam iklan daring pariwisata Pulau Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis metafora yang terdapat dalam teks iklan berdasarkan pemahaman metafora menurut Lakoff dan Johnson dan proses pembentukan metafora menurut Gerhard Kurz. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berbentuk studi pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis metafora yang paling sering digunakan berdasarkan pemahaman metafora menurut Lakoff dan Johnson adalah metafora ontologis. Sementara itu, jenis metafora yang paling banyak digunakan berdasarkan proses pembentukannya adalah metafora leksikal. Ranah sumber yang paling banyak digunakan adalah ranah agama atau kepercayaan.

This thesis analyses metaphors that are commonly used in the online tourism advertisements of Lombok Island. The aim of this research is to find out the varieties and source domain of metaphors used in the advertisements, based on the understanding of metaphor by Lakoff Johnson, as well as Gerhard Kurz rsquo s theory on the formation of metaphor. This is a qualitative research that is based on literature review, and the method used in this research is descriptive analysis. The result of the analysis shows that the most frequently used metaphor according to Lakoff Johnson rsquo s theory is ontological metaphor. On the other hand, lexical metaphor becomes the most common in reference to Kurz rsquo s theory. Furthermore, the source domain of metaphor that is mostly used is from religious domain.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
S67871
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Calista Dinanty Putri
"Penelitian ini membahas pelanggaran prinsip kerja sama dan kaitannya dengan praanggapan dalam novel remaja Blueprint mdash;Blaupause karya Charlotte Kerner. Tujuan penelitian ini untuk menunjukkan pelanggaran maksim kerja sama dan kaitannya dengan jenis-jenis praanggapan yang terdapat pada percakapan-percakapan antartokoh dalam novel Blueprint mdash;Blaupause menurut teori Grice dan Yule. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik studi kepustakaan dan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran maksim kuantitas paling banyak ditemukan pada data. Ada 4 dari 11 data yang melanggar maksim kuantitas. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian, percakapan yang menunjukkan praanggapan faktual cenderung melanggar maksim kuantitas.

This research discusses the violation of the cooperative principles and its relation to presupposition in Charlotte Kerner rsquo s teen novel, Blueprint mdash Blaupause. The aim of this research is to show types of maxim violation and its relation to types of presuppositions which found in conversations between the characters in Blueprint mdash Blaupause according to the concepts of Grice and Yule. This research is qualitative and library research. The result of the research shows that the violation of maxim of quantity was mostly found in the data. There are 4 out of 11 data that violate maxim of quantity. In addition, based on research result, conversations that have factual presupposition tend to violate the maxim of quantity. "
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fergie Virginia
"Tugas akhir ini membahas perbandingan analisis surat kabar Süddeutsche Zeitung sebagai contoh dari broadsheet (Jerman: Qualitätszeitung) dan Bild-Zeitung sebagai contoh dari tabloid (Jerman: Boulevardzeitung). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua metode penelitian, yaitu metode penelitian kuantitatif dalam melakukan penghitungan tingkat keterbacaan dan metode penelitian kualitatif untuk menganalisis hasil penghitungan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor tingkat keterbacaan Süddeutsche Zeitung lebih rendah jika dibandingkan dengan Bild-Zeitung, baik untuk teks berita bertopik lokal maupun politik dalam negeri. Hal tersebut menunjukkan bahwa teks-teks berita Süddeutsche Zeitung lebih sulit terbaca dan teks-teks berita Bild-Zeitung lebih mudah terbaca. Namun, untuk teks berita bertopik politik luar negeri, teks berita Bild-Zeitung jauh lebih sulit terbaca dibandingkan dengan teks berita Süddeutsche Zeitung.

The focus of this study is the comparison of reading ease of Süddeutsche Zeitung as an example of a broadsheet (German: Qualitätszeitung) and Bild-Zeitung as an example of a tabloid (German: Boulevardzeitung). This research was conducted using two research methods at the same time, namely quantitative research method used for calculating the reading ease and qualitative research method to analyze the results of these calculations. The results show that the reading ease scores of Süddeutsche Zeitung are lower than Bild-Zeitung`s, both for local and domestic policy related news. It indicades that the Süddeutsche Zeitung`s texts are more difficult to read and Bild-Zeitung`s texts are more easier to read. However, for news related to foreign policy, Bild-Zeitung`s text is far more difficult to read compared to Süddeutsche Zeitung`s."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Puspa Setyoadji
"Penelitian ini membahas tentang analisis keakuratan terjemahan laman bahasa Jerman dan bahasa Indonesia yang juga terdapat bahasa ketiga, yaitu bahasa Inggris. Analisis terjemahan ini mencakup analisis terjemahan tombol-tombol pada menu laman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik analisis deskriptif dengan mengenali sifat bahasa ketiga menggunakan korpus data berupa laman Die Deutschen Auslandshandelskammern (AHK) Indonesien kemudian menghitung keakuratan terjemahannya pada laman web berbahasa Indonesia. Tujuan penelitian adalah membuktikan bagaimana keakuratan penerjemahan dengan keberadaaan bahasa ketiga. Hasil penelitian membuktikan dari 26 tombol terdapat 8 tombol yang diterjemahkan tidak akurat, 5 diantaranya disebabkan oleh bahasa ketiga (bahasa Inggris). Keberadaan bahasa ketiga yang dipertahankan dalam penerjemahannya mempunyai risiko yaitu tidak tersampaikannya pesan dengan baik kepada pembaca.

This study discusses the analysis of the accuracy of page translations in German and Indonesian, which also have English as a third language. This translation analysis includes analysis of page buttons on the web page menu. This study uses qualitative methods and descriptive analysis techniques by recognizing the nature of the third language using a corpus of data in the form of the Indonesien Die Deutschen Auslandshandelskammern (AHK) page and calculating the accuracy of the translation on the Indonesian language web page. The aim of this research is to prove the accuracy of translation with the existence of a third language. The results of the study prove that out of 26 buttons there are 8 buttons that are translated inaccurately, 5 of the buttons are caused by a third language (English). The presence of a third language in translation has the risk of delivering the message inaccurately to the readers."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>