Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 145 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ery Safrianti
"Perkembangan Teknologi Informasi (TI) telah memberikan banyak kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Satu aspek penting yang menjadi kebutuhan setiap manusia adalah pendidikan. Melalui teknologi informasi, pendidikan jarak jauh atau Distance Learning dapat diselenggarakan dalam beragam model dengan pemakaian media dan teknologi yang beragam pula. Salah satu media yang banyak digunakan adalah media internet dengan pertumbuhan yang sangat pesat di seluruh belahan dunia.
Tesis ini akan membahas perencanaan strategis Distance Learning melalui media internet di Indonesia. Institusi pendidikan tinggi sebagai pihak penyelenggara Distance Learning dapat mengadakannya dalam tiga model yaitu: Single Mode, Dual Mode atau Model Konsorsium. Dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan kesiapan penyelenggara, maka model yang menurut perkiraan paling efektif untuk diterapkan di Indonesia adalah model Konsorsium. Melalui model ini, penyelenggaraan Distance Learning dilakukan oleh institusi pendidikan tinggi bekerja sama dengan institusi lain.
Berdasarkan segmentasi pengguna jasa Distance Learning maka model Konsorsium dikembangkan menjadi tiga model yaitu: Model A (Kelas Terbatas), Model B (Kelas Singkat) dan Model C (Kelas Terpadu). Ketiga model dianalisis untuk mengetahui kondisi/posisi masing-masing dan merumuskan strategi yang akan diterapkan dengan menggunakan alat bentu analisis matrik IFAS dan EFAS, matrik Internal Eksternal (IE), matrik SWOT dan matrik Grand Strategy.
Analisis memperlihatkan bahwa Model A berada pada kondisi Growth (sel 1) yaitu strategi konsentrasi melalui integrasi vertikal, sehingga strategi utamanya adalah kuadran 1 (strategi S-0). Model B berada pada kondisi Growth (sel 5) yaitu strategi konsentrasi dengan integrasi horizontal, dengan strategi utama pada kuadran 2 (strategi S-T). Model C juga berada pada kondisi Growth (sel 8) yang berarti menggunakan strategi diversifikasi konsentrik, dengan strategi utama pada kuadran 2 (strategi S-T).

Information Technology (IT) development has given many lightness in every aspect of life. An important aspect that becomes human need is education. Over the information technology distance education or distance learning can be implemented in various models with various technology and media. One of the most used media is internet with a very rapid growth rate all over the world.
This thesis will discuss strategic plan of distance learning over internet media in Indonesia. Higher education institution as the service provider can implement distance learning in three models, i.e. Single Mode, Dual Mode or Consortium Mode. After due consideration of environmental condition and service provider readiness, the most effective model predicted to be implemented in Indonesia is consortium mode. Through this model, distance learning carry out by higher education institution cooperate with other institution/party.
Based on distance learning user segmentation, Consortium Mode developed into three models, i.e. Model A (Limited Class), Model B (Short Class) and Model C (Integrated Class). These Three models analyzed to find each condition/position and formulate the strategy to be implemented; with tools analysis used are EFAS and IFAS matrix, Internal External matrix (IE), SWOT matrix and Grand Strategy matrix.
Analysis showed that Model A position is Growth in cell 1 (concentration strategy through vertical integration), thus the grand strategy is in quadrant 1 (S-0 Strategy). Model B condition is Growth in cell 5 (concentration strategy through horizontal integration) and the grand strategy is in quadrant 2 (S-T Strategy). Model C is in cell 8, Growth condition too (Concentric diversification strategy) with the grand strategy is in quadrant 2 (S-T Strategy).
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
T7990
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M. Fauzan Edy Purnomo
"Analisis penerapan IMT-2000/UMTS dipilah menjadi 2 bagian: (i) analisis Iingkungan internal G-3 dan (ii) analisis lingkungan eksternal G-3, yang mencakup aspek teknis, bisnis dan regulasi dengan menggunakan metoda analisa SWOT.
