Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bambang Agustian
"

Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah kondisi serius dengan morbiditas dan mortalitas tinggi, ditandai oleh kerusakan ginjal selama lebih dari tiga bulan. Hemodialisis adalah tatalaksana umum untuk PGK lanjut, yang dijalani oleh 19,33% pasien di Indonesia. Risiko Penyakit Kardiovaskular (PKV) pada PGK stadium 4-5 mencapai 50%, dengan 40% kematian terkait PKV. Padahal sebanyak 12,5% pasien CKD ditemukan pada pasien yang sudah memiliki penyakit kardiovaskular. Maka biomarker seperti Pentraxin-3 (PTX3) penting untuk diagnosis dan prognosis, terutama karena telah ditemukan lebih efektif daripada C-Reactive Protein (CRP) dan biomarker inflamasi lain. PTX3 juga bersifat kardioprotektif dan dapat memprediksi kejadian Major Adverse Cardiovascular Events (MACE) tetapi belum pernah ada penelitian yang memprediksi MACE pada pasien PGK. Penelitian ini termasuk dalam penelitian CARE-CKD di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan menganalisis kemampuan PTX3 dalam memprediksi MACE pada pasien PGK.

Tujuan: Mengetahui kadar, nilai potong, dan kemampuan PTX3 dalam memprediksi MACE pada pasien PGK yang menjalani HD di RSCM, dengan kalibrasi dan diskriminasi baik setelah dikontrol faktor jenis kelamin, usia, IMT dan infeksi.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif. Data sekunder dari pasien PGK yang menjalani hemodialisis dianalisis untuk melihat hubungan kadar PTX3 dengan kejadian MACE selama satu tahun. Analisis statistik menggunakan SPSS versi 26.

Hasil:

Pada 74 pasien PGK yang menjalani HD di RSCM, kadar PTX–3 median adalah 0,9 ng/mL. Dari mereka, 11 pasien mengalami MACE dengan PTX–3 median 1,324 ng/mL. Analisis ROC menunjukkan AUC 0,630. PTX–3 dapat memprediksi MACE, dengan cut-off 1,317 ng/mL.

Simpulan: Pentraxin 3 dapat menjadi prediktor MACE pada pasien PGK yang menjalani HD yang baik setelah dikontrol oleh variable perancu.


Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a serious condition with high morbidity and mortality, characterized by kidney damage for over three months. Hemodialysis is a common treatment for advanced CKD, undertaken by 19.33% of patients in Indonesia. The risk of Cardiovascular Disease (CVD) in CKD stages 4-5 reaches 50%, with 40% of deaths related to CVD. Therefore, biomarkers like Pentraxin-3 (PTX3) are crucial for diagnosis and prognosis, as PTX3 has been found to be more effective than C-Reactive Protein (CRP) and other inflammatory biomarkers. PTX3 also has cardioprotective properties and can predict Major Adverse Cardiovascular Events (MACE), though no studies have yet predicted MACE in CKD patients. This research is part of the CARE-CKD study at Cipto Mangunkusumo Hospital and will analyze PTX3's ability to predict MACE in CKD patients.

Objective: To determine the levels, cut-off value, and predictive ability of PTX3 for Major Adverse Cardiovascular Events (MACE) in Chronic Kidney Disease (CKD) patients undergoing hemodialysis at Cipto Mangunkusumo Hospital, with good calibration and discrimination after controlling for gender, age, BMI, and infection factors.

Methods: This study utilized a retrospective cohort design. Secondary data from CKD patients undergoing hemodialysis were analyzed to examine the relationship between PTX3 levels and MACE occurrences over one year. Statistical analysis was conducted using SPSS version 26.

Results: In 74 CKD patients undergoing HD at Cipto Mangunkusumo Hospital, the median PTX-3 level was 0.9 ng/mL. Among them, 11 patients experienced MACE with a median PTX-3 level of 1.324 ng/mL. ROC analysis indicated an AUC of 0.630. PTX-3 can predict MACE, with a cut-off of 1.317 ng/mL.

Conclusions: Pentraxin 3 could be a predictor of MACE in CKD patients undergoing HD after calibration of confounding factors."

Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bratasena
"Indeks aterogenik Low Density Liporptein-Cholesterol/ High Density Lipoprotein-Cholesterol (LDL-C/HDL-C) dan indeks inflamasi Nilai Rasio Neutrofil/ imfosit (NLR) yang menggambarkan beban kolesterol dan beban inflamasi, merupakan pemain kunci pembentukan plak aterosklerosis. Pemahaman korelasi kedua indeks ini diharapkan dapat membantu tatakelola penyakit jantung koroner (PJK). Studi ini bertujuan mengetahui korelasi antara LDL-C/HDL-C dan NLR dengan beratnya stenosis, dan korelasi keduanya pada pasien PJK Infark Miokard Akut dengan Elevasi Segmen ST (IMA-EST) yang memiliki angka kematian yang tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan desain potong lintang. Didapatkan 99 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dari data pasien IKP primer di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo dari tahun 2018-2023. Analisa korelasi menggunakan uji Spearman didapatkan tidak ada korelasi yang bermakna antara rasio LDL-C/HDL-C dan NLR dengan skor Gensini (r = -0.051, p = 0.617; r= -0.126, p = 0.241). Namun dijumpai korelasi negatif bermakna antara rasio LDL-C/HDL-C dengan NLR (r = -0.262, p = 0.009). Korelasi negatif kedua indeks ini tetap dijumpai pada tiap tertil meskipun yang bermakna secara statistik dijumpai pada tertil I yang memiliki indeks inflamasi yang paling tinggi (Tertil I: r = -0.445, p = 0.009, Tertil II: r = -0.035, p = 0.851, Tertil III: r = -0.290, p = 0.097).

The LDL-C/HDL-C atherogenic index and the Neutrophil to Lymphocyte Ratio (NLR) inflammation index, which represent cholesterol burden and inflammation burden respectively, are key players in the formation of atherosclerotic plaques. Understanding the correlation between these two indices is expected to aid in the management of patients with coronary heart disease (CHD). This study aims to determine the correlation between LDL-C/HDL-C and NLR with the severity of stenosis, and the correlation between these two indices in patients with Acute ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) who have a high mortality rate. The research was conducted using a cross-sectional design. 99 patients who met the inclusion and exclusion criteria were obtained from the primary IKP patients data at Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital from 2018-2023. Spearman correlation analysis showed no significant correlation between the LDL-C/HDL-C ratio and NLR with the Gensini score (r = -0.051, p = 0.617; r= -0.126, p = 0.241). However, a significant negative correlation was found between the LDL-C/HDL-C ratio and NLR (r = -0.262, p = 0.009). This negative correlation between the two indices was consistently observed in each tertile, although statistically significant in tertile I, which had the highest inflammation index (Tertile I: r = -0.445, p = 0.009, Tertile II: r = -0.035, p = 0.851, Tertile III: r = -0.290, p = 0.097)."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library