"Ekonomi sirkular merupakan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang menekankan efisiensi penggunaan sumber daya dan pengurangan limbah melalui prinsip “reduce, reuse, recycle”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan ekonomi sirkular berbasis pengolahan sampah terhadap perekonomian Indonesia menggunakan analisis Tabel Input-Output (IO) Nasional Tahun 2016. Dua stimulus dianalisis: (1) investasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dikenakan pada sektor konstruksi (backward linkage), dan (2) distribusi produk olahan TPST (kompos, pakan ternak, bahan daur ulang, produk upcycling, biogas, RDF, output proses thermal) ke sektor pengguna seperti pertanian tanaman pangan, peternakan, industri barang galian bukan logam, pembuangan limbah dan daur ulang, dan ketenagalistrikan (forward linkage) dalam 1 (satu) tahun masa beroperasi. Hasil simulasi menunjukan bahwa stimulus pembangunan TPST senilai Rp243,06 Milyar menghasilkan output ekonomi sebesar Rp443,39 Milyar, peningkatan nilai tambah sebesar Rp208,90 Milyar, peningkatan pendapatan sebesar Rp84,95 Milyar dan menciptakan 1.502 lapangan kerja. Sementara itu, stimulus produk TPST secara agregat senilai Rp2,24 Triliun mampu mendorong peningkatan output nasional sebesar Rp6,06 Triliun. Sektor ketenagalistrikan, industri barang galian bukan logam, dan perdagangan besar dan eceran muncul sebagai sektor paling terdampak positif. Temuan ini memberikan dasar empiris untuk perumusan kebijakan ekonomi sirkular sebagai strategi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
The circular economy is a sustainable development approach that emphasizes efficient resource use and waste reduction through the principles of reduce, reuse and recycle. This study aims to analyze the economic impact of circular economy implementation in waste processing using the Indonesia 2016 National Input-Output (IO) Table. Two stimuli were analyzed: (1) investment in the development of integrated Waste Processing Facilities (TPST), applied to the construction sector (backward linkage), and (2) distribution of TPST-derived products (compost, animal feed, recyclable materials, upcycled products, biogas, RDF, and outputs from thermal processes) to user sectors such as food crop agriculture, livestock, non-metallic mineral industries, waste disposal and recycling, and electronic supply (forward linkage) within one year of operation. Simulation results show that a construction investment of Rp243,06 billion generated Rp443,39 billion in output, Rp208,90 billion in value-added, Rp84,95 billion in household income and 1.502 jobs. The aggregate stimulus from TPST-derived products, amounting Rp2,24 trillion, contributed to a national output increase of Rp6,062 trillion. Electronic supply, trade, and manufacturing sectors showed the highest responsiveness to circular interventions. These findings provide quantitative evidence to support sustainable development through circular economy strategies in Indonesia."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025