Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Farghani Fariz
"ABSTRAK
Majunya bagian sektor matirim Indonesia tidak lepas dari bertumbuhnya industri galangan. Dalam men-design kapal baru lebih dari 50 % total waktu man-hours dihabiskan untuk mementukan pipe routing. Lamanya waktu yang dibutuhkan dalam mendesain pipe routing terjadi karena tingkat kompleksitas dari tiap kapal yang baru didesign berbeda-beda dan tiap kapal baru membutuhkan design Ship Pipe Route Design (SPRD)nya sendiri-sendiri. Maka dari itu, perlu ada suatu cara untuk mempercepat/mendesign Ship Pipe Route Design. Optimasi pada Ship Pipe Route Design adalah salah satu cara yang digunakan untuk mendapatkan hasil pipe routing yang maksimal. Pipe routing dikatakan optimal bila memenuhi antara lain: banyak space yang masih tersedia setelah pipa dipasang, cost dari material yang digunakan sedikit, terdapat akses yang baik, dan nyaman ketika dilakukan perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pipe routing. Caranya dengan menggunakan algoritma dalam bidang komputer. Algoritma yang digunakan adalah Algoritma Dijkstra. Algoritma Dijkstra merupakan algoritma yang berfokus dalam mencari jalur terdekat atau hasil terpendek (start point dan end point)

ABSTRACT
The advancement of Indonesias Matirim sector cannot be separated from the growth of the shipyard industry. In designing new ships, more than 50% of the total working hour time is spent determining pipe routing. The length of time required to design the routing pipe occurs because the level of complexity of each newly designed ship is different, and each new ship requires its own Ship Pipe Route Design (SPRD). Therefore, there needs to be a way to accelerate/design the Ship Pipe Route Design. Optimization of the Ship Pipe Route Design is one of the methods used to get the maximum pipe routing results. Pipe routing is said to be optimal if it fulfils, among others: much space is still available after the pipe is installed, the cost of the material used is small, there is good access, and convenient when repairs are made. This study aims to optimize pipe routing. You do this by using algorithms in the computer field. The algorithm used is the Dijkstra algorithm. Dijkstras algorithm is an algorithm that focuses on finding the nearest path or shortest result (start point and endpoint)."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahadhim Dary Ismaya
"Lithium-ion batteries (LIBs) are a popular energy storage system, it has high energy density and high specific energy. This characteristic of LIB making it to become a proper energy storage system in electric vehicle, and as the increasing use of electric vehicle, in-depth research about LIB become a trend lately. The aim of this project is to review degradation mechanisms for LIB system that are used in electric vehicles. This is due to the concern of LIB application in electric vehicle as the degradation of LIB can affecting the performance of it, whether its capacity fade or power fade. An extensive literature review has been conducted to gain the performance data of LIB that installed in electric vehicle and to see the past studies that related to degradation mechanisms in LIB.The data collecting of LIB is focusing on its capacity, operating condition, and number of cycles. From there, degradation rate can be calculated and presented in several graphs. These graphs compare the performance of different type LIB that available for electric vehicle. From the result, the two-outstanding performance are shown in Lithium Iron Phosphate (LFP) and Nickel Cobalt Aluminium (NCA) batteries as both of batteries have almost similar in capacity to degradation rate ratio. Each of battery have a slight advantage between another, with LFP battery good at operating under different current rates (c-rates) and NCA battery good at operating under different temperature. The degradation mechanisms that happen to these LIBs that are used in electric vehicle will mostly correlates to temperature. EV batteries have high potential risk to be exposed to environment, and temperature change can accelerate the degradation process in LIB.

