Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 60 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bambang Hartono
"Kajian tentang bagaimana mengukur kompleksitas pertuturan (stylistic complexity) seseorang berdasarkan analisis linguistik merupakan salah satu kajian yang dipandang kompleks dalam analisis linguistik. Kajian ini secara linguistik sangat penting untuk dilakukan. Melalui kajian ini diharapkan dapat menemukan ukuran yang dapat dijadikan patokan untuk menentukan tingkat kesulitan pemahaman suatu pertuturan.
Penelitian ini ingin menjawab masalah (1) bagaimanakah pola kalimat berdasarkan konstituen klausa dan proporsi kemunculannya di dalam wacana anak usia fase operasional konkret berusia 7-12 tahun? (2) bagaimanakah kompleksitas kalimat wacana anak usia tersebut? (3) apakah kompleksitas kalimat wacana anak usia tersebut berbeda secara bertahap dalam setiap tahun? (4) apakah kompleksitas kalimat wacana anak usia tersebut menunjukkan peningkatan yang berarti dalam setiap peningkatan tahun usia? Untuk itu, dilakukan (1) deskripsi pola kalimat wacana anak fase operasional konkret berusia anak usia 7-12 tahun, (2) deskripsi sebaran tingkat kompleksitas kalimat wacana anak itu berdasarkan rata-rata panjang kalimat, rata-rata panjang blok informasi, dan rata-rata kedalaman klausa sematan, (3) pengukuran variasi kompleksitas kalimat wacana anak usia itu, dan (4) pengukuran peningkatan kompleksitas kalimat wacana anak usia itu.
Untuk mencapai tujuan itu direkamlah tuturan lisan Bahasa Indonesia anak fase operasional konkret berusia 7-12 tahun, yang didapat dari pengamatan alamiah maupun dengan pemancingan tuturan. Korpus data wacana penelitian ini berupa transkripsi 48 tuturan lisan-yang terdiri atas 1053 kalimat-terbagi dalam 6 tingkatan usia. Tiap-tiap tingkatan usia terwakili 8 wacana. Dari 8 wacana setiap tingkatan usia ditemukan 249 kalimat untuk tingkat usia 7 tahun, 169 kalimat tingkat usia 8 tahun, 194 kalimat tingkat usia 9 tahun, 156 kalimat tingkat usia 10, 147 kalimat tingkat usia 11, dan 138 kalimat tingkat usia 12 tahun.
Berdasarkan hasil analisis data, di dalam wacana anak fase operasional konkret berusia 7-12 tahun ditemukan 34 pola kalimat. Pola kalimat yang paling banyak muncul adalah pola A, diikuti pola A+A, AB, dan BA, sedangkan pola yang lain hanyalah pola variasi. Pada wacana anak usia 7 tahun, ditemukan 9 pola kalimat dan pola yang paling banyak muncul adalah pola A, disusul pola A+A, A+A+A, dan AB. Pada wacana anak usia 8 tahun ditemukan 7 pola kalimat dan poles kalimat yang paling banyak muncul adalah A, disusul pola A+A, AB. Pada wacana anak usia 9 tahun ditemukan 14 pola kalimat dan pola yang paling banyak muncul adalah A, diikuti pola A+A, BA, dan AB. Pada wacana anak usia 10 tahun ditemukan 19 pola kalimat dan pola kalimat yang paling banyak muncul adalah pola. A, diikuti pola A+A, AB, dan BA. Pada wacana anak usia 11 tahun ditemukan 16 pola kalimat dan pola. kalimat yang paling banyak muncul adalah pola BA, diikuti pola A+A, A, dan AB. Pada wacana anak usia 12 tahun ditemukan 23 pola kalimat dan pola kalimat yang paling banyak muncul adalah pola A+A, diikuti pola A, AB, dan BA.
Hasil analisis kompleksitas kalimat wacana anak usia fase operasional konkret berusia 7-12 tahun menunjukkan bahwa kompleksitas kalimat, baik berdasarkan rata-rata panjang kalimat, rata-rata panjang blok informasi, maupun rata kedalaman klausa sematan itu berbeda. Perbedaan tingkat kompleksitas ini menunjukkan perbedaan yang signifikan. Di samping itu, jika usia anak itu bertambah, kompleksitas kalimat wacana pun ikut bertambah. Dengan kata lain, semakin tinggi usia anak, semakin tinggi kompleksitas kalimat wacananya. Peningkatan kompleksitas kalimat itu menunjukkan peningkatan kompleksitas kalimat yang signifikan. Adapun berdasarkan golongan tingkatan kompleksitasnya, kompleksitas kalimat wacana anak usia face operasional konkret berusia 7﷓12 tahun berdasarkan rata-rata panjang kalimat adalah 1,86 tergolong kompleksitas tingkat II atau sedang; berdasarkan rata-rata panjang blok informasi adalah 1,32 tergolong tingkat II atau sedang; dan berdasarkan rata-rata kedalaman klausa sematan adalah 1,24 tergolong tingkat II atau sedang.

