Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Basuki Supartono
"ABSTRAK
Latar Belakang: Sel punca CD34+ adalah sel punca hematopoietik yang positif terhadap penanda sel CD34 dan mempunyai potensi regenerasi. Potensinya dapat ditingkatkan dengan penambahan asam hialuronat dan faktor pertumbuhan. Tujuan penelitian adalah menghasilkan regenerasi tulang rawan hialin pada defek osteokondral sendi lutut tikus Spraque Dawley (SD) non rekayasa melalui penyuntikan intraartrikular sel punca CD34+ darah tepi manusia, asam hialuronat, TGF-β1, IGF, FGF dan Fibronektin.
Metode: Penelitian dilakukan 3 tahap. Tahap 1: Pembuatan Model Defek, Model Intervensi, dan Uji Toksik. Tahap 2: Penyiapan Sel dan Pembuatan Suspensi. Tahap 3: Intervensi. Pada tahap intervensi, 30 tikus SD dibagi menjadi 3 kelompok dan setiap tikus dibuat defek dangkal dan dalam pada sendi lutut. Setelah luka operasi ditutup, tiap tikus diberi suspensi secara intraartrikular. Kelompok kontrol diberi PBS, kelompok perlakuan 1 diberi sel CD34+, kelompok perlakuan 2 diberi sel CD34+, asam hialuronat, TGF-β1, IGF, FGF dan Fibronektin. Setiap kelompok dievaluasi laboratoris, radiologis, makroskopis dan mikroskopis pada minggu ke-4 dan ke-8. Hasil penelitian diuji secara statistik (Uji Manova).
Hasil : Tidak terjadi reaksi penolakan. Terjadi perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol dalam kadar Hb (p = 0,016), Trombosit (p = 0,009), SGPT (p = 0,000), dan Kreatinin (p = 0,029), namun mikroskopis hati dan ginjal normal.
Pemberian sel CD34+ tidak memperbaiki skor radiologis (p = 0,074), namun terjadi regenerasi, skor makroskopis defek dangkal (p = 0,000), makroskopis defek dalam (p = 0,000), mikroskopis defek dangkal (p = 0,000) dan mikroskopis defek dalam (p = 0,000). Kelompok perlakuan 2 tidak berbeda dengan kelompok perlakuan 1, skor makroskopis defek dangkal (p=1,000), mikroskopis defek dangkal (p = 1,000) dan defek dalam (p = 0,818), namun perlakuan 2 lebih baik dari perlakuan 1 pada makroskopis defek dalam (p = 0,023).
Skor defek dangkal dan defek dalam tidak berbeda bermakna pada kelompok kontrol dan perlakuan pada minggu ke-4 dan ke-8 (p makroskopis = 0,793, p mikroskopis = 0,754).
Skor minggu ke-4 dan ke-8 tidak berbeda bermakna pada kelompok kontrol dan perlakuan, pada defek dangkal dan defek dalam (p radiologis = 0,200, p makroskopis dangkal = 0,507, makroskopis dalam = 0.350, p mikroskopis dangkal = 0,446, p mikroskopis dalam = 0,239).
Simpulan : Sel punca CD34+ darah tepi manusia dapat menghasilkan regenerasi hialin pada model defek osteokondral. Penambahan asam hialuronat dan faktor pertumbuhan tidak meningkatkan hasil regenerasi. Pembuatan mikrofraktur pada defek osteokondral tidak meningkatkan hasil regenerasi. Hasil regenerasi minggu ke- 8 tidak lebih baik dari minggu ke-4.

ABSTRACT
Background: CD34+ is hematopoietic stem cell that is positive to CD34 cell markers and potential for tissue regeneration. The regeneration potential for the cartilage has never been researched. The potential can be increased by adding the hyaluronic acid and growth factors. The research was aimed at producing the hyaline cartilage regeneration in the osteochondral defect of naïve Spraque Dawley (SD) rats? knee joints by intraartricularily injecting human?s peripheral blood CD34+ stem cell, hyaluronic acid and TGF-β1, IGF, FGF, and Fibronectin.
