Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 41 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Helmiriawan
"ABSTRAK
Skripsi ini berisi perancangan, pembuatan, dan analisis sistem pemantau lalu
lintas dengan teknologi computer vision menggunakan OpenCV. Sistem
memberitahukan kondisi kemacetan jalan yang dipantau dalam empat level
(lengang, ramai lancar, padat merayap, dan macet). Penelitian dilakukan
menggunakan OpenCV sebagai library pemograman bahasa C++ dengan
algoritma Canny dan Blob Detection untuk mendeteksi kendaraan menggunakan
kamera pemantau pada posisi vertikal dari samping. Berdasarkan pengujian
metode Blob Detection lebih unggul pada kondisi jalan lengang, namun ketika
kondisi semakin ramai algoritma Canny lebih unggul. Sistem mendeteksi
kendaraan yang lewat dengan rata-rata kecepatan pendeteksian 9.8 ms per frame
dengan input video berukuran 320 x 240 pixel.

ABSTRACT
This thesis describes the design, making, and analysis of traffic monitoring system
by using computer vision technology with OpenCV. These systems notify the user
about the state of the monitored road congestion in four levels (quiet, crowded,
dense crowded, and congested). The research was conducted using the OpenCV
library programming language C++ with the Canny algorithm and Blob Detection
to detect the vehicle using camera on the position of vertical side. Based from the
test results, the Blob Detection method is superior in the deserted road conditions,
but when conditions are more crowded the Canny algorithm is superior. The
system can detect vehicle with average speed of 9.8 ms per frame with video input
size 320 x 240 pixels."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42743
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ardy Thiotrisno
"Skripsi ini membahas mengenai implementasi Quality of Service di jaringan IMS. IMS memiliki mekanisme Quality of Service yang dapat menjamin layanan IMS untuk beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Implementasi Quality of Service dilakukan dengan memodelkan suatu jaringan IMS yang memberikan prioritas paket terhadap aplikasi VoIP dibanding VoD dengan menggunakan open source router.
Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan program Wireshark untuk mengamati parameter Quality of Service seperti delay, jitter, dan packet loss. Setelah dilakukan implementasi Quality of Service, parameter-parameter QoS aplikasi VoD menunjukkan peningkatan delay sebesar 42 ms, jitter sebesar 47 ms, dan packet loss 39 % dibandingkan tidak dilakukan implementasi QoS untuk bandwidth 384 kbps. Aplikasi VoIP menunjukkan penurunan delay 42 ms, jitter 75 ms, dan packet loss 5% untuk bandwidth 16 kbps ketika dilakukan implementasi QoS dibandingkan dengan tidak adanya QoS di jaringan. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi QoS di jaringan IMS telah berjalan sesuai teori.
Selain itu, dilakukan sebuah percobaan tambahan yang mengvariasikan durasi gangguan dari VoIP terhadap VoD. Hasil yang diperoleh menunjukkan performa VoD yang terpengaruh oleh variabel durasi gangguan sedangkan performa VoIP tidak terganggu oleh gangguan dari VoD baik dengan variasi durasi 45 detik dan 2 menit dimana delay VoIP bernilai tetap di angka 20 ms.

This thesis described the implementation of Quality of Service in IMS network. IMS has Quality of Service mechanism which can guarantee the IMS services to operate as expected. Quality of Service is implemented by modeling an IMS network that gives packet priority VoIP application better than VoD with open source routers.
Data of this experiment was taken using Wireshark program to analyze Quality of Service parameters such as delay, jitter and packet loss. After impelementing Quality of Service, VoD's QoS parameters increase 42 ms in delay, 47 ms in jitter, and 39 % in packet loss compare with no QoS implementation for 384 kbps bandwidth usage. VoIP application show decreasing trend, 42 ms in delay, 75 ms in jitter, and 5 % in packet loss compare with no QoS implementation for 16 kbps bandwidth usage. It shows that the implementation of QoS in IMS network has suited with the theory.
