Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mhd. Ridha Haykal Amal
"PeneHtian ini adalah studi kasus tentang Rumah Singgah Yasan Kesejahteraan Indonesia. Pendekatan peneHtian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan ini digunakan karena peneliti ingin mendiskripsikan program pelayanan di rumah singgah secara detail. Penelitian deskriptif yang dimaksudkan untuk pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu. Peneliti mengembangkan konsep dan menghimpun fakta, tetapi tidak melakukan pengujian htpotesa. Jenis peneHtian ini diambil karena peneliti hanya ingin memberikan gambaran tentang peranan pekerja sosial dalam menangani masalah anak jalanan. Peneliti tidak ingin menguji hipotesa ataupun mencari hubungan sebab akibat. Penelitian deskriptif.
Penelitian ini dilakukan di Rumah Singgah YKAI yang berlokasi di Jl. Swadaya 2, No.3 Rt. 17/06 Jakarta Timur. Adapun waktu penelitian ini dimulai dari bulan Agustus 2000 sampai dengan bulan September 2001.
Penetapan informan diambil secara purposive, dimana informan diambil secara sengaja oleh peneliti. Setiap informan mewakili bagian-bagian program pada Rumah Singgah YKAI. Itifbrman terdiri dari, anak jalanan, pengurus Rumah Singgah YKAI dan orang tua anak jalananan.
Upaya penanganan anak jalanan, perlu melibatkan banyak pihak, profesi dan disiplin ilmu karena masalah anak jalanan merupakan hasil dan penghasii bagi masaiah sosial lainnya. Rumah Singgah Anak Jalanan YKAI merupakan saiah satu bentuk usaha kesejahteraan sosiaf yang peduli terhadap kesejahteraan anak-anak Indonesia, terutama anak-anak jalanan. Suatu bentuk usaha yang secara tidak langsung bertujuan melindungi anak-anak jalanan dari kondisi alam yang kadang kala tidak bersahabat, gangguan orang dewasa, dan melindungi mereka dari tingginya resiko kecetakaan melekat pada diri mereka.
Dilihar dari pendekatan yang digunakan rumah singgah YKAI menggunakan pendekatan centre based program dengan fiingsi intervenst rehabilitatif^yaitu berusaha melepaskan anak dari jalannan. Meskipun demikiap rumah singgah juga menggunakan pendekatan community based dan street based yang tercermm dalam beberapa program dan kegiatannya. Rumah singgah adalah realisasi model penampungan drop in centre yaitu penampungan sementara, karena runiah singgah haiiya sebagai fasilitator untuk memfasilitasi anak jalanan tepas dari jalanan agar kembali ke keluarga asli, ataupun keluarga pengganti.
Rumah singgah sebagai tempat penampungan sementara memberikan bermacam fasilitas sebagai daya tank, yang dapat digunakan oleh anak-anak jalanan untuk beristirahat, membersihkan diri, mencuci pakaian, makan, berteduh, tidur, bermain, dan lain sebagainya. Selain fasilitas, anak-anak jalanan di rumah singgah juga memperoleh beragam pelayanan berupa program bimbingan anak, bimbingan keluarga, dan pendidifcan jaianan. Masing-masing dari program tersebut direalisasikan daiam bentuk kegiatan yang daiam pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak jalanan. Program bimbingan anak diturunkan daiam bentuk kegiatan bimbingan sosial ke anak, bimbingan kesehatan, bimbingan agama, belajar, dan pemberian bantuan beasiswa kepada anak-anak jalanan yang masih bersekolah ataupun yang ingin melanjutkan sekolah. Program bimbingan keluarga terdiri dari kegiatan home visit, surat-menyurat dan mengundang orang tua anak jalanan untuk berdiskusi bersama tentang perkembangan anak mereka. Kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga anak jalanan juga merupakan kegiatan dari program bimbingan keluarga. Sedangkan kegiatan yang tercakup daiam program pendidikan jaJanan adalah kegiatan outreach, yang didalamnya sendiri terdiri dari bimbingan anak, keluarga, yang dilakukan oleh petugas outreach di jalan."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
T459
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
I Gusti Putu Agung
"Anak, dalam instrumen internasional maupun peraturan perundang-undangan nasional dimasukkan dalam kelompok yang perlu mendapat perhatian berbeda di samping para penyandang cacat dan para lanjut usia.