Methods: The research comprised 3 stages. Stage 1: The Development of Defect Models, Intervention Model, and Toxic Test. Stage 2: Preparation of Cells and Suspension Making. Stage 3: Intervention. During the intervention process, 30 SD rats were grouped into three groupsandthesuperficialanddeepdefectsweremadeontheirknees. Afterthesurgicalwound was covered, each rat was intraartricularily injected by suspension. The control group received PBS, the treatment group 1 received CD34+ cell, the treatment group 2 was given CD34+ cell, hyaluronic acid, and TGF-β1, IGF, FGF, and Fibronectin. Every group was evaluated in the laboratory, radiologically, macroscopically, and microscopically on the 4th and 8th weeks. The research result was analyzed statistically (Manova Test).
Result: There was no rejection. There were significant differences between the treatment group and control group with respect to the Hb (p = 0.016), thrombocyte (p = 0.009), SGPT (p = 0.000), and creatinine (p = 0.029), but the liver and kidney microscopic were normal.
The administration of CD34+ cells did not improve the radiological score (p = 0.074), but there was regeneration, the macroscopic score of the superficial defect (p=0.000), macroscopic score of the deep defect (p=0.000), microscopic score of the superficial defect (p=0.000), and microscopic score of the deep defect (p=0.000). The macroscopic score of the superficial defect of the treatment group 2 was not significantly different from the results of the treatment group 1 (p=1.000), macroscopic score of the superficial defect (p=1.000), microscopic score of the superficial defect (p=1.818), and the microscopic score of the deep defect (p=0.023).
There were no significant differences between the score of the superficial defect and score of the deep defect in the control and treatment groups in the 4th and 8th weeks (p macroscopic = 0.793, p microscopic = 0.754).
There were no differences with respect to the scores in the 4th and 8th weeks in the control and treatment groups and with respect to the superficial and deep defects (p radiological = 0.200, p superficial macroscopic = 0.507, deep macroscopic = 0.350, p superficial microscopic = 0.446, p deep microscopic = 0.239).
Conclusion: Human?s peripheral blood CD34+ stem cell can produce hyaline regeneration in the osteochondral defect models. The addition of hyaluronic acid and growth factors does not improve the regeneration results. The microfracture deep in the osteochondral defect does not improve the regeneration result. The regeneration result in the 8th week is better than the result in the 4th week.
"
2013
D-Pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nathania Pudya Hapsari
"Background : In the long-term observation of autologous grafted cartilage grafts, it is hoped that the grafts will not experience atrophy and cell viability can be maintained, thereby preventing the possibility of irregular contours being formed. Based on the potential factors that determine the viability of the shredded cartilage grafts such as preservation of the perichondrium and the substance used to close the cartilage graft, this study aims to investigate the relationship between cartilage cell regeneration and degeneration in cartilage with intact perichondrium, perichondrium as covering substance. cartilage, and shredded cartilage without
perichondrium Methods: 18 chopped cartilage grafts were taken from the side of the auricular concha of the hycole rabbit and implanted into the subcutaneous sac in the posterior trunk region of the rabbit. Chopped cartilage grafts are divided into 3 groups, namely cartilage with an intact perichondrium on one side, perichondrium as a bone covering substance.
cartilage, and chopped cartilage without perichondrium. After 12 weeks of the implantation period, an analysis of the shredded cartilage graft was performed
macroscopically and microscopically through Hematoxylin and Eosin staining, as well as Mason Trichrome. The results of the examination were compared in the three groups. Results: There was no significant difference in the macroscopic examination of the shape, color, and contour in the three groups compared to post-implantation, it was found that the capsules that covered the chopped cartilage grafts were found. Viability in groups 1 and 2 was found to be higher than in group 3. Cell proliferation under the perichondrium was found evenly in groups 1 and 3, while in group 2 there was a spike in proliferation of young cells at the incision site. The perichondrium is the substance that surrounds the bone graft
Chopped cartilage showed moderate cartilage cell resorption and proliferation of young cells slightly below the perichondrium (11.5%)
Conclusion: The intervention of the perichondrium, both as a wrapping substance and as an adhesive on the chopped cartilage grafts, did not differ macroscopically. However, there was a significant difference in cell viability microscopically, which was characterized by
with differences in cell regeneration and degeneration.
