Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 208 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Joshua
"[Sejak teknologi magnet permanen ini mulai banyak dikembangkan, motor BLDC telah digunakan untuk berbagai aplikasi . Motor BLDC dengan kapasitas daya yang besar banyak digunakan untuk penggerak utama mobil listrik, sepeda listrik, mesin penggerak pada industri-industri. Bentuk atau geometri serta dimensi dari bagian-bagian motor adalah salah satu topik yang umum dibahas dan diteliti dalam riset pengembangan serta desain motor BLDC. Motor BLDC menggunakan magnet permanen pada rotornya sebagai sumber medan magnet. Aliran fluks memengaruhi torsi, efisiensi, torque ripple.Salah satu yang paling memengaruhi aliran fluks magnet pada motor BLDC adalah bentuk dari rotor. Rotor sendiri dapat divariasikan selain dari bentuknya adalah dari flux barrier nya dan juga peletakan bentuk lainnya pada rotor yang dapat mengatur aliran fluks dari magnet. Pada penelitian ini divariasikan desain bentuk rotor untuk desain stator yang sama. Bentuk yang divariasikan adalah bentuk lingkaran luar dari rotor dan juga bentuk dari flux barrier. Pada penelitian ini ditemukan bentuk lingkar luar rotor yang paling baik dari lima variasi desain yang digunakan adalah rotor dengan lingkar luar yang memiliki bentuk tidak seragam. Flux barrier yang paling baik berdasarkan variasi desain penelitian ini adalah yang dapat membatasi fluks bocor antara magnet pada rotor., Since the development of permanent magnets, BLDC motors have been used for many applications. BLDC motors with high power output are widely used as the main actuator in electric vehicles and industrial The shape or geometry and the size of the BLDC motor parts are some of the most commonly researched topics in the development of BLDC motor design. BLDC motors use permanent magnets in its rotors as the source of the magnetic field. The magnitude and distribution of magnetic flux affects the performance of the motor such as the torque generated, efficiency, torque ripple. One of the main factor that affects the magnetic flux distribution is the shape of the rotor. The shape and size of the flux barrier also affects the distribution of the magnetic flux distribution. In this study, the shape of the rotor and the flux barrier is varied. In this study, it is discovered that the best shape of all the rotor shape variation is the design where the rotor outer diameter isn’t uniform or perfectly circular. The best flux barrier shape found in this study out of all variation is the design that decrease the most amount of flux leakage. It is also found in this study that torque ripple can be reduced by adding air holes in the rotor.]"
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S58876
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sembiring, Bremin
"Unit 1 PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Gunung Salak mempunyai terget kinerja operasi tinggi. Untuk mencapai target kinerja tersebut dibutuhkan peralatan yang andal. Keandalan sangat ditentukan oleh pola operasi, pemeliharaan dan life time peralatan. Unit 1 PLTP Gunung Salak beroperasi sejak tahun 1994. Beberapa peralatan sudah menunjukkan penurunan performa yang disebabkan oleh life time peralatan. Hal ini diindikasikan oleh spare part yang sudah dinyatakan obsolete oleh manufacturing.
Salah satu peralatan Unit 1 PLTP Gunung Salak yang sudah dinyatakan komponennya obsolete adalah DCS (Distribution Control System). Tipe DCS yang ada saat ini adalah Network90 (N90) yang terpasang pada tahun 1994. Selama ini PLTP Gunung Salak mendapatkan dukungan spare part dari manufacturer, namun pihak manufacture telah menyatakan spare part DCS yang terpasang pada Unit 1 PLTP Gunung Salak sudah obsolete (Assessment & DCS Life Cycle Support oleh ABB tanggal 07 Agustus 2009).
Komponen yang didapatkan selama ini adalah komponen yang didapat dari pasar bebas dan keaslian komponen ini sangat diragukan. Jika kondisi ini tidak diantisipasi, dipastikan suatu saat komponen ini akan menghilang dari pasaran. Hal ini dapat mengakibatkan terhentinya operasi Unit 1 PLTP Gunung Salak untuk jangka waktu yang lama.

