Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 32 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sholihatun Nisa
"Tulisan ini membahas persamaan cerita pada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi. Tujuan penulisan ini adalah untuk menunjukkan persamaan kedua novel tersebut melalui unsur intrinsik, yaitu tema, tokoh, alur, dan latar. Kesimpulan tulisan ini adalah kedua novel tersebut membahas pendidikan dalam kemiskinan namun pada latar waktu yang berbeda. Latar waktu pada novel Laskar Pelangi terjadi tahun 1980-an, sedangkan novel Dua Belas Pasang Mata terjadi tahun 1928. Kemiskinan yang terdapat pada kedua novel tersebut banyak dialami di daerah terpencil di suatu negara. Anakanak di desa tersebut harus merasakan masa-masa sulit dalam menempuh pendidikan. Masalah yang diangkat oleh pengarang merupakan persoalan umum yang dapat dialami semua orang sehingga penulis menggolongkan kesamaan tersebut dalam pemahaman afinitas.
This article discusses the story similarities of the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata and the novel Dua Belas Pasang Mata by Sakae Tsuboi. The purpose of this paper is to show the similarities of the two novels through intrinsic element, namely the theme, characters, plot, and setting. This paper found some similarities between two novels. The both novels likely thought about education in poverty but at a different time setting. The time background of the novel Laskar Pelangi occurred in the 1980s, while the novel Dua Belas Pasang Mata occurred in 1928. The poverty found in both novels are widely experienced in remote areas of a country. Children in the village had to feel the hard times in education. The issues raised by the authors is a common problem that can be experienced by everyone so that writers classify such similarities in the understanding of affinity."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Nuryatin
"Seno Gumira Ajidarma (selanjutnya disingkat SGA) adalah salah seorang cerpenis yang "dilahirkan" oleh media massa, khususnya surat kabar dan majalah, yang terbit di Indonesia pada kurun waktu sejak tahun 1980-an. Hampir semua cerpennya yang sampai pada awal tahun 2001 telah terhimpun di dalam sembilan kumpulan cerpen pernah dimuat dalam surat kabar maupun majalah. Selain sebagai cerpenis, SGA berprofesi sebagai wartawan. Sebagai seorang wartawan, ternyata dia mengalami kendala dalam menuliskan berita. Banyak fakta yang ditemuinya tidak dapat dijadikan berita karena dilarang oleh pemerintahan Orde Baru. Untuk mengatasi hal itu, dia kemudian "mengolah" fakta yang ditemuinya ke dalam cerpen, sehingga fakta dimaksud dapat "terabadikan" dan terpublikasikan. Dalam konteks inilah cerpen-cerpennya menarik untuk diteliti.
Penelitian terhadap cerpen-cerpen SGA dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa penelitian pendahuluan, yakni penelitian terhadap seluruh cerpen yang terdapat di dalam sembilan kumpulan cerpen. Tahap kedua berupa penelitian inti, yakni pengkajian terhadap enam buah cerpen di antara cerpen-cerpen yang terdapat di dalam sembilan kumpulan cerpen dimaksud.
Permasalahan yang muncul pada penelitian tahap pertama adalah (1) bagaimanakah hubungan antara cerpen-cerpen SGA dan fakta, serta (2) teknik penceritaan apa saja yang terdapat di dalam cerpen-cerpen SGA. Permasalahan yang muncul pada penelitian kedua adalah (1) bagaimanakah fakta diolah melalui tumpuan pada pola kaba, tumpuan pada lakon wayang kulit Jawa, teknik hiperbola, teknik catatan kaki, teknik solilokui, dan teknik pencerita ganda (dan teknik penceritaan langsung) dalam enam cerpen SGA; serta (2) efek apakah yang muncul darinya.