Latar Belakang : Dalam pengamatan jangka panjang tandur tulang rawan cacah autolog, diharapkan tandur tidak mengalami atrophia dan viabilitas sel dapat dipertahankan, sehingga mencegah kemungkinan terbentuknya kontur irregular. Berdasarkan faktor-faktor potensial yang menentukan viabilitas tandur tulang rawan cacah seperti preservasi perikondrium dan substansi yang dipakai untuk menutup tandur kartilago, studi ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara regenerasi dan degenerasi sel kartilago pada tulang rawan dengan perikondrium yang intak satu sisi, perikondrium sebagai substansi penyelimut tulang rawan, dan tulang rawan cacah tanpa
perikondrium Metode: 18 tandur tulang rawan cacah diambil dari sisi concha auricular kelinci hycole dan dimplantasikan kedalam kantung subkutan pada regio trunkus posterior kelinci. Tandur tulang rawan cacah dibagi menjadi 3 group yaitu tulang rawan dengan perikondrium yang intak satu sisi, perikondrium sebagai substansi penyelimut tulang
rawan, dan tulang rawan cacah tanpa perikondrium. Setelah 12 minggu masa implentasi, dilakukan analisa tandur tulang rawan cacah secara
makroskopis dan mikroskopis melalui pewarnaan Hematoxylin dan Eosin, serta Mason Trichrome. Hasil pemeriksaan dibandingkan pada ketiga grup. Hasil: Tidak ada perbedaan bermakna pada pemeriksaan makroskopis bentuk, warna, dan kontur pada ketiga grup dibandingkan pasca implantasi, didapatkan kapsul yang menyelimuti tandur tulang rawan cacah. Viabilitas pada grup 1 dan 2 didapatkan lebih tinggi dibandingkan dengan grup 3. Proliferasi sel dibawah perikondrium didapatkan merata pada grup 1 dan 3, sedangkan pada grup 2 didapatkan lonjakan proliferasi sel muda pada sisi sayatan. Perikondrium sebagai substansi yang menyelimuti tandur tulang
rawan cacah didapatkan resorpsi sel tulang rawan sedang dan proliferasi sel muda yang sedikit dibawah perikondrium (11.5%)
Kesimpulan: Intervensi perikondrium baik sebagai substansi pembungkus maupun melekan pada tandur tulang rawan cacah tidak berbeda secara makroskopis. Namun terdapat perbedaan signifikan pada viabilitas sel secara mikroskopis, yang ditandai
dengan perbedaaan regenerasi dan degenerasi sel."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Auliya Akbar
"Pendahuluan: Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif yang ditandai oleh kerusakan tulang rawan. Kemampuan regenerasi tulang rawan artikular yang terbatas menimbulkan tantangan dalam pengobatan. Eksosom sel punca mesenkimal (SPM) telah menunjukkan potensi regenerasi struktur tulang rawan pada studi-studi in vivo pada hewan kecil sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas injeksi intra-artikular eksosom SPM dari jaringan adiposa dan hyaluronic acid (HA) terhadap regenerasi tulang rawan model osteoartritis domba
Metode: Studi in vivo melibatkan 18 domba jantan yang diinduksi OA melalui menisektomi. Domba kemudian dirandomisasi dan dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan: Kelompok 1 (eksosom SPM adiposa + HA); Kelompok 2 (eksosom SPM adiposa); Kelompok 3 (HA). Pemeriksaan struktur dan mikrostruktur dilakukan 6 minggu pasca perlakuan. Penilaian mikroskopik menggunakan gambaran histologi dengan skor pineda, regenerasi tulang rawan dinilai dari pemeriksaan histokimia and immunohistokimia, dan pemeriksaan mikrotopografi dinilai dengan scanning electron microscope (SEM)
Hasil dan Diskusi: Regenerasi tulang rawan pada kelompok kombinasi eksosom SPM adiposa + HA memiliki area kartilago hialin yang lebih luas dibandingkan dengan eksosom SPM adiposa atau HA saja (40,38 ± 9,35 % vs 34,93 ± 2,32 vs 31,08 ± 3,47; p = 0,034) dan area fibrokartilago yang lebih sempit dibandingkan dengan eksosom SPM adiposa atau HA saja (13,06 ± 2,21 vs 18,67 ± 3,13 vs 28,14 ± 3,67; p = 0,037). Gambaran mikrotopografi didapatkan permukaan jaringan jauh lebih homogen dan memiliki permukaan yang lebih halus pada kelompok kombinasi eksosom SPM adiposa + HA dibandingkan kelompok eksosom SPM adiposa HA saja
Kesimpulan: Pada OA sendi lutut model domba yang mendapatkan injeksi kombinasi eksosom SPM jaringan adiposa + HA memiliki regenerasi tulang rawan yang lebih baik dibandingkan dengan injeksi eksosom SPM jaringan adiposa atau HA saja

Introduction: Osteoarthritis (OA) is a degenerative joint disease characterized by cartilage damage. The limited regenerative capability of articular cartilage poses a therapeutic challenge. Mesenchymal stem cell (MSC) exosomes have shown potential in regenerating cartilage structure in previous in vivo studies on small animals. This study aims to compare the effectiveness of intra-articular injections of adipose-derived MSC exosomes and hyaluronic acid (HA) on cartilage regeneration in a sheep osteoarthritis model.