Hasil analisis menyatakan bahwa pertama, penggelaran operator G-3 akan lebih balk peluang berhasilnya jika berasal dari penggabungan antara pendatang lama (operator G-2) dengan pendatang baru (newcomer). Kedua, strategi riset marketing yang terarah dan terpadu dalam menyelenggarakan layanan G-3 sangat penting dilakukan, untuk menjaga kelangsungan berbisnis operator G-3 dan menumbuhkan minat masyarakat pengguna jasa telekomunikasi terhadap layanan jasa G-3 tersebut.
Indonesia diperkirakan akan siap terjun secara komersial penuh dalam menyelenggarakan layanan IMT-2000/UMTS (wireless G-3), sekitar tahun 2010.

The implementation analysis of IMT-20001UMTS is divided into 2 parts: (i) internal analysis 3G environment and (ii) external analysis 3G environment, that cover technical, business and regulation aspects by using SWOT method analysis.
The result of analysis is first, implementation of 3G operator will yield better opportunities if it comes from synergy between existing players (2G Operator) and newcomers. Second, marketing research that is focused and integrated in implementing 3G service in order to sustain the business of 3G operators and to develop the interest of telecommunication users in using 3G service.
Indonesia is estimated to be ready for the implementation of IMT-2000/UMTS (wireless 3G) service in full commercial basis, by the year 2010.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
T5801
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Asto Cahyono
"Speedy adalah layanan yang memungkinkan saluran telepon biasa yang dapat memisahkan kanal suara dan data secara bersamaan sehingga pelanggan telepon dapat memperoleh layanan koneksi internet broadband sekaligus masih dapat menggunakan pesawat teleponnya. Hal ini tidak dapat dimungkinkan pada koneksi dial-up.
Speedy menggunakan platform teknologi ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) memungkinkan broadband kecepatan tinggi sampai 512 l Kbps atau hampir 10 kali lebih cepat dari dial-up modern biasa. Koneksi internet broadband sangat sesuai dengan kebutuhan akses intemet untuk pelangan rumah, kantor termasuk bisnis/usaha kecil dan menengah yang pada era informasi ini internet sudah merupakan kebutuhan esensial.
Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa tingkat kepuasan pelanggan produk jasa Speedy, dengan mempertimbangkan aspek kebutuhan dan keinginan masayarakat pelanggan Speedy yang diperoleh dari hasil beberapa metode analisa.

Speedy is service enabling channel of ordinary telephone which can dissociate canal voice and the data concurrently so that customer of telephone can obtain service of broadband internet connection at one blow admit of to use their telephone set. This matter cannot be enabled at dial-up connection.
Speedy use technological platform of ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) using high speed broadband until.512 kbps or almost 10 times quicker than ordinary dial-up modem. Broadband Internet connection is very suitable with requirement of Internet access for the house customer, office including business small and medium industry, which is at era of this information Internet, have represented essential requirement.
This research is aimed to analyze customer satisfaction level of servile product of speedy, with consider aspect of requirement and desire customer of speedy 'hat obtained from result of one analysis method.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
T14785
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Said Attamimi
"Persoalan regulasi di Indonesia tak pernah selesai. Hal ini setidaknya disebabkan oleh dua hal, yang pertama regulasi selalu tertinggal dari perkembang teknologi dan yang kedua pemerintah sebagai regulator juga berperan sebagai operator, sehingga hampir setiap kebijakannya menjadi bias.
Saat dunia telekomunikasi dikejutkan ketika beberapa bulan lalu disusul Bacrie Telecoinunication pada bulan ini dan tidak lama lagi PT Indosat meluncurkan jaringan telepon bergerak terbatas (limited mobility) dengan teknologi seluler CDMA 2000 IX dengan tarif sama dengan telepon rumah (PSTN). Tentu saja masyarakat menyambut baik karena mereka dapat menggunakan telepon genggam dengan tarif yang murah.
