Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Viafebyana Mariatur Rahma
"Jam kerja yang panjang dapat memberikan dampak pada produktivitas, kelelahan fisik, dan kesehatan mental yang berdampak pada kualitas hidup para pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jam kerja panjang terhadap kualitas hidup pekerja Perusahaan XYZ. Desain penelitian kuantitatif cross-sectional pada 161 pekerja yang diambil secara acak sesuai kriteria inklusi dan menggunakan instrumen pemeriksaan Euro-Quality of Life 5 Dimension 5 Level (EQ-5D-5L). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara jam kerja panjang dengan penambahan 14 jam (OR=8.9) dan 18 jam (OR=8.5) terhadap kualitas hidup pekerja. Jam kerja panjang dapat meningkatkan risiko penurunan kualitas hidup pekerja.
Long working hours can impact productivity, physical fatigue, and mental health, which in turn affects the quality of life of the workers. This study aims to determine the relationship between long working hours and the quality of life of employees at XYZ Company. The cross-sectional quantitative research design involved 161 workers who were randomly selected according to inclusion criteria and used the Euro-Quality of Life 5 Dimension 5 Level (EQ-5D-5L) examination instrument. The research results indicate that there is an impact of long working hours with an increase of 14 hours (OR=8.9) and 18 hours (OR=8.5) on the quality of life of workers. Long working hours can increase the risk of a decline in workers' quality of life."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Naja Eiko Khalisha
"Terapi okupasi merupakan salah satu profesi pada bidang kesehatan yang jarang diketahui banyak orang. Walapun demikian, peran seorang praktisi terapi okupasi memiliki beban kerja yang tinggi. Beban kerja tersebut dapat memberikan dampak pada psikologis terapis, salah satunya adalah stres. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara stres yang dirasakan oleh terapis okupasi berkaitan dengan perasaan kepuasan kerja di bidang terapi okupasi. Metode kuantitatif digunakan dengan jenis penelitian cross-sectional atau potong lintang dalam penelitian ini. Pengumpulan data digunakan menggunakan Google Form dengan mengisi kuesioner Occupational Stress Inventory-Revised Edition (OSI-R) dan Job Satisfaction Scale (JSS), penyebaran dilakukan melalui jaringan media sosial. Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres kerja terhadap kepuasan kerja (p<0,05). Adapun rata-rata tingkat stres kerja terapis yaitu mengalami stres ringan (57,48) dan rata-rata tingkat kepuasan kerja terapis merasa puas akan pekerjaannya (143,70). Pengetahuan ini dapat memberikan informasi yang sesuai bagi terapis okupasi dan tempat kerja untuk selalu mengetahui serta memonitor kesehatan mental dan fisik tenaga kerja terapis okupasi.
Occupational therapy is one of the health professions that is rarely known by many people. Nevertheless, the role of an occupational therapy practitioner carries a high workload. That workload can impact the therapist's psychology, one of which is stress. This study aims to understand the relationship between the stress experienced by occupational therapists and their job satisfaction in the field of occupational therapy. Quantitative methods were used with a cross-sectional type of research in this study. Data collection was conducted using Google Forms by filling out the Occupational Stress Inventory-Revised Edition (OSI-R) and Job Satisfaction Scale (JSS) questionnaires, with distribution carried out through social media networks. The research results show a significant relationship between work stress levels and job satisfaction (p<0.05). The average level of work-related stress among therapists is experiencing mild stress (57.48) and the average level of job satisfaction among therapists is feeling satisfied with their work (143.70). This knowledge can provide relevant information for occupational therapists and workplaces to always be aware of and monitor the mental and physical health of occupational therapy workers."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library