Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 149 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mulyanisa Nadhifah Sirod
"Tembaga berperan penting dalam kehidupan masyarakat modern. Semakin hari kadar tembaga terus menurun, menyebabkan meningkatnya energi per tembaga yang dihasilkan. Tembaga umumnya diproduksi melalui proses hidro- atau piro-metalurgi. Namun baru-baru ini, proses tembaga sinergis berenergi rendah diusulkan. Salah satu prosesnya adalah presipitasi tembaga. Proses hidro-presipitasi digunakan untuk memulihkan tembaga secara selektif. Hasil presipitasi menghasilkan kualitas tembaga yang lebih tinggi dibandingkan dengan standar konsentrat tembaga sulfida yang biasa digunakan dalam proses pirometalurgi. Produk tembaga hasil presipitasi di proses hidrometalurgi dimasukkan ke dalam smelter/converter untuk mengurangi energi dalam produksi tembaga.
Presipitasi tembaga dari larutan sulfat dan bahan pengendapan berbasis kalsium seperti kapur menghasilkan co-kristalisasi gipsum. Adanya gipsum pada produk menyebabkan turunnya kadar presipitat. Namun, gipsum dan produk tembaga mengendap dengan ukuran yang berbeda. Oleh karena itu, pemisahan fisik melalui proses penyaringan mungkin dilakukan untuk menghilangkan gipsum dan meningkatkan kualitas produk tembaga. Efek waktu presipitasi, tingkat penambahan reagen, dan latar belakang larutan selama proses presipitasi diselidiki, untuk menemukan kondisi yang mampu meningkatkan pemisahan fisik antara endapan tembaga dan kristal gipsum.
Hasil menunjukan bahwa kadar tembaga tertinggi 23.3 Cu dihasilkan dengan menggunakan air deionisasi sebagai latar belakang larutan. Akan tetapi, pemisahan optimal dan pemulihan terbaik 31.3 Cu dicapai pada kondisi basis dengan penambahan kapur yang lebih rendah, karena sisa kapur pada system menghambat potensi pemisahan. Dengan itu dapat disimpulkan bahwa, penambahan kapur memberikan pengaruh terbesar pada pemulihan dan pemisahan.

Copper is essential in modern society. The current grade is decreasing, resulting in an increase in energy per copper obtained. Copper is generally produced from hydro or pyro metallurgical process. But recently, a low energy synergistic copper process is proposed. The process involves precipitating copper. A hydro precipitation step is utilised to selectively recover the valuable copper. The precipitate copper provides a higher copper grade compared to standard copper sulphide concentrate used in the pyrometallurgical process. The copper product from a hydrometallurgy process is fed into a smelter converter to reduce the overall energy of copper production.
Copper precipitation from sulphate solutions and calcium based precipitation agent like lime results in co crystallisation of gypsum. This presence of gypsum decreases the grade of precipitates. Gypsum and copper product precipitated at different sizes. Therefore, physical separation processes such as screening may be applied to remove gypsum and improve the copper product grade. Effects of residence time, reagent addition rate, and background solutions during continuous precipitation were investigated to find conditions, which enhance the physical separation between precipitated copper and gypsum crystals.
