Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ade Hamzah
"Penelitian ini menganalisis tingkat pemahaman Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) penataan arsip inaktif yang baru diimplementasikan di PT Sigma Cipta Utama (SCU), menyusul pembaruan SOP dan transformasi kode klasifikasi. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, penelitian menemukan bahwa pemahaman SDM, khususnya admin non-kearsipan, masih rendah dan belum merata. Kesulitan utama meliputi ketidakfamiliran dengan SOP dan kode klasifikasi baru, yang menghambat operasional. Faktor penyebabnya antara lain kurangnya latar belakang kearsipan, pelatihan belum optimal, “SOP fatigue”, kesenjangan persepsi kejelasan SOP, komitmen rendah, dan fasilitas belum optimal. Rendahnya pemahaman ini berimplikasi pada implementasi SOP yang belum optimal, berisiko pada pengelolaan arsip dan status akreditasi. Rekomendasi mencakup intensifikasi sosialisasi, perbaikan pelatihan, penguatan komitmen pimpinan, dan perbaikan fasilitas.

This study analyzes the level of understanding of Human Resources (HR) of the newly implemented Standard Operating Procedures (SOP) for structuring inactive archives at PT Sigma Cipta Utama (SCU), following the SOP update and classification code transformation. Using a qualitative case study approach through interviews, observations and document analysis, the research found that the understanding of HR, especially non-archiving admins, is still low and uneven. Major difficulties include unfamiliarity with the new SOPs and classification codes, which hampers operations. Contributing factors include a lack of archival background, suboptimal training, “SOP fatigue”, gaps in perceptions of SOP clarity, low commitment, and suboptimal facilities. This lack of understanding has implications for the suboptimal implementation of SOPs, putting archive management and accreditation status at risk. Recommendations include intensifying socialization, improving training, strengthening leadership commitment, and improving facilities."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Latifanisa Nurul Ramadhani
"Penelitian ini membahas implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pemindahan arsip inaktif sebagai salah satu cara optimalisasi pengelolaan arsip pada Direktorat Industri Kimia Hulu, Kementerian Perindustrian. Meskipun arsip inaktif memiliki frekuensi penggunaan yang telah menurun, arsip-arsip tersebut tetap memiliki nilai guna administratif, hukum, dan historis sehingga pengelolaan perlu dilakukan pengelolaan yang baik guna mencegah terjadinya arsip yang menumpuk dan kesulitan dalam proses temu kembali dimasa mendatang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah ditetapkan SOP pemindahan arsip inaktif, implementasinya belum optimal karena kendala keterbatasan SDM, keterbatasan waktu, dan belum dilakukan evaluasi SOP secara berkala. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dalam pelaksanaan SOP pemindahan arsip inaktif guna memastikan efektivitas dan efisiensi pengelolaan arsip, serta terciptanya tata kelola kearsipan yang baik sesuai regulasi yang berlaku.

This study discusses the implementation of Standard Operating Procedures (SOP) for the transfer of inactive records as a way to optimize records management at the Directorate of Upstream Chemical Industry, Ministry of Industry. Although inactive records have a decreased frequency of use, they still have administrative, legal, and historical use values so that good management needs to be done to prevent records from piling up and difficulties in the retrieval process in the future. This research uses a qualitative method with a descriptive approach, and data collection techniques through observation and interviews. The results showed that although the SOP for inactive records transfer had been established, its implementation was not optimal due to limited human resources, limited time, and no regular evaluation of the SOP. Therefore, improvements need to be made in the implementation of the SOP for moving inactive records to ensure the effectiveness and efficiency of records management, as well as the creation of good archival governance in accordance with applicable regulations."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadya Juni Utami
"Arsip memiliki peran penting dalam mendukung operasional dan pengambilan keputusan dalam organisasi, terutama di instansi pemerintah. Pengelolaan arsip aktif yang tertib sangat diperlukan agar dokumen dapat diakses dengan mudah dan aman. Direktorat Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian menghadapi tantangan dalam proses peminjaman arsip aktif yang belum tertata secara optimal, mengakibatkan keterlambatan pencarian dokumen dan meningkatnya risiko kehilangan arsip. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas ketertiban dalam proses peminjaman arsip aktif di Direktorat Industri Kimia Hulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi ketertiban dalam peminjaman arsip meliputi penerapan digitalisasi arsip, kualitas arsip, sarana dan prasarana, SDM, dan keberadaan kebijakan atau SOP yang jelas, serta ketersediaan anggaran yang mampu menunjang kegiatan kearsipan. Rekomendasi yang diberikan dalam penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip aktif di lingkungan Direktorat Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian.

Records play a crucial role in supporting operations and decision-making within organizations, particularly in government institutions. The orderly management of active records is essential to ensure documents are easily and securely accessible. The Directorate of Upstream Chemical Industry at the Ministry of Industry faces challenges in the lending process of active records, which is not yet optimally structured, leading to delays in document retrieval and increased risk of record loss. This study aims to analyze the factors that influence the quality of orderliness in the active record lending process at the Directorate of Upstream Chemical Industry. A qualitative research method was employed, using data collection techniques such as interviews, observations, and document studies. The findings indicate that the key factors affecting the orderliness of the lending process include the implementation of record digitization, record quality, facilities and infrastructure, human resources, the existence of clear policies or SOPs, and the availability of a supporting budget. The recommendations provided in this study are expected to enhance the effectiveness of active record management within the Directorate of Upstream Chemical Industry at the Ministry of Industry."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library