Lain dengan operator GSM menganggap produk ini melanggar regulasi, yang dilanggar dalam izinnya, jenis tarif, diskriminasi BHP frekuensi dan subsidi interkoneksi. Karena operator GSM menuntut Direktorat Pos dan Telekomunikasi dan Menteri Perhubungan membenahi operasional CDMA 2000 1X. Jika hal itu tidak dilakukan, maka mungkin akibatnya operator GSM akan gulung tikar, karena terjadi kompetisi yang tidak adil. Untuk kasus yang sama pernah terjadi di India.
Terlepas dari pro-kontra kepada operator seluler atau PT Telkom, penulis menganggap hal ini perlu diselesaikan segera, apakah peluncuran CDMA 2000 IX dengan pulsa rumah oleh PT Telkom, disusul oleh Bacrie Telecomunication dan sesudahnya PT Indosat apakah melanggar regulasi atau tidak ? Jadi thesis ini akan membahas kajian kelayakan pembangunan jaringan CDMA 2000 IX ditinjau dari sisi regulasi.

The problem with telecommunication regulation has never been completely solved. The main causes are that the regulation is always left behind by the technological advancement and the government is also act as an operator, therefore the government regulation is almost never impartial.
The telecommunication industry is surprised by PT Telkom of May 2003, Bacrie TeIecomunication at this month dan very soon PT Indosat will release limited mobility cellular, which is based on CDMA 2000 1X technology. The tariff is the same with the PSTN tariff. The consumer will be delighted but the GSM operators will see that this product is a regulation breach. The breach is on tariff type, license, BHP frequency discrimination and interconnection subsidy. Therefore the GSM operators require directorate general of Pos and Telecommunication regulate CDMA 2000 1X operation. If this is not taken then, the GSM operators may go to bankruptcy, because of unfair competition. The case has happened in India.
The writer thinks that this problem must be solved very soon. The question is that the launching of CDMA 2000 1X with household tariff by PT Telkom, Bacrie Telecommunication and PT Indosat is breaching any regulation or not. This thesis discus the feasibility of development of CDMA 2000 IX from the regulation.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T14594
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tugas Kusuma Priyantoro
"Penulisan ini dilakukan untuk memperkenalkan produk flexi yang ditawarkan oleh PT Telkom dan untuk mengetahui sejauh mana implementasi layanan telepon fixed mobile berbasis CDMA ini layak untuk di kembangkan. Pembahasan awal tulisan ini juga memberikan gambaran secara singkat mengenai potensi pasar yang ada dilihat dari sisi pemasaran, pelanggan dan pesaing yang turut berkompetisi. Dilanjutkan dengan pembahasan secara singkat untuk mengevaluasi strategi apa yang harus dilakukan PT Telkom dalam menghadapi lingkungan pasar yang semakin terbuka dan kompetitif sehingga dapat dikatakan bahwa bisnis Flexi ini layak untuk terus dikembangkan. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer yang diperoleh langsung dari interview dan observasi lapangan serta data sekunder yang diperoleh dari study perpustakaan, data internet, majalah bulanan TELKOM, serta publikasi lainnya yang relevan dengan penelitian.
Dengan pertimbangan sisi marketing dan teknis penulis mengusulkan agar produk flexi ini dapat dikembangkan. Berdasarkan kajian binis dan keuangan maka didapat hasil kesimpulan sebagai berikut : Umur teknis perangkat sampai tahun 2010 dengan WACC sebesar 22 % didapat nilai NPV : 6,402 T,IRR : 34 %, PI : 2,93 Thn; Umur teknis perangkat sampai tahun 2010 dengan WACC sebesar 13 % didapat nilai NPV : 6,402 T,IRR : 13,16 %, PI : 3,79 Thn; Umur teknis perangkat sampai tahun 2010 dengan WACC sebesar 13 °/o didapat nilai NPV : 6,402 T,IRR : 24,38 %, PI : 3,47 Thn. Dengan nilai Initial Outlay sebesar Rp: 5,170 T maka proyek diatas dapat dikatakan layak untuk dikembangkan.