The results show that the highest copper grade 23.3 Cu was produced using DI water as the background solutions. However, the optimum separation along with the largest product recovery 31.3 Cu was achieved at baseline conditions, when lower lime addition rate was utilised, as the presence of unreacted lime inhibits the potential of separation. Therefore, lime addition rate was discovered to have the greatest influence on recoveries and separation.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S66920
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Afrizal Achmad Madhy
"ABSTRAK
Proses pengolahan gas bumi, minyak dan petrokimia menghasilkan gas buang yang biasanya dibakar dengan menggunakan flare. Kondisi flare yang terbakar bebas secara terbuka menjadi masalah terhadap lingkungan sekitar. Sementara itu kandungan komponen gas berbahaya yaitu H2S yang dilepas keudara mempunyai ambang batas yang ditentukan oleh pemerintah, salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan enclosed ground flare. Namun demikian aplikasi dari alat ini masih sangat terbatas karena harganya yang cukup tinggi dan peralatan yang masih harus diimpor, berkaitan dengan hal tersebut dalam penulisan ini bertujuan melakukan desain enclosed ground flare untuk berbagai laju alir gas buang dengan komposisi gas yang tidak mengandung H2S dan mengandung H2S, serta menentukan nilai keekonomian kondisi tersebut selama umur operasi alat dan juga membandingkan nilai keekonomian enclosed ground flare yang dibeli dari luar negeri dengan buatan dalam negeri pada kondisi produk yang sama Kasus yang ditinjau dalam penelitian ini meliputi gas buang dengan dua macam komposisi (normal, dan mengandung komponen gas berbahaya , H2S) serta variasi tiga laju alir yaitu :3, 6, 9 MMSCFD. Diharapkan dengan hasil penelitian kasus tersebut, bisa dipakai sebagai gambaran tentang desain serta nilai keekonomiannya dalam berbagai kondisi.
Desain enclosed ground flare pada gas khusus membutuhkan penambahan fuel dikarenakan heating value yang rendah, dan untuk gas normal tidak dibutuhkan penambahan fuel. Dimensi stack berbanding lurus dengan laju alir begitu juga dengan ukuran burner. Desain yang dihasilkan dapat membuat keluaran konsentrasi H2S dibawah ambang batas yang ditetapkan oleh menteri lingkungan hidup, dan keekomonian produk lokal lebih murah dibandingkan dengan produk luar.

ABSTRACT
The oil and gas processing, petrochemical industry produce waste gas which will be burned applies flare. Condition of free combustible and open flaring becomes problem to area condition of around, meanwhile dangerous gas component content that is H2S which release directly and free into the air has boundary threshold determined by government, one of way of overcome the thing is by using enclosed ground flare. However application from this equipment still very limited because the price which is enough height and equipments which still must be imported, relates to the thing in this writing aim to do design enclosed ground flare for various waste gas rate of flows with composition of gas which is not contained H2S and contains H2S, and determines the condition economics value during operation age of equipment as well as comparing economics value enclosed ground flare bought from outside country with made in country at condition of the same product. Case evaluated in this research covers waste gas with two kinds of composition (normal, and contains dangerous gas component, H2S) and various three rate of flows that is : 3, 6, 9 MMSCFD. Expected with result of research of the case, can be used as knowledge of about design and the economics value in so many condition.
Design of enclosed ground flare at special gas requires addition of fuel because of heating value which is low, and normal gas is not required addition fuel. Dimension stack to compare straight with flow rate so do of the size burner. Output design be able to make output of concentration H2S under boundary threshold specified by environment minister, and local product cheaper compared to foreign product."
Lengkap +
2009
T26673
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Imam Dermawan
"ABSTRAK
Pada suatu lokasi eksploitasi migas yang memiliki kapasitas sumur lebih besar daripada fasilitas pemrosesan ataupun permintaan gas dari pembeli, diperlukan optimasi sumur guna memaksimalkan keuntungan ekonomi dengan mempertimbangkan kandungan dari setiap sumur seperti minyak, Gas Methana & Ethana, Propana, Butana serta Pentana plus pada batasan fasilitas yang ada.
Pada penelitian ini dilakukan optimasi dari laju alir produk pada sumur gas. Optimasi menggunakan metode program linier dengan penyelesaian menggunakan Software Microsoft Excel Solver. Dari hasil tersebut kemudian didapatkan kombinasi laju alir gas serta komposisi gas umpan campuran yang akan menuju fasilitas fraksinasi gas. Gas tersebut akan digunakan untuk simulasi yang menggunakan software Hysys untuk menentukan kondisi proses di fasilitas fraksinasi gas guna memaksimalkan pengambilan produk LPG dan Kondensat dan juga dapat memenuhi spesifikasi produk penjualan.
