Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 113 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yosnelli
"ABSTRAK
Masa balita merupakan masa kritis terlebih pada periode dua tahun pertama,
dimana masa tersebut merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan
otak yang optimal. Adanya gangguan pertumbuhan dapat memberikan dampak
negatif bagi baduta.
Gangguan pertumbuhan dapat terjadi dalam waktu singkat maupun dalam
waktu cukup lama. Gangguan pertumbuhan dalam waktu singkat (akut) sering terjadi
pada perubahan berat badan sebagai akibat menurunnya nafsu makan, sakit
(misalnya diare dan saluran pernafasan) atau karena tidak cukupnya makanan yang
dikonsumsi. Sedangkan gangguan pertumbuhan yang berlangsung dalam waktu lama
(kronis) dapat terlihat pada hambatan pertambahan tinggi badan
Dari hasil analisis situasi status gizi balita sebelum dan selama krisis,
menunjukan adanya peningkatan prevalensi gizi buruk pada anak usia 6-17 bulan
setelah terjadinya krisis. Pada tahun 2000 prevalensi gizi buruk pada anak usia 12-23
bulan sebesar 9,8 %, dan pada tahun 2005 meningkat menjadi 10,9 %.
Kecamatan Pariaman Tengah merupakan salah satu kecamatan yang ada di
Kota Pariaman Propinsi Sumatera Barat dengan prevalensi kurang gizi dari indikator
BB/TB pada balita yang cukup tinggi. Pada tahun 2006 prevalensi kurang gizi
sebesar 8,9% dan meningkat menjadi 13,5% pada tahun 2007. Namun dari cakupan
program yang telah dilaksanakan telah mencapai target yang ditetapkan. Untuk
mengetahui penyebab tingginya prevalensi kurang gizi di Kota Pariaman perlu
dilakukan penelitian.
Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan karakteristik
responden dan pemanfaatan program gizi di posyandu dengan status gizi baduta usia
6-24 bulan di Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman Tahun 2008.
Jenis penelitian ini adalah penelitian dekriptif analitik dengan desain crosssectional
(potong lintang). Sampel diambil dengan menggunakan cara survei cepat
dengan rancangan klaster. Klaster adalah Posyandu diwilayah Kecamatan Pariaman
Tengah. Dari 46 posyandu, yang menjadi sampel adalah sebanyak 30 posyandu yang
dipilih secara acak. Pemilihan responden dilakukan di posyandu sampel yang juga
dipilih secara acak sederhana. Jumlah sampel adalah 300 orang yang diambil 10
baduta dari masing-masing posyandu sampel.
Hasil penelitian didapatkan baduta yang mengalami kurang gizi dari indikator
BB/TB di Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman Tahun 2008 sebesar 18,7 %.
Hasil uji bivariat dengan chi square terdapat hubungan yang bermakna antara
penyakit infeksi (p=0,0019, OR=3,026), asupan energi (p=0,020, OR=2,816), asupan
protein (p=0,038, OR=2,012) dan tingkat pengetahuan ibu (p=0,045, OR=1,899 )
dengan status gizi baduta.
Dari hasil analisis multivariat didapati faktor dominan yang berhubungan
dengan status gizi baduta adalah Penyakit infeksi pada baduta. Baduta yang
mengalami sakit infeksi mempunyai resiko 2,838 kali mengalami kurang gizi
dibanding baduta yang tidak mengalami sakit infeksi setelah dikontrol dengan
penyakit infeksi, asupan energi, asupan protein, tingkat pengetahuan dan tingkat
pendidikan ibu.
Melihat faktor dominan yang berhubungan dengan status gizi baduta adalah
penyakit infeksi disarankan, agar jajaran kesehatan menghimbau kepada masyarakat
untuk hidup sehat serta memberikan penyuluhan secara individu maupun secara
berkelompok, tentang kesehatan, kebersihan lingkungan dan gizi."
Lengkap +
2008
T41115
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nurmala Hayati, aurhor
"Pembahasan skripsi ini mengenai hubungan karakteristik ibu (pendidikan, pengetahuan, status pekerjaan, pendapatan keluarga, kenaikan berat badan selama kehamilan), karakteristik bayi (berat badan lahir, jenis kelamin), praktik pemberian makan (praktik pemberian ASI dan MP ASI) dengan status gizi bayi 6- 11 bulan di Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung tahun 2012. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 77 bayi usia 6- 11 bulan. Variabel yang memiliki hubungan bermakna dalam penelitian ini adalah pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang gizi, pendapatan keluarga dan praktik pemberian ASI. Penulis menyarankan agar meningkatkan kegiatan pendidikan gizi bagi ibu, melalui penyuluhan di posyandu terutama yang berkaitan dengan pemberian ASI Eksklusif, PUGS (Panduan Umum Gizi Seimbang), serta meningkatkan pengawasan menganai sosialisasi terkait ASI Eksklusif.