The study how to measure stylistic complexity of a person based linguistic analysis is one of the complicated study in linguistic analysis. This study is worth doing linguistically. Through this study, it is expected that standard of measurement for comprehension level of difficulties of style is found out.
The research aims to answering the following problems (1) What sentence patterns, based on clause constituent and the frequency of occurrence in the discourse of concrete operational phase age of children of 7 to 12 years old? (2) How complex is the discourse sentence in those ages? (3) Are the complexities of the discourse sentences for every difference of one year's age? (4) Is there any improvement in the complexities that are significantly seen as their age increasing of their age? For those purposes the following steps are taken (1) Describing discourse sentence patterns concrete operational phase children of 7 - 12 years. (2) Describing the distribution of children discourse sentence complexities based on sentence length, information block length, embedded clause depth averages. (3) Measuring the children discourse sentence complexities, and. (4) Measuring the improvement/increase the complexities of the children sentence discourse.
To achieve the goals the oral style of the children was re corded, by means of natural observation or by probing questions. The corpus of this research discourse consists of transcription of 48 says of oral style--consisting of 1053 sentences--divided into 6 levels based in the age of the children. Each level of ages is represented in 6 discourse. In those levels can be found out the following, 249 sentences in 7 year level, 169 in 8 year level, 194 in 9 year level, 156 sentences in 10 years old level, 147 sentences in 11 years old level, and 138 sentences in 12 years old level.
Based on the data analysis, 34 sentence patterns are found out in the concrete operational phase children discourse of the age 7 - 12 years. The sentence patterns frequency in their order of their frequencies is, A pattern, A+A pattern, AB and BA, and the frequency are patterns of variation. In the children discourse of 7 year old 9 sentence pattern are found, and their order of frequency is A, A+A, AB, and A+A+A. In the children discourse of 8 years 7 sentence patterns, in the order of A, A+A, and AB. Fourteen sentence patterns are for found in the 14 years old children discourse with the order of frequency A, A+A, BA, and BA. From the 10 years old children discourse, 19 sentence patterns are found with their order of frequency, A, A+A, AB, and BA. In the discourse of 11 years old children, 16 patterns are found out with the order of frequency BA, A+A, A and AB. From the discourse of 12 year old children, 23 patterns are found with the order of frequency A+A, A, AB, and BA.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marina Augustina Isakh
"Age Factor in Learning Dutch: A Psycholinguistics Study About Children in Comparison with AdultsThis study is focused on age factor in learning Dutch by children age 9 - 14 years en adults age 18 - 21 years. The problems that are analyzed are not only those of learning Dutch as a foreign language (L2), but also psychological problems. For that reason the study of age factor in learning Dutch as L2 is related with a psychological study of children in comparison with adults.
To analyze the learning of Dutch as a L2 by children and adults is used an experimental method of analysis: observation in artificial condition, in which the condition is created by the analyst. Thus, the experimental analysis is an analysis that is made by manipulation and control of the objects of the analysis. The subject of the analysis is determined by the use of Dutch grammatical rules as Verb Final en Inversie, because these are grammatical characteristics of the Dutch language that are not used in other foreign languages.
The study find out that the adults have better results than the children on behalf of the way of learning the language, which method is used in learning L2, for example cognitive maturity and cognitive activity. Also adults are more aware in correcting mistakes in L2."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1997
T3152
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dinda Supradjanti Sugiarto
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1981
S2072
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Lenny Adiono
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1981
S2145
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aulia Rahmawati
"Penelitian ini menggambarkan perolehan jenis kata bahasantara pemelajar Bahasa Inggris siswa sekolah dasar yang merupakan studi kasus pada sekolah dasar yang berbahasa pengantar bahasa Inggris. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perolchan jenis kata bahasantara khsususnya untuk jenis kata verba, nomina, adjektiva, dan adverbia yang diperoleh/dikuasai siswa sekolah dasar kelas lima dalam hal anak Indonesia yang helajar bahasa Inggris Berta bagaimana urutan pemerolehan jenis kata tersebut? Penelitian ini merupakan kajian dalam aspek morfologis karena hanya meneliti jenis kata verba, nomina, adjektiva dan adverbia yang diperoleh/dikuasai oleh siswa kelas lima sekolah dasar yang berbahasa pengantar bahasa Inggris.