Indikator anak yang dieksploitasi secara ekonomi khususnya bagi anak yang dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga antara lain: jam kerja yang panjang, upah yang tidak terstandarisasi, beban kerja yang berat, tidak ada kesempatan bersekolah, tinggal terpisah dengan keluarga dan lain-lain.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum pekerja rumah tangga anak dan mengetahui implementasi pemenuhan hak pekerja rumah tangga anak untuk memperoleh perlindungan dari eksploitasi ekonomi. Teori yang digunakan adalah teori perkembangan anak dan kemiskinan.
Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara dengan pekerja rumah tangga anak dan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia serta pengumpulan data sekunder melalui studi kepustakaan.
Hasil yang didapat adalah sebagian anak rentan mengalami eksploitasi secara ekonomi, serta ada kecenderungan anak yang dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga terganggu pertumbuhan dan perkembangannya.
Rekomendasi yang disampaikan, yakni diperlukan adanya kerjasama dan komitmen semua pihak untuk memperhatikan perlindungan pekerja rumah tangga anak. Di samping itu pemerintah perlu menyusun peraturan-perundang-undangan nasional yang secara langsung ditujukan bagi perlindungan pekerja rumah tangga khususnya pekerja rumah tangga anak.

Children become the main focus of discussion for their rights protection in the international instruments and national law and regulation. The protection for them is differed from other disabled people.
The indication of children being economically exploited is seen by their over working hour, insufficient wages, too heavy working burden, loosing education chance, separated from family life.
The aims of the research is to find out the description and implementation of children rights while they become housemaid and to get the protection from economical exploitation_ Theories used in this research are the theories which are connected with children development theories, poverty theories. The research used qualitative method. Data is gained by interviews.
The result that of the research discover that children tend to get economical exploitation during working time, besides they also have the tendency to be mentally abused, disturb physical growth as children and the low minim::, a standard of wages. The exploitation of children can be done by families, employers, distributor, and state.
The recommendation which can be suggested the parties who have the working agreement should follow the regulation properly. Besides, it is also necessary to arrange law and regulation for domestic workers particularly children.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2005
T15182
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
S8356
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tuti Kartika
"Masalah utama penelitian ini adalah : Kehidupan anak jalanan dan Peranan Organisasi pelayanan sosial dalam kehidupan anak jalanan.
Ruang lingkup penelitian ini, yaitu : Pertama; Kehidupan anak jalanan yang meliputi : alasan anak melakukan kegiatan di jalanan, kelompok sosial yang terbentuk dalam kehidupan anak jalanan, wilayah operasi, proses kerja, proses dalam berhubungan sosial, proses mengurus diri, dan ancaman yang dihadapi dalam kehidupan jalanan, serta adaptasi anak jalanan dalam menghadapi ancaman tersebut. Kedua : peran organisasi pelayanan sosial dengan model penanganan Community-based, Street-based, dan Centre-based.
Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan dua tahapan. Pertama: Peneliti mengadakan pengamatan dan wawancara di lokasi penelitian secara umum. Kedua: Melakukan wawancara secara mendalam terhadap beberapa informan yang dipilih, dengan tujuan untuk mendapat kejelasan terhadap informasi yang diperoleh pada pengambilan data tahap pertama. Subiek penelitian adalah anak jalanan yang dibina oleh Yayasan Dian Mitra Senen Jakarta Pusat, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia Pulogadung Jakarta Timur, dan Yayasan Amalia Tanjung Priuk Jakarta Utara. Hasil penelitian dan pembahasan disaiikan secara deskriptif.