This research is about the correlation maternal characteristics (educational level, level of knowledge, employment status, family income, the weight gain during pregnancy), infant characteristics (gender and birth weight), feeding practices (breastfeeding practices and complementary feeding) with nutritional status of infants aged 6 until 11 months in Jatinegara, Cakung Subdistrict, in 2012. The design of this research is cross sectional. The sampel of this research is 77 infants aged 6 until 11 months. The independent variabels are maternity education, maternity knowledge of nutrition, the family income, and the practice of breastfeeding. Based on the result of this research improving the activities about maternity knowledge of nutrition by attending illuminations at Posyandu especially related to exclusive breastfeeding and improving the control of socialization related to exclusive breastfeeding."
Lengkap +
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S44581
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Annisa
"Kegemukan adalah salah satu masalah gizi. Kegemukan memiliki berbagai dampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak serta kondisi kesehatan jangka panjang. Tujuan umum penelitian ini adalah diketahuinya faktor dominan yang berhubungan dengan indeks massa tubuh pada siswa SD Islam As- Syafi’iyah 02 Kota Bekasi.
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 155 siswa. Adapun pengambilan data dilakukan pada bulan April 2013. Variabel yang diteliti yaitu indeks massa tubuh, kebiasaan sarapan, durasi tidur, asupan zat gizi makro, frekuensi konsumsi makanan cepat saji, aktivitas fisik, dan durasi menonton televisi. Analisis yang digunakan adalah uji korelasi (analisis bivariat), serta regresi linear ganda (analisis multivariat).
Hasil analisis akhir didapatkan bahwa kebiasaan sarapan merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan indeks massa tubuh setelah dikontrol faktor frekuensi konsumsi makanan cepat saji, durasi menonton televisi, asupan karbohidrat, asupan lemak, dan asupan protein.

Overweight is one of nutrition problem. Overweight has various negative impacts in children’s growth, development and long-term health conditions. The objective of this study was to investigate the dominant factor of children’s body mass index in As-Syafi’iyah Islamic Elementary School, Bekasi.
This study used cross-sectional design with a sample size of 155 children. Data collection was conducted in April 2013. Variables studied were body mass index, breakfast habits, sleep duration, macronutrient intake, fast food consumption frequency, physical activity, and watching television duration. The data was analyzed using correlation test (bivariate analysis), and multiple linear regression (multivariate analysis).
The final analysis result showed that breakfast habits was the dominant factor associated with body mass index controlling for fast food consumption frequency, watching television duration, carbohydrate intake, fat intake, and protein intake.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S47604
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dina Afrida Resti Nugraheni
"Skripsi ini merupakan penelitian cross sectional yang bertujuan mengembangkan model prediksi tinggi badan untuk kelompok dewasa awal yang tidak dapat diukur tinggi badan aktualnya. Penelitian ini melibatkan 138 mahasiswa (70 laki-laki dan 68 perempuan) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang diambil secara acak sederhana. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran antropometri tinggi badan menggunakan microtoise serta pengukuran panjang ulna dan demi span menggunakan pita ukur non elastis (medline).
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil pengukuran antropometri laki-laki lebih besar dibanding perempuan. Hasil korelasi antara tinggi badan dengan panjang ulna kanan, ulna kiri, demi span kanan, dan demi span kiri pada laki-laki menunjukkan keeratan hubungan yang sangat kuat (r = 0,77; 0,76; 0,84; 0,84). Sedangkan, korelasi pada perempuan menunjukkan keeratan hubungan yang kuat sampai sangat kuat (r = 0,74; 0,72; 0,77; 0,80).
Hasil analisis multiregresi menghasilkan empat model prediksi dengan masing-masing prediktor, namun model prediksi dengan panjang demi span kiri (TB = 60,53 + (1,53 x demi span kiri) - (2,07 x jenis kelamin) dianggap paling valid karena memiliki nilai R square yang paling besar (0,857).