Besides, there's an additional experiment with VoIP interruption duration variable. The results of this experiment show that VoD is affected by this duration variable while VoIP is not affected by this durational variable, VoIP delay is constant at 20 ms delay.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1001
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Vanessa Deviani
"Simple-O merupakan sistem penilaian esai otomatis yang menerapkan algoritma Latent Semantic Analysis (LSA). Simple-O dalam penilaian hasilnya menggunakan metode pembobotan. Sebagai sistem penilaian esai otomatis, tentu saja Simple-O diharapkan agar hasil penilaiannya mirip dengan hasil penilaian secara manual (Human Raters). Metode pembobotan awal yang diterapkan pada Simple-O masih memiliki beberapa kekurangan, oleh karena itu pada skripsi kali ini akan diimplementasikan empat belas metode pembobotan (kombinasi tujuh pembobotan lokal dan dua pembobotan global) pada Simple-O dan hasilnya akan dilakukan analisa agar dapat ditentukan metode pembobotan yang mana yang paling cocok diterapkan di Simple-O. Metode pembobotan biner tanpa bobot lokal sejauh ini memiliki kemiripan yang paling tinggi dengan human raters dengan selisih perbedaan dengan human raters 9.255 poin.

Simple-O is an automated essay grading system that complies the Latent Semantic Analysis (LSA) algorithm. Simple-O uses word weighting method in the assessment of the results. As an automated essay grading system, the assessment system in Simple-O is supposedly similar with the manual assessment (human raters). The original Simple-O weighting method still have some flaws, therefore, on this thesis will be implemented fourteen word weighting methods (the combination of seven local weightings and two global weightings) and all of the results will be analyzed to determine which weighting method have the best result to be implemented in Simple-O. Binary weighting method so far have the highest similarity with the manual assessment with the differences by 9.255 point. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S797
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rizka Haifa
"Skripsi ini membahas perbandingan kecepatan sistem pencarian kata pada database SIMPLE-O. Terdapat empat sistem yang dibandingkan yaitu 2 sistem yang merupakan sistem yang telah diimplementasikan (SIMPLE V1 dan SIMPLE V2) dan 2 sistem lagi merupakan sistem yang sedang dikembangkan (SIMPLE V3 dan SIMPLE V4). SIMPLE V1 adalah sistem pencarian kata yang semua proses pencariannya terletak di PHP. SIMPLE V2 meletakkan sebagian proses pencarian kata dalam database MySQL dan membagi tabel database menjadi 5 bagian berdasarkan kata depan sehingga proses terbagi dua yaitu pemotongan kata depan yang terletak di PHP dan pencarian kata yang terletak di MySQL. SIMPLE V3 merupakan pencarian kata yang menyerahkan proses pencarian sepenuhnya pada MySQL. Sedangkan SIMPLE V4 menggunakan algoritma Rabin-Karp yang diletakkan di stored procedure MySQL. Dari keempat sistem yang dibandingkan, sistem pencarian kata SIMPLE V3 merupakan sistem yang paling cepat diantara sistem lainnya. Kecepatan SIMPLE V3 62 kali lebih cepat dari SIMPLE V1 pada pencarian 1 kata dan 106 kali lebih cepat pada pencarian banyak kata. Sedangkan kecepatan SIMPLE V4 pada pencarian 1 kata tidak stabil sehingga tidak dapat dibandingkan dengan sistem lainnya dan pada pencarian banyak kata kecepatan SIMPLE V4 hanya 1.07 kali lebih cepat dari pada SIMPLE V1. Pada pencarían kata dalam kondisi jaringan sibuk (10-30 user mengakses sistem secara bersama¬sama), kecepatan SIMPLE V3 hanya turun sedikit sebesar 0.0000193947 detik yaitu sekitar 1.17 kali lebih lambat dibandingkan ketika jaringan tidak sibuk dan hanya diakses oleh 1 user. Sedangkan kecepatan SIMPLE V4 mengalami penurunan 0.041978478 detik yaitu sekitar 6.55 kali lebih lambat. Dari situ dapat terlihat bahwa SIMPLE V3 merupakan sistem yang paling cepat dan stabil.