This thesis was purposed to introduce flexsiphone product that offering by PT. Telkom. And known more deeply the implementation of developing this commercial CDMA mobile phone services. First of all, I will represent segmentation of the potential market from marketing, customers, and competitor side. Then evaluation of PT. Telkom strategy should take to face the competitive and liberal of market environment, so this flexyphone business can be develop and growth for the future. In this thesis I used several data such as primary and secondary data. The primary data obtained from interview and observation in the research environment. The secondary data obtained from library research, papers, journal, Internet, monthly magazine of TELKOM, and other publisher that linked with the object research.
Form the marketing and technical side, I suggested to develop the flexy product that considered with the business and finance. The conclusion of the research is: Duration of the technical devices until 2002 to 2010 with 22% of WACC will get NPV: 6,402 T, IRR: 34%, Pi: 2,93 years; Duration of the technical devices until 2002 to 2010 with 13% of WACC will get NPV: 6,402 T, IRR: 13,16%, Pi: 3,79 years; Duration of the technical devices until 2002 to 2010 with 13% of WACC will get NPV: 6,402 T, IRR: 24,38%, Pi: 3,47 years. With value received of the Initial Outlay Rp. 5,170 T, the project research had successful and proper for continue development.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16109
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Asep Subhana
"Sebagai salah satu negara anggota ICAO (International Civil Aviation Organitation), Indonesia mempunyai wewenang dan kewajiban untuk menyediakan jasa pemanduan lalu lintas udara di seluruh wilayah Indonesia yang didelegasikan. Untuk mengantisipasi perkembangan arus lalu lintas udara di kawasan Indonesia, serta mengatasi keterbatasan kemampuan sistem telekomunikasi penerbangan yang ada saat ini dan untuk menampung pertumbuhan lalu lintas udara dimasa mendatang, diperlukan suatu sistem yang dapat mengantisipasi perkembangan tersebut.
Dalam tulisan ini akan dibuat suatu implementasi sistem pelayanan telekomunikasi penerbangan berbasis satelit di Indonesia dalam rangka meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar pesawat udara. Implementasi sistem tersebut akan dilakukan dalam tiga tahap yaitu, implementasi jangka pendek, implementasi jangka menengah dan implementasi jangka panjang. Sistem pelayanan telekomunikasi penerbangan yang dikembangkan adalah sistem Communication, Navigation and Surveillance menggunakan suatu sistem yang berbasis satelit yaitu CNS/ATM system (Communication, Navigation and Surveillance/Air Traffic Management system ).
Implementasi sistem baru ini dapat mengatasi berbagai kendala yang dialami oleh sistem yang berlaku saat ini guna memenuhi kebutuhan telekomunikasi penerbangan di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan data konsumsi bahan bakar untuk penerbangan pesawat MD 90 dan pesawat B 737-400 yang menerbangi rute-rute dalam negeri PT. Lion Mentari Airlines. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penghematan bahan bakar rata-rata sebesar 4.41% dari masing-masing rute dalam satu tahun atau 4.394.036,64 liter/tahun (senilai Rp. 25.485A12.483,48) untuk penggunaan pesawat MD 90. Sedangkan pada penggunaan pesawat B 737-400, terdapat penghematan bahan bakar rata-rata sebesar sebesar 4,93% dan masing-masing rute dalam satu tahun atau 5.108.122,98 liter/tahun (senilai Rp. 29.627.113.301,14).

As one of Member State of ICAO (International Civil Aviation Organitation), Indonesia have authority and obligation to provide air traffic service around delegated Indonesian region. To anticipate the growth of air traffic flow in Indonesia area and overcome limitation ability of existing aeronautical telecommunications system and also to accomodate growth of air traffic in the future, Indonesia need a new system to anticipate the growth.
