Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tampubolon, Kartini
"The purpose of this research is to examine the correlation between environmental performance and environmental disclosure and also to examine the correlation between environmental disclosure and economic performance. The samples of this research consist of 8 mining firms from 2004 to 2006 which listed in Indonesia Stock Exchange. Multiple regrresion is used to test the hypothesis.
The test result for the first hyphotesis indicated that the correlation between environmental performance and environmental disclosure was positive and statistically significant. The test result for the second hyphotesis indicated that the correlation between environmental disclosure and economic performance was positive statistically significant. Thus, all of the test result supports the finding of Al-Tuwaijri, et al. (2003), Suratno, Darsono & Mutmainah (2006) and Almilia & Wijayanto (2007).
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S6111
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ambar Retno Wardhani
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Reporting terhadap Return on Equity dan Return on Asset perusahaan serta sebaliknya. Sampel yang digunakan adalah 17 perusahaan yang ikut serta pada penghargaan Indonesia Sustainability Reporting Award, yaitu penghargaan yang diberikan kepada perusahaan yang memperoleh nilai tertinggi untuk Sustainability Reporting dengan kategori seperti environmental reporting dan social reporting.
Hipotesis pertama adalah ROE dan ROA berpengaruh terhadap Corporate Social Reporting perusahaan. Hipotesis ini terbukti karena secara bersama-sama ROE dan ROA perusahaan berpengaruh positif terhadap Corporate Social Reporting perusahaan. Hal ini terjadi karena kinerja keuangan yang baik seperti ROE dan ROA menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai sumber daya berlebih yang dapat digunakan untuk aktivitas CSR sehingga nilai Corporate Social Reporting perusahaan relatif lebih besar. Hipotesis kedua adalah Corporate Social Reporting berpengaruh terhadap ROE dan ROA perusahaan.
Hipotesis kedua ini juga terbukti yaitu Corporate Social Reporting berpengaruh positif terhadap ROE dan ROA perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang mengimplementasikan CSR yang dapat dilihat dari Corporate Social Reporting akan mendapatkan banyak keuntungan seperti kesetiaan pelanggan dan kepercayaan dari kreditor serta investor. Semua ini akan memicu keuangan perusahaan menjadi lebih baik sehingga perusahaan akan mendapatkan laba yang meningkat di mana ROE dan ROA juga akan meningkat. Dapat disimpulkan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan pemegang saham adalah dengan melakukan aktivitas CSR."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S5695
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Norhikmah Razzaq
"Penelitian ini merupakan replika dari penelitian Black (1998) dikombinasikan dengan penelitian Susanto dan Ekawati (2006). Penelitian ini bertujuan menguji keterkaitan antara siklus hidup perusahaan dengan peningkatan nilai informasi laba dan arus kas, dan menguji korelasi laba dan arus kas terhadap harga saham pada tiap tahapan siklus hidup. Siklus hidup perusahaan terdiri dari empat tahap : start up, growth, maturity, dan decline. Masing-masing tahapan memiliki karakteristik yang berbeda, yang akan mempengaruhi kegunaan ukuran kinerja akuntansi, seperti laba dan arus kas.
Black (1998) menunjukkan bahwa informasi laba lebih relevan pada tahap maturity, sementara informasi arus kas operasi lebih relevan pada tahap start up, growth dan decline. Susanto dan Ekawati (2006) membuktikan bahwa harga saham pada tiap tahapan siklus dipengaruhi oleh laba, arus kas operasi dan arus kas pendanaan, sementara informasi arus kas operasi mempengaruhi harga saham hanya pada tahap start up, maturity, dan decline. Mereka juga menemukan bahwa informasi laba lebih relevan pada tiap tahapan siklus. Dengan menggunakan data keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada periode 2005, penelitian ini membuktikan bahwa harga saham dipengaruhi oleh arus kas operasi pada seluruh tahapan siklus. Laba mempengaruhi harga saham pada tahap maturity dan decline, arus kas investasi mempengaruhi harga saham hanya pada tahap decline, sementara arus kas pendanaan mempengaruhi harga saham pada tahap growth dan maturity. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa arus kas operasi dan arus kas pendanaan lebih relevan pada tahap growth; laba dan arus kas operasi lebih relevan pada tahap maturity; sementara arus kas operasi dan arus kas investasi lebih relevan pada tahap decline. Penelitian ini tidak melakukan pengujian pada tahap start up karena adanya keterbatasan data sampel. Penelitian sejenis berikutnya diharapkan menggunakan data sampel yang lebih banyak pada jangkauan periode yang lebih luas untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

This research is a replication from Black (1998) research, combined with Susanto Ekawati (2006) research. Its aim is to examine the association between corporate lifecycle and the incremental value-relevance of earnings and cash flows, and to examine the correlation of earnings and cash flows with stock price in each corporate life cycle. Corporate life cycle consists of four stages: start-up, growth, mature and decline. Firms in different life-cycle stages have different characteristics. Those will affect the usefulness of accounting performance measures, such as earnings and cash flows.