Unit 1 Salak Mount Geothermal Power Plant has the high target operating performance, to achieve the performance of the targets needed reliable equipment. Reliability is determined by the pattern of operation, maintanance, life time of the equipment. Unit 1 Salak Mount Geothermal Power Plants in operation since 1994. Several devices have shown a decrease in performance due to the life time of the eqipmepment. This is indicated by the parts that have been declared absolute by manufacturing.
One of the tools Unit 1 Salak Mount Geothermal Power Plant whic has been declared obsolete component is DCS. Type of current DCS is Network 90 (N90) installed in 1994. During the Salak Mount Geothermal Power Plant spare parts support from the manufacture, but the parties have expressed spare part manufacture DCS installed on Unit 1 Salak Mount Geothermal Power Plant obsolete (Assesment and DCS life cycle support by ABB date August 7, 2009).
Some component of the DCS System is classified as a critical component in the material so procured catagorized spare. Components are obtained for the components derived from the free market and this component very doubtful authencity. If this condition isn't anticipate, this components will someday dissappear from the market. This can lead to the cessation of operation of Salak Mount Geothermal Power Plant for long periods."
Salemba: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T46458
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Della Dwindaputri
"Dengan meningkatnya permintaan listrik, diharapkan pembangkit listrik dari energi terbarukan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah solar sistem tenaga yang menggunakan teknologi panel surya. Panel surya dapat mengubah sinar matahari menjadi energi listrik DC. Dengan bantuan inverter, energi listrik DC itu diproduksi oleh panel surya akan diubah menjadi energi listrik AC. Namun, Teknologi inverter ini menghasilkan gangguan pada rentang frekuensi 9 kHz - 150 kHz karena frekuensi switching di inverter.
Dalam penelitian ini, 2 jenis pengukuran dilakukan. Pertama, iradiasi matahari pengukuran dengan perangkat meteran tenaga surya. Kedua, gangguan pengukuran pada sistem panel surya off grid dengan perangkat Picoscope 3425. Pengukuran ini dilakukan secara bersamaan. Beban listrik (resistif, induktif, dan kapasitif) dicolokkan pada sistem dan diukur hari yang berbeda.
Berdasarkan hasil pengukuran, nilai gangguan tertinggi pada frekuensi 74 kHz. Urutan beban listrik dengan nilai gangguan tertinggi di iradiasi ± 200 W / m2, ± 400 W / m2, dan ± 600 W / m2 adalah induktor, kapasitor, dan resistor. Sedangkan untuk urutan beban listrik dengan yang tertinggi nilai gangguan pada iradiasi ± 800 W / m2 dan ± 1000 W / m2 adalah resistor, induktor, dan kapasitor. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi iradiasi matahari terkena panel surya, semakin tinggi gangguan tegangan yang dihasilkan dari sisi keluaran dari inverter.

With the increasing demand for electricity, it is expected that electricity generation from renewable energy can help meet the needs of the community. One of them is a solar power system that uses solar panel technology. Solar panels can convert sunlight into DC electrical energy. With the help of an inverter, the DC electrical energy produced by solar panels will be converted into AC electrical energy. However, This inverter technology produces interference in the frequency range of 9 kHz - 150 kHz because of the switching frequency at the inverter.
In this study, 2 types of measurements were made. First, solar irradiation measurements with a solar meter. Secondly, interference measurements on off grid solar panel systems with the Picoscope 3425 device. These measurements are carried out simultaneously. Electric load (resistive, inductive, and capacitive) plugged into the system and measured different day.
