Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bestari Diniarti
"Ver adalah prefiks yang banyak terdapatg dalam bahasa Belanda Pirefisaasi dengan ver- mengakibatkan perubahan bentuk dan makna tersebut suatu kategori yang menjadi bentuk dasarnya. Perubahan bentuk dan makna tersebut menjadi titik tolak dalam penulisan skripsi ini ini, Untuk meneliti perubahan yang ditimbulkaan khususnva oleh verba berprefiks ver- dengan sendirinya diperlukan pula berbagai teori yang berkaitan dengan vet- khususnva teori -teori yang berasal dari Arians Van Santen (1990) tentang spesivikasi proses pembentukan kata, Dik & Kooij. tentang derivasi dan fleksi sebagai kaidah pembentukan kata yang berlaku pada verba berprefiks ver- Jan teori lalu yang berasal dari Geeit dkk (1984) yang telah) memberikan pengkategorian makna untuk verba beiprefiks ver- berdasarkan makna yang terdapat di dalamnya. Penelitian lain ternyata menunujukkan bahwa kemampuan ver- untuk berkombinasi dengan kategori verba dan adjektiva jauh, lebih besar persentasenya jika dibandingkan dengan .jumlah nomina yang lebih sedikit dan dengan demikian telah menunjukkan bahwa verba dan adjektiva .lebih produktif dari yang lain lagii pula makna yang dihasilkan pun cukup bervariasi."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1995
S15743
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Niken I. Pattiserlihoen
"ABSTRAK
Roman sejarah De Laatste Generaal yang ditulis K T.Friedericy pada tahun 1942 dan diterbitkan pada tahun 1958 merupakan versi kedua dari karya aslinya yang terbit pada tahun 1947. Versi pertama yang terbit tahun 1947 tersebut berjudul Bontorio, de laatste generaal. Eisah claim kedua karya itu terjadi pada latar yang sama yaitu di Sulawesi Selatan, tepatnya di daerah Bone. Cerita bersumber dari situasi kehidupan para bangsawan Bone yang mengalami keresahan karena masuknya Belanda ke tanah air mereka
Di dalam skripsi ini akan dianalisis bagaimana visi RI Friedericy (yang berkebangsaan Belanda) terhadap berbagai kelompok etnis di Bone selama pendudukan Belanda Perbedaan dan persamaan menyangkut struktur, penyajian dan tema dalam Bontorio, de Iaatste generaal dan De Iaatste generaal merupakan pokok-pokok bahasan yang akan dibahas dalam skripsi ini. Pertama akan diberikan gambaran tentang hubungan Friedericy dengan Sulawesi Selatan dan situasi sosial politik di Sulawesi Selatan pada saat pendudukan Belanda dinilai. Ini dimaksudkan agar lebih mudah memahami analisis siruktur pada bab berikutnya. Selanjutnya akan dibahas tentang struktur, untuk kemudian ditarik kesinipulan yang juga akan memberikan gambaran tentang kesan pembaca mengenai kedua karya H.J.Friedericy di atas.