Black (1998) found that earnings become more relevant in maturity stage, while operating cash flows become more relevant in start up, growth, and decline stage. Susanto Ekawati (2006) found that stock price of firms in all stages is influenced by earnings, operating and financing cash flows; while investing cash flows influence stock price only start up, maturity, and decline stage. Moreover, they found that earnings become more relevant in each stage. Using financial data of companies listed in Jakarta Stock Exchange (JSE) from period of 2005, this research proves that stock price is influenced by operating cash flows all stages. Earnings influence stock price in maturity and decline stage; investing cash flows influence stock price only in decline stage; while financing cash flows influence stock price in growth and maturity stage. Research results show that operating and financing flows become more relevant in growth stage; earnings and operating cash flows become more relevant in maturity stage; while operating and investing cash flows become more relevant in decline stage. This research do not analyze for the start up stage, because the limitation of the sample data. Next similar research should use more sample data in longer period to get the more powerful result.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S5682
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuli Akhrita
"Bantuan akuntansi terhadap manajemen adalah dalam hal penyediaan informasi yang terkait dengan seluruh kegiatan, perkembangan serta hasil yang telah dicapai oleh perusahaan dengan harta yang dimiliki, yang kemudian dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan. Dengan kata lain, jika input dan pemrosesan transaksi dalam sistem informasi akuntansi memadai, maka manajemen dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menanggapi suatu hasil atau masalah. Seiring dengan semakin kompleksnya transaksi-transaksi yang dilakukan perusahaan, maka sistem informasi akuntansi perusahaan juga menjadi semakin kompleks. Ini berarti juga akan memperbesar risiko dari berbagai faktor bagi perusahaan, baik yang berupa bencana alam, perubahan situasi ekonomi dan politik, kegagalan software dan kerusakan peralatan, serta kesalahan dari faktor sumber daya manusia, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Untuk itu, perusahaan juga perlu meningkatkan pengendalian internalnya. Lemahnya pengendalian internal akan berdampak pada kekacauan sistem informasi akuntansi yang mencakup siklus pemrosesan transaksi, dalam memberi informasi yang tepat sebagai dasar pengambilan keputusan manajemen."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S5683
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahma Wijayanti
"Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara aktivitas pengungkapan sukarela yang terdapat dalam laporan tahunan perusahaan yang melakukan seasoned equity offering terhadap return yang diperoleh pada periode seputar penawaran. Pengungkapan sukarela yang dilakukan pada periode seputar penawaran saham dapat dilakukan dengan tujuan mereduksi asimetris informasi atau memberikan citra yang baik atas perusahaan sehingga investor tertarik untuk berinvestasi (hype the stock). Pengungkapan Sukarela dalam penelitian ini dibedakan menjadi Tingkat Pengungkapan Sukarela (Disclosure Frequency) yang dilakukan sebelum penawaran saham sekunder dan Tingkat Perubahan Pengungkapan Sukarela (Change in Disclosure Frequency) berupa perubahan tingkat pengungkapan sukarela pra dan pasca pengumuman seasoned equity offering. Hipotesa dalam penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan pengungkapan sukarela dengan tujuan mereduksi asimetris informasi akan memiliki Tingkat Perubahan Pengungkapan Sukarela (Change in Disclosure Frequency) yang memiliki signifikansi korelasi positif terhadap return pada pengumuman dan pasca pengumuman penawaran saham sekunder (Lang dan Lundhom, 2000). Return yang diteliti dalam penelitian ini terbagi atas return sebelum pengumuman (pre-announcement return), return pada periode pengumuman (announcement return), dan return pasca pengumuman saham sekunder (post-announcement return). Melalui uji analisa regresi berganda, Tingkat Perubahan Pengungkapan Sukarela (Change in Disclosure Frequency) perusahaan yang melakukan penawaran saham sekunder yang listing di BEJ terbukti tidak signifikan mempengaruhi return saham pada periode seputar penawaran saham, sehingga hipotesa bahwa Tingkat Perubahan Pengungkapan Sukarela ditujukan untuk mereduksi asimetris informasi tidak terbukti.