Dari 32 sumur yang dilakukan optimasi didapatkan sumur X15, X16, X24, X27, X28, X30 ditutup, sumur X2 dibuka 29% sedangkan sumur lainya dibuka 100%. Total keuntungan yang didapatkan sebesar 3,198,961 USD. Sedangkan kondisi proses pada simulasi Hysys yang didapatkan yaitu temperatur reboiler pada kolom deethanizer, depropanizer serta debutanizer masing-masing 162 °, 231 °, 257 °F. Rasio Refluks pada kolom depropanizer dan debutanizer masing-masing 1.8 & 1.4. Sedangkan pada tangki stabilisasi kondensat diperoleh tekanan dan temperatur produk masing-masing 26.7 psia dan 80 °F.

ABSTRACT
In the gas exploitation area which the wells capacity is higher then the variable of facility capacity or buyer gas demand, is needed to optimize wells opening for maximizing the revenue by considering well contents such as oil, methana, ethana, propane, butane and pentane plus at the existing facility constraints.
This research is proposed to optimize gas wells opening. The optimization methode used in this research is the linier programming run by Software Microsoft Excel adds in Solver. The result is the solution of optimized gas flow variable for every well. Gas composition also can be found by blending all wells. This gas property is used for Hysys simulation to get the process condition at the LPG & Condensate fractionation unit in order to get the maximum recovery variable and to meet product selling specification.
From optimization of 32 wells, it is found that well X15, X16, X24 ,X27, X28, X30 are closed, well X2 are opened at 29% and other wells are fully opened. The total revenue obtained is 3,198,961 USD. From Hysys simulation, it is found that temperatures reboiler at column of deethanizer, depropanizer and debutanizer are 162° , 231 °, 257 °F. Reflux ratios at the column of depropanizer and debutanizer are 1.8 & 1.4. It is also found the product pressure and temperature are 26.7 psia dan 80 °F in the condensate stabilizer tank.;In the gas exploitation area which the wells capacity is higher then the variable of facility capacity or buyer gas demand, is needed to optimize wells opening for maximizing the revenue by considering well contents such as oil, methana, ethana, propane, butane and pentane plus at the existing facility constraints.
This research is proposed to optimize gas wells opening. The optimization methode used in this research is the linier programming run by Software Microsoft Excel adds in Solver. The result is the solution of optimized gas flow variable for every well. Gas composition also can be found by blending all wells.
This gas property is used for Hysys simulation to get the process condition at the LPG & Condensate fractionation unit in order to get the maximum recovery variable and to meet product selling specification.
From optimization of 32 wells, it is found that well X15, X16, X24 ,X27, X28, X30 are closed, well X2 are opened at 29% and other wells are fully opened. The total revenue obtained is 3,198,961 USD. From Hysys simulation, it is found that temperatures reboiler at column of deethanizer, depropanizer and debutanizer are 162° , 231 °, 257 °F. Reflux ratios at the column of depropanizer and debutanizer are 1.8 & 1.4. It is also found the product pressure and temperature are 26.7 psia dan 80 °F in the condensate stabilizer tank.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
T26686
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Andri Kurniawan
"Kekurangan energi listrik di Propinsi Riau hingga 150MW menyebabkan perlunya segera dilakukan penambahan pembangkit listrik baru. Penambahan pembangkit listrik baru harus diikuti dengan ketersediaan bahan bakar. Lapangan gas Segat merupakan salah satu alternatif sumber bahan bakar tersebut.
Tujuan dari penelitian adalah mencari nilai keekonomian yang terbaik untuk pengembangan lapangan gas Segat. Pada suatu lapangan gas yang terdiri dari beberapa sumur-sumur gas yang mempunyai cadangan gas yang terbatas untuk dijual ke konsumen.
Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan kajian dan simulasi beberapa skenario pengembangan menggunakan software seperti GAP, Hysys, Pipesim, dan Excel. Melakukan analisis tentang karakteristik reservoar dan memilih sumur-sumur gas yang harus dibor dan dibuka lebih dahulu serta desain fasilitas produksi di permukaan, jadwal diperlukannya gas kompresor pada saat tekanan sudah tidak dapat mengalirkan gas secara alami dari sumur gas menuju ke konsumen.
Perbedaan kondisi tersebut akan berpengaruh pada biaya investasi (capital expenditure) dan biaya operasi (operating expenditure) yang harus dikeluarkan sehingga berakibat terhadap nilai keekonomiannya berdasarkan indikator-indikator keuntungan berupa NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), POT (Pay Out Time) dan GOI (Government Take). kemudian memilih skenario pengembangan yang paling baik untuk Pemerintah dan Produsen gas.
Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa skenario yang terbaik dalam nilai keekonomian selama 10 tahun adalah Skenario VI dengan nilai NPV sebesar US$ 58,75 juta dan IRR sebesar 38% namun masih lebih kecil dari target IRR sebesar 40%. Untuk mendapatkan nilai keekonomian dengan target IRR 40% dilakukan dengan menaikkan harga gas dari US$ 5,00 per MMBTU menjadi US$ 5,33 per MMBTU atau dengan meningkatkan laju alir gas dari 25 MMSCFD menjadi 26,60 MMSCFD. Reservoar dapat dioptimalkan laju alirnya hingga 28,5 MMSCFD. Kenaikan volume gas tersebut meningkatkan nilai IRR menjadi 43% dan meningkatkan NPV menjadi US$ 70,53 juta. Perubahan titik serah menjadi di Unit Pengolahan Gas dapat menjadi alternatif pilihan karena dapat menurunkan harga gas dari US$ 5,00 per MMBTU menjadi US$ 3,78 per MMBTU.

Electricity deficit in Riau Province until 150MW is causing the needed of additional power generator to solve the problem soon. The additional of the power generator should be following with availability of fuel source. Segat gas field is one of the best alternatives for supply of fuel gas for power generator.
The objective of the study is to find the best attractive economic value of Segat gas field development. Gas field, which has a several well to produce gas with a limitation reserve.
Study and simulating with several scenarios of development using GAP, Hysys, Pipesim, and Excel software. Analyses the reservoir characterization data to determine reserves and gas deliverability predictions and also to estimate drilling schedule. Surface facilities design, by arranging pipeline and process plant design to consider wells location through out market sales point and needed of gas compressor. Economic evaluation, by demonstrating economic indicators result such as NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), POT (Pay Out Time) and GOI (Government Take) to make the most attractive for both Government and Gas Producer.
The best scenario in 10 years deliverability is Scenario VI with US$ 58.75 million of NPV and 38% IRR, still lower than 40% IRR target. Several solutions to meet the 40% IRR target is by increasing the gas price to US$ 5.33 per MMBTU instead of US$ 5.00 per MMBTU and increasing gas flow rate from 25 MMSCFD to 26.60 MMSCFD. Reservoir simulation has optimize the flow rate until 28.5 MMSCFD and increasing the IRR value from 40% IRR target to 43% and also increasing the NPV to US$ 70.53 million. Gas delivery point at Gas Processing Unit is alternative because can reduce the gas price from US$ 5.00 per MMBTU become US$ 3.78 per MMBTU.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27906
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Triputri Syarifah
"ABSTRAK
Tesis ini bertujuan untuk menentukan dimensi Shell and Tube Vaporizer (STV)
pada pengembangan fasilitas regasifikasi berkapasitas 500 MMSCFD (~ 3.593
MWe) yang akan dipasang di ex-pengolahan LNG dengan keterbatasan lahan (30
x 30 m2). Diperoleh lima kelompok STV dengan media pemanas propana dan air
laut dan dimensi terbesar STV adalah 7,32 m (panjang) dan 1,45 m (diameter).
