Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Armelia Hayati
"Kepatuhan pasien dalam melakukan pengobatan merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam keberhasilan terapi, namun kepatuhan untuk melakukan pengobatan oleh pasien sering kali rendah, termasuk pada pengobatan tuberkulosis (TB) paru. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan berobat penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Kecamatan Pancoran Mas Depok. Desain penelitian menggunakan studi potong lintang dengan 76 responden. Pengambilan data melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner dengan metode consecutive sampling. Sampel adalah penderita TB paru berusia minimal 15 tahun yang telah minum obat minimal selama 2 bulan dan datang berobat pada bulan Februari-April 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 43% responden yang patuh terhadap pengobatan tuberkulosis paru. Ada hubungan antara jarak dan peran keluarga/ pengawas menelan obat (PMO) dengan kepatuhan berobat penderita TB paru, tetapi tidak ada hubungan antara factor sosiodemografis (jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, jumlah pendapatan keluarga per bulan), pengetahuan, efek samping obat, riwayat penyakit lain, ketersediaan transportasi dan peran petugas tuberkulosis di puskesmas dengan kepatuhan berobat penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Kecamatan Pancoran Mas Depok. Studi menunjukkan tingginya angka ketidakpatuhan berobat pada penderita tuberkulosis paru. Oleh karena itu, peran keluarga/ PMO dalam mengawasi pengobatan perlu ditingkatkan sehingga penyebaran penyakit dan meluasnya resistensi bakteri dapat dicegah.

Compliance of patients in making treatment is one factor that determines the success of therapy, but adherence to treatment by patients is often low, including in the treatment of tuberculosis (TB). The study aims to evaluate treatment compliance of patients with pulmonary tuberculosis in Pancoran Mas Depok District Health Center. Design research using cross sectional study with 76 respondents. Retrieval of data through direct interviews using a questionnaire with a consecutive sampling method. Samples were pulmonary TB patients at least 15 years old who had been taking medication for at least two months and come for treatment in February-April 2011. The results showed that there were 43% of respondents who adhere to the treatment of pulmonary tuberculosis. There is a relationship between the distance and family's role/ supervisor-medication (PMO) with pulmonary TB patient treatment compliance, but there is no relationship between sosiodemografis factors (sex, age, education, occupation, total family income per month), knowledge, drug side effects, history of other diseases, avaibility of transport, and the role of the tuberculosis officer at the health center with pulmonary TB patient treatment compliance in Pancoran Mas Depok District Health Center. Studies show high rates of medication adherence in patients with pulmonary tuberculosis. Therefore, the role of family / PMO in monitoring the treatment needs to be improved so that the spread of disease and spread of bacterial resistance can be prevented."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2011
S121
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Beratnya penyakit Tuberkulosis (TB) ditentukan dari jumlah kuman, luasnya area organ yang terjangkit, serta lokasi anatomi. Pasien TB berat lebih berisiko mengalami kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien TB berat yang dirawat inap di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Penelitian ini merupakan studi deskriptif pada pasien TB berat yang dirawat inap di RSCM. Data pasien dikumpulkan pada periode 1 Januari 2008 hingga 31 September 2013. Data klinis dan laboratorium beserta status luaran (hidup atau meninggal) diperoleh dari rekam medis. Data deskriptif disajikan dalam bentuk jumlah dan persentase. "
CHEST 2:1 (2015)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Imamurahman Taslim
"Menurut data dari Tuberculosis TB national prevalence survey dalam TB Global Report 2015, angka prevalensi TB di Indonesia sekitar 650 jiwa dengan angka insidensi 403 jiwa per 100.000 penduduk. Pada pasien TB paru sering dijumpai temuan lesi paru yang khas yaitu kavitas. Jumlah pasien TB dengan kavitas pada orang dewasa bervariasi sekitar 30-50 persen. Di dalam kavitas diperkirakan terdapat sekitar 107 sampai dengan 109 bakteri. Hal ini menunjukan adanya bahwa kavitas merupakan faktor risiko penting dari kegagalan pengobatan dan relaps serta kemungkinan berhubungan dengan resistansi obat.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui proporsi pasien TB paru, kavitas pada TB paru serta hubungan antara tingkat bacterial load dengan kavitas pada pasien TB paru. Penelitian ini merupakan studi cross sectional yang diambil dari pasien pada rentang tahun 2013 sampai tahun 2015 sebanyak 145 subjek.
