Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 80 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Satria Yudha Pratama
"Pemilihan semblance secara otomatis merupakan metode analisa kecepatan yang dikembangkan untuk mencapai hasil yang maksimal. Hasil ini tentunya berkorelasi dengan koreksi NMO dan kualitas penampang seismik yang terbentuk. Semblance merupakan salah satu atribut koherensi pembentuk spektrum kecepatan yang mewakili hubungan satu nilai kecepatan dengan hasil koreksi NMO-nya. Sedangkan nilai semblance itu sendiri adalah rasio energi keluaran terhadap energi masukan sinyal seismik yang telah dikoreksi NMO. Hal ini berarti, nilai semblance maksimum mewakili hasil koreksi NMO yang paling tepat (datar). Dalam metode ini dilakukan pemilihan nilai-nilai semblance maksimum secara otomatis pada setiap interval waktu tertentu. Dengan begitu, didapat nilai kecepatan NMO dan kecepatan stacking yang paling tepat, serta kualitas penampang seismik yang baik. Selain itu, dari metode ini juga didapat penampang model kecepatan yang serupa dengan kondisi perlapisan bawah permukaan, termasuk kisaran nilai kecepatan rms dan intrerval di masing-masing lapisan.

Semblance automatic picking is velocity analysis method which is developed to achieve maximum result. This result definitely correlate with NMO correction and seismic section performance. Semblance is one of the coherency atribut forming velocity spectrum that represent the correlation between velocity value and its NMO correction result. While the semblance value itself is output to input energy ratio of seismic signals that have been NMO corrected. This mean, the maximum semblance value represent the best NMO correction result. In this method, the maximum semblance is picked automaticly at certain time interval. Doing that way will give the most precise NMO and stacking velocity value, and also produce a good quality seismic section. In addition, this method also produce velocity model sections that fit with subsurface layering condition, including the range of rms and interval velocity value at every layer."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S28971
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
F.X. Eka Marta Riyanto
"AFI (AVO Fluid Inversion) menganalisa respon dari anomali AVO, kemudian membandingkannya dengan respon yang didapat secara teori dan memprediksi sifatsifat fluida. AFI dalam prosesnya terbagi dalam 2 tahap. Tahap pertama didapatkan peta atribut AVO. Pada peta ini akan ditentukan zona-zona berdasarkan intensitas warna. Tahap selanjutnya melakukan analisa tren dari data sumur. Dari analisa tersebut didapat model parameter stochastic. Hasil penggabungan model parameter stochastic dengan ekstraksi wavelet dari data seismik akan didapat simulasi crosplot antara perpotongan (Intercept) dan kemiringan (Gradient) yang terdiri dari 3 fluida yaitu minyak, gas dan brine. Dari simulasi crosplot tersebut dimasukkan sayatansayatan data dari peta atribut AVO yang akan menentukan penyebaran kandungan reservoar hidrokarbon. Penentuan karakteristik hidrokarbon diperkuat lagi dengan peta indikasi dan peta probabilitas. Dari penggunaan analisa AFI dapat diketahui bahwa karakteristik reservoar hidrokarbon pada daerah TPS merupakan gas dan didominasi oleh minyak.

AFI (AVO Fluid Inversion) analyze AVO response, compare them without theoretically derived response and predict fluid properties. There are two steps in AFI process. First, using AVO attribute maps. In this map will be decided zones based on color intensity. The next step is doing trend analysis from well database. From that analyze will obtain stochastic models parameters. The result from gathering stochastic models parameters and wavelet extraction from seismic data are crossplot simulation between intercept and gradient which consist of oil, gas and brine. Then input data slices from AVO attribute maps to crossplot simulation which will determine hydrocarbon reservoar distribution. The determine of hydrocarbon characteristic will be more certain with indication and probability maps. By using AFI analysis can be determine that hydrocarbon reservoar characteristic at TPS is gas and dominated by oil."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S28995
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dina Zaenab
"Extended Elastic Impedance method is one of the methods in reservoir characterization, which is used to identify lithology and fluids content. This method is an extension of Elastic Impedance method by changing SinĀ²θ in Zoeppritz equation with tan χ to get scaled reflectivity equation. χ is angle range between -90° up to 90°. By using proper angle (χ), we can calculate the reflectivity that associates with the log parameter (Gamma Ray, Porosity, Lamda-Rho and Mhu-Rho). To proceeds this scheme we need to derive gradient and intercept from AVO analysis, which is used in Zoeppritz equation to calculate reflectivity volume. The proper angle (χ), which is derived from Whitcombe equation, is 30° for Gamma Ray. While the proper angle (χ) for porosity, mhu-rho, and lambda-rho is 60°, -90° and 15° respectively.
The result of mhu-rho and lamda-rho inversion in the target area contain of sandstone and oil in the time depth range of 1545 ? 1573 ms for horizon 1 and horizon 2. Based on seismic inversion, lamda-rho and mhu-rho crossplot analysis we can see that the distribution of reservoir in target area has lamda-rho value between 9050 ? 9300 m/s*g/cc or 25 ? 37 GPa*g/cc and mhu-rho value between 7500 ? 11200 m/s*g/cc or 25 ? 35 GPa*g/cc."
Depok: Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2009
T 26241
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mupid Azizi
Depok: Universitas Indonesia, 2005
S28762
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Choir
"Impedansi akustik merupakan suatu besaran fisika batuan bawah permukaan bumi yang berasal dari perkalian kecepatan dan densitas. Nilai impedansi akustik dapat diperoleh dari data seismik dengan mengubah data tersebut ke dalam bentuk reflektivitas dengan dipandu data sumur. Ada beberapa algoritma yang dapat digunakan dalam menghitung nilai impedansi akustik diantaranya adalah metode Bandlimited atau yang lebih dikenal dengan Rekursif. Metode ini menerapkan perhitungan nilai impedansi akustik dengan mengacu pada nilai impedansi akustik pada lapisan diatasnya. Pada studi ini dilakukan estimasi impedansi akustik dengan software komersial dan pengembangan program berbasis Matlab. Analisis keluaran impedansi akustik dengan software komersial hasil optimumnya diperoleh pada frekuensi cut off 85 Hz, sedangkan pada Matlab hasil optimumnya diperoleh pada frekuensi 20 Hz (low frequency) dan 60 Hz (high frequency). Adapun untuk nilai Impedansi Akustik yang diperoleh dari kedua software memiliki korelasi sebesar 0.928. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
S28888
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Achmad Sri Fadli
"Pendekatan yang paling sederhana untuk memperbaiki mutu suatu citra adalah menggunakan dekonvolusi yang merupakan suatu proses invers filter dengan operator dekonvolusi yang biasa disebut sebagai point spread function (PSF) atau fungsi sebaran titik. Hampir disemua kasus, PSF tidak diketahui. Meskipun demikian pada keadaan sebenarnya nilai PSF dapat ditentukan tanpa harus mengetahui proses pengaburan data observasi.
Pada studi ini diperkenalkan suatu teknik iterasi dekonvolusi buta (Iterative Blind Deconvolution, IBD) dan didiskusikan secara teknis detail dari algoritmanya yang digunakan untuk merestorasi citra seismik penampang maupun sayatan yang mengalami pengaburan. Teknik ini bekerja secara iterativ menggunkan algoritma Ricardson-Lucy (RL) untuk mendapatkan operator dekonvolusi terbaik. Hasil studi kami memperlihakan bahwa teknik ini mampu meningkatkan kualitas dari citra seismik yang pada akhirnya membantu untuk interpretasi.