Parameter NPV, IRR, dan PBP atraktif untuk biaya regasifikasi 2-3
USD/MMBTU, cukup optimum saat biaya regasifikasi sebesar 2.75
USD/MMBTU, dengan NPV USD 38 M, IRR 23,9% dan PBP 4,59 tahun.
Berdasarkan analisis sensitivitas, biaya investasi lebih sensitif terhadap parameter
keekonomian dibandingkan harga sewa.

ABSTRACT
The objective of this thesis is to determine dimension of Shell and Tube Vaporizer
(STV) at regasification facility development with capacity of 500 MMSCFD (~
3.593 MWe) which will be installed at a location of ex-facilities of LNG
production that has area limitation (30 x 30 m2). There are five STV groups with
heating media of propane and sea water and the largest dimension is 7,32 m
(length) and 1,45 m (diameter). Parameters NPV, IRR, and PBP are attractive for
regasification cost of 2-3 USD/MMBTU, optimum enoughwhen the regasification
cost is 2.75 USD/MMBTU, result in NPV of USD 38 M, IRR of 23,9%, and PBP
of 4,59 years. Based on sensitivity analysis, investation cost is more sensitive to
the economic parameter compare with the rent cost"
Lengkap +
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T38711
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizali Nurcahya Nararya
"Kebutuhan energi di dunia semakin meningkat. Hal ini mendorong terbentuknya penelitian berbasisi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) salah seperti biomassa dan salah satunya adalah biohidrogen. Unit penting dalam proses pembuatan biohidrogen adalah gasifier dan char combustor. Gasifier adalah unit reaksi pembentukan biohidrogen. Untuk mengoptimasi kinerja unit proses awal pabrik bioidrogen dari biomassa ini maka akan dipasangkan sistem pengendalian dengan metode MPC. Pengendali MPC bergantung pada model empirik FOPDT yang diperoleh dengan melakukan identifikasi sistem.
Pemodelan empirik melalui PRC menghasilkan pengendali MPC yang tidak lebih baik dari pengendali PI. Setelah dilakukan MPC tuning dan reidentifikasi, kinerja MPC menjadi lebih baik dibandingkan PI. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai IAE yang kecil. Untuk IAE pada pengendalia suhu gasifier nilaie IAE nya 184,47 dengan kenaikan performa pengendalia 100% disbanding PI, untuk char combustor IAEnya sebesar 61,12 dengan kenaikan performa pengendali sebesar 78,9% dan pada unit cooler IAEnya menjadi 12,76 dengan kenaikan kinerja pengendali 81,11%. Hal tersebut menjadikan kinerja pengendali meningkat 70% hingga 80% dan ketigaya dapat bekerja dengan baik pada proses menyeluruh.

Need of energy source increasing each year. It lead researcher to find another source of newable and renewabale energy such biomass energy based as an example biohydrogen. The important proses unit in biohydrogen plant is gasifier and char combustor. Gasifer is reactor that produce biohydrogen from biomethane. To optimize plant performance, plant will utilize with proses control equipment with MPC method. MPC controller depend on empirical model from system identification.