Tujuan yang hendak dicapai melalui dua tahapan penelitian tersebut adalah sebagai berikut. Penelitian tahap pertama bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pola hubungan antara cerpen-cerpen SGA dan fakta, serta (2) teknik penceritaan yang terdapat di dalam cerpen-cerpen SGA. Penelitian tahap kedua bertujuan untuk mengetahui (1) pengolahan fakta melalui tumpuan pada pola kaba, tumpuan pada lakon wayang kulit Jawa, teknik hiperbola, teknik catatan kaki, teknik solilokui, dan teknik pencerita ganda (dan teknik penceritaan langsung) di dalam enam cerpen SGA, serta (2) efek yang muncul setelah fakta diolah dengan teknik-teknik tersebut.
Sasaran dalam penelitian tahap pertama adalah seluruh cerpen SGA yang terdapat di dalam sembilan kumpulan cerpennya, yakni sebanyak 129 buah cerpen. Sasaran dalam penelitian tahap kedua adalah enam buah cerpen SGA, yakni cerpen (1) "Bunyi Hujan di Atas Genting", (2) "Segitiga Emas", (3) "Saksi Mata", (4) "Listrik", (5) " Rembulan Terapung di Kolam Renang", dan (6) "Clara".
Sasaran penelitian didekati melalui dua pendekatan, yakni pendekatan objektif dan pendekatan mimesis. Kedua pendekatan itu diterapkan dengan teori Formalisme Rusia dan sosiologi sastra. Adapun dalam analisis atau kajian digunakan teknik deskriptif analitis. Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut dan penelitian tahap pertama dapat diketahui bahwa (1) terdapat dua pola umum hubungan antara cerpen-cerpen SGA dan fakta, yakni sebagian besar isi cerpen SGA memiliki rujukan yang jelas dengan fakta sedangkan sebagaian kecil lagi isinya tidak secara jelas memiliki rujukan dengan fakta; dan (2) terdapat sembilan macam teknik penceritaan di dalam cerpen-cerpen SGA, dan yang paling dominan adalah (a) penggunaan sarana retorika, terutama hiperbola, (b) teknik tumpuan pads pola kaba dan lakon wayang kulit Jawa, (c) teknik catatan kaki, (d) teknik cakapan batin, khususnya solilokui, serta (e) teknik pencerita ganda (dan teknik penceritaan langsung). Dan hasil penelitian tahap kedua dapat diketahui hal-hal sebagai berikut. Panama, pola kaba yang dijadikan pijakan cerpen "Bunyi Hujan di Atas Genting" telah difungsikan sebagai sarana defamiliarisasi terhadap pola kaba dan pola cerpen sekaligus untuk mengolah fakta. Efek yang muncul darinya adalah kritik terselubung. Kedua, di dalam cerpen "Segitiga Emas" fakta diolah melalui proses defamiliarisasi atas lakon wayang kulit Jawa. Efek yang muncul darinya adalah kritik terselubung. Ketiga, di dalam cerpen "Saksi Mata" fakta diolah melalui teknik hiperbola. Efek yang muncul darinya adalah kritik terselubung. Keempat, teknik catatan kaki dalam cerpen "Listrik" berfungsi memperjelas fakta sekaligus mendefamiliarisasi pola karya fiksi. Efek yang muncul darinya adalah adanya percampuran antara karya fiktif dan karya faktual. Kelima, di dalam cerpen "Rembulan Terapung di Kolam Renang" fakta didefamiliarisasi melalui teknik solilokui. Efek yang muncul darinya adalah kritik terselubung. Keenam, melalui teknik pencerita ganda di dalam cerpen "Clara" fakta didefamiliarisasi. Efek yang muncul darinya adalah kritik terselubung dan sarkasme.
Akhirnya, dapat diberi catatan bahwa melalui cerpen-cerpennya SGA mengolah fakta melalui proses defamiliarisasi baik terhadap fakta itu sendiri maupun terhadap pola karya sastra lainnya, sehingga kesan mengenai fakta bersangkutan semakin kuat, mendalam, dan kukuh. Melalui proses pengolahan fakta itu pula SGA mengekspresikan sikapnya terhadap situasi dan kondisi yang dihadapinya, yakni dengan cara mengritik secara terselubung maupun mencemooh dengan ungkapan kasar (sarkasme).