Baterai lithium-ion (LIB) adalah system penyimpanan energi yang popular, ia memiliki kepadatan energi dan energi spesifik yang tinggi. Karakteristik LIB ini membuatnya menjadi system penyimpanan energi yang tepat dalam kendaraan listrik, dan seiring dengan meningkatnya penggunaan LIB pada kendaraan listrik, penelitian tentang LIB menjadi tren belakangan ini. Tujuan proyek ini adalah untuk meninjau mekanisme degradasi untuk system LIB yang digunakan pada kendaraan listrik. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran penggunaan LIB pada kendaraan listrik karena degradasi LIB dapat mempengaruhi kinerja kendaraan, baik penurunan kapasitas maupun daya yang diperoleh dari LIB. Tinjauan literature telah dilakukanuntuk mendapat data kinerja LIB yang dipasang pada kendaraan listrik dan untuk melihat kembali studi yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya yang terkait dengan mekanisme degradasi pada LIB. Pengumpulan data LIB berfokus pada kapasitas, kondisi operasi, dan jumlah siklusnya. Selanjutnya, laju degradasi dapat dihitung dan disajikan dalam beberapa grafik. Grafik ini membandingkan kinerja berbagai jenis LIB yang tersedia untuk kendaraan listrik. Hasilnya, terdapat dua tipe LIB yang memiliki kinerja luar biasa yang ditunjukkan dalam baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) dan Nickel Cobalt Aluminium (NCA) karena kedua baterai memiliki kapasitas yang hampir sama dengan rasio laju degradasi. Masing-masing baterai memiliki sedikit keunggulan di antara yang lain, dengan baterai LFP bagus untuk beroperasi di bawah laju arus yang berbeda (c-rates) dan baterai NCA bagus untuk beroperasi di bawah suhu yang berbeda. Mekanisme degradasi yang terjadi pada LIB ini yang digunakan dalam kendaraan listrik sebagian besar akan berkorelasi dengan suhu. Baterai kendaraan listrik memiliki potensi risiko tinggi untuk terpapar lingkungan, dan perubahan suhu dapat mempercepat proses degradasi di LIB. "
Depok: Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Armand Arief Renaldi
"Penelitian ini mengkaji satu karakteristik biodiesel dan campuran biodiesel-solar yakni stabilitas oksidasi, bahan bakar dengan stabilitas oksidasi rendah dapat dengan mudah teroksidasi dengan udara, bila telah rancid atau tengik dapat mengakibatkan korosi dan kerusakan pada injektor, tangki dan elemen mesin lain. Metode 743 Rancimat (modified) round robin test khusus untuk menguji stabilitas oksidasi biodiesel, campuran biodiesel-solar dan solar melalui determinasi waktu induksi/induction time, hasilnya B100-UFO atau biodiesel minyak jelantah murni (Used Frying Oil/UFO) memiliki stabilitas oksidasi 1,6 jam (pada 110oC), B95-UFO 2,95 jam, B90-UFO 3,56 jam, B80-UFO 17,13 jam dan B30-UFO 98,24 jam. Dengan standar minimal stablilitas oksidasi 6 jam (EN 14112), Stabilitas oksidasi yang aman bagi mesin diesel dimulai B80 dan grafik trendline meperlihatkan B85 masih aman di kisaran 10 jam. Adapun kinerja mesin diperoleh hasil dibandingkan dengan solar, minyak jelantah sebagai campuran mengakibatkan kenaikan konsumsi bahan bakar untuk daya yang sama, mengakibatkan penurunan Brake Horse Power/BHP untuk semua campuran. Terdapat keunikan pada B15-UFO dibandingkan campuran biodiesel jelantah-solar yang lain yakni memiliki efisiensi thermal yang naik (0,26%) sedangkan campuran yang lain turun, pada kondisi putaran poros tetap memiliki kenaikan SFC yang paling rendah (2,34%) dan memiliki penurunan BHP yang paling rendah (9,38%).