Methods: This in vivo study involved 18 male sheep induced with OA through meniscectomy. The sheep were randomized and divided into three intervention groups: Group 1 (adipose MSC exosomes + HA), Group 2 (adipose MSC exosomes), and Group 3 (HA). Structural and microstructural assessments were conducted 6 weeks post-intervention. Microscopic evaluation using histological scoring with the Pineda score, cartilage regeneration assessment through histochemical and immunohistochemical examinations, and microtopographic examination using a scanning electron microscope (SEM) were performed.
Results and Discussion: Cartilage regeneration in the combination group of adipose MSC exosomes + HA exhibited a larger area of hyaline cartilage compared to adipose MSC exosomes or HA alone (40.38 ± 9.35% vs. 34.93 ± 2.32% vs. 31.08 ± 3.47%; p = 0.034) and a smaller area of fibrocartilage compared to adipose MSC exosomes or HA alone (13.06 ± 2.21% vs. 18.67 ± 3.13% vs. 28.14 ± 3.67%; p = 0.037). Microtopographic examination showed a much more homogeneous and smoother cartilage surface in the combination group of adipose MSC exosomes + HA compared to the adipose MSC exosomes or HA groups alone.
Conclusion: In a sheep knee OA model, intra-articular injection of a combination of adipose-derived MSC exosomes + HA can enhance cartilage regeneration compared to injections of adipose-derived MSC exosomes or HA alone.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hertuida Clara
"Osteoartritis pada lutut (OA genu) merupakan OA yang bersifat idiopatik, yang ditandai dengan degenerasi tulang rawan lutut yang berdampak terhadap terjadinya kecacatan atau disability. Akibat disability yang dialaminya, pasien kesulitan untuk melakukan perawatan diri atau self care. Terkait hal tersebut, peran perawat spesialis keperawatan medical bedah diperlukan dalam pemberian asuhan keperawatan dengan pendekatan teori self care Orem pada pasien dengan osteoartritis genu.
Peran perawat juga diperlukan dalam penelitian antara lain menerapkan praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence based practice nursing) pada pasien ortopedi yang akan menjalani pembedahan dengan anestesi umum untuk mencegah pneumonia post operasi melalui intervensi oral hygiene dengan chlorhexidine mouthwash 0.12%.
Hasil penerapan EBN ini efektif yaitu dapat mencegah infeksi pneumonia post operasi pada seluruh partisipan. Sebagai inovator, kegiatan inovasi yang dilakukan adalah membuat buku panduan komunikasi SBAR (Situation, Background, Assesment, Recommendation) yang fokus kepada masalah-masalah keperawatan pada kasus ortopedi untuk digunakan oleh perawat di ruangan pada saat handover.

Osteoarthritis of the knee (OA genu) is an idiopathic OA, which is characterized by degeneration of knee cartilage that may cause disability. Due to the disability they experienced, patient found it difficult to perform self-care. Related to this, the role of medical-surgical nurse specialist are needed in providing nursing care based on Orem?s theory of self care in patients with osteoarthritis of the knee.
The role of the nurse is also required in research, for example, applying evidence-based nursing practice in patients undergoing orthopedic surgery under general anesthesia to prevent postoperative pneumonia through the intervention of oral hygiene with a 0.12% chlorhexidine mouthwash.