Hasil studi menunjukan bahwa tingkat kepositivan BTA pada BTA 3 ,2 dan 1 ,1-9 batang memiliki hubungan bermakna pada kejadian lesi kavitas p=0.018. Ditemukan pula pada BTA positif dan negatif terdapat hubungan bermakna dengan kejadian lesi kavitas p=0.05 . Perlu dilakukan studi lebih lanjut dengan desain penelitian yang berbeda dengan desain kohort prospektif serta subjek diajarkan cara pengambilan sputum yang benar.

According to data from Tuberculosis TB national prevalence survey in Global TB Report 2015, the prevalence of TB in Indonesia is around 650 people with the incidence of 403 people per 100,000 population. In patients with pulmonary TB, cavity is a typical common finding in lung lesion. Number of TB patients with cavities in adults varies between 30 50 percent. Inside the cavity, it is estimated that there are about 107 up to 109 bacteria. This shows that the cavity is an important risk factor of treatment failure and relapse as well as possibly related to drug resistance.
The aim of this study is to determine the proportion of patients with pulmonary TB, cavity in pulmonary TB, and the association between the level of bacterial load and the occurrence of cavity in patients with pulmonary TB. The study was a cross sectional study which was taken from 145 patients from years 2013 to 2015.
The results showed that the level of positivity in AFB 3 , 2 , and 1 , 1 9 rods has a significant relationship to the occurrence of cavity lesions p 0.018 . It was also found on the positive and negative AFB that there was a significant relationship with the occurrence of the cavity lesion p 0.05 . Further study is needed to be carried out with different design, which is prospective cohort study and the subject is taught the correct way to collect sputum."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siska Susdia Lestari
"Pertumbuhan penduduk pada wilayah perkotaan mengakibatkan munculnya wabah penyakit menular di daerah perkotaan. Penyakit menular terjadi karena sanitasi yang buruk sehingga menjadi media penularan yang baik bagi kuman terutama tuberkulosis TB . Prognosis yang buruk dan intervensi bedah pada kasus TB usus mengakibatkan timbulnya masalah psikososial ansietas. Ansietas adalah kondisi kejiwaan berupa timbulnya perasaan gelisah, takut, atau pikiran dan firasat buruk. Diagnosa keperawatan ansietas dirumuskan berdasarkan hasil pengkajian meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi.
Metode dalam penulisan ini yaitu menggunakan studi kasus. Tujuan penulisan ini untuk menganalisis asuhan keperawatan ansietas pada klien post operasi dengan tb usus. Hasil yang didapatkan setelah empat hari perawatan yaitu terdapat penurunan tingkat ansietas yang diukur dengan skala Hamilton Anxiety Rating Scale HARS dari skor 20 menjadi 7 setelah dilakukan latihan teknik relaksasi nafas dalam, distraksi, spiritual, dan hipnosis lima jari. Karya ilmiah selanjutnya diharapkan dapat menganalisis asuhan keperawatan psikososial ketidakberdayaan pada kasus TB usus.

Population growth in urban areas resulted in a dense environment causing outbreak of infectious diseases in urban areas. Infectious diseases occur due to poor sanitation that become a good medium of transmisssion for germs, especially tuberculosis TB . Unsatisfied prognosis and surgical inrevention due to intestinal tuberculosis cases can lead to the emergence of anxiety psychosocial problems. Anxiety is a phychiatric condition in the form of anxiety, fear, or bad thought and premonitions. An anxiety nursing diagnosis was formulated based on the result of the assesment including physical examination, interview, and observation.