This research is studying oxidation stability of biodiesel and biodiesel-petrodiesel blends, fuel with low oxidative stability will be oxidized by atmosphere air easily, rancid fuel is corrosive and will damage the injector, tank and other elements. 743 Rancimat Method (modified) round robin test is only for determining the oxidative stability of biodiesel, biodiesel-petrodiesel and petrodiesel by determining induction time. The result : B100-UFO or the neat Used Frying Oil (UFO) Biodiesel has oxidation stability 1,6 hours (at 110oC), B95-UFO 2,95 hours, B90-UFO 3,56 hours, B80-UFO 17,13 hours and B30-UFO 98,24 hours. the minimum standard of oxidation stability is 6 hours (EN 14112), B80 is safe for diesel engine and graph trendline shows B85 is still safe as around 7 hours. The Diesel engine performance results are : w The Diesel engine performance results are : With petrodiesel as the standard, Used Frying Oil as blender make an increase of fuel consumption for the same power, make a decrease of Brake Horse Power/BHP for all blends. There are some uniqueness of the B15-UFO compared with other UFO biodiesel-petrodiesel such as it has an increase thermal efficiency (0,26%)as the other blends are decrease, at constant rotational speed (rpm) it has the lowest increase of SFC (2,34%) and the lowest decrease of BHP (9,38%). ith petrodiesel as the standard, Used Frying Oil as blender make an increase of fuel consumption for the same power, make a decrease of Brake Horse Power/BHP for all blends. There are some uniqueness of the B15-UFO compared with other UFO biodiesel-petrodiesel such as it has an increase thermal efficiency (0,26%)as the other blends are decrease, at constant rotational speed (rpm) it has the lowest increase of SFC (2,34%) and the lowest decrease of BHP (9,38%).;This research is studying oxidation stability of biodiesel and biodiesel-petrodiesel blends, fuel with low oxidative stability will be oxidized by atmosphere air easily, rancid fuel is corrosive and will damage the injector, tank and other elements. 743 Rancimat Method (modified) round robin test is only for determining the oxidative stability of biodiesel, biodiesel-petrodiesel and petrodiesel by determining induction time. The result : B100-UFO or the neat Used Frying Oil (UFO) Biodiesel has oxidation stability 1,6 hours (at 110oC), B95-UFO 2,95 hours, B90-UFO 3,56 hours, B80-UFO 17,13 hours and B30-UFO 98,24 hours. the minimum standard of oxidation stability is 6 hours (EN 14112), B80 is safe for diesel engine and graph trendline shows B85 is still safe as around 7 hours. The Diesel engine performance results are : w The Diesel engine performance results are : With petrodiesel as the standard, Used Frying Oil as blender make an increase of fuel consumption for the same power, make a decrease of Brake Horse Power/BHP for all blends. There are some uniqueness of the B15-UFO compared with other UFO biodiesel-petrodiesel such as it has an increase thermal efficiency (0,26%)as the other blends are decrease, at constant rotational speed (rpm) it has the lowest increase of SFC (2,34%) and the lowest decrease of BHP (9,38%). ith petrodiesel as the standard, Used Frying Oil as blender make an increase of fuel consumption for the same power, make a decrease of Brake Horse Power/BHP for all blends. There are some uniqueness of the B15-UFO compared with other UFO biodiesel-petrodiesel such as it has an increase thermal efficiency (0,26%)as the other blends are decrease, at constant rotational speed (rpm) it has the lowest increase of SFC (2,34%) and the lowest decrease of BHP (9,38%)."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
T26757
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Fachreza
"Semburan lumpur pada berbagai daerah di Indonesia telah mendapatkan perhatian sebab bertambahnya titik semburan. Bencana tersebut berdampak negatif pada kelangsungan ekosistem sekitar. Penggunaan pipa untuk mengalirkan lumpur menuju penampungan atau lahan kosong bisa dilakukan sebagai salah satu cara penanggulangan bencana, tetapi permasalahan-permasalahan dalam pengaliran slurry seperti munculnya pengendapan masih dapat terjadi. Study terkini tentang pengaliran slurry menggunakan pipa spiral menunjukkan hasil yang lebih efisien dibandingkan pipa bulat biasa. Namun penggunaan pipa spiral mampu meminimalisir pengendapan pada bagian dasar pipa, disebabkan oleh bentuk geometri pipa yang membentuk pola aliran tangential mengikuti bentuk dinding pipa. Maka dari itu paper ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik aliran mud slurry secara reological pada pipa spiral dengan beberapa konsentrasi berat, yaitu 20 CW, 30 CW, dan 40 CW. Lalu membandingkannya dengan perubahan massa hasil pengukuran. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan aliran mud slurry dalam pipa spiral ber-ratio P/Do = 7.3 dan 3.1 serta sebuah pipa bulat berdiameter 40 mm. Pengambilan data dilakukan dengan memvariasikan kecepatan aliran dengan mengatur besar sudut bukaan valve dari sudut 0o hingga 90o sebanyak 20 titik. Agar didapatkan ragam nilai Pressure drop, flow rate, serta perubahan jumlah massa padatan. Selanjutnya data hasil uji diolah menggunakan dasar ilmu Rheology dan memplotnya pada grafik.