Sena Gumira Adjidarma (from now on will be abbreviated SGA) is a short story author who has been born by mass media particularly news papers and magazines circulated in Indonesia since 1980s. Nearly all his short stories, which up until 2001 have been incorporated into nine groups of short stories, have ever been published by various news papers and magazines. SGA is not only a short story author, but also a journalist. As a journalist, he often had to face some obstacles when writing about factual news. He found so many facts that could not be expressed freely as factual news for they were barred by the "Rode Bra" government. To overcome such obstacles, he "reprocessed" the facts into short stories that the facts can be conserved and published. It is in this context that his short stories become interesting to be examined.
This study on SGA's short stories was done in two phases. The first phase was a preliminary study which examined all of his short stories which were in the nine groups mentioned above. The second phase was a core study which reviewed deeply six of the existing short stories.
The questions being investigated during the preliminary study were: (1) how did SGA's short stories relate to the facts he encountered in the real world, and (2) what techniques had SGA used in his writing. While the questions investigated in the core study were : (I) how had the facts been reprocessed based on `kaba', on Javanese puppets story, on hyperbolic technique, on soliloquy technique, on technique of multiple storing (and technique of direct storing), and (2) what effects had been brought by these techniques.
The goals of this two-phased study were as follow. The first phase of the study was intended to describe: (1) the patterns of relationships between GSA's short stories and the facts he encountered in the real world, and (2) the storing techniques used by SGA in his writing. The second phase of this study was intended to understand: (I) the act of reprocessing the facts, by SGA in his six short stories, which was based on `kaba', Javanese puppets stories, hyperbolic technique, soliloquy technique, multiple and direct storing techniques and (2) the effects that rose out from the facts after being reprocessed by these techniques.
In the first phase of this study, the study objects were 129 short stories composed by SGA. While in the second phase of this study the study object were six short stories composes also by SGA, namely (1) "Bunyi Hujan di Atas Genting", (2) "Segitiga Emas", (3) "Saksi Mata", (4) "Listrik", (5) "Rembulan Terapung di Kolam Renang", and (6) Clara.
From the first phase of this study, it was found that: (1) there were two general patterns of relationships between SGA's short stories and the facts he encountered in the real world; first, most of GSA's short stories have clear references to the facts in the real word; second, only a little of the contents of GSA's short stories have no clear reference to the facts in the real world, and (2) the were nine techniques of storing witting GSA's short stories, in which the most dominant ones are (a) the use of rhetoric, particularly hyperbolic, (b) the use of `kaba' pattern and Javanese puppets story as the based for the writing, (c) the use of footnotes, (d) the use of mental discourse, particularly solulokui technique, (e) the use of multiple storying and direct storying.
From the second phase of this study several findings had been founds. First, the `kaba' pattern used as the basis for "Bunyi Hujan di Atas Genting" serves as a defamiliarization tool for the `kaba' and the short story patterns as well as for reprocessing the facts expressed in the story ; the effect which arised from this technique is a foreshadowed critique. Second, in the "Segitiga Emas", the facts were reprocessed through defamiliarization of Javanese puppets story; the effect which arised was a foreshadowed critique. Third, in the "Saksi Mata", the facts were reprocessed though hyperbolic; the effect which rose was a foreshadowed critique. Fourth, the technique of footnotes in "Listrik" serves to make the facts more obvious and to defamiliarize the fictions work ; the effect which arised was the resultant mix between fictions and factual work Fifth, in the "Rembulan Terapung di Kolam Renang", the facts are defamiliarized through solilokui technique; the effect which arised was a foreshadowed critique. Sixth, in the "Clara" the facts are defamiliarized through the technique of multiple storyng; the effects which raised are a foreshadowed critique and sarcasm.
Finally, it can be noted that by means of his short stories, SGA reprocessed the facts, he found in the real world, through defamiliarization of the facts themselves and of the patterns of his literal works, that the facts become stronger, deeper and more solid. By reprocessing the facts found in the real world, SGA expresses his attitudes, toward the situations and conditions he encountered, which are manifested as foreshadowed critiques and sarcasm."