The method in this paper is using case studies. The purpose of this paper is analyzes nursing care about anxiety in postoperative clients with intestinal tract. The results obtained after four days of treatment were decreased anxiety levels measured by the Hamilton Anxiety Rating Scale HARS scale from a score of 20 to 7 after deep breathing relaxation exercises, distraction, spiritual, and five finger hypnosis. The next scientific work is expected to analyze psychosocial nursing powerless in cases of intestinal TB.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2018
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hasna Aziza Setiawan
"Stigma negatif dari masyarakat membuat orang yang mengalami kecemasan menjadi takut atau enggan mencari dukungan dari orang lain. Memiliki caranya tersendiri, Yi Sang dapat menuangkan rasa cemasnya dengan kekuatan imajinasinya melalui puisi. Berangkat dari penjelasan tersebut, penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan tanda-tanda yang menunjukkan kecemasan Yi Sang dalam puisi “Kkotnamu” berkaitan dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Adapun pertanyaan dari penelitian ini adalah bagaimana tanda-tanda kecemasan Yi Sang ditunjukkan dalam puisi “Kkotnamu”. Analisis objek penelitian dilakukan dengan tiga tahap, yaitu pembacaan, perujukan, dan pemaknaan melalui pendekatan psikologi sastra ekspresif. Dalam menganalisis, penulis mengaitkan kecemasan dari puisinya dengan riwayat hidup, latar belakang historis, dan kepribadian Yi Sang. Berdasarkan hasil penelitian, puisi “Kkotnamu” mencerminkan kecemasan neurotik dan objektif Yi Sang dalam meraih keinginannya. Hasil analisis didapatkan melalui larik-larik yang diidentifikasikan sebagai tanda-tanda kecemasan Yi Sang dalam puisi “Kkotnamu”. Kecemasan ini diakibatkan oleh budaya patriarki Konfusianisme dan penyakit tuberkulosis menjadi penghambat dalam meraih keinginannya. Pada akhirnya, Yi Sang mengatasi kecemasan tersebut dengan mengambil mekanisme pertahanan penyangkalan dan regresi yang berakhir menimbulkan kepasrahan Yi Sang dalam menghadapi keadaan realitas.

The negative stigma of society makes people who suffer losses afraid or reluctant to seek support from others. Having his own way, Yi Sang can express his anxieties with the power of his imagination through poetry. Departing from this explanation, this research is aimed at explaining the signs indicating Yi Sang's anxiety in the poem "Kkotnamu" related to Sigmund Freud's theory of psychoanalysis. The question of this research is how the signs of Yi Sang's anxiety are shown in the poem "Kkotnamu". The analysis of the research object was carried out in three stages, namely reading, referencing, and interpreting through an expressive literary psychology approach. The author attributed the author to the biography, historical background, Yi Sang's personality. Based on the research results, the poem "Kkotnamu". Yi Sang's neurotic and objective anxiety in achieving his desires. The analysis results were obtained through the lines identified as signs from Yi Sang in the poem "Kkotnamu". This anxiety was caused by the Confucian patriarchal culture and tuberculosis became an obstacle to achieving his desires. In the end, Yi Sang overcomes the problem by taking defensive measures of denial and that ends in resigning Yi Sang in facing the state of reality."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Reza Maulana Sopian,author
"ABSTRACT
Tuberkulosis merupakan salah satu dari banyak penyakit dengan biaya kesehatan yang mahal baik untuk pasien maupun keluarga pasien. Tuberkulosis menyebabkan peningkatan biaya kesehatan, kehilangan pendapatan, dan kehilangan produktifitas bagi pasien untuk bekerja. Penelitian ini menggunakan analisis potong lintang untuk mengetahui perbandingan biaya kesehatan katastropik pasien TB tanpa resistensi obat dengan pasien TB dengan resistensi obat di Jakarta Timur. Dari 159 subjek, diperoleh 97 61 subjek TB tanpa resistensi obat dan 62 39 subjek TB dengan resistensi obat. Dari uji Mann-Whitney didapatkan perbedaan yang bermakna.

