Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nathalie Elfriede
"ABSTRAK
Skripsi ini menganalisa Wir Pfeifen auf den Gurkenkonig, sebuah bacaan anak dan remaja karya Christine Nostlinger, yang pada tahun 1973 mendapat penghargaan Deutsche Jugendbuchpreis sebagai bacaan anak dan remaja yang bersifat reformeris-emansipatoris. Analisis ini mempergunakan kriteria fungsi pedagogis Gerhard Haas dalam bacaan anak, yaitu : 1. Bacaan itu diharapkan dapat membantu anak mengenali masalah yang dihadapi sehari-hari. 2. Bacaan itu membantu mereka mengatasi masalah tersebut. 3. Bacaan itu memberikan pengalaman baru kepada anak.
Titik tolak dari karya sastra anak dan remaja yang emansipatoris adalah teori anti-otoriter A.S. Neill yang berprinsip bahwa anak harus diberikan kebebasan dalam tahap perkembangannya. Munculnya banyak pengarang anti-otoriter tahun 70-an merupakan dampak dari gerakan mahasiswa Jerman tahun 1968 (dikenal dengan Studentenbewegung) yang memprotes sikap otoriter pemerintah, yang mewakili golongan tua. Sastra anti-otoriter kemudian berkembang, salah satunya adalah sastra anak reformeris-emansipatoris yang contohnya antara lain adalah karya Nostlinger ini.
Melalui karyanya Nostlinger mengajak anak untuk dapat mengatasi masalah mereka sendiri dengan mandiri, berpikir kritis dan berani mengeluarkan pendapat. la juga ingin anak berani mengambil sikap dan bertanggung jawab atas tindakan yang diambilnya.
Hasil analisis skripsi ini membuktikan bahwa pesan moral dari korpus data bersifat emansipatoris, dimana Nostlinger berharap dapat membantu anak mengatasi masalah yang dihadapi dalam hidup bermasyarakat. Selain pesan moral ia juga melontarkan kritik yang sangat tajam terhadap masyarakat, khususnya para orang tua yang masih menerapkan sistem otoriter dalam mendidik anak. Pendukung teori anti-otoriter ini memandang anak sebagai manusia yang sederajat dengan orang dewasa dan memiliki hak yang sama, tidak terkecuali dalam hal mengeluarkan pendapat.

"
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1999
S14992
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Julia
"ABSTRAK
Anna Seghers adalah seorang pengarang terkemuka yang karya-karya awalnya langsung mendapatkan hadiah Kleist. Melalui karya-karyanya wanita ini selalu berusaha mengangkat derajat kaum yang lemah dan tertindas, dan memilih tinggal di bekas negara Jerman Timur, walaupun berasal dari keluarga yang kaya raya. 'Grubetsch' mengisahkan tentang kehidupan kaum miskin di wilayah kumuh, dimana para penghuninya bermimpi untuk dapat keluar dari keadaan mereka yang sangat memprihatinkan dan tanpa harapan. Mereka tidak mempunyai niat atau keinginan untuk berusaha sendiri dengan sekuat tenaga mencari jalan keluar dari keadaan tersebut, akan tetapi sebagai gantinya mereka hanya menggantungkan harapan-harapan dan mimpi-mimpi mereka pada Grubetsch, seorang petualang yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap, bahkan asal usulnyapun tidak mereka ketahui. Grubetsch tidak berhasil mewujudkan semua itu, sehingga akhimya dia menjadi korban. Semua yang terjadi dalam cerita ini merupakan kesia-siaan, seperti juga kehidupan para tokohnya. Kematian dan kehancuran yang mereka alami sama sekall tidak ada artinya, karena sesudah kematian Grubetsch, semuanya kembali seperti sediakala, kembali ke rutinitas semula, tidak ada.

"
1996
S14985
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kathlia Sari Martokusumo
"Penelitian mengenai problematika identitas dan eksistensi perempuan dalam kultur patriarkhat yang terkandung dalam teks Undine geht karya Ingeborg Bachmann. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa teks tersebut merupakan sebuah karya sastra feministis. Berdasarkan hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan bentuk, cara penyajian dan isi teks Undine geht dapat dipandang sebagai sebuah karja sastra feministis dan dapat digolongkan ke dalam karya ecriture feminine."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1999
S14685
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Puti Suci Lestari
"
ABSTRAK
Masalah lingkungan hidup dengan setting penyatuan kembali Jerman adalah tema dari drama Himmel, Erde, Luft und Meer. Drama tersebut adalah drama anak yang ditulis oleh Volker Ludwig dan dipentaskan oleh Grips Theater, Berlin. Grips Theater yang d.ipimpin oleh Ludwig adalah teater anak modern yang emansipatoris. Drama ini, seperti juga drama Grips Theater lainnya, mengunakan efek keterasingan (Verfremdungseffekt), antara lain lagu (Songs) sebagai pemecah babak, tehnik Spiel im Spiel (drama dalam drama) dan latar belakang panggung. Selain itu, para pemain Grips Theater adalah orang dewasa, bukan anak-anak.
Skripsi membahas permasalahan lingkungan hidup dalam drama Himmel, Erde, Luft und Meer dari sudut pandang teori Haben oder Sein (Memiliki atau Menjadi) dari Erich Fromm. Eksistensi Haben adalah suatu hal yang normal dan tumbuh dalam masyarakat modern yang konsumtif. Sedangkan eksistensi Sein, kebalikan dari konsep Haben, susah untuk didefinisikan. Syarat-syarat bagi eksistensi Sein adalah kemandirian, kebebasan dan pemikiran yang kritis. Dari drama Himmel, Erde Luft und Meer dapat disimpulkan bahwa,gaya hidup masyarakat Jerman yang berorientasi pada konsep Haben menyebabkan kerusakan lingkungan hidup. Bahkan pemerintah Jerman dalam membuat suatu kebijaksanaan terpengaruh oleh konsep Haben.Karena itu Grips-Theater menawarkan gaya hidup baru, yang berorientasi pada konsep Sein agar kerusakan lingkungan hidup dapat diperbaiki.
"
1998
S14980
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library