Based on the measurement results, the highest disturbance value is at 74 kHz. The sequence of electrical loads with the highest interference value in irradiation is ± 200 W / m2, ± 400 W / m2, and ± 600 W / m2 are inductors, capacitors, and resistor. As for the sequence of electrical loads with the highest interference value at irradiation ± 800 W / m2 and ± 1000 W / m2 are resistors, inductors, and capacitors. This research shows that the higher the sun's irradiation exposed to solar panels, the higher the interference voltage generated from the output side of the inverter.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rosalina
"Dalam makalah tesis ini diangkat satu permasalahan gangguan mesin majemuk, yang akan ditentukan sudut daya dan waktu pemutusan kritisnya, sehingga dapat dicari tingkat kestabilan sistem tersebut. Kestabilan sistem diartikan sebagai kemampuan sistem untuk kembali dalam kondisi normal setelah terjadi gangguan. Untuk menganalisis kestabilan sistem daya disini digunakan analisis kestabilan peralihan karena kisaran masalah yang dianalisis menyangkut gangguan yang lebih besar dan tidak memungkinkan menggunakan proses kelinearan. Dengan menggunakan model matematika persamaan fungsi Lyapunov akan dicari waktu pemutusan sistem dari gangguan. Uji simulasi dilakukan terhadap kasus dengan bantuan perangkat lunak MatLab yang hasilnya nanti akan dibandingkan dengan simulasi metode konvensional.

In this tesis paper will appointed a problem with multi machine infinite bus, which will be determined power angle and critical clearing time, so you can search the system stability these. Stability is defined as the ability of the system to return to normal conditions after the occurrence of some perturbations. To analyze the stability of power system, for solution here will used transient stability analysis because the range of problem analyzed a larger and does not allow using a linear process. With using a mathematical model equation Lyapunov function will be fine solution critical clearing time the system from interruption. Which will be piloted to study the case with the help of MatLab software whose results will be compared with conventional simulation methods.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27636
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Wike Handini
"Dari hasil simulasi diperoleh bahwa jaringan distribusi PLTH di Bengkunat memiliki panjang total 32.055 m, transformator yang dibutuhkan 8 buah dengan energi maksimum yang dipasok tiap transformator adalah 45,1 kWh per hari. Dibandingkan dengan PLTD 2 x 100 kW ($ 505.493), nilai NPC PLTH lebih tinggi ($ 555.956) demikian pula COE-nya ($ 0,770 per kWh) lebih tinggi dari COE PLTD ($ 0,739 per kWh). PLTH menghemat BBM 128.061 liter per tahun. PLTH layak untuk diterapkan di daerah dengan potensi angin dan radiasi matahari yang memadai seperti di Bengkunat Lampung Barat.
Perangkat lunak ViPOR hanya memasukkan data biaya transformator penurun tegangan di distribusi dengan satu kapasitas saja, sehingga jika ada konfigurasi beban yang membutuhkan kapasitas transformator berbeda, simulasi tidak dapat dilakukan. Optimasi dilakukan hanya berdasarkan biaya NPC, tidak dari segi jatuh tegangan pada jaringan, karena perangkat lunak ViPOR tidak memiliki keluaran berupa jatuh tegangan, rugi daya dan aliran daya pada jaringan.

From the ViPOR software simulation results, it has been found that the length of the distribution network of a hybrid power plant at Bengkunat is 32.055 m, it requires eight transformers each with an maximum energy requirement of 45.1 kWh per day. Compared to a 2 x 100 kW diesel power plant (NPC = $ 505.493), the NPC value of the hybrid power plant is higher ($ 555,956), also its COE ($ 0.770 per kWh) is higher than the diesel power plant ($ 0,739 per kWh). The hybrid power plant will save 128,061 liters of fuel per year. The hybrid power plant is feasible to be applied in areas with enough wind and sun radiation resources such as at Bengkunat West Lampung.
The ViPOR software has several shortcomings such as : only step down transformers can be used for simulation, and only with one capacity. For a load configuration that requires a different transformer capacity, the simulation can not be done. The optimization based on the NPC value, not based on the voltage drop at the network, because this software doesn?t have outputs of the voltage drop, power loss and power flow."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27523
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Abdurahman
"Kebutuhan energi listrik di wilayah Universitas Indonesia semakin lama akan
semakin meningkat, untuk itu perlu adanya upaya didalam peningkatan daya agar
kontinuitas penggunaan energi listrik dapat terjamin. Salah satu upayanya dengan
menganalisa pembangunan salah satu jenis sistem pembangkit baru. Terdapat beberapa
jenis bahan bakar untuk pembangkit, diantaranya adalah tenaga air, tenaga angin, tenaga
surya, tenaga gas dan lain sebagainya. Di lingkungan Universitas Indonesia telah tersedia
pipa gas yang dapat mempermudah didalam pembangunan pembangkit yang baru yaitu
pembangkit listrik tenaga gas. Didalam penulisan ini akan dilihat pemanfaatan
pembangkit listrik tenaga gas didalam mendukung keandalan sistem kelistrikkan di
lingkungan Universitas Indonesia.
