Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Andrew Jeremia
"Keselamatan pasien merupakan isu global yang mendorong pengembangan sistem pelaporan insiden di fasilitas kesehatan. Siloam Hospitals Kelapa Dua telah mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Mutu (SIMM) berbasis web sejak Maret 2023 untuk mendukung pelaporan insiden keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi SIMM dan faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode campuran. Data kuantitatif diperoleh dari 774 laporan insiden yang teregister di SIMM selama Maret 2023–Desember 2024. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 informan dari berbagai profesi. Hasil menunjukkan bahwa perawat merupakan pelapor terbanyak. Pengetahuan staf tentang pelaporan cukup baik, namun pelatihan formal masih terbatas. Budaya keselamatan tergolong baik, ditandai dengan dukungan manajemen dan komunikasi terbuka, meskipun masih ada persepsi menyalahkan. SIMM dinilai cukup mudah digunakan, namun terdapat kendala teknis dan kompleksitas formulir. Fitur proteksi identitas pelapor sering digunakan secara tidak sengaja. Rata-rata 35 laporan diterima setiap bulan oleh 17 pelapor aktif. Fitur analisis akar masalah (RCA) digunakan pada 76,0% laporan, namun hanya 60,0% yang diselesaikan tepat waktu. Dasbor insiden SIMM dimanfaatkan untuk analisis tren cepat. Ketepatan waktu pelaporan dalam 1×24 jam tercapai pada 62,8% laporan, dan 73,8% laporan diproses lengkap. Pelaporan berkontribusi pada perbaikan proses dan pembelajaran organisasi, meskipun tingkat pelaporan 22,03 per 1.000 hari pasien—masih di bawah tolok ukur. SIMM memberikan kontribusi positif terhadap pelaporan insiden, namun optimalisasi sistem, pelatihan, dan budaya pelaporan masih perlu ditingkatkan.

Patient safety is a global concern that has driven the development of incident reporting systems in healthcare facilities. Siloam Hospitals Kelapa Dua implemented a web-based Quality Management Information System (QMIS) in March 2023 to support patient safety incident reporting. This study aims to evaluate the implementation of QMIS and the factors influencing its use. A case study with a mixed-methods approach was conducted. Quantitative data were obtained from 774 incident reports registered in QMIS between March 2023 and December 2024. Qualitative data were collected through in-depth interviews with 10 informants from various professional backgrounds. Findings show that nurses were the most frequent reporters. Staff demonstrated adequate knowledge of incident reporting, although formal training was limited. The hospital’s safety culture was generally strong, supported by management commitment and open communication, though some perceptions of blame remained. QMIS was considered user-friendly, despite technical issues and form complexity. The anonymous reporting feature was often used unintentionally, complicating follow-up. On average, 35 reports were submitted monthly by 17 active users. The root cause analysis (RCA) feature was used in 76.0% of reports, with only 60.0% completed on time. The QMIS incident dashboard was used for quick trend analysis. Timely reporting within 24 hours was achieved in 62.8% of cases, and 73.8% of reports were fully processed. Reporting contributed to process improvements and organizational learning, although the reporting rate remained at 22.03 per 1,000 patient days—below the benchmark. QMIS has positively supported incident reporting, but further improvements are needed in system optimization, training, and fostering a stronger reporting culture. "
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wily Kurniady
"Pandemi virus COVID-19 sejak akhir Desember 2019 masih memberikan dampak yang luar biasa hingga saat ini, dimana semua harus menegakkan protokol kesehatan yang ketat termasuk membatasi kontak fisik dan menjaga jarak antar manusia. Salah satu cara yang disarankan oleh PB IDI agar tetap dapat merawat pasien atau keluarga pasien yang membutuhkan adalah dengan cara telemedicine. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelayanan telemedicine di Siloam Hospitals Bogor guna memenuhi kebutuhan pasien atau keluarganya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi potong lintang,yang dilakukan pada bulan desember tahun 2020. hasil penelitian didapatkan bahwa persepsi terhadap kualitas pelayanan dan fungsi aplikasi mobile tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan efektivitas pelayanan telemedicine, tetapi persepsi terhadap pengiriman obat pulang dan kelancaran saat pelayananlah yang memberikan efek yang bermakna terhadap peningkatan efektivitas pelayanan telemedicine. efektivitas pelayanan yang baik juga terbukti memberikan kepuasan kepada pasien yang menerima pelayanan telemedicine. pelayanan ini bisa menjadi lebih baik dengan cara melakukan pengembangan terhadap aplikasi mobile untuk lebih terintegrasi dan mempertahankan pelayanan pengantaran obat pulang serta kelancaran dalam pelayanan telemedicine.

The COVID-19 virus pandemic since the end of December 2019 has had a tremendous impact and has not been resolved to date. Health protocols must be implemented properly including limiting physical contact and maintaining human distance between human to reduce the spread of the COVID-19. Indonesian Doctors Association advised hospitals to still be able to provide health care to patients who need health services. One way that is considered safe is through teleconsultation. This study aims to analyze the effectiveness of telemedicine services at Siloam Hospitals Bogor to fulfill of patients and their families needs. The research method used quantitative method with cross sectional study, conducted in December 2020. The results showed that perceptions of service quality and function of mobile applications did not have an effect on increasing the effectiveness of telemedicine services, but the perception of drug delivery and successful of telemedicine service had a significant effect on increasing the effectiveness of telemedicine services. the effectiveness of service is also proven to provide satisfaction to patients who receive telemedicine services. This service can be better by developing a mobile application to be more integrated and maintaining drug delivery and successful of telemedicine service."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library