Penelitian ini rnenggunakan ancangan kualitatif dan kuantitatif. Ancangan kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menjelaskan jenis kata yang dihasilkan oleh pemelajar bahasa Inggris. Analisis kuantitatif digunakan untuk menghitung rata-rata jenis kata yang dihasilkan oleh pemelajar.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Dasar SBI Madania dan percontoh sebanyak 22 orang yang yang mernenuhi karakteristik berikut: siswa kelas lima SD SRI Madania, tidak pernah atau sedang mengikuti kursus bahasa Inggris di sekolah, kedua orangtuanya adalah warga negara Indonesia yang bahasa pertamanya adalah bahasa Indonesia, dan tidak pernah tinggal di luar negeri. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2006
T38849
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bima Bayusena
"Penelitian ini merupakan penelitian dengan ancangan kogniti , 1yang menggunakan Teori Metafora Konseptual dan Teori Percampuran untuk menguji kemampuan Model Struktur Ruang dalam menjelaskan data kebahasaan untuk pemetaan metafora SIKLUS HIDUP EKONOMI ADALAH SIKLUS HIDUP INDIVIDU. Data diperoleh dari situs Proquest dan dipilih dari 396 artikel berbagai genre tulisan. Data diseleksi dengan menggunakan kata kunci. Kata kunci dilentukan dengan mcmperllmbaiigkan struktur ranah sumber INDIVIDU, dengan fokus pada agen, berlandaskan pada kategori tingkat dasar, dan disusun berdasarkan urutan waktu sesuai siklus hidup. Data diseleksi dengan menggunakan mesin pencari ('oppernic Desktop Search. Data diseleksi untuk menghilangkan penggunaan literal dan polisemi, dan hanya masuk dalam tahap seleksi lebih lanjut jika terbukti menggunakan kata kunci secara metaforis. Data yang dipilih didasarkan pada pertimbangan jumlah variasi kata kunci dan kemudian berdasarkan jumlah penggunaan total kata kunci. Data akhir dianalisis dengan menggunakan Model Struktur Ruang.
Analisis ditujukan untuk mengetahui gambaran pemetaan SIKLUS HIDUP EKONOMI ADALAH SIKLUS HIDUP INDIVIDU. Pada tahap ini analisis ditujukan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan tataran pemetaan, struktur siklus hidup dalam pemetaan berbagai kategori ekonomi, karakter ekonomi yang muncul dalam teks berdasarkan konteks, posisi manusia dalam pemetaan berbagai kategori ekonomi dan konflik struktur yang paling sexing muncul dalam pemetaan. Pada tahap berikitnya, analisis dilakukan untuk menguji kelnampuan Model Struktur Ruang dalam menjelaskan scluruh pemetaan metafora SIKLUS I-IIDUP EKONOMI ADALAH SIKLUS HIDUP INDIVIDU. Dalam tahap ini, analisis dilakukan untuk mengidentifikasi fungsi analogi dan disanalogi, menguji konsistensi penggunaan ranah cumber, menguji konsistensi pemetaan kategori

This research uses cognitive approach and Conceptual Metaphor Theory and Blending Theory in order to test the ability of Space Structuring Model to explain linguistic data for the mapping of ECONOMIC'S LIFE CYCLE IS INDIVIDUAL'S LIFE CYCLE. The data are gained from using Proquest site and are selected from 396 articles from variety of genres. Data are selected using keywords. The keywords are determined by considering the structure of the source domain, with the focus on the agent, based on the basic level categories, and listed in accordance with the human life cycle. Data are selected with ('oppernrc Desktop Search. The data arc selected to eliminate the using of keyword for literal and polisemous meanings, and can continue for further process if proved to be use metaphorically. The data are finally selected for the analysis based on the variety of keywords and, the total of keywords used. The data are analized using The Space Structuring Model.
Analysis is aimed to find the representation of economy under the mapping of ECONOMIC'S LIFE CYCLE IS INDIVIDUAL'S LIFE CYCLE. At this stage, the analysis is aimed to identify and explain the categories of the mapping, the life cycle structure for the mappings for different economic categories, the economic character shown by the context, human position in each map, and the major structure conflicts inside each map. On the next stage, the analysis is conducted to test the ability of Space Structuring Model to explain linguistic data for the mapping of ECONOMIC'S LIFE CYCLE IS INDIVIDUAL'S LIFE CYCLE. At this phase, the analysis is performed to identify the functions of analogy and disanalogy, to test the consistency of source domain, to test the consistency of superordinate and basic level categories used in target domain, and to test body and embodiment as the basis of mapping in texts. The results show that superordinate categories used for target domain vary. The diversity of categories used in the hierarchy for the target domain
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2006
T37407
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Demayanti Makmoen
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1978
S2142
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
<<   1 2 3 4 5 6   >>