The results of the implementation of this EBN was effective to prevent postoperative pneumonia infection among participants. As an innovator, the innovation activity was a SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) communication guide book which focused on the problems of nursing in orthopedic cases to be used by nurses in the ward while they do handover.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Angela Jennifer Tantry
"Osteoartritis merupakan salah satu penyakit utama penyebab disabilitas. Degradasi tulang rawan pada osteoartritis sulit diatasi karena kemampuan regenerasi tulang rawan yang terbatas. Extracellular vesicles (EVs) dari mesenchymal stem cells (MSCs) memiliki potensi sebagai terapi regeneratif untuk osteoartritis. Regenerasi tulang rawan dapat dianalisis secara histologi menggunakan sistem skor. Analisis molekuler juga dapat dilakukan, misalnya pada salah satu jalur persinyalan yang berperan dalam terjadinya osteoartritis, yaitu jalur persinyalan Wnt. Jalur persinyalan Wnt terdiri dari jalur persinyalan kanonikal dengan aktivator utama WNT3A dan jalur persinyalan nonkanonikal dengan aktivator WNT5A. Belum terdapat penelitian terkait efek pemberian EVs adipose-derived MSCs (AD-MSCs) pada domba model osteoartritis hingga saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat regenerasi tulang rawan domba model osteoartritis yang telah diinjeksikan EVs AD-MSCs sebanyak tiga kali setelah induksi osteoartritis berdasarkan sistem skor Modified O’Driscoll dan mengetahui dampak pemberian EVs AD-MSCs pada domba model osteoartritis terhadap ekspresi gen WNT3A dan WNT5A. Tulang rawan model osteoartritis domba diberi injeksi EVs AD-MSCs tiga kali sebagai perlakuan dan injeksi NaCl sebagai kontrol. Hasil pemberian EVs AD-MSCs dianalisis secara histologi menggunakan sistem skor Modified O’Driscoll. Ekspresi gen relatif WNT3A dan WNT5A dianalisis menggunakan qRT-PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi EVs AD-MSCs berhasil menyebabkan perbaikan pada tulang rawan model osteoartritis domba. Ekspresi WNT3A memiliki kecenderungan meningkat, sedangkan ekspresi WNT5A memiliki kecenderungan menurun setelah injeksi EVs AD-MSCs. Uji statistik untuk skor Modified O’Driscoll, serta ekspresi gen relatif WNT3A dan WNT5A tidak menunjukkan perbedaan nyata yang disebabkan keterbatasan penelitian ini, yaitu jumlah sampel yang kecil. Berdasarkan hasil penelitian ini, EVs AD-MSCs memiliki potensi untuk regenerasi tulang rawan.

Osteoarthritis is one of the main causes for disability. Cartilage degradation in osteoarthritis is difficult to overcome due to limited regeneration ability of cartilage. Mesenchymal stem cells (MSCs) extracellular vesicles (EVs) has potential as regenerative therapy for osteoarthritis. Cartilage regeneration can be assessed histologically using scoring systems. Molecular analysis can also be done, such as in one of signaling pathways involved in osteoarthritis, Wnt signaling pathway. This signaling pathway consists of canonical signaling pathway with its main activator, WNT3A, and noncanonical signaling pathway with its activator, WNT5A. Currently, there is no study regarding adipose-derived MSCs (AD-MSCs) EVs effects on osteoarthritic sheep cartilage model. This study aims to know cartilage regeneration degree on osteoarthritic sheep cartilage model after three injections of AD-MSCs EVs after osteoarthritis induction based on Modified O’Driscoll scoring system and to know AD-MSCs EVs effect on WNT3A and WNT5A gene expression in osteoarthritic sheep. Osteoarthritic sheep cartilage model were given three injections of AD-MSCs EVs as treatment and NaCl as control. The result of AD-MSCs EVs injections was assessed histologically using Modified O’Driscoll scoring system. Relative gene expression of WNT3A and WNT5A were assessed using qRT-PCR. This study shows that AD-MSCs EVs injections resulted in repair of osteoarthritic sheep cartilage model. Expression of WNT3A showed tendency to increase, whereas expression of WNT5A showed tendency to decrease after AD-MSCs EVs injections. Statistical analysis for Modified O’Driscoll score as well as WNT3A and WNT5A relative gene expression showed no significant difference due to limitation of this study which is small sample size. Based on these results, AD-MSCs EVs shows potential to regenerate cartilage."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library