Hasil penelitian : Pertama; Anak melakukan kegiatan di jalanan karena membantu orang tua, alasan tersebut pada umumnya dikemukan oleh anak- yang berasal dari keluarga yang tinggal di lingkungan yang sumber kemasyarakatannya terbatas. Alasan lain adalah konflik dengan orang tua, alasan tersebut dikemukakan oleh anak yang berasal dari keluarga yang menolak peran pengasuhan, dan alasan terakhir adalah mencari pengalaman, mereka berasal dari luar Jakarta dan keluarganya tinggal di lingkungan yang sumber kemasyarakatannya terbatas. Kedua; Dalam kehidupan anak jalanan terbentuk kelompok yang didasarkan kepada umur dan lama di jalanan. Masing-masing kelompok memiliki pola hidup yang berbeda dan khas. Perbedaan tersebut ditampilkan melalui proses kerjanya dari magang pada orang lain sampai dengan mandiri, proses berhubungan sosial dari yang terbatas sampai dengan luas, dan proses mengurus diri dari yang belum memperhatikan sampai kepada sudah memperhatikan dirinya. Ketiga; Jalanan bukan merupakan tempat yang aman bagi kehidupan seorang anak. Di jalanan mereka menghadapi banyak ancaman yang pada umumnya datang dari orang dewasa yang seharusnya melindunginya. Ancaman tersebut datang dari petugas, preman, kaum homo, dan dari teman mereka sendiri. Ancaman tersebut mengakibatkan anak jalanan mengalami krisis. Untuk menghadapi situasi tersebut banyak di antara mereka yang melarikan diri ke dalam perilaku negatif atau tindakan kriminal baik yang ringan maupun berat. Keempat ; Dalam masyarakat telah berkembang organisasi pelayanan sosial bagi anak jalanan dengan 3 model penanganan model community-based, pelayanan yang melibatkan anak, keluara dan masyarakat serta pelaksanaaanya berpusat di lingkungan tempat tinggal. Sasaran pelayanannya tidak hanya anak tetapi juga keluarganya. Street-based, pelayanan yang ditujukan untuk memperkecil pengaruh budaya jalanan, pelaksanaannya di lakukan di suatu tempat tertentu atau di tempat anak melakukan kegiatan. Centre-based, pelayanan yang ditujukan untuk mengentaskan anak dari jalanan, pelaksanaannya dipusatkan di tempat bernaung dan anak dipenuhi segala kebutuhannya.
Kesimpulan: Tekanan ekonomi keluarga telah membawa anak untuk melakukan kegiatan di jalanan. Meskipun alasan anak melakukan kegiatan di jalanan beragam, tetapi sumber utamanya adalah ketidakberfungsian keluarga, terutama yang berhubungan dengan pelaksanaan peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan dasar anak-anaknya. Ketidakberfungsian tersebut disebabkan karena kemiskinan yang dialaminya. Mereka tidak mampu meng'akses' pelayanan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial, serta pelayanan lain yang mereka butuhkan. Oleh karena itu dalam menangani anak jalanan, sasaran intervensinya adalah anak dan keluarganya. Di jalanan anak dibedakan menjadi Anak Anyaran, yaitu anak yang berusia 7 -10 tahun dan belum 1 tahun melakukan kegiatan di jalanan; Anak Madya berusia 11 - 14 tahun yang melakukan kegiatan di jalanan sudah lebih dari satu tahun dan kurang dari 3 tahun; dan Anak Kawakan yang berusia 15 --18 tahun dengan kegiatan di jalanan lebih dari 3 tahun. Masing-masing kelompok memiliki pola hidup sendiri. Sehubungan dengan hal tersebut, maka untuk mengembangkan pelayanan bagi anak jalanan perlu mempertimbangkan beberapa faktor yaitu latar belakang keluarga, dan pola hidup mereka di jalanan."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library