This paper propose an implementation of aeronautical telecommunications service system base on satellite in Indonesia in order to increase efficiency of fuel use in aircraft. The implementation will be done in three phases that are, short term , medium term and long term. The aeronautical telecommunications service system to be develope is system Communication, Navigation and Surveillance using the system based on satellite which is CNS/ATM System (Communication, Navigation and Surveillance I Air Traffic Management System).
The implementation of this new system will overcome various constraint caused by the existing system utilized and to fulfill requirements of aeronautical telecommunication in the future. This research use aviation fuel consume data for MD 90 and B 737-400 aircraft are use for domestic routes of PT. Lion Mentari Airlines. Result of research indicate that there are fuel saving around 4.41% from each route or 4,394,036.64 litres in one year (or equal amount of Rp. 25,485,412,483.48 ) for using MD 90 aircraft. While using B 737-400 aircraft, there are fuel saving around 4.93% from each route or 5,108,122.98 litres in one year (or equal amount of Rp. 29,627,113,301.14 ).
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
T16888
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Domo Pranowo K.
"Perkembangan Wireless Broadband Access (WBA) sebagai standar global untuk media transmisi data telah digunakan sebagai penyedia jasa akses intemet berkecepatan tinggi. Aplikasi WBA ISP yang ditunjang oleh kemampuan interoperabilitas, fleksibilitas, dan aspek komersial telah membawa dampak penggunaan intemet dedicated lebih efisien serta memberikan layanan kepelanggan murah dan mudah. Fenomena ini hams disikapi oleh para operator ISP dalam mengembangkan bisnisnya karena penuh persaingan di era global sekarang ini.
Dengan melihat aspek pasar, aspek teknik, serta aspek keuangan yang bertujuan dalam menetapkan kelayakan implementasi penyedia jasa internet melalui Wireless Broadband Acces di kawasan industri jababeka maka dalam penelitian ini akan dilakukan kajian implementasi BWA ISP dengan teknologi WIMAX sebagai layanan komplemen dan subtitusi. Analisa pasar ditujukan untuk memperoleh market share yang ada serta proyeksi pelanggan. Dan analisis pasar ini pasar untuk industri di kawasan industri jababeka sampai tahun 2009 mencapai 2.219 dan target market yang ingin dicapai sebesar 25% sebanyak 555 pelanggan, Untuk desain teknis dengan menggunakan frekuensi kerja 3.5 GHz dan lebar kanal 3.5 MHz, untuk melayani lebar bandwith sebesar 95,295 Mpbs disediakan 3 Base Station dengan 14 sektor sesuai kebutuhan pelanggan melihat kondisi geografi dan demografi kawasan industri jababeka.
Selanjutnya analisa kriteria investasi untuk perhitungan masa investasi selama 5 tahun diperoleh NPV Rp -168,601,289.42, IRR: 12.57%,'PI: 0.96, ARR: 60.33% dan PP: 4 tahun 1 bulan dihitung dan biaya investasi dan operasional serta proyeksi pelanggan sebagai bahan pertimbangan kelayakan bisnis pengembangan unit bisnis Wireless Broadband Acces ISP di kawasan industri Jababeka. Dengan hasil analisis investasi tersebut implementasi di kawasan industri Jababeka tidak layak diimplementasikan untuk saat ini dengan parameter yang ada sekarang.

The improvement of Wireless Broadband Access as a global standard for data transmission media have been used to high speed Internet access provider. The WBA ISP application is supported by capabilities of interoperability, flexibility and commercial aspect, has had effect of the using dedicated efficiently and given services to customer cheaper and easier. ISP operators for growth the business , who are at this moment facing effect of globalization which full of competition, have to react against this phenomenon.