2001
T5286
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Akun
"Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan politisasi wacana superioritas perempuan, membongkar ideologi pembawahan posisi perempuan dan memerikan secara rinci kontestasi antara propaganda superioritas perempuan dengan ideologi pembawahan posisi perempuan dalam film Woman on Top.
Dengan menerapkan pendekatan kajian budaya, dalam perspektif kajian budaya feminis, tulisan ini mendekonstruksi film Woman on Top yang secara sepintas seolah-olah berusaha mengangkat posisi perempuan dan menempatkannya pada posisi "di atas" laki-laki.
Pada level propaganda, film ini berhasil mempolitisasi wacana superioritas perempuan untuk menyindir dan mengkritik dominasi patriarki dengan penampilan tokoh Isabella yang berposisi "di atas" laki-laki. Dalam konteks ini, perempuan ditampilkan sebagai pribadi yang otonom, potensial, tegas, mengendalikan, menjadi subjek seksual, bebas, dan dewasa. Perempuan juga diperikan berposisi superior dengan tetap melekat pada atribut keperempuanannya. Namun, pada level ideologi, film ini secara tak sadar tetap merepresentasikan perempuan sebagai objek seksual dan objek yang tergantung pada laki-laki dan dewa-dewi. Tubuh perempuan telah dieksploitasi sesuai dengan harapan patriarki. Bersamaan dengan itu, secara hegemonik - tak langsung, terdapat pula penonjolan superioritas rayuan dan cinta patriarki dan perendahan kesetiaan perempuan. Perempuan, lebih jauh, bahkan dimarjinalisasi secara ganda: secara seksual dan secara rasial dalam film ini.
Akhirnya, disimpulkan bahwa film Woman on Top ini adalah salah satu karya budaya yang menjadi tempat berkontestasinya dua kekuatan makna, antara propaganda wacana superioritas perempuan yang berusaha diangkat oleh sutradara dan penulis cerita dan ideologi pembawahan posisi perempuan yang mensubversi propaganda tersebut.

The objectives of this research are to explain the politisation of woman's superiority discourse, to reveal the ideology of woman's marginalization and to describe in detail the contestation between the propaganda of woman's superiority and the ideology of woman's marginalization in Woman on Top film.
Applying cultural studies approach, in feminist cultural studies perspective, this writing deconstructs Woman on Top which seems to try to raise woman's position and place it in the position "on top" of man.
On propaganda level, the film has succeeded in politising woman's superiority discourse to satirize and criticize male domination by presenting a character (Isabella) who has a position "on top" of man. In this context, woman is presented as a (an) autonomous, potential, determined, controlling, sxual subject, free and mature person. Woman is also described as having a superior position without leaving her feminity attributes. However, on ideology level, the film has unconsciously and indirectly represented woman as sexual object and dependent object who is dependent on man and god or goddess. Woman's body has been exploited in accordance with man's wishes. At the same time, hegemonically and indirectly, there is an emphasis on the superiority of male flattery and love, and the trivialization of female loyalty. Further, woman is even doubly marginalized in this film: sexually and racially.
Finally, it is concluded that the film is a cultural product in which two powers of meaning are contestating, between the propaganda of woman's superiority raised by the director and script writer and the ideology of woman's marginalization that subverts the propaganda.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2003
T824
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adytia Fitriana
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas dua novel metropop terbitan PT Gramedia Pustaka Utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik novel-novel metropop, perkembangan novel metropop sebagai tren baru novel populer, dan menentukan novel metropop merupakan tren novel populer yang berbeda dari novel populer pada umumnya atau tidak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan intrinsik dan ekstrinsik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel metropop dapat diterima oleh masyarakat pembaca. Selain itu, dari karakteristik novel metropop yang diperoleh, diketahui bahwa novel metropop merupakan novel chicklit versi Indonesia yang disesuaikan dengan masyarakat dan kebudayaan Indonesia.