A mud eruption in various regions in Indonesia has received attention because of the increase in burst points. The disaster had a negative impact on the sustainability of the surrounding ecosystem. The use of pipes for flowing mud into a reservoir or vacant land can be done as a method of disaster management, but problems in slurry flow such as the appearance of precipitation can still occur. Recent studies on slurry drainage using spiral pipes show more efficient results than ordinary round pipes. The use of spiral pipes can minimize deposition at the bottom of the pipe, caused by the geometry of the pipe which forms a tangential flow pattern following the shape of the pipe wall. Therefore the present study aims to examine the characteristics of reological mud slurry flow in spiral pipes with several heavy concentrations, namely 20 CW, 30 CW, and 40 CW. Then compare it with the change in mass of the measurement results. The method used is to compare the flow of mud slurry in the spiral pipe ratio P / Do = 7.3 and 3.1 and a round pipe with a diameter of 40 mm. Data retrieval is done by varying the flow speed by adjusting the valve opening angle from 0o to 90o from 20 points. In order to obtain a variety of pressure drop, flow rates, and changes in the amount of solid mass. Then the test results data are processed using the basis of Rheology and plot it on the graph."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aji Satrio Rinenggo
"Tugas akhir ini menyajikan tentang bagaimana mengatahui pengoptimalan pipa spiral tiga lobes yang dialiri oleh lumpur dengan tingkat kelengkungan pipa, dengan penggunaan Reynolds Number. Aliran lumpur terdiri dari partikel padat dan fluida yang membentuk endapan, dengan karakteristik aliran yang mempengaruhi pada ukuran partikel, distribusi partikel, konsentrat partikel, geometri pipa, dan viskositas. Konsentrasi lumpur yang mengalir dalam percobaan ini diikuti oleh Concentration Weight. Pusaran yang mengalir dalam pipa spiral akan menunjukkan keefektifan putaran, serta intensitas pusaran sebagaimana dengan persamaannya, dan tekanan jatuhnya. Analisis dan grafik akan dijelaskan dari data dua buah pipa spiral. Ada dua pipa spiral dan masing-masing memiliki empat lengkungan yang berbeda, dan dialiri oleh lumpur. Pada laju alir yang tinggi, efek geometri swirl dapat menjadi tekanan yang berlebih dikarenakan partikel padat. Konsentrasi padatan dari lumpur telah dibagi dengan 20Cw, 30Cw, dan 40Cw. Pitch per Diameter dibagi menjadi dua yaitu 5 dan 9. Hasilnya didapat dari dua buah pipa spiral pada kelengkungan yang maksimum, dan Computational Fluid Dymanics membantu mencari variabel yang dibutuhkan dari dua pipa spiral dengan masing-masing kelengkungan. Tujuannya yaitu mengetahui perbedaan antara kelengkungan yang akan menunjukkan optimalisasi terbaik di setiap pipa spiral.