Result of empirical modeling with PRC method is MPC model that has not better performance than PI method controller. But, after MPC tuning and reidentification of empirical model, the MPC controller have better performance than PI method. It proven by smaller IAE number. In gasifier IAe humber is 184.47%, it has 100% increases of performances char combustor temperature control the IAE number is 61,12%, it performance is increase in 78%. IAE number in cooler is 12,67 it performance is increase 81,18% . It make proses control performance increase for 70% up to 80%. Proses Control work very well in overall process.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
S59246
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Salman Naufal
"ABSTRAK
Kebutuhan manusia terhadap energi akan terus bertambah setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2035 akan meningkat sebesar 41%. Salah satu energi alternatif yang sangat menjanjikan adalah hidrogen. Hidrogen merupakan energi ramah lingkungan dan memiliki energi per satuan massanya 4 kali lebih besar dari gas alam dan bensin. Solusi yang sedang dikembangkan saat ini adalah dengan menggunakan material berpori, carbon nanotube. Pada penelitian ini kemampuan carbon nanotube jenis purified MWCNT dan ACNT dalam mengadsorpsi gas hidrogen akan diuji pada 3 rentang temperatur isotermal yaitu 10, 20 dan 30oC, dengan masing-masing temperatur isotermal tersebut akan diuji pada rentang tekanan 0-1000 Psi. Dari hasil pengujian adsorpsi gas hidrogen dengan kedua adsorben menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi hidrogen terus meningkat seiring dengan meningkatnya tekanan pada temperatur isotermal 10, 20, dan 30oC. Purified MWCNT lokal mempunyai kapasitas adsorpsi yang lebih rendah dibandingkan dengan kapasitas adsorpsi ACNT komersial. Pada tekanan 1000 psia dan temperatur 20oC, kapasitas adsorpsi purified MWCNT lokal dan ACNT komersial berturut-turut 1,15 % dan 1,74% berat. Mekanisme adsorpsi yang terjadi pada kedua adsorben didasarkan pada interaksi fisik. Dari hasil data dinamika dapat diketahui bahwa proses adsorpsi dan desorpsi pada kedua adsorben berlangsung sangat cepat. Pada tekanan tertinggi (960 Psia), kesetimbangan adsorpsi dan desorpsi pada ACNT komersial tercapai mendekati waktu 40 detik, sedangkan pada purified MWCNT lokal tercapai pada waktu 15 detik. Waktu pencapaian kesetimbangan pada proses adsorpsi baik pada purified MWCNT lokal maupun ACNT komersial pada tekanan tinggi lebih cepat dibandingkan pada tekanan rendah. Begitu juga dengan waktu pencapaian desorpsi yang lebih tinggi dibandingkan saat adsorpsi.

ABSTRAK
The human needs of energi will be increasing by year, it is predicted that the needs will increase for 41% in 2035. One of the promising energi alternatives to overhelm the problem is hydrogen. To overcome the problem, hydrogen is stored in carbon nanotube. In this research, the capability of purified MWCNT and ACNT to store hydrogen will be tested in 3 range isothermal temperatur, they are 10, 20 and 30oC, and each temperatur will be experimented in range of pressure from 0-1000 Psia. From the test results of hydrogen gas adsorption with both adsorbent show that the hydrogen adsorption capacity increased with increasing pressure at isothermal temperature of 10, 20, dan 30oC. Local purified MWCNT has a lower adsorption capacity compared with the adsorption capacity of commercial CNT. At pressures around 1000 psia, the adsorption capacity of local and commercial CNT is 1,15 % and 1,74% weight respectively. Adsorption mechanism that occurs at both the adsorbent based on physical interactions. From the data, it is known that the dynamics of adsorption and desorption processes at both the adsorbent happened very quickly. At highest pressure (1000 Psia), adsorption and desorption equilibrium of purified local MWCNT is reached approximately in 15 seconds, while commercial ACNT is reached in 40 seconds. The rate of adsorption equilibrium at both local and commercial adsorbent at high pressure more rapidly than at low pressures. Thus, the rate of desorption equilibrium for both local and commercial adsorbents are faster than adsorption equilibrium."