Abstract
This final task discusses about two metropop novels published by PT GPU. The research means to find out the characteristic of the metropop novel, its development as a new trend of popular novel, and to define weather this genre of novel is different or not, compare to popular novel in general. The method used in this research is analytic descriptive method. The approaches used are intrinsic and extrinsic approach. The result shows that metropop novel accepted by the reader society. Its characteristic has shown that it is an Indonesia chicklit novel that had been adjusted to the people and the culture of Indonesia."
2010
S10794
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Evi Selviawati
"Penelitian ini membahas penggunaan gaya bahasa dalam kumpulan cerpen Laluba bab Para Penatap dan Para Pencerita yang mengacu pada karya grafis M. C. Escher. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan stilistika. Gaya bahasa dalam hal ini dipandang sebagai medium utama dalam menarasikan karya grafis M. C. Escher ke dalam cerpen. Hasil penelitian ini memberikan penjelasan mengenai bagaimana Nukila Amal menarasikan karya grafis M. C. Escher ke dalam cerpen-cerpennya dengan menggunakan gaya bahasa yang digunakannya.

The focus of this study is the use of language style in Laluba short stories chapter Para Penatap dan Para Pencerita which refer to graphic art of M. C. Escher. This study use qualitative method with stylistic approach. In this case, language style as primary medium to narrate the graphic art of M. C. Escher into short stories. The result of this study give explanation about how Nukila Amal narrate Escher?s graphic art into her short stories with using language style."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S42198
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Areispine Dymussaga S. Miraviori
"Skripsi ini membahas novel karya Calvin Michael Sidjaja yang berjudul Jukstaposisi: Cerita tuhan Mati yang mengisahkan posisi tuhan dan manusia di alam semesta yang saling bertumpang tindih dalam empat lapis dunia dalam alam semesta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitis untuk menganalisis dunia-dunia yang serba 'tidak jelas' yang dibangun dalam Jukstaposisi: Cerita tuhan Mati. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori unsur-unsur teks yang dikemukakan Prof. Panuti Sudjiman dan kritik sastra obektif dari M. H. Abrams. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pesan yang ingin disampaikan oleh Calvin Michael Sidjaja dari dunia yang tidak pasti dalam Jukstaposisi: Cerita tuhan Mati dan menanggapi dunia yang dibangun tersebut.

This thesis discusses the novel Jukstaposisi: Cerita tuhan Mati written by Calvin Michael Sidjaja which tells about juxtaposition of gods and human in four-layered world in universe. This research uses descriptive-analytic method to analyzes the vague-worlds in Jukstaposisi: Cerita tuhan Mati. This research also uses story text elements theory proposed by Professor Panuti Sudjiman and objective critical theory by M. H. Abrams. This research purposes to reveals the message which Calvin Michael Sidjaja tries to tell from the uncertainly worlds in Jukstaposisi: Cerita tuhan Mati and to gives some feedback from the worlds inside."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S42136
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hendi Yusup
"ABSTRATK
Skripsi ini membahas fenomena variasi bahasa Indonesia dalam Forum Kaskus
berupa penggunaan dan pembentukan istilah-istilah yang khas dalam Forum
Kaskus yang menjadi ruang lingkup sosial bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan indikasi terjadinya variasi bahasa Indonesia dalam Forum
Kaskus tersebut. Metode Penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah
metode kuantitatif dan kualitatif dengan desain deskriptif.

ABSTRACT
This thesis discusses the phenomenon of Indonesian language variety in Kaskus
Forum in the form of typical use and establishment of terms which has become
the scope of social language. This research aims to describe the indications of
Indonesian language variety in Kaskus Forum. The quantitative and Qualitative
metodes with descriptive design are used to analyze this study."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S42167
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Arnita Setiawati
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas seluk-beluk kehidupan Kho Ping Hoo dari mulai riwayat
kepengarangannya, penerbitan karyanya, sampai karakteristik yang terdapat dalam
karya Kho Ping Hoo, baik dalam cerita silat Cina maupun dalam cerita silat
Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra?dengan
melihat hubungan antara penerbit, pengarang, karya sastra, serta pembaca karya
tersebut?dan pendekatan struktural karya sastra?dengan melihat unsur-unsur
intrinsik sebuah karya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian membuktikan bahwa Kho Ping
Hoo merupakan penulis produktif yang menghasilkan sejumlah karya melalui
penerbit yang dirintisnya dan karya tersebut masih memikat banyak penggemar
meskipun Kho Ping Hoo telah meninggal dunia.