"
1995
S15911
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lestari Adiyanti
"Dubbelop adalah istilah dalam bahasa Belanda yang dapat diterjemahkan sebagai: pendobelan/pengulangan. Yang dimaksud di sini adalah pengulangan pemakaian kata dalam suatu kalimat, baik pengulangan yang eksplisit maupun yang implifsit. dapat berjalan dengan lancar.
Pengulangan ini sering terjadi, tapi bila pengulangan terjadi pada teks tertulis, hampir dapat dipastikan bahwa pengulangan tersebut dimaksudkan untuk tujuan tertentu, yaitu untuk memberikan penekanan anti dapat berjalan dengan lancar.
Dalam skripsi ini, penelitian dilakukan terhadap teks-teks tertulis yang mengandung pengulangan, dan yang akan diteliti adalah apa unsur pembentuk pengulangan serta bentuk pemuncu_lannya, pada jenis bacaan apa pengulangan lebih banyak terjadi serta fungsi dari pengulangan itu sendiri dalam suatu kalimat."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1995
S15749
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yoses Antonius A.
"Proses peminjaman tidak terpaku pada bentuk kata yang harus mirip dengan bentuk aslinya. Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa banyak kata yang digunakan setiap hari merupakan basil dari peminjaman dari bahasa lain. Selain peminjaman kata-kata tunggal, ternyata ada juga bentuk peminjaman dari kata-kata majemuk. Peminjaman tersebut berbentuk pinjam terjemah, contohnya kata luar negeri dan dalam negeri yang berasal dari kata binnenland dan buitenland; pinjam campur, contohnya kata air ledeng yang berasal dari kata waterleiding; dan pinjam ubah, contohnya pispot yang berasal dari kata piespot.
Dengan bentuk peminjaman tersebut, kata-kata tersebut disesuaikan dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia. Hasilnya ada yang tetap berbentuk sebagai kata majemuk atau menjadi satu kata tunggal saja. Bila hasilnya merupakan kata majemuk, pembentuk kata tersebut dapat berupa kata pinjaman juga atau hanya basil penerjemahan biasa. Kesulitannya adalah untuk menentukan bahwa kata-kata tersebut merupakan basil peminjaman karena mungkin memang sudah ada sejak dulu dala bahasa Indonesia dan mungkin terdapat juga dalam bahasa lain selain dalam bahasa Indonesia. Begitu juga dengan frekuensi pemakaian kata-kata tersebut yang sangat tinggi, sehingga sudah dianggap kata-kata asli, misalnya kata kepala sekolah berasal dari kata hoofdschool yang merupakan bentuk pinjam terjemah, begitu juga uang sekolah atau whoa/geld.
Dalam skripsi saya ini saya menganalisis perubahan dan penyesuaian yang ada dalam peminjaman kata-kata majemuk bahasa Belanda ke dalam bahasa Indonesia. Skripsi ini saya bagi dalam empat bab, yaitu Bab I berisi pendahuluan; Bab II berisi kerangka teori, secara semantis dan fonologis, serta sosiolinguistik; Bab III berisi analisis kata-kata bahasa Indonesia basil peminjaman dari kata-kata majemuk bahasa Belanda dilihat secara fonoIogis dan semantis; serta Bab IV berisi kesimpulan dari analisis sebelumnya."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2001
S15834
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dahlia Djohan
"ABSTRAK
Bahasa Belanda merupakan bahasa yang memegang peranan cukup panting dalam sejarah Indonesia, Masa kolonialisme Belanda di Indonesia yang berlangsung selama tiga setengah abad telah mengakibatkan adanya kontak bahasa yang kemudian memacu terjadinya proses pemungutan kata. Terdapat sekitar 5000 kata pungutan bahasa Belanda dalam bahasa Indonesia yang popular dan banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupannya sehari-hari. Sebaliknya terdapat sekitar 400 kata pungutan bahasa Indonesia dalam bahasa Belanda yang walaupun tidak semuanya popular digunakan oleh masyarakat Belanda, kata-kata tersebut secara jelas tertera dalam kamus besar bahasa Belanda Van Dale Groot Woordenboek der Nederlandse Taal (1999: Cetakan XIII).
Kontak yang terjadi antara bahasa Indonesia dan Belanda merupakan akibat dari adanya hubungan sejarah antara Indonesia dan Belanda yang bermula pada tahun 1596 yang kemudian mengakibatkan pada masa-masa selanjutnya banyak orang Belanda yang berbahasa Indonesia dan orang Indonesia yang berbahasa Belanda sehingga kemudian terjadi proses pemungutan kata antara kedua bahasa.
Perbedaan struktur tata bahasa Indonesia dan tata bahasa Belanda mengakibatkan disesuaikannnya beberapa kata pungutan bahasa Indonesia ke dalam sistem bahasa Belanda. Penyesuaian yang terjadi dapat merupakan penyesuaian morfologis, penyesuaian fonologis, atau penyesuaian semantis.

"
2001
S15814
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Poppy Muryati
"ABSTRAK
Kadang orang tua menemui kesulitan dalam memilih buku bacaan yang baik bagi anak. Hal teisebut terjadi dikarenakan perbedaan pendapat dalam menilai sebuah buku. Penilaian buku yang baik berdasarkan orang dewasa adalahbuku yang sesuai dengan nilai dan teoii yang telah tertulis, namun tidak demilian halnya dengan anak. Dalam memilih buku anak Iebih banyak bersifat subyektif.
Di Belanda terdapat sekelompok juri anak-anak yang bertugas menilai buku-buku yang disodorkan pada mereka, kemudian buku yang dianggap baik oleh mereka akan mendapatkan pengltargaan. Namun karena penilaian tersebut lebili banyak bersifat subyektif, tidak dapat dipastikan bagaimana kriteria mereka sebenarnya. Buku-buku De Kleine Visser van Baiwla karya Wieteke van Dort, De Weg Terug kazya Peter Vervloed, dan Matabia kaiya Marion Bloem, adalah sedikit dan sekian banyak buku yang memperoleh penghargaan dari Kinderjury. Ketiga buku inilah yang akan menjadi acuan bagi penulis dalam menentukan kriteria yang dimiliki oleh Kinderjury.