Lengkap +
2016
S64174
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizki Mulia Primatama
"ABSTRAK
Krisis air bersih di daerah berair payau belakangan ini semakin
memprihatinkan terutama saat musim kemarau tiba. Mesin Reverse Osmosis (RO)
yang berfungsi untuk mengolah air tanah menjadi air bersih bagi penduduk daerah
berair payau juga sudah tidak berfungsi secara maksimal. Karena kebutuhan air
bersih yang dibutuhkan tidak tersedia, penduduk setempat terpaksa menggunakan
air tanah dari sumur mereka yang berasa asin (payau). Hal tersebut mendorong
pengembangan alat water purifier yang dapat mengatasi krisis air bersih di daerah
berair payau secara aplikatif. Alat ini memanfaatkan prinsip kerja filtrasi, adsorpsi,
dan desalinasi. Unit filtrasi menggunakan saringan micron, unit adsorpsi
menggunakan kombinasi adsorben zeolite dan karbon aktif, dan unit desalinasi
menggunakan metode capacitive deionization. Alat ini direncanakan akan berfungsi
dengan output 5 Liter. Kriteria yang akan ditinjau dalam mengetahui kinerja water
purifier adalah kualitas produk keluaran berupa konsentrasi TDS (mg/L),
konduktivitas (μS/cm), dan penurunan kadar garam (%). Variasi yang dilakukan
dalam penelitian ini adalah jenis air payau yang memiliki konsentrasi TDS dan
konduktivitas berbeda, susunan ketinggian adsorben pada unit adsorpsi, dan
tegangan pada unit desalinasi. Unit desalinasi dengan capacitive deionization
bekerja optimum pada tegangan 2V dan jenuh pada waktu 15 menit. Penurunan
kadar garam maksimal dari unit desalinasi mencapai 13,4%. Energi yang
dibutuhkan sel CDI pada penelitian ini adalah 1,05 kWh/m3. Pada unit filtrasi dan
adsorpsi komposisi ketinggian adsorben paling baik adalah 40cm-40cm (karbon
aktif-zeolit) yang memiliki penurunan kadar garam 17,1%. Total penurunan kadar
garam pada alat water purifier ini adalah 30,4%.

ABSTRACT
Recently, clean water crisis in brackish water area is increasing, particularly during
the dry season. Water sources that have been used by residents is low. Reverse
Osmosis (RO), which serves to cultivate the soil water into clean water for the
inhabitants of brackish water area also was not functioning optimally. Because of
the need of clean water required are not available, local residents are forced to use
ground water from their wells that are salty (brackish). It encourages the
development of water purifier that can overcome the water crisis directly in the
brackish watery region. This water purifier utilizes the working principles of
filtration, adsorption, and desalination. Filtration unit uses a micro fiber filter,
adsorption units uses a combination between the zeolite adsorbent and activated
carbon, and the desalination unit used capacitive deionization as the method. This
tool is planned to be functioning with an output of 5 L. The criteria that will be
reviewed in knowing the water purifier's performance is the quality of the product
output of TDS concentrations (mg / L), conductivity (μS / cm), and decrease of salt
content (%). This research involves the variation of feed?s TDS concentration and
conductivity, the height combination of both adsorbents, and the applied voltage on
CDI cell. Desalination unit with capacitive deionization work optimally at a voltage
of 2V and saturated at 15 minutes. The maximum decrease of salt content at
desalination unit is 13.4%. The CDI cells required 1.05 kWh / m3 energy. On
filtration and adsorption unit, the best height combination of adsorbents is 40cm-
40cm (activated carbon-zeolite) that has a 17.1% reduction in salt levels. Total
decrease in salinity in the water purifier tool is 30.4%.
"
Lengkap +
2016
S62662
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ariny Lastarya Putri
"Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif diesel yang bersifat dapat diperbaharui, bersifat ramah lingkungan karena mudah terurai secara biologis, tidak beracun, dan memiliki emisi yang rendah. Umumnya reaksi transesterifikasi dilakukan dengan mereaksikan palm oil PO dan metanol. Minyak kelapa sawit dan metanol tidak saling larut satu sama lain dan metanol merupakan cairan terdispersi dalam cairan palm oil. Penelitian ini mengusulkan pemanfaatan jet column dengan tabbed nozzle sebagai pembentuk jet sehingga terbentuk daerah dengan gradient kecepatan terjadi di sepanjang interface antara jet fluida yang berkecapatan tinggi yang bersifat turbulen dan fluida yang non turbulen di sepanjang reaktor.