ABSTRACT
This thesis discussed details of Kho Ping Hoo?s life from his authorship stories,
his publishing works, until characteristics of his works, either in silat story of
China and silat story of Indonesia. This research uses the sociological approach?
by looking at the relationship between publisher, author, literary works, and
readers?and the structural approach to literary works?by looking at intrinsic
elements of a literary work. The method used in this research is descriptiveanalytic.
Results of the research prove that Kho Ping Hoo is productive to
produced works through his publishing and his works still had a lot of fans
although he passed away."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S42583
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nathasia Ayu Permata Hati
"Skripsi ini membahas mengenai pesan moral yang dapat diambil dari penokohan karakter Poknyo.Cerpen Gamja ini patut diteliti karena merupakan karya representatif dari Kim Dong In yang terkenal pada era 1920an di Korea sebagai pengarang yang beraliran naturalisme sehingga membuatnya menarik untuk diteliti. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah close reading atau metode baca cermat. Sedangkan pendekatan yang dipakai adalah pendekatan struktural yang berfokus pada tokoh utama cerpen Gamja yaitu Poknyo serta ditunjang oleh analisis tokoh bawahan serta unsur intrinsik cerpenGamja.
Temuan dari penelitian ini adalah faktor kemiskinan, lingkungan tempat tinggal, kehidupan keras yang dialami, dan kurangnya pendidikandapat merubah moral dan pola pikir seorang gadis polos. Resiko menjadi seseorang dari kelas bawah (terutama kaum wanita) pada masa penjajahan Jepang adalah tidak mendapatkan pendidikan, harus bekerja keras demi mendapatkan uang, harus menghadapi lingkungan yang keras, dan ditambah dengan kebutuhan hidup yang tetap harus dipenuhi bagaimanapun caranya.

This thesis discussed the moral message that can be drawn from the characterization of Poknyo. Short storyGamja is relevant to be studied because it is a representative work of Kim Dong In, who is famous in the 1920s in Korea as a representative of naturalism author. The research method applied in this thesis is a close reading method. Whereas the approach method is the structural approach that focuses on the main character in the short stories of Gamja,Poknyo and supported by analysis of subordinates as well as intrinsic elements of the short story Gamja.
The result of this study is poverty, living environment, hard life, and lack of education can change the moral and the mindset of a girl. The risk of being someone of lower class (especially women) during the occupation of Japan was not getting an education, had to work hard in order to earn money, have to deal with harsh environments, and coupled with the necessities of life that remain to be met in any way.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S45753
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Teodora Nirmala Fau
"Skripsi ini membahas derivasi nomina ke verba yang ditemukan pada surat kabar harian Kompas. Derivasi yang ada dalam surat kabar harian tersebut meliputi derivasi dari segi kelas kata dan makna. Derivasi dari segi kelas dapat dilihat dari pemberian afiks pembentuk verba, sedangkan derivasi dari segi makna dapat dilihat dari perubahan dan pergeseran makna kata turunan dengan kata asalnya. Perubahan dan pergeseran tersebut dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu idiom dan metafora. Karakteristik dari kata berderivasi nomina ke verba ini dapat dilihat dari kemampuan mereka untuk dipasifkan.

This thesis discuss derivation of nomines to verbs in Kompas the daily newspaper. That things include derivation of category and meaning. Derivation of category could be seen from nomine that adhered affix to verb-formation while derivation of meaning could be seen from change and shift of meaning about complex words to their bases. It been devided in two kinds. Those are idioms and metaphors. Characteristic of it could be seen from ability change into pasif verb."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S46943
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>