This thesis focuses on comparison the speed of word-matching systems on SIMPLE-O database. There are four systems that compare, the 2 systems which is a system that has been implemented (SIMPLE SIMPLE V1 and V2) and 2 system is a system that is being developed (SIMPLE SIMPLE V3 and V4). SIMPLE V1 is the system searches that all of the search process lies in PHP. SIMPLE V2 which put some of the search process in a MySQL database and database tables divide into 5 sections based on the preposition that the process of cutting is two prepositions which lies in the PHP and the search for a word that is located in MySQL. SIMPLE V3 is a word search that submitted the search process entirely on MySQL. While SIMPLE V4 using Rabin-Karp algorithm, which is placed on MySQL stored procedures. With Compared the four systems, a word search system SIMPLE V3 is the fastest system among other systems. V3 SIMPLE speed 62 times faster than SIMPLE V1 on a word search. While on the search for many words, the speed SIMPLE V3 106 times faster than SIMPLE V1. The speed SIMPLE V4 on a word search is unstable so can not be compared with other systems and on many search words SIMPLE speed V4 only 1.07 times faster than SIMPLE V1. In the search word in the busy network conditions (10-30 users accessing the system together), SIMPLE speed V3 is only down slightly by 0.0000193947 seconds which is about 1:17 slower than the times when the network is not busy and only accessible by a user. While speed has decreased SIMPLE V4 0.041978478 seconds which is about 6:55 slower times. From there it can be seen that the SIMPLE V3 system is the most rapid and stable. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S805
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rosa
"Skripsi ini membahas mengenai IMS sebagai arsitektural subsistem yang memfasilitasi konvergensi antara jaringan fixed dan mobile untuk menjadi sebuah jaringan yang berbasiskan IP. Untuk menjamin performansi dari sisi penyedia layanan dan pelanggan, manajemen dan pemeliharaan yang baik di control layer jaringan IMS harus dipenuhi. Pada mekanisme session establishment jaringan IMS saat ini menunjukkan bahwa Serving-Call Session Control Function (S-CSCF) merupakan tempat yang paling rentan terjadinya bottle neck dan mengakibatkan timbulnya long call set up delay. Pada skripsi ini dilakukan pengujian distribusi beban S-CSCF dan melihat pengaruhnya terhadap jaringan IMS.
Dari hasil pengujian didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi kapasitas suatu S-CSCF antara lain besar memori yang digunakan, jumlah pelanggan serta jumlah layanan yang ditangani S-CSCF tersebut. Selain itu didapatkan bahwa untuk daerah kepadatan rendah lebih baik menggunakan jaringan IMS tanpa pemisahan kemampuan S-CSCF dengan efisiensi sebesar 99.86%, sedangkan pendistribusian beban dengan metode pemisahan kemampuan S-CSCF lebih cocok untuk dilakukan pada daerah padat dengan efisiensi sebesar 99.31%.

This thesis presents IMS as an architectural subsystem which facilitates convergence between fixed and mobile network to an IP-based network. In order to guarantee performance to both service provider and end user, management and maintenance within the control layer must be fulfilled. In the session establishment mecanishm of current IMS network shows that Serving-Call Session Control Function (S-CSCF) is the most probable phase where bottleneck may occur and long call set up delay. This thesis examines the S-CSCF load balancing and sees the impact to IMS network.
