Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Handoyo Wahyu Purnawan
"ABSTRAK
Salah satu pemanfaatan hutan yang berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi
adalah pengelolaan hutan produksi dengan skema Hutan Tanaman Industri. PT.
BMH sebagai pemegang izin berkewajiban melaksanakan kemitraan
kehutanan. Gabungan Kelompok Tani Riding Bersatu Gapoktan dan PT.
Bumi Mekar Hijau PT. BMH telah menandatangani Naskah Kesepakatan
Kerjasama Kemitraan Kehutanan pada areal bergambut seluas 10.000,8 ha
yang saat ini belum berjalan. Fokus Utama Exploratory Research ini ialah
realisasi kemitraan kehutanan yang akan terjadi di Tahun 2022. Riset ini
memiliki tujuan mengidentifikasi faktor pendorong driving force yang
mempengaruhi realisasi kemitraan kehutanan, menemukan faktor penting yang
memiliki ketidakpastian yang tinggi critical uncertainty serta
memproyeksikan realisasi kemitraan kehutanan pada tahun 2022. Riset ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kualitatif sesuai dengan
tahapan analisis skenario. Faktor pendorong driving force yang paling
mempengaruhi kemitraan kehutanan adalah budaya bertani, kelembagaan,
pasar dan paduserasi kebijakan perhutanan sosial degan kebijakan
perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut. Faktor penting dengan
ketidakpastian tinggi critical uncertainty yang mempengaruhi realisasi
kemitraan kehutanan adalah paduserasi kebijakan perlindungan dan
pengelolaan ekosistem gambut dan budaya bertani. Skenario terbaik pada
tahun 2022 adalah skenario gambut emas, dimana kemitraaan kehutanan
yang terdiri dari agroforestri dan kemitraan tanaman pokok dapat berjalan jika
perusahan mengganti akasia Acacia crassicarpa dengan alternatif bahan baku
pulp dan kertas yang sesuai dengan ekosistem gambut.

ABSTRACT
One of the forest uses that contributes to economic growth is the management
of production forests under the Industrial Plantation Forest scheme. PT. BMH
as the permit holder is obliged to implement forestry partnerships. Riding
Farmers Group Gapoktan and PT. Bumi Mekar Hijau PT. BMH has signed
the Forestry Partnership Cooperation Agreement Manuscript of 10,000.8 ha
peatland ecosystem which is currently not running. The main focus of this
Exploratory Research is the realization of forestry partnerships that will occur
in 2022. This research aims to identify driving forces that influence the
realization of forestry partnerships, finding critical uncertainty and projecting
possible forestry partnership future occurred in 2022. This research uses a
qualitative approach with qualitative methods according to scenario analysis.
The driving force that most influences forestry partnerships is the culture of
farming that adapts to peat ecosystems, institutions, markets and the
sincronization of social forestry policies and protect and manage peat
ecosystems policies. Critical uncertainty that affect the realization of forestry
partnerships are the implementation of policies to protect and manage peat
ecosystems and farming culture. The best scenario that might occur in 2022 is
the gold peat scenario, where forestry partnerships consisting of agroforestry
and partnership on staple crops can work if the PT. BMH replaces acacia
Acacia crassicarpa with an alternative pulp and paper raw material that is
compatible with the peat ecosystem."
[, ]: Universitas Indonesia. Sekolah Ilmu Lingkungan, 2019
T52140
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Khairun Nisa
"Penggunaan masker wajah sekali pakai sudah menjadi kebutuhan dan kebiasaan sejak merebaknya wabah COVID-19. Pembuangan dan pengelolaan yang tidak tepat menimbulkan jejak sampah yang dapat berpotensi sebagai sumber pencemar di lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dampak pencemaran sampah masker wajah sekali pakai skala rumah tangga, menganalisisis peran dan persepsi masyarakat serta peran pemerintah daerah di Kecamatan Cinere untuk menyusun strategi keberlanjutan pengelolaan sampah masker wajah sekali pakai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM), Strength, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT) dan analisis statistik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penggunaan masker wajah sekali pakai di Kecamatan Cinere sebesar 2 buah/hari dengan berat sebesar 3,54 gram dan diperkirakan masyarakat Kecamatan Cinere menghasilkan sampah masker wajah sekali pakai sebesar 106.739 buah/hari dengan tingkat pelepasan mikroplastik mencapai >93,93 miliar/hari. Dapat disimpulkan persepsi dan peran masyarakat serta peran pemerintah daerah berpengaruh terhadap potensi pencemaran sampah masker wajah sekali pakai di lingkungan dengan strategi yang tepat adalah turn around.

The use of disposable face masks has become a necessity and a habit since the outbreak of COVID-19. Improper disposal and management creates a trail of waste that can potentially be a source of pollution in the environment. This study aims to analyze the potential impact of household-scale disposable face mask waste pollution in Cinere District to develop a sustainable strategy for disposable face mask waste management. The method used in this research is Structural Equation Modeling (SEM), Strength, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT) and qualitative descriptive statistical analysis. The results showed that the average use of disposable face masks in Cinere District was 2 pieces/day with a weight of 3.54 grams and it was estimated that the people of Cinere District produced 106,739 disposable face mask waste with a microplastic release rate reaching >93.93 billion/day. It can be concluded that the perception and role of the community and the government are very important and impactful on the potential of pollution of disposable face mask waste in the environment and the right strategy to tackle this issue is turn-around."
Jakarta: Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library