The aim of this cross sectional research was to develope height prediction model for early adult that can’t be measured their actual height. This research was carried out 138 students (70 males and 168 females) Faculty of Public Health University of Indonesia with simpe random sampling tecnique. The data was taken by antropometric measurement, included body height used microtoise, ulna and demi span length used medline.
The result seen that mean of males antropometric measurement was larger than females. Correlation betwen height with right ulna length, left ulna, right demi span, and left demi span in males were very strong (r = 0,77; 0,76; 0,84; 0,84). However, the correlation in females were strong till very strong (r = 0,74; 0,72; 0,77; 0,80).
Multiregression analysis result four prediction models with each predictor, but prediction model with left demi span (Height = 60,53 + (1,53 x left demi span) - (2,07 x sex) was the most valid model because it has biggest R square (0,857).
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S45875
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratih Puspitaningtyas
"Kebutuhan gizi busui meningkat tetapi busui kerap gagal untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi penurunan asupan makan busui. Penelitian ini bertujuan untuk menggali berbagai faktor predisposisi, pemungkin, dan pendorong yang berkaitan dengan penurunan asupan makan busui di Puskesmas Beji, Depok. Disain studi adalah kualitatif. Informan yang dipilih adalah 24 ibu bayi yang berusia >6 bulan dan dibagi berdasarkan pola menyusuinya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam serta dilakukan triangulasi sumber data pada suami/ibu, bidan, dan petugas gizi serta triangulasi metode dengan observasi. Ibu yang ASI predominan asupan makannya lebih banyak. Umumnya busui tidak mengkonsumsi susu dan suplemen. Ibu yang ASI predominan umurnya lebih tua, lebih tinggi paritasnya, dan lebih sedikit mempunyai pantangan makan daripada ibu yang ASI parsial. Pengetahuan, motivasi, sikap, dan kepercayaan ibu adalah faktor predisposisi yang berpengaruh pada penurunan asupan makan ibu menyusui sedangkan perawatan kehamilan menjadi faktor pemungkin yang tampak menyebabkan asupan makan busui menurun. Dari faktor pendorong, tenaga kesehatan dan media tampak berpengaruh pada penurunan asupan makan busui. Orang tua memberikan pengaruh yang besar terkait kepercayaan dan pola makan makan busui. Perlu bantuan tenaga kesehatan untuk memberikan informasi peningkatan kebutuhan gizi kepada busui dan keluarganya serta melakukan promosi tentang gizi menyusui lewat berbagai media.