From the experiments, it can be conclude that the capacity of S-CSCF depend on size of the memory used, amount of users and services handled by S-CSCF. In addition, it is more suitable to use IMS network without S-CSCF?s capabilities separation for low to mid density region with the efficiency value of 99.86%. In other hand, load balancing with S-CSCF?s capabilities separation in IMS network is more suitable to be implemented in dense region with the efficiency of 99.31%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1137
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Archie Valenzsa
"ABSTRAK
Green Networks adalah konsep tentang perancangan jaringan komputer yang hemat energi, hemat resources, dan hemat biaya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah penerapan konsep Green Networks ke dalam infrastruktur nyata. Infrastruktur ini nanti akan diimplementasikan di area laboratorium Mercator FTUI. Pertama, pada penelitian ini akan dibahas mengenai rancangan suatu infrastruktur jaringan komputer dimana infrastruktur tersebut sebisa mungkin dirancang agar memenuhi tiga aspek utama dalam konsep Green Networks. Infrastruktur tersebut nantinya akan banyak berhubungan dengan konsep virtualisasi. Virtualisasi yang akan diterapkan adalah virtualisasi desktop dan virtualisasi hardware. Infrastruktur tersebut juga dirancang menggunakan sistem operasi Linux Ubuntu. Dari pengukuran tersebut didapatkan nilai total penghematan konsumsi daya pada infrastruktur dibanding pada infrastruktur konvensional selama 5 tahun adalah sebesar 5819.95 kWh dan presentasenya adalah sebesar 81.1% (termasuk presentase penghematan biaya), total presentase penghematan biaya pembuatan dan perawatan infrastruktur dibanding infrastruktur konvensional selama 5 tahun adalah sebesar 59.90%, total presentase penghematan biaya pembuatan infrastruktur dan biaya konsumsi daya listrik infrastruktur berbasis dibanding infrastruktur konvensional selama 5 tahun adalah sebesar 61.17 %.

ABSTRACT
Green Networks is a concept about computer network design which is energy efficient, resources efficient, and cost efficient. The main purpose of this research is implementating the Green Networks concept into a real infrastructure. This infrastructure will be implemented in Mercator FTUI laboratorium area. First, this research discuss about the design of computer network infrastructure where the infrastructure designed to meet three main aspects in the Green Networks concept. The infrastructure will be focused with the virtualization concept. Virtualizations which will be implemented is desktop virtualization and hardware virtualization. The infrastructure is also desgined using Ubuntu Linux operating system. After the building processes, the infrastructure will be tested. From the testing process the total value of power consumption saving on the infrastructure compared to conventional infrastructure during five years is 5819.95 kWh and the percentage is 81.1% (including the percentage of cost savings). From the testing process the total value of power consumption savings on the infrastructure compared to conventional infrastructure during five years is 5819.95 kWh and the percentage is 81.1% (including the percentage of cost savings), the total percentage of cost savings of development and maintenance of infrastructure compared to conventional infrastructure during five years is 59.90%, and the total percentage of cost savings of development, maintenance, power consumption savings of infrastructure compared to conventional infrastructure during five years is 61.17%. "
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S854
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Faisal Jamil
"Skripsi ini membahas tentang implementasi ENUM Server pada jaringan IMS. ENUM server adalah sebuah solusi penomoran dalam terciptanya hubungan antara jaringan yang menggunakan sistem penomoran konvensional dan jaringan yang menggunakan identitas URI dalam jaringan Internet. Dengan implementasi ENUM Server pada jaringan IMS, pengguna IMS dapat lebih fleksibel dalam melakukan koneksi ke siapapun tujuannya. Tetapi implementasi ENUM Server dalam jaringan IMS akan mempengaruhi tahapan yang terjadi dalam melakukan panggilan. Tahapan ini akan mempengaruhi waktu proses saat melakukan panggilan.