This research examined corporate voluntary disclosure around seasoned equity offering and its relation to stock prices. Sample in this research is firms listed in Jakarta Stock Exchange that offer its stock through seasoned equity offering in year 2004-2006. Voluntary disclosures consist of Level of Voluntary Disclosures and Change in Voluntary Disclosures. Most of Voluntary disclosures around equity offering are intended to reduce asymmetric information. However, there is some indication that corporate did voluntary disclosure to make good image and get high return from investor. This intention is called hype the stock. To know the relation between voluntary disclosure and stock return, I examine corporate voluntary disclosure with return before equity offering announcement (pre-announcement return), announcement return, and post-announcement return. If corporate voluntary disclosure is intended to reduce asymmetric information, correlation between stock return and its change in voluntary disclosure is significant and positive. Correlation between all categories in change in voluntary disclosure and stock return (pre, announcement, announcement, and post announcement) is not significant. From this result, the intention of voluntary disclosure is to reduce asymmetric information is doubtful. To get better result, it is better if longer event windows are used to examine the relation between corporate voluntary disclosure and stock return in the next research."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S5685
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anggi Rinata
"ABSTRAK
Laporan magang ini menganalisis tentang proses audit pada piutang usaha dan penurunan nilai dari piutang usaha pada laporan keuangan PT LNT yang dilakukan oleh KAP PQR pada periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2017. Proses audit yang dibahas pada laporan magang ini dibatasi pada tahap pengujian dan pengumpulan bukti audit, yang terdiri dari pengujian pengendalian dan prosedur substantif. Pengujian yang dilakukan auditor adalah menghitung ulang nilai penyisihan piutang tak tertagih dan penghapusbukuan kemudian membandingkannya dengan yang dicatat oleh PT LNT. Hal ini bertujuan untuk membuktikan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha yang dicatat PT LNT tidak memiliki perbedaan yang material dengan yang dihitung oleh auditor. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa tim audit tidak menemukan perbedaan nilai yang material dari hasil pengujian. Hasil laporan magang ini menyajikan bahwa proses audit yang dilakukan oleh KAP PQR telah sesuai dengan standar yang berlaku.

ABSTRACT
This internship report analyzes audit process on trade receivable and impairment of trade receivables in PT LNT financial statement conducted by KAP PQR for the period ended 31 st December 2017. The audit process discussed in this internship report is limited to the planning and fieldwork phase which consists of test of controls and substantive procedures. The test carried out is to recalculate the allowance for uncollectible accounts and write-offs and then compare them with those recorded by PT LNT. It aims to prove that the allowance for impairment of trade receivables recorded by PT LNT does not have material differences with those calculated by the auditor. From the results of the analysis, it can be concluded that the audit team did not find any material misstatement from the test results. The findings of this internship report present that the audit process carried out by KAP PQR is in accordance with the applicable standards."
2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Intan Maria
"Laporan magang ini bertujuan mengevaluasi audit atas akun kas dan setara kas Z Plantation, sebuah perusahaan kelapa sawit asal Malaysia, untuk periode 31 Desember 2019. Prosedur audit yang dilaksanakan berpedoman pada X Audit Guide, pedoman berbasis International Standards of Auditing (ISA) yang disusun oleh X Global Network. Proses audit dimulai dengan pemahaman dan perencanaan, lalu diikuti penilaian dan respons atas risiko, kemudian eksekusi prosedur, dan terakhir adalah pelaporan. Prosedur audit atas akun kas dan setara kas yang dilakukan dalam perikatan ini adalah pengujian pengedalian dan prosedur substantif. Pengujian pengendalian dilakukan atas kontrol penerimaan dan pembayaran kas. Sementara, prosedur substantif diantaranya penyusunan skedul utama, penghitungan kas tanpa pemberitahuan, tes rekonsiliasi bank, dan konfirmasi pihak ketiga. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, secara keseluruhan, akun kas dan setara kas Z Plantation telah disajikan dengan wajar dalam semua hal yang material.

