"
ABSTRAKMenggunakan lensa identitas sosial, karya ilmiah ini mencoba untuk menelaah pelepasan
individu secara teoretis dari kelompok violent extremist organization. Ketidaksesuaian
identitas menjadi sorotan utama bagi penyebab utama pelepasan individu secara sukarela.
Ditemukan pula bahwa komitmen kepada ideologi dan ikatan yang kuat terhadap
kelompok mampu mempengaruhi kerentanan seseorang terhadap berbagai faktor yang
mampu mendorong ia keluar dari kelompok. Selanjutnya, karya ilmiah mendiskusikan
bahwa untuk mengindikasikan sebuah pelepasan yang sukses, harus terdapat pelepasan
yang lengkap. Reintegrasi kembali ke masyarakat dan mengadopsi identitas sipil menjadi
hal yang penting untuk mengurangi resiko kembalinya individu ke organisasi tersebut.
ABSTRACTUsing the lens of social identity, this paper aims to explore individual disengagement
from violent extremist organization theoretically. While discrepancies are found to be the
main cause of individual and voluntary disengagement, it is also found that commitment
to ideology and strong attachment to the group may influence an individuals
susceptibility to discrepancies. Lastly, this paper discusses to indicate a successful
disengagement, a complete disengagement must occur. Reintegration back into the
society by adopting a civil identity becomes vital to reduce the risk of re-engaging."