The simplest approach to recovering the image through deconvolution is inverse filtering with the deconvolution operator that so-called point spread function (PSF). In most cases the PSF will not be available; however, there are certain situations in which one may be able to find a PSF without a priori knowledge.
In this paper, we present an iterative blind deconvolution (IBD) technique and discuss the technical details of this algorithm, which is proposed for the restoration of the blurred image occured on seismic section and seismic slicing of 3D data. This technique is performed iteravely by using the Ricardson-Lucy (RL) algorithm to achiev the best deconvolution operator. Our experience shows that this technique is able to enhance the quality of the seismic image, which is helpful in doing seismic interpretation."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
S28885
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eko Puji Hernanto
"Telah dilakukan permodelan AVA/AVO dengan menggunakan data sumur sebagai model litologi. Data sumur yang digunakan adalah nilai kecepatan gelombang primer (Vp) dan kecepatan gelombang sekunder (Vs). Pada data sumur tersebut dilakukan model penggantian fluida berdasarkan persamaan Biot-Gassman yaitu dengan mengetahui nilai Vp dan densitas (optional) dapat diturunkan nilai Vp dan Vs (dan kemudian rasio poison) sebagai fungsi saturasi air (Sw) dan porositas.
Pada model litologi dilakukan permodelan kandungan fluida pada nilai Sw = 30% sampai 90% dengan interval 30% yang diasumsikan sebagai model reservoir yang terisi gas dan air yang kemudian dibandingkan dengan data seismik riil. Pada hasil permodelan dilakukan analisa AVO berdasarkan atribut produk yaitu dengan mengalikan antara nilai I (intercept) dan gradien yang terbukti dapat membedakan antara model yang menggunakan Sw = 30% dan Sw = 100%.

The amplitude variation with angle (AVA) modelling to illustrate the seismic response in connection with the fluid substitution is carried out by using geological model of well data. The geological model consists of pwave, s-wave velocity and density. The fluid substitution model is performed based on Biot-Gassman equation, which is the function of water saturation (Sw) and density.
In this study, the modelling is conducted at Sw of 30%, 60% and 90% by assuming that the reservoir is containing gas and water. The seismic response of fluid substitution model is then analyzed based on the AVA attributes (i.e., intercept and gradient), which is believed able to distinguish between geological model with Sw of 30 % and Sw of 100%."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
S28839
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aditya Rini
"Telah dilakukan suatu studi analisis yang bertujuan untuk membandingkan dua metode dalam proses inversi seismik. Metode yang dianalisis dalam studi ini adalah metode recursive dan metode constrained sparse spike. Studi analisis terhadap kedua metode tersebut didasarkan pada algoritma perhitungan yang digunakan, keuntungan dan kerugian dari penggunaan kedua metode, serta hasil inversi dari kedua metode. Perbedaan algoritma pada kedua metode dan perbedaan parameter yang digunakan dalam proses inversi akan mempengaruhi penampang impedansi akustik yang dihasilkan dari setiap metode.
Dari hasil studi analisis ini diketahui bahwa penampang impedansi akutik yang dihasilkan dari metode constrained sparse spike dapat lebih memberikan gambaran yang jelas dan detail mengenai distribusi penyebaran dan karakterisasi batuan reservoar di daerah studi dibandingkan dengan metode recursive."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
S28873
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Suzwameli
Depok: Universitas Indonesia, 2003
S28639
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syaeful Amin
Depok: Universitas Indonesia, 2004
S28754
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8   >>