In this study, a spiral pipe 3 lobes that is flowed with slurry is optimized on different degrees of curvature and specified Reynolds Number. Flow of slurries consists of solid particles and fluid which then forms suspension. Suspension is caused by the characteristics of the flow such as the size of the particle, the distribution of particle, the concentrate of particle, the pipe geometry, and viscosity. The slurry with specified Reynolds Number is flown through two spiral pipes with each one has a different four degrees of curvature. On a high flow rate, the increase of the pressure for mixed flow solid-liquid (slurries) occurs higher than in pure fluids. Meanwhile during low flow rate, the effect of swirl geometry reduces the excessive pressure due to the solid particle. Concentration weight of slurry is divided to 20Cw, 30Cw, and 40Cw. P/Di is divided by 5 and 9. The result of experiment was found to be by using two spiral pipe and while the simulation using Computational Fluid Dynamics shows the result of eight curvature spiral pipe. It is expected that the difference between curvature will shows the best optimum condition for each spiral pipe."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M. Akbar
"Pengurangan tahanan pada kapal dengan metode air lubrication menggunakan microbubble telah dimulai pada akhir abad ke 19. Bagaimanapun, aplikasinya pada industry terhalang karena penghematan daya bersih hanya berkisar 0-5 persen akibat energi yang dibutuhkan oleh kompresor udara untuk menginjeksi udara ke lunas kapal. Peranti baru bernama Winged Air Induction Pipe (WAIP) menggunakan tekanan negatif yang dihasilkan dari hidrofoil bersudut untuk menghisap udara bertekanan atmosfir ke dalam air hingga menghasilkan gelembung tanpa dibutuhkannya kompresor. Dimensi dari chord length pada hidrofoil mempengaruhi pengurangan tahanan yang terjadi. Pendekatan Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan model volume of fluid dan permodelan turbulensi k-ω SST pada kondisi batas 2 dimensi digunakan untuk mengobservasi bagaimana variabel ini mempengaruhi hasilnya. Konfigurasi dari chord length pada hidrofoil untuk memberikan efisiensi maksimal pada kapal akan dibahas. Dalam rentang optimal, pengurangan tahanan dapat mencapai 9 persen.

Drag reduction on ship with air lubrication method using microbubble has been started on late 19th century. However, the application in industry obstructed because the net power saving only 0-5 persen consequences of the energy needed by air compressor to inject the air to the keel of the ship. New device named Winged Air Induction Pipe (WAIP) use the negative pressure produced by angled hydrofoil to suck atmospheric air into the water generating bubble without compressor needed. Dimention of the hydrofoil chord length influenced the drag reduction occurred. Computational Fluid Dynamics (CFD) approach with volume of fluid model and SST k-ω turbulence closure model on 2D boundary condition used to observe how this variable affecting the result. Configuration of hydrofoil chord length to give the maximum efficiency to the ship is discussed. On the optimum range, drag reduction can reach 9 persen.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fatimatuzzahra
"Dalam industri maritim, khususnya industri perkapalan masih banyak yang menggunakan bahan bakar minyak secara masif. Hal ini menghasilkan polusi dalam jumlah besar pada atmosfer dan menjadi salah satu faktor utama terjadinya pemanasan global. Meningkatkan efisiensi energi pada kapal merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Perangkat Winged Air Induction Pipe (WAIP) yang digunakan, akan membuat gelembung-gelembung berukuran mikro untuk melapisi lunas kapal dengan menarik udara melalui pipa induksi oleh tekanan negatif yang dihasilkan oleh hidrofoil. Perbedaan penempatan foil juga akan memberikan hasil yang berbeda dari pengurangan tahanan yang akan dialami oleh pelat yang terletak setelah hidrofoil. Penelitian ini akan melihat perbedaan hasil pengurangan tahanan yang disebabkan oleh variasi sudut serang dan panjang chord yang berbeda pada foil NACA 653-618. Salah satu cara untuk melihat cara penyesuaian dan pengaturan tersebut dapat mempengaruhi hasil dengan menggunakan model k-ω SST (Shear Stress Transport) pada ANSYS 2-D fluent. Dengan menggunakan pengaturan ini diperoleh hasil sebesar 1,93% dengan membandingkan dengan studi eksperimental sebelumnya. Sudut serang pada hidrofoil yang dapat memberikan efisiensi paling besar bagi kapal. Dengan penelitian ini pengurangan tahanan dapat mencapai efisiensi sebesar 3% pada model kapal.