Dari data percobaan didapatkan waktu proses pada panggilan yang tidak melalui ENUM Server sebesar 0.1071274 detik (107.2 ms), sementara waktu proses pada panggilan yang melalui ENUM Server sebesar 0.1332041 detik (133.2 ms). Jika dibandingkan dengan standard waktu respon VoIP yang ada yaitu maksimum sebesar 205-218 ms, maka dapat disimpulkan bahwa baik waktu proses panggilan yang melalui ENUM Server maupun yang tidak melalui ENUM Server masih memenuhi standard yang ada.

This thesis discussed about the implementation of ENUM server on IMS Network. ENUM server is a solution for numbering process between the conventional numbering system and URI identity-based networks. By implementing ENUM server on IMS network, IMS user could improve their connection flexibility on any numbering identity. However the implementation of ENUM Server to IMS network will effect the steps on calling process. Eventually this will lead to an addition of time on the calling process.
From the simulation, a 0,1071274 seconds is obtained by the calling process without ENUM Server, While a 0,1332041 seconds is acquired by the calling process using ENUM Server. When compared with the maximum standard response time of existing VoIP (maximum 205-218 ms) , it can be concluded that both the processing time of the call through ENUM Server or not via ENUM Server still meet existing standards.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1213
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Alifandi Yudistira
"ABSTRAK
Simple-O adalah aplikasi berbasis web yang sedang dikembangkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia untuk digunakan sebagai ujian essay secara online. Aplikasi Simple-O ini harus memiliki sistem keamanan yang baik, sehingga sistem keamanan Simple-O perlu diuji tingkat keamanannya. Salah satu caranya adalah menggunakan SQL Injection, sebuah teknik eksploitasi pada aplikasi berbasis web yang menggunakan basis data sebagai penyimpanan data. Skripsi ini melakukan analisis tingkat keamanan web Simple-O menggunakan SQL Injection dan penerapan Anti SQL Injection untuk menghindari serangan SQL Injection. Hasil dari pengujian didapatkan bahwa Simple-O dapat diserang menggunakan SQL Injection melalui sintaks ? or ?1?=?1; ? #; ? 0=0 # dan serangan tersebut dapat dihindari menggunakan Anti SQL Injection.

ABSTRACT
Simple-O is a web-based application which currently developed by Department of Electrical Engineering University of Indonesia to be used as online essay exams. This Simple-O web must has a good security system, that is why Simple-O security system must be tested for it?s security level. One of the way is using SQL injection, an exploited technique on web-based application that use database as data storage. This thesis does the analysis of security level of Simple-O using SQL injection and execute Anti SQL Injection to avoid SQL Injection attacks. Result of testing is Simple-O can be attacked by SQL Injection with syntax ? or ?1?=?1; ? #; ? 0=0 # and the attack can be avoided by Anti SQL Injection."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42518
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Henry Artajaya
"Representasi dokumen sebagai vektor GLSA pada beberapa percobaan seperti uji sinonim, klasifikasi dokumen, dan clustering terbukti mampu menghasilkan tingkat akurasi yang lebih baik daripada sistem sejenis yang berbasis algoritma LSA akan tetapi GLSA belum pernah diujikan pada sistem penilai esay otomatis. Percobaan ini meneliti pengaruh implementasi GLSA pada sistem penilai esay otomatis dan perbandingan unjuk kerjanya dengan sistem penilai esay otomatis berbasis LSA. Unjuk kerja sistem penilai esai otomatis berbasis GLSA lebih unggul daripada sistem berbasis LSA. Dari 60 kali pengujian, GLSA menghasilkan nilai yang lebih akurat pada 47 kali pengujian atau 78,3% total pengujian sedangkan LSA hanya unggul pada 9 kali pengujian atau 15% total pengujian dan sisanya 4 kali pengujian atau 6,7% total pengujian menghasilkan nilai dengan tingkat akurasi yang sama. Nilai Pearson Product Moment Correlation pada percobaan menggunakan sistem LSA 0.57775-0.85868 sedangkan pada GLSA sebesar 0.73335-0.76971. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem berbasis LSA dan GLSA yang diujikan layak pakai karena memiliki performa yang sama baiknya dengan performa yang dilakukan oleh manusia. Ditinjau dari waktu proses yang dibutuhkan, LSA unggul pada soal 1 dan 2 dengan rataan 0,07466 detik dan 0,2935 detik sedangkan pada GLSA rataan waktu proses soal 1 dan 2 sebesar 1,32329 detik dan 17,3641 detik. Waktu proses yang dibutuhkan sistem penilai esai otomatis berbasis GLSA lebih lama dibandingkan dengan LSA. Akan tetapi karena GLSA menunjukkan kinerja yang amat baik, amat dipercaya bahwa manfaatnya lebih besar daripada biaya komputasi.