"
2001
S15840
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nasution, Azhar
"
ABSTRAK
Skripsi ini menganalisis bagaimana P. A. Daum dan Louis Couperus menampilkan aspek kekuatan gaib dalam karya mereka, Goena-goena dan De stille kracht. Lebih jauh lagi skripsi ini menyoroti pandangan tokoh-tokoh yang berasal dari golangan masyarakat yang berbeda dalam memandang keberadaan kekuatan gaib dalam Goena-goena dan De stille kracht. Kedua karya ini mempunyai latar tempat yang sama, yaitu di pulau Jawa. Cerita dalam kedua buku ini juga membahas hal yang sama, yaitu tentang kepercayaan dan norma masyarakat Jawa.
Dalam melakukan analisis digunakan metode struktural_ Analisis diiakukan terhadap anasir-anasir dalam cerita, yaitu latar, penokohan dan fokalisasi. Pembahasan mengenai kekuatan gaib melalui pendekatan sejarah dan kebudayaan masyarakat Jawa diberikan sebelum analisis diiakukan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai kekuatan gaib menurut masyarakat Jawa, agar mempermudah analisis yang akan dilakukan. Dalam kesimpulan dirangkum bagaimana Daum dan Couperus menampilkan aspek kekuatan gaib serta pandangan terhadap kekuatan gaib menurut tiga kelompok masyarakat di Hindia Belanda pada masa itu, yaitu: Eropa, Indo-Eropa dan Pribumi (diwakili oleh suku Jawa).
"
1997
S15941
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zahroh Nihayah
"Sufiks -eer merupakan sufiks pinjaman dari bahasa Perancis yang kemudian menjadi sufiks pembentuk verba yang produktif, bila bentuk dasarnya berasal dari bahasa asing. Karenanya verba bersufiks -eer memiliki karakteristik yang unik, misalnya saja bentuk dasarnya selain berupa kata juga berupa akar kata. Begitu pula kaidah operasionalnya yang bisa berupa afiksasi, substitusi afiks, ataupun peminjaman langsung. Sufiks ini memiliki nilai kategorial `perbuatan' dan `perubahan'. Hal menarik lainnya ialah bahwa verba-verba bersufiks -eer_ menunjukkan banyak gejala-gejala morfofonologis, yaitu keberagaman alomorf; perubahan, penyisipan, dan penghilangan bunyi; serta prilaku tekanan sufiks -eer yang selalu mendapat tekanan utama."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2000
S15739
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dina Giovani Utami
"ABSTRAK
Bahasa Pecuk adalah sebuah bahasa yang dipergunakan oleh sekelompok masyarakat Indo Belanda di Indonesia. Secara sekilas orang akan menyatakan bahwa bahasa Pecuk itu adalah bahasa Belanda, namun dalam pembentukannya banyak terjadi penyimpangan kaidah-kaidah bahasa dalam tataran fonologi, morfologi, sintaksis maupun semantik.
Dalam skripsi ini dipaparkan penyimpangan kaidah-kaidah bahasa secara sintaksis. Adapun unsur sintaksis yang dibahas adalah struktur kalimat tunggal dan kalimat majemuk bahasa Pecuk, kemudian dideskripsikan.
Hasil tinjauan sintaksis ini adalah untuk membuktikan bahwa struktur kalimat bahasa Pecuk mendapat pengaruh dari bahasa Betawi, walaupun sebagian besar pola katanya berasal dari bahasa Belanda.

"
2001
S15916
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Munif Yusuf
"Jika suatu bahasa tidak mempunyai istilah tertentu, bahasa itu dapat memadankannya dari bahasa lain. Pemadanan dilakukan dengan tiga cara, yakni dengan menerjemahkan, menyerap, dan menggunakan gabungan terjemahan dan serapan. Hal itu dilakukan misalnya pada istilah di bidang hukum perdata Belanda yang dipadankan ke dalam bahasa Indonesia. Bagaimana proses pemadanan itu terjadi akan dibahas dalam tesis ini.
Pemadanan dengan penerjemahan dilakukan dengan menerjemahkan istilah secara langsung dan dengan perekaan. Istilah yang diterjemahkan secara langsung dapat kita kenali dari terjemahan kata per kata. Pemadanan dengan perekaan tidak menggunakan terjemahan harfiah, tetapi menggunakan kesamaan definisi antara istilah sumber dan padanannya dalam bahasa sasaran.
Dalam proses pemadanan dengan penyerapan terjadi penyesuaian fonologis dan ejaan karena sistem bahasa sumber dan bahasa sasaran berbeda. Namun, jika tidak diperlukan penyesuaian, maka kata yang diserap akan mempunyai bentuk yang sama dengan bentuk dalam bahasa sumbernya.

If a language does not a particular term, the language can make equivalence from another language. That can be done in three ways: translating, loaning and the combination of the two. That is done in many fields one of them is the law terms. How the equivalence process happens will be studied in this thesis.
We can translate terms of Law in two manners: directly and with "improvisation". We can identify whether a translation is a direct translation or not from the translation in the target language, but we can not identify if the translation is not direct. That translation has the same definition with the term in the source language but it has different word(s).
In the loan process there are phonological and spelling adaptations because the system is different of the source and target language. If there is no need adaptation, the word will be used in the same form as the source language."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2007
T19575
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>