In marine industries, especially ship industry fuel oil is still being used massively. It produces a big amount of pollution to the atmosphere and becoming one of the main factors global warming is happening. Increasing the efficiency of the energy that is being used in the ship is one of the solutions to overcome the problem. One of those efficiency enhancer is Winged Air Induction Pipe (WAIP). This device will create micro-bubbles to coat the keel of the ship by pulling air through the induction pipe by the negative pressure produced by the hydrofoil. The different placement of the foil will also give different result of the drag reduction experienced by the plate located after the hydrofoil. This research sought the different result of the drag reduction caused by different variation of angle of attack and chord length of foil NACA 653-618. One of the ways to see how those customization and setup affect the result is by using k-ω SST (Shear Stress Transport) model in numerical simulation. By using this setup error on numerical results at 1.93% by comparing to previous experimental studies. In this research, we can see which angle of attack of hydrofoil that give most efficiency for the ship. The drag reduction in this research can give 3% of efficiency on the model of the ship."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Alief
"Masalah polusi saat ini menjadi fokus utama dalam terjadinya global warming di dunia. Salah satu penyumbang utama dari polusi itu ada pada industri perkapalan. Penggunaan bahan bakar minyak yang masif oleh kapal diseluruh dunia, terutama kontainer dan tanker yang menyumbang 40% total polusi dunia. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah peningkatan efisiensi bahan bakar dengan menggunakan metode lubrikasi udara untuk meningkatkan drag reduction dari kapal tersebut.
Pada skripsi ini digunakan metode Winged Air Induction Pipe untuk melubrikasi bagian bawah kapal. Winged Air Induction Pipe adalah sebuah alat yang menggunakan foil pada bagian bottom kapal untuk menghasilkan bubble dengan memproduksi udara rendah pada bagian atas foil tersebut. Udara yang terhisap ini nantinya akan masuk melalui pipa yang selanjutnya akan terperangkap pada aliran dan menjadi bubble. Bubble inilah yang nantinya akan melubrikasi plat kapal dan meningkatkan drag reduction pada kapal tersebut.
Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan metode yang sama namun pembahasan terkait variasi konfigurasi chord length foil dan bagaimana pengaruh viscous resistance pada foil terhadap pembentukan bubble belum lah dibahas. Penelitian ini dilakukan secara numerikal dengan menggunakan ANSYS CFD-Fluent dengan menggunakan metode k-w (Shear Stress Transport). Dengan membandingkanya dengan penelitian secara eksperimental yang dilakukan sebelumnya didapat tingkat error sebesar 1,49%.
Selain itu digunakan pula NACA 653-618 yang sama yang digunakan oleh penelitain sebelumnya dengan tambahan variasi panjang chord length. Pada akhir penelitian ini didapatkan bahwa terdapat tendensi dari viscous resistance terhadap variasi konfigurasi yang mempengaruhi besar daya yang disimpan. Pada akhirnya daya yang disimpan oleh alat hingga 6 %.

Pollution is a main focus in the status quo of global warming. One of those main contributors is the shipping industry. Massive usage in fuel oil by the ship around the world, especially the container and tanker ship produce more than 40% of total world pollution. One of those methods to solve this is problem is increasing the efficiency of ship using air lubrication method by increasing the drag reduction of the ship.
In this research, we used the device called as Winged Air Induction Pipe (WAIP) to lubricate the bottom of the ship. This device used foil to create bubbles by making low pressure area in the upper area of the foil which will suck the atmospheric air through the pipe and trap those air inside the flow which will became bubbles.
In the previous research the same method has been done, but the explanation about how the various configuration of chord length and the effect of viscous resistance will affect the creation of the bubbles were not explained yet. In this research, we used numerical simulation by using ANSYS CFD-Fluent with k-w SST (Shear Stress Transport) method. At the end the error occured only 1,49 % compared with experimental research done by previous studies.
