Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Fransiska Novita Sari
Abstrak :
Anak usia sekolah merupakan salah satu kelompok usia yang sangat berisiko mengalami masalah kesehatan terkait perilaku hidup sehat. Latihan fisik merupakan salah satu indikator perilaku hidup sehat untuk anak usia sekolah. Berdasarkan data yang diperoleh, anak usia sekolah merupakan salah satu kelompok usia tertinggi yang termasuk kategori kurang dalam latihan fisik. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kelebihan berat badan atau obesitas dan tekanan darah tinggi. Praktik SETIA (Senam Setiap Hari) merupakan salah satu upaya promotif untuk mengurangi risiko penyakit tidak menular pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SETIA terhadap IMT dan tekanan darah anak usia sekolah. Desain penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen jenis pretest dan posttest with control group. Jumlah responden di kelompok intervensi yaitu 33 partisipan dan 31 responden di kelompok kontrol yang diseleksi dengan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan pooled t-test. Intervensi diberikan selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh SETIA terhadap IMT (p value = 0,034) dan tekanan tekanan darah (p value =0,004) pada anak usia sekolah usia 10-12 tahun. Penelitian ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu bentuk upaya promotif untuk meningkatkan latihan fisik pada anak usia sekolah dan pencegahan penyakit tidak menular.
......School-age children are one of the age groups who are very at risk of experiencing health problems related to healthy living behavior. Physical exercise is one indicator of healthy living behavior for school-aged children. Based on the data obtained, school-age children are one of the highest age groups in the category of lack of physical exercise. This condition can cause various health problems such as being overweight or obese and high blood pressure. SETIA (Daily Gymnastics) Practice is one of the promotive efforts to reduce the risk of non-communicable diseases in children. This study aims to determine the effect of SETIA on BMI and blood pressure in school-age children. The design of this study uses a quasi-experimental type of pretest and posttest with control group. The number of respondents in the intervention group was 33 participants and 31 respondents in the control group were selected by simple random sampling. Data analysis used paired t-test and pooled t-test. Interventions were given for 4 weeks. The results showed the influence of SETIA on BMI (p value = 0.034) and blood pressure and pressure (p value = 0.004) in school-aged children aged 10-12 years. This research can be recommended as a form of promotive effort to improve physical exercise in school-age children and prevention of non-communicable diseases.
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Lola Illona Elfani Kausar
Abstrak :
Tuberkulosis (TB) paru saat ini merupakan penyakit dengan prevalensi tinggi, baik di Indonesia maupun di dunia, meskipun program pengendalian TB paru telah berjalan. Angka morbiditas, mortalitas dan prevalensi TB terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berbagai faktor terutama status kesehatan fisik klien, menyebabkan terjadinya perilaku keterlambatan dalam pengobatan dan penghentian pengobatan yang berakibat meningkatkan risiko penularan. Self efficacy klien dalam berperilaku sehat untuk mempertahankan status kesehatan fisik dan menuntaskan pengobatan menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terstruktur terhadap self efficacy dan status kesehatan fisik klien TB paru. Disain penelitian menggunakan kuasi eksperimen jenis pretest and posttest with control group, dengan masing-masing 38 responden pada kelompok intervensi dan kontrol yang diseleksi dengan cluster random sampling dan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan pooled t-test. Intervensi diberikan sebanyak 4 sesi dalam 4 minggu selama 60-120 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh edukasi kesehatan terstruktur terhadap self efficacy dan status kesehatan fisik klien TB paru (p=0,0001). Penelitian ini merekomendasikan pemberian intervensi keperawatan dalam bentuk edukasi kesehatan terstruktur pada klien TB paru yang menjalani pengobatan terintegrasi dengan program DOTS di puskesmas.
......The pulmonary TB patient experiences physical, psychological, social, and spiritual changes that affect self-efficacy. Patients of pulmonary TB with low self-efficacy are more likely to stop treatment and consequently be agents of transmission. This study aims to identify the effects of structured-health education on the self-efficacy of pulmonary TB patients. A pre-post quasi-experimental design with a control group was used in this study at two primary health care service in Murung Raya Regency. The totals of respondents were 76 people divided into two groups and recruited using purposive sampling. Structured-health education is given for four sessions in four weeks for 60-120 minutes each session. Data collected using a self-efficacy questionnaire and analyzed using paired t-test and pooled t-test. The results showed that self-efficacy in the intervention group increased significantly (MD = 16.42; p = 0.0001) compared to the control group, and there was a significant effect of structured-health education on improving self-efficacy (MD = 15.89; p = 0,0001). Structured-health education interventions can be applied as an innovative alternative nursing intervention in improving the self-efficacy of pulmonary TB patients. Structured-health education is expected to be given to TB patients at the early of their treatment so that patients have good self-efficacy and undergo complete TB treatment.
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library