By observing the market aspect, the technical aspect, the organization and also the financial aspect which purpose to give input to Wireless Broadband Access Internet Service Provider with WIMAX technology in kawasan industri Jababeka to come to a decision of their development business strategy, This research will observe by analyzing market aspect view intention to get available market share number and the projection of the subscriber number. the market until 2009 reaching 2.219 subscribers and target market 25% is 555 subscriber number. The technical design criteria determine by subscriber needed use frequency 3.5 GHz with 3.5MHz channel to serve bandwidth equal to 95,295 Mpbs provided 3 Base of Station by 14 Sector.
Then by based on analyse investment criterion for calculation a invesment period during 5 year obtained [by] A P V-RP - 168,601,289.42, IRR: 12.57%, PI 0.96, ARR: 60.33% and PP: 4 year 1 months reckoned from the expense of operational and investment and also projection upon which consideration to business development Wireless Broadband Acces ISP in kawasan indusri Jababeka. With result of investment analysis implementation in kawasan industri Jababeka improper implementation to in this time with existing parameter now.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
T16857
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sursina
"Sumber daya manusia (SDM) yang baik dalam suatu organisasi adalah mereka yang mampu bekerja profesional dan secara langsung menjadi aset perusahaan atau organisasi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi merupakan suatu keharusan di era kompetisi global saat ini sehingga mampu mengantisipasi berbagai perubahan dan memberikan nilai tambah bagi organisasi dalam menghadapi berbagai kompetisi yang ada. Pembelajaran jarak jauh bisa menjadi solusi efektif untuk peningkatan kompetensi.
Tesis ini akan membahas strategi implementasi teknologi VCIP untuk pembelajaran jarak jauh sebagai upaya menyiapkan SDM yang handal dalam mendukung suatu organisasi atau perusahaan dengan memanfaatkan teknologi videoconferencing yang berbasis Internet Protokol, dan merumuskan strategi yang diterapkan dengan menggunakan alat bantu analisis berupa faktor Internal Eksternal, Matrik SWOT, Matrik SPACE serta analisis terhadap kecenderungan teknologi, customer expectation, dan ketersediaan bandwidth.
Strategi yang digunakan dalam mengimplementasikan teknologi VCIP untuk pembelajaran jarak jauh adalah strategi S-O (Strenght Opportunities) atau strategi Agresif.

A good of human resource in an organization are they work professionally and directly become an asset of company or the organization. Therefore, the increased competency becomes a must in the global competition to anticipate the changes and give the value added for the organization. A Distance learning is effective solution to increased the competency.
This Thesis will discuss about 'Implementation Strategy of VCIP Technology for Distance Learning' as effort to prepare the trade on human resource to support the organization or company, and formulate strategy to be implemented with tools analysis are used Internal External factor, SWOT matrix, Space matrix, and the other analysis such as trend technology, customer expectation and availability of bandwidth.
Implementation strategy of VCIP technology for distance learning are used S-0 Strategy (strength opportunities) or Agresif Strategy.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
T16882
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rina
"Interkoneksi merupakan suatu keterhubungan antar jaringan telekomunikasi dari
penyalenggara telekomunikasi yang berbeda. Tanpa intcrkoneksi, pelanggan tidak
akan dapat berkomunikasi dengan penyelenggara jaringan yang berbeda kecuali
dengan jaringan yang sama. Saat ini untuk layanan telekomunikasi domestik masih
bersifat monopoli sehingga dalam hal ini tidak ada biaya interkoneksi dalam hal ini
schingga dengan dipercepamya hak eksklusivitas maka akan banyak perusahaan yang
juga bergerak dalam layanan ini yang juga membutuhkan interkoneksi dengan
pemsaahaan yang telah ada.
Tesis ini menjelaskan tentang penerapan interkoneksi dimasa mendatang sehubungan
dengan dipercepatnya hak eksklusivitas operator incumbenz yang menyebabkan
munculnya pcrusahaan baru yang dalam hal ini juga membutuhkan interkoneksi dari
perusahaan yang telah ada yang juga dalam hal ini agar antar perusahaan baik yang
ada maupun yang baru tidak merasa terbebani_
Kegiatan yang dilakukan dalam penyusunan tugas tesis ini adalah menghitung beban
intcrkoneksi sehingga dapat diperoleh proporsi yang sesuai danjelas yang daiam hal
ini menggunakan prinsip hanya membayar apa yang digunakan dan juga menentukan
ketetapan letak titik interkoneksi yang sccara tak langsung berpengaruh kepada
besarnya biaya yang dikeiuarkan setiap penyelenggara agar kompetisi dapat beljalan
dengan adil.