Untuk mengurangi ekses volume metanol sebagai reaktan, penelitian ini mengusulkan reaksi transesterifikasi dalam jet column dengan rasio mol minimum 6. Dengan semakin banyaknya palm oil, maka fraksi fasa cair yang dapat saling larut semakin tinggi, yang akan membuat kinetika reaksi transesterifikasi semakin tinggi. Hal inilah yang menjadi dasar penggunaan metanol dengan rasio minimum 6. Nozzle yang digunakan untuk menciptakan jet yang bersifat turbulen adalah tabbed nozzle dan circular nozzle sebagai nosel pembanding karena disainnya yang sangat sederhana. Yield metil ester yang dihasilkan dari penggunaan circular nozzle adalah berada pada rentang 93 hingga 96 , sedangkan yield metil ester yang menggunakan tabbed nozzle adalah sebesar 90 hingga 95.

Biodiesel is a diesel alternative fuel that is renewable, environmentally friendly because its degradability, non toxic, low emission. Transesterification reaction is performed by reacting palm oil and methanol. Both of the reactant are immiscible each other and methanol is the dispersed liquid in liquid of palm oil. This experiment proposes the use of jet column with tabbed nozzle as the jet maker that produces high velocity gradient which exist along the interface between turbulent jet high velocity fluid and non turbulent fluid along the reactor.
To diminish volume of excess methanol as a reactant, this experiment proposes conducting transesterification reaction in a jet column with minimal mole ratio is 6. By increasing the amount of palm oil, the liquid phase fraction that can dissolve each other is increasing too. Therefore, the reaction kinetics of transesterification is expected to be higher too. This is the basis for the use of methanol with a minimum ratio of 6. The nozzle used to create a turbulent jet is tabbed nozzle and circular nozzle as a comparator nozzle because of its simple design. The yield of methyl ester resulting from the use of circular nozzle is in the range of 93 to 96 , while the yield of methyl ester using tabbed nozzle is 90 to 95 .
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S68045
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bimaseta Rachmanda
"Biodiesel merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang berpotensi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Biodiesel dibuat dengan minyak kelapa sawit dengan menggunakan reaktor berpengaduk dan katalis basa melalui reaksi transesterifikasi. Reaksi transesterifikasi memiliki hambatan perpindahan massa akibat perbedaan viskositas antara alkohol dan minyak kelapa sawit di awal reaksi, sehingga membutuhkan waktu reaksi yang lebih lama.
Reaktor jet column digunakan untuk mengatasi permasalahan perpindahan massa dengan memanfaatkan pencampuran antara fluida turbulen dan non-turbulen yang menghasilkan fenomena entrainment. Reaksi menggunakan nozzle rectangular dan sirkular. Yield biodiesel dengan menggunakan circular nozzle adalah 94.91 dan 92.00 untuk rectangular nozzle. Waktu mulainya asimptotik yield untuk reaksi transesterifikasi dengan reaktor jet column adalah 60 menit. Rasio mol yang lebih dari 6:1 tidak menunjukkan hasil yang signifikan dalam peningkatan yield.

Biodiesel is a potential renewable energy resource which can be used to reduce dependencies on fossil fuel. Biodiesel produced by transesterification reaction in a stirred tank with base catalyst. Transesterification has an issue on mass transfer resistance due to significant viscosity difference, which resulted longer reaction time. Jet
Column reactor used to reduce mass transfer resistance by utilizing turbulent mixing of turbulent and non turbulent fluid which resulted entrainment, a small scale mixing phenomena. Transesterification reaction used rectangular and circular nozzle. Circular nozzle yields 94.91 of biodiesel while rectangular nozzle yields 92.00 of biodiesel. Asymptotic reaction time for transesterification in a jet column reactor is 60 minutes. While molar ratios more than 6 1 aren rsquo t resulting significant effect on biodiesel yield.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S67301
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>