This research also used the same NACA 653-618 which has been used by previous study within the addition of variation of the chord length of the foil. At the end of the research, there is a tendency between viscous resistance and net power saving by the device, which is at 6% of total power saving.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hakan Tandjono
"Dalam banyak aplikasi berbeda, fenomena penguapan tetesan non-stasioner menjadi fondasi dasar desain. Rumus analitikal perpindahan panas dan massa pada tetesan non-statis menjadi hal yang diperlukan. Analogi Ranz-Marshall yang dikombinasikan dengan model film stagnan adalah metode yang umum digunakan untuk memprediksi laju perpindahan panas dan massa tetesan, tetapi ada beberapa masalah mengenai metode tersebut seperti bilangan Lewis lebih dari satu, perpindahan massa tinggi, dan lebar film stagnan yang tetap. Dalam tugas akhir ini, pendekatan baru model film stagnan dan konstanta baru yang diperkenalkan akan dibahas secara mendalam. Nilai C1 dan C2 diselidiki dengan membandingkan simulasi numerik penguapan 2-butanol, 2-propanol, n-heptana, n-heksana, etanol, dan metanol dengan data eksperimen. Pendekatan baru model film stagnan lebih akurat dalam memprediksi jari-jari sementara keduanya masih gagal untuk memprediksi perubahan temperatur. Nilai C1 yang tepat untuk memprediksi radius pada berbagai tetesan bervariasi antara - 0.01 hingga -0.32 sedangkan nilai C2 bervariasi antara -2 x 10-7 hingga -8 x 10-8. Untuk variabel set-up yang berbeda, nilai C1 dan C2 bervariasi. Oleh karena itu, nilai C1 dan C2 merupakan fungsi yang dapat diselidiki lebih lanjut.

In many different applications, the phenomenon of evaporation of non-stationary liquid droplets forms the basic foundation of design. Analytical formulas are transferred heat and mass on non-statistical droplets become necessary. The Ranz-Marshall analogy combined with the stagnant film model is a method commonly used to predict the evaporation of a single non-stationary high mass transfer rate drop, but there are some problems with methods such as the Lewis number valued more than one, high mass transfer, and fixed stagnant film width. In this final project, a new approach to stagnant film model and its introduced constants will be discussed. C1 and C2 values ​​were investigated by comparing the numerical simulations of 2-butanol, 2-propanol, n-heptane, n-hexane, ethanol, and methanol evaporation with experimental data. The new approach to stagnant film model is more accurate in predicting radius while both model still failing to predict changes in temperature. The correct C1 value of various droplets and parameters varies between - 0.01 to -0.14 while the C2 value varies between -2 x 10-7 to -8 x 10-8. For different set-up variables, the values ​​of C1 and C2 vary. Therefore, the values ​​of C1 and C2 are functions that can be investigated further."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budiano
"Pelabuhan merupakan sarana penting dalam bidang transportasi laut. Ketika kebutuhan akan transportasi meningkat semakin meningkat pula jumlah kecelakaan yang terjadi, khususnya kecelakaan di area pelabuhan. Analisis dan investigasi yang dilakukan masih kurang optimal dalam menyelesaikan akar penyebab kecelakaan ini. Dengan menggunakan Metode analisis keselamatan probabilistik penyebab dasar dari kecelakaan tersebut dapat diketahui. Dengan mengetahui penyebab dasar dari kecelakaan tersebut diharapkan dapat dilakukan tindakan pencegahan agar angka kecelakaan tersebut dapat ditekan sekecil mungkin. Hasil dari analisis kecelakaan dapat dijadikan rekomendasi kepada para stakeholder di bidang transportasi laut.

Seaport is an important facility in the field of maritime transport. Increasing maritime transport also increase the amount of accidents that occur, especially accidents in the port area. Analysis and investigations conducted still less than optimal in addressing the root causes of this accident. By using the method of probabilistic safety analysis of the basic causes of the accident can be determined. By knowing the basic cause of the accident is expected to be a precaution that the accident rate can be as small as possible. The analysis results of the accident can be used as a recommendation to the marine transportation stakeholders."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
S69277
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library