Abstract
Interconnection represent circuit among telecommunications network from d_iH`ercnt
telecommunications organizer. Without interconnection, subscriber will not earn to
communicate with different network organizer except with same network. In this time
for the domestic telecommunications service still have the character of monopolies so
that in this case there no expense interconnection in this case so that by quickening of
rights exclusive hence will a lot of company which also make a move in this service is
which also require interconnection with company which there have
This thesis explain about applying interconnection of a period of coming refer to
quickening of rights of exclusive of operator incumbent causing new company
appearance is which in this case also require interconnection from company which
there have also in this case inter company in order to the new and also existing
goodness do not feel encumbered.
Activity of performed within compilation of this thesis duty is counting obtainable
burden interconnection so that the clear and appropriate proportion is which in this
case use principle only pay is used as well as determining decision of arrest point of
interconnection which indirect have an effect on to level of expense released by every
organizer in order to the ambulatory competition dispassionately"
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
T6349
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratna Mutu Manikam
"Bisnis telekomunikasi berbasis teknologi ADSL rnerupakan teknologi komunikasi data dan suara yang dapat dipakai bersamaan. Dalam kenyataannya ADSL belum banyakdirnanfaatkan oleh masyarakat luas terutama pelanggan perumahan.Hal ini dikarenakan ADSL belum banyak dlketahui oleh masyarakat luas, terbukti dari hasil survey terhadap masyarakat Jakarta bahwa sekitar 30% responden menyatakan telah mengetahui dan mengenal ADSL dan hanya 10% responden yang telah memanfaatkan dan menggunakan ADSL. Dengan menganalisa data yang ada ( IFAS, EFAS, SWOT, Grand Strategy) berada pada kuadran I dengan nilai intemal +1,778 dan ekstemal +1,82l sehingga diperoleh kesimpulan bahwa PT Telkom Jakarta Barat harus menerapkan Strategy Agresif . Dari analisa matrik profil kompetitif didiperoleh selisih sebesar 0,74 yang masing-rnasing PT Telkom diperoleh skor 3,60 lebih unggul dibandingkan dengan skor pesaingnya sebesar 2,86. Namun dari 7 faktor strategis yang dinilai terhadap pesaing terdapat 3 faktor strategi yang dianggap lemah diantaranya masalah layanan service center, bandwidth dan inovasi penjualan produk. Prioritas strategi pemasaran yang lebih dulu dilaksanakan adalah penyesuaian kebijakan tarif, diikuti dengan peningkatan jangkauan jaringan dan kualitas layanan serta melaKukan promosi yang agresif dan inovatif.

Teleeomunication business based on ADSL technology is an application of both data communication and voice. In the same telecommunication line. Currently ADSL has not been commonly used in the family household. ADSL is not commonly known by the customer. Based on the market survey in Jakarta, about 30% of the respondents have known and be are of ADSL and only 10% of respondents have used ADSL. By analyzing currently available data (IFAS, EFAS, SWOT, Grand Strategy). That is inside quadrant I with intemal value of + 1,778 and extemal value of +l,82 1, It can be concluded that PT Telkom Jakarta Barat must apply agresive strategy. From the analysis of matrix of competition profile the score of PT Telkom is 3,60 wich is better than its competitor. But from 7 strategy factors that are compared to the competitor there 3 strategic factors that are problematic weak service center, bandwith and inovation of product sales. Priority of marketing strategy that must be implemented first is the tariff policy, then followed by improvement of network coverage and quality of service, also agresive and innovation promotion."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16116
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>