Analisis pemanfaatan pembangkit listrik tenaga gas di Universitas Indonesia dilihat
dari sisi keekonomisan dengan melihat nilai NPV dan IRR. Dari hasil analisis keandalan
sistem ketenagalistrikkan Universitas Indonesia dapat disimpulkan nilai yang paling
ekonomis adalah turbin gas dengan kapasitas 8840 KW pada skenario 3 yaitu 40 % PLN
dan 60 % PLTG. Hal ini disebabkan karena memiliki nilai NPV terbesar yaitu sebesar Rp
20.450.200.545 dan IRR sebesar 18 %.

Abstract
Electrical energy needs in the University of Indonesia, the longer it will increase,
therefore, should the effort in improving the electrical energy usage so that continuity can
be guaranteed. One of its efforts to analyze the construction of one type of new generation
systems. There are several types of fuel for generators, such as hydropower, wind power,
solar power, gas power and so forth. At the University of Indonesia has provided gas
pipeline which can facilitate in the construction of two new gas fired power plants. In
writing this would be the use of gas power plants in support of the reliability of the
electrical system at the University of Indonesia.
Analysis of the utilization of gas power plant at the University of Indonesia viewed from
the side of the economy by looking at the NPV and IRR. From the results of the
electricity system reliability analysis, University of Indonesia can be concluded that the
most economic value is the gas turbine with a capacity of 8840 KW in scenario 3 is 40%
and 60% of PLN's power plant. This is due to have the largest NPV value of Rp
20,450,200,545 and an IRR of 18%"
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
T29346
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rizal Angga Ghzali
"Dengan naiknya harga energi sangat penting untuk mengganti motor yang tidak efisien dengan motor yang efisien. Lebih-lebih, motor listrik mengkonsumsi lebih dari 60 % energi listrik yang digunakan di sektor industri. Untuk mencapai tujuan ini harus diestimasi efisiensi motor yang ada. Akan tetapi, tidak mungkin untuk melepas suatu motor induksi dari penggeraknya dan mengukur efisiensinya karena hal ini sangat mengganggu proses operasi. Skripsi ini membahas "metode torsi induksi" untuk mengukur efisiensi motor induksi yang sedang bekerja. Metode ini menawarkan sebuah cara untuk mengukur efisiensi motor tanpa harus melepas motor dan tanpa harus mengukur daya keluaran atau torsi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode ini mempunyai tingkat akurasi lebih dari 97%. Metode ini selanjutnya dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk mengevaluasi manajemen energi sehingga dapat dihemat sejumlah uang dengan mengganti motor yang tidak efisien.

As the cost of energy is growing at a high rate it is important to replace inefficient motor with efficient ones. Moreover, electric motors consume more than 60% of the electric energy used by the industry sector. To achieve this goal it must be estimated the existing motor's efficiencies. However it's impossible to remove an induction motor from driven equipment by means efficiency estimation because it can disturb process operation. This final assignment discuss about "induction torque method" to determine on¬line induction motor efficiency This method offer a way to measure the motor efficiency without the need for removing the motors and without the need for measuring the output power or torque. Test results indicate that this method has an accuracy of over 97%. Next, this method could be information for evaluating energy management so it can be saved amount of money by replacing inefficient motors."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S798
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Chatra Hagusta Prisandi
"Generator Sinkron Magnet Permanen Fluks Aksial Tanpa Inti Stator memiliki unjuk kerja yang pada umumnya ditentukan oleh gelombang tegangan dan arus. Kedua hal tersebut dipengaruhi oleh konfigurasi Desain geometris generator. Studi ini membandingkan pengaruh jumlah kumparan stator terhadap nilai dan bentuk gelombang fluks magnet dan tegangan keluaran. Asumsi jumlah kutub magnet rotor pada tiap Desain penelitian adalah sama yaitu 24 kutub. Kesimetrisan antara setiap permukaan stator yang menangkap fluks magnet dari rotor setiap waktu sangat mempengaruhi tegangan keluaran. Hasil studi menunjukkan bahwa Desain 9 stator sesuai untuk konfigurasi tiga fasa sedangkan Desain 12 stator selaras untuk generator konfigurasi satu fasa.