This internship report is aimed to evaluate the audit of cash and cash equivalent of Z Plantation, a palm oil company from Malaysia, for the period 31 December 2019. The audit procedure was conducted based on X Audit Guide, a guideline based on International Standards of Auditing (ISA) that was made by X International Limited. The audit process started with understand and plan phase, then followed by risk assessment phase, then procedure execution phase, and lastly completion phase. The audit procedure for cash and cash equivalent done in this engagement are tests of controls and substantive procedures. Tests of controls was done on the control of cash receipt and payment. Meanwhile, among the substantive procedures are lead schedule, surprise cash count, test of bank reconciliation, and third-party confirmation. Based on the evaluation that has been conducted, overall, Z Plantation`s cash and cash equivalent account has been presented fairly in all material respects."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Thomas Henry
"Penulisan laporan magang ditujukan untuk mengevaluasi dan merefleksikan teknis pelaksanaan prosedur walk-through yang telah dilakukan pada salah satu transaksi pengeluaran kas di PT YYY oleh KAP XXX, yaitu salah satu big four kantor akuntan publik di Indonesia. Walk-through pada konteks audit merupakan suatu prosedur yang dilaksanakan untuk memahami alur transaksi dan pengendaliannya dalam sistem informasi entitas, yaitu dengan cara melacak suatu transaksi dari titik awal munculnya sampai akhirnya terefleksikan dilaporan keuangan. Dalam pelaksanaannya, prosedur walk-through dilakukan dengan menggunakan gabungan dari beberapa metode, seperti inquiry, inspeksi, dan reperformance. Untuk pengerjaannya, bagian yang dikerjakan adalah proses inspeksinya dengan mencocokan dan menghubungkan angka-angka dari dokumen hasil reperformance. Hasil evaluasi atas pelaksanaan prosedur walk-through menunjukkan satu perbedaan dengan teori dan standar-standar yang relevan, yaitu pada aspek pengawasan sesuai dengan standar audit nomor lima dari Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB). Untuk aspek pengawasan, kekurangannya terjadi karena kondisinya rekan kerja yang bertanggung jawab untuk mengawasi terpisah dengan pelaksana. Dari segi non-teknis, pelaksanaannya terhambat karena adanya kekurangan pada arahan yang diberikan.

The purpose of this internship report is to evaluate and reflect on the walk-through procedure that had been carried out by KAP XXX, which is one of the big four accounting firms in Indonesia, for one of the cash disbursement transactions at PT YYY. In auditing, a walkthrough test refers to a procedure that is performed to acquire an understanding of transaction flows and its controls within the company`s information processing system. Technically, auditors trace a transaction from its origination until it is reflected in the company`s financial statements. There are several methodologies such as inquiry, inspection, and reperformance that can be combined to perform the walk-through procedure. During the internship, the inspection process was being executed through tying up balances recorded in the walk-through documents from reperformance. The results of the evaluation showed only one inconsistency between the actual walk-through procedure performed by KAP XXX and relevant theories and standards, specifically the monitoring aspect under Auditing Standard No. 5 of the Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB). The inconsistency occurred because the supervisor got separated with the intern. Meanwhile, a lack of instructions given from the supervisor inhibited the inspection process."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Safira Fairuz Nisa
"Laporan magang ini bertujuan untuk mengevaluasi proses uji tuntas dan restrukturisasi utang yang dilakukan oleh PT PXP terhadap PT RRR. PT RRR merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur aluminium. Restrukturisasi utang dilakukan akibat ketidakmampuan PT RRR dalam membayar utang-utangnya, sedangkan uji tuntas dilakukan sebagai rangkaian awal dari proses restrukturisasi utang tersebut. Uji tuntas yang dilakukan meliputi identifikasi gambaran umum perusahaan, analisis industri dalam uji tuntas komersial, analisis laporan keuangan dalam uji tuntas keuangan, analisis dokumen hukum dalam uji tuntas hukum, dan analisis operasional dalam uji tuntas operasional PT RRR. Restrukturisasi utang yang dilakukan meliputi assesment kelayakan, pembuatan opsi restrukturisasi, dan negosiasi dengan kreditur. Berdasarkan proses uji tuntas dan restrukturisasi utang yang dilakukan, diketahui bahwa pelaksanaan uji tuntas dan restrukturisasi utang oleh PT PXP telah sesuai dengan kerangka evaluasi yang digunakan.

This internship report is aimed to evaluate the due diligence and debt restructuring process carried out by PT PXP to PT RRR. PT RRR is a company engaged in aluminium manufacturing. Debt restructuring was carried out due to PT RRR`s inability to pay its debts, while due diligence was carried out as an initial process of the debt restructuring process. Due diligence conducted includes identification of the general picture of the company, analysis of the industry in commercial due diligence, analysis of financial
statements in financial due diligence, analysis of legal documents in due diligence, and
operational analysis in operational due diligence for PT RRR. Debt restructuring includes
feasibility assessments, making restructuring options, and negotiations with creditors.
Based on the process of due diligence and debt restructuring that carried out, it is known
that the implementation is in accordance with the prevailing general theory.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library