The nutrient needs of lactating mother is higher than non-lactating mother, but they often failed to meet their recommended nutrient intake. This study aims at digging information on predisposing, enabling, and reinforcing factors associated with decrease of lactating mother intake in Beji community health center, Depok. Design of the study is qualitative with 24 informants that are mothers with infant age more than 6 months and divided based on the pattern of breastfeeding implementation. Data was collected through in-depth interviews and were triangulated based on data sources including midwifes, nutritionists, husbands/mother’s parents as well as observation. Predominant breastfeeding mothers intake were better than partial breastfeeding mother and have less food restrictions. Most of mothers didn’t consume milk and supplements when breastfeed. Knowledge, motivation, attitude, and food beliefs are predisposing factors that influence the dietary practices of lactating mother, antenatal care is a strong enabling factor, lack of information from health personnel and media are reinforcing factors that influence the decrease of intake toward lactating mother. It is suggested to increase mother’s knowledge about lactating mother nutrient needs during antenatal care. Health personnel should educate mothers and their families about lactating mother nutrient needs and decrease the harmful beliefs through mass-media.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S47513
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mery Christy
"Skripsi ini membahas hubungan antara retensi berat badan pasca melahirkan dengan usia, pendidikan, paritas, status gizi prahamil, pertambahan berat badan selama hamil, status gizi pasca melahirkan, durasi ASI predominan, konsumsi energi, dan pola makan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder Fikawati (2013) dengan desain studi kohort prospektif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi retensi berat badan pasca melahirkan pada ibu di lima kota besar di Indonesia. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji korelasi dan uji t independen.
Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat dua variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan retensi berat badan pasca melahirkan, yaitu variabel pertambahan berat badan pasca melahirkan dan variabel status gizi pasca melahirkan. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai retensi berat badan pasca melahirkan dengan sampel yang lebih besar, beragam, dan dengan menambah faktor-faktor lain misalnya aktivitas fisik.

This Final Project discusses the relation between postpartum weight retention and maternal age, maternal education level, parity, BMI prepregnancy, gestational weight gain, BMI postpartum, breastfeeding duration, total intake, and diet type. This study is quantitative study using secondary data from Fikawati (2013) with prospective cohort design. The purpose of this study is to know factors that related with postpartum weight retention. Bivariate analysis is using correlation and independent t test.
The result from bivariate analysis shows that there are two variabel that have significant relation with postpartum weight retention. The variabel are gestational weight gain and BMI postpartum. There is still needed more research related postpartum weight retention with bigger sample, varier, and with adding another factors e.g. physical activity.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S45880
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fanny Chungafarmodjo
"Skripsi ini membahas kecenderungan perilaku makan menyimpang pada remaja putri di Namarina Ballet-Jazz-Fitness Jakarta tahun 2013 dan faktor-faktor yang berhubungan. Desain dalam penelitian ini adalah cross-sectional. Seratus lima murid balet menjadi sampel dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner untuk melihat kecenderungan perilaku makan menyimpang, usia, citra tubuh, rasa percaya diri, perilaku diet, pengaruh orang tua, teman, dan guru balet, serta kelas balet yang diikuti.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 29,5% murid balet memiliki kecenderungan perilaku makan menyimpang. Citra tubuh, perilaku diet, pengaruh orang tua, pengaruh teman, dan tingkat kelas balet memiliki hubungan yang signifikan dengan kecenderungan perilaku makan menyimpang. Tetapi, tidak ada hubungan antara usia, rasa percaya diri, dan pengaruh orang tua dengan kecenderungan perilaku makan menyimpang. Peneliti menyarankan untuk diberikan edukasi dan informasi mengenai perilaku makan menyimpang kepada murid dan guru balet untuk meningkatkan kesadaran mereka akan hal ini.

The focus of this study is to examine the relations between individual and enviromental factors with the tendency of eating disorders among ballet students from a ballet school in Jakarta. The design of this study is cross-sectional. One hundred five ballet students completed the questionnaire assessing the tendency of eating disorders, age, body image, self-esteem, dieting behavior, parents, peer, and ballet teacher influence, and also the level of ballet class they join.
The result shows that 29,5% ballet students have tendency of eating disorders. Body image, dieting behavior, peer and ballet teacher influence, and the level of ballet class are related significantly with eating disorders. However, there is no relation between age, self-esteem, and parents influence with eating disorders. Researcher suggests that education and information are important to ballet students and the teachers for raising awaraness of eating disorders.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S52772
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Panggabean, Julius Ceisar
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan produktivitas kerja pada kalangan pekerja di PT X dengan menggunakan disain penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 136 pekerja yang didapatkan dengan metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner mandiri dan wawancara 24 hours food recall. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 27,2 % responden masuk ke dalam kategori produktivitas rendah. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara asupan energi (p-value 0,014) dan asupan zat besi (p-value 0,024) dengan produktivitas kerja.