A Coreless Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) Synchronous Generator has a work quality that is determined by the voltage and current waves. Both of those things are influenced by geometric configuration of the generator. This research compares the effect of the number of stator coils to the magnet flux captured and the voltage generated for every design. It is stated that the number of rotor magnetic poles in every design are same, 24 poles. How symmetrical between every stator`s surface capture the magnetic flux in every second is very extremely affecting the output voltage. The result of this research proves that design with 9 coils is appropriate for three phase configuration, while design with 12 coils is suitable for one phase configuration of generator."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S853
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Gardina Daru Adini
"Saat ini masalah pemborosan energi listrik menjadi sangat penting. Pemborosan energi secara umum sekitar 80% diakibatkan oleh faktor manusia dan 20% disebabkan oleh faktor teknis. Skripsi ini membahas tentang potensi pemborosan konsumsi energi listrik pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI). Fakultas Teknik merupakan fakutas yang paling banyak menggunakan konsumsi energi listrik dan penggunaan yang terbesar adalah untuk sumber tata udara (AC) dan sumber penerangan (lampu).
Berdasarkan hasil penelitian, gedung K adalah gedung kelas yang memiliki potensi pemborosan energi listrik terbesar, nilai potensi pemborosan dapat mencapai 13.637,2 kWh /bulan atau Rp 11.337.027 /bulan (4,43% dari total biaya di FTUI). Gedung S dapat mencapai nilai potensi pemborosan 7.934,48 kWh /bulan atau Rp 6.471.451 /bulan (2,53 % dari total biaya listrik FTUI). Gedung GK dapat mencapai nilai potensi pemborosan 1.716,97 kWh /bulan atau Rp 6.471.451 /bulan (0,53 % dari total biaya listrik FTUI). Gedung Pasca dapat mencapai nilai potensi pemborosan 810,46 kWh /bulan atau Rp 607.830 /bulan (0,24 % dari total biaya listrik FTUI). Pada FTUI, total kelebihan lampu adalah 255 lampu TL 2x40 W dan 38 lampu TL 2x20 W, kelebihan kapasitas AC adalah 28 PK dan kekurangan kapasitas AC adalah 53,5 PK.

Nowadays electrical energy waste problem becomes very important. Generally, around 80% of energy waste is caused by human factors and 20% of it is caused by technical factors. This research is conducted to show the potential of unnecessary energy consumption in Faculty of Engineering, University of Indonesia (FTUI). Faculty of Engineering is a faculty that consumes the most of electrical energy and the applications that consume the most of it are the air conditioning source (AC) and the illumination source (lamp).
Based on this research, K building is a class building that has greatest potential of electrical energy waste, the potential value of electrical energy waste could reach 13.637,2 kWh /month or Rp 11.337.027 /month (4.43% of the total cost usage in FTUI). S building could reach 7.934,48 kWh /month or Rp 6.471.451 /month (2,53 % of the total cost usage in FTUI). GK building could reach 1.716,97 kWh / month or Rp 6.471.451 / month (0,53 % of the total cost usage in FTUI). Pasca building could reach 810,46 kWh /month or Rp 607.830 / month (0,24 % of the total cost usage in FTUI). In the FTUI, surplusage light total is 255 TL lamps 2x40 W and 38 TL lamps 2x20 W, surplusage capacity of AC is 28 PK, and shortage capacity of AC is 53,5 PK.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42616
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>