Document representation as GLSA vectors were shown to improve performance on different tasks such as synonymy test, document classification, and clustering compared to LSA based systems, however GLSA performance has never been tested on automated essay grading system. This experiment examines the effect of GLSA implementation on automated essay grading system and evaluates its performance compared to LSA based system. GLSA performance was shown to outperform LSA based automated essay grading system. From 60 samples, GLSA outperform LSA 47 times (78,3%), LSA outperform GLSA 9 times (15%), and 4 times (6,7%) resulted the same score accuracy. Pearson Product Moment Correlation Value resulted from the experiment using LSA based system is 0.57775-0.85868 and 0.73335-0.76971 for GLSA based system. This result incidates LSA and GLSA based system used on this experiment are ready to be used as human rater replacement because both of the system deliver similar performance with human rater. Processing time of LSA based system is faster with average processing time consecutively 0,07466 second and 0,2935 second compared to GLSA consecutively 1,32329 second and 17,3641 second. GLSA requires more processing time than LSA based system because GLSA based system has more calculation steps than LSA. However GLSA showed better performance, therefore it's believed that its benefits outweigh the computational cost."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42481
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rr. Wulan Apriliyanti P.
"Penelitian pada skripsi ini merancang, membuat, dan menganalisis sistem tertanam pemantau polusi udara pada area parkir tertutup menggunakan FPGA Xilinx Spartan 3E dan sensor gas CO MQ7. Sistem ini berguna untuk mengatasi secara dini kasus keracunan gas emisi kendaraan bermotor yang terendap pada area parkir tertutup. Metode yang digunakan dalam penelitian mengikuti tahapan Software Development Life Cycle (SDLC). Bahasa yang digunakan untuk mengkonfigurasikan FPGA Xilinx Spartan 3E adalah VHDL melalui Xilinx ISE Design Suite 13.2. Selain itu, diperlukan dua rangkaian tambahan sebagai antarmuka, yaitu rangkaian Pulse Width Modulation (PWM) dan transduser. FPGA ini akan mendapatkan data pembacaan sensor tiap 19,11 ms. Pengambilan data dilakukan dengan pengambilan sampel pada sense phase sensor yang diambil tiap 10 detik selama 15 menit. Berdasarkan pengujian, sistem menghasilkan selisih pembacaan sebesar 1,76 ppm (2,45% kesalahan) terhadap data normal.

This thesis discusses the design, manufacture, and analyzes the embedded air pollution monitor system in a enclosed parking area using the FPGA Xilinx Spartan 3E and the CO MQ7 gas sensor. This system is useful as a precautionary measure in cases of motor vehicles gas emission poisoning deposited in enclosed parking area. The method used in this research follows the Software Development Life Cycle (SDLC). The programming language used in configuring the FPGA Xilinx Spartan 3E is VDHL using Xilinx ISE Design Suite 13.2. In addition, two additional circuit is needed to act as an interface, a Pulse Width Modulation (PWM) and a transducer. The FPGA reads the data every 19.11 ms. Data extractions is performed by extracting samples from the sense phase sensor every 10 seconds for 15 minutes. The test resulted in a deviation of 1.76 ppm (2.45% error) form normal data."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42850
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>