This cross sectional research aimed to identify factors associated with work productivity. The selection of 136 subjects was performed by simple random sampling method. Data collection is done by self-administered questionnaire and 24 hours food recall interview. Data analysis used in this research is univariate analysis and bivariate analysis using Chi Square test. Total of 27,2 % subjects were classified as low work productivity. There were correlations between energy consumption (p-value 0,014) and iron consumption (p-value 0,024) with work productivity."
Lengkap +
Depok: Universitas Indonesia, 2013
S47758
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Fauziah
"Angka komplikasi persalinan di Indonesia sendiri mengalami kenaikan hal ini dapatdilihatdari data SDKI tahun 2002 2003 sampai SDKI 2012 Berdasarkan data SDKI 2002dan SDKI 2007 kejadian komplikasi persalinan di Indonesia naik sebesar 11 Jika dibandingkan dengan kejadian komplikasi persalinan berdasarkan data SDKI tahun 2007 dan SDKI tahun 2012 angka komplikasi persalinan naik sebesar 19 4 Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya gambaran faktor faktor yang mempengaruhi komplikasi persalinan di Indonesia Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif analitik dengan desain cross sectional Pengambilan sampel penelitian adalah total sampling Sampel dalam penelitian ini wanita yang pernah kawin usia 15 49 tahun pernah melahirkan dan yang dianalisis adalah kelahiran anak terakhir yang tercakup dalam data SDKI 2012 sebesar 14 023 ibu Hasil determinan yang berhubungan dengan kejadian komplikasi persalinan adalah paritas komplikasi kehamilan penolong persalinan tempatpersalinan dan pendidikan.

The complication rate of births in Indonesia increased this can be seen from the data in the 2002 2003 to IDHS 2012 Based on IDHS data is IDHS 2002 and 2007 the incidence of complications of childbirth in Indonesia increase 11 When we compared with the incidence of complications of labor based on data IDHS IDHS 2007 and 2012 the number of delivery complications increased by 19 4 This research aims to know description of the factors that influence the delivery complications in this Indonesia This research is a descriptive analytic research with cross sectional design Sample in this research is total sampling The sample in this study ever married women aged 15 49 years had given birth and the birth of the last child is analyzed is included in the data IDHS 2012 of 14 023 mothers Results determinant incidence of complications related to are parity complications of pregnancy birth attendants birth place and education levels."
Lengkap +
Depok: Universitas Indonesia, 2014
S57286
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mutiara Putriani Laksana
"Skripsi ini membahas tentang determinan kematian bayi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan menggunakan uji korelasi. Variabel independen yang dibahas dalam penelitian ini bersumber dari data SDKI 2012 meliputi faktor demografi (daerah tempat tinggal), faktor ibu dan bayi (usia ibu, pendidikan, paritas dan berat bayi lahir), dan faktor pengendalian penyakit per orangan (frekuensi ANC, penolong persalinan, Inisiasi Menyusu Dini, dan waktu kunjungan neonatal).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki korelasi dengan tingginya AKB di Indonesia adalah daerah pedesaan, pendidikan tidak tamat SD/sekolah, paritas >5 anak, berat bayi lahir <2500 anak, frekuensi ANC <4 kali, penolong persalinan oleh tenaga kesehatan, dan waktu kunjungan neonatal >7hari.

This thesis discusses about the determinants of infant deaths in Indonesia. This study use the ecological study design with correlation test. The independent variables in this study data sourced from IDHS 2012 include demographic factors (area of residence), maternal and infant factors (maternal age, education, parity and birth weight), and factor per puppets disease control (ANC frequency, birth attendants, breastfeeding early, and time of the visit neonatal).
The results showed that the variables that have a high correlation with IMR per provinces is a rural area, do not complete primary school education / school, parity > 5 children, birth weight <2500 children, the frequency of ANC <4 times, auxiliary delivery by health workes, and neonatal visits > 7 days.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
S57315
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>