ABSTRACT
Tuberculosis is one of many diseases with a costly health care either for patients or families in general. Tuberculosis causes an increase in health care costs, loss of income, and productivity losses for patients to work. This study used an cross sectional analysis to compare catastrophic health expenditures in TB patients without drug resistance and in TB patients with drug resistance in East Jakarta. From a total of 159 subjects, obtained 97 subjects 61 suspected TB without drug resistance and 62 subjects 39 suspected TB with drug resistance. In Mann Whitney test, there was a significantly different."
2016
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rayhan
"ABSTRAK
N-acetyl-L-cysteine-sodium hydroxide NALC-NaOH dan Modified Petroff merupakan dua metode dekontaminasi yang cukup sering digunakan untuk kultur TB. Pada penelitian berdesain cross sectional ini, dilakukan perbandingan proporsi kultur terkontaminasi dan hasil kultur positif antara kelompok sampel yang diproses dengan NALC-NaOH dan Modified Petroff. Analisis bivariat menunjukan bahwa proporsi kultur terkontaminasi pada sampel yang diproses dengan teknik NALC-NaOH 38,2 secara signifikan p=0,034 lebih tinggi dibanding dengan teknik Modified Petroff 18,2 . Akan tetapi, tidak terdapat perbedaan yang signifikan p=1,000 antara proporsi hasil kultur positif pada kelompok sampel yang diproses dengan teknik NALC-NaOH 73,5 dan Modified Petroff 73,3 . Hasil yang diperoleh pada penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang sebelumnya telah membandingkan antara teknik NALC-NaOH dan Modified Petroff.

ABSTRACT
N acetyl L cysteine sodium hydroxide NALC NaOH and Modified Petroff are two decontamination methods that are widely used for TB culture. This cross sectional study compares the proportion of contaminated culture and positive culture result between samples treated with NALC NaOH and Modified Petroff. Bivariate analysis of the data showed that the proportion of contaminated culture was significantly p 0,034 higher in samples treated with NALC NaOH 38,2 than in those treated with Modified Petroff 18,2 . However, significant difference in the proportion of positive culture result between samples treated with NALC NaOH 73,5 and Modified Petroff 73,3 was not shown p 1,000 . The result of this study differs from that of previous study that compared NALC NaOH and Modified Petroff."
2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fiona Natania Kurniadi
"Tuberkulosis (TB) hingga saat ini menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat dunia. Di Indonesia, prevalensi infeksi TB mencapai 8,5% dan merupakan angka prevalensi TB terbesar kedua di dunia pada tahun 2019. Dalam rangka mendukung keberhasilan program penanggulangan TB nasional, dilaksanakan upaya pemantauan dan evaluasi keberhasilan program penanggulangan TB di Indonesia. Sejak bulan Maret 2022 – Mei 2023, puskesmas kecamatan cengkareng telah melayani 166 pasien dewasa TB Sensitif Obat (TB-SO) dosis intermiten. Dalam rangka menilai keberhasilan program tersebut, dilakukan evaluasi hasil pengobatan periode Maret 2022 – April 2023 serta dilakukan penyusun leaflet sebagai sarana edukasi pengobatan TB-SO dosis intermiten. Evaluasi pengobatan dilaksanakan melalui pengelolahan data retrospektif menggunakan perangkat lunak Microsoft excel dari data sekunder hasil rekapitulasi pengobatan OAT 2HRZE/4H3R3 sejak bulan Maret 2022 – Mei 2023. Sedangkan, pembuatan leaflet dilakukan berdasarkan studi literatur dari pustaka tahun 2009 – 2021 dan ditulis secara ringkas dan menarik. Berdasarkan hasil evaluasi, dari 166 pasien dewasa TB-SO dosis intermiten; 48,80% pasien sembuh; 13,25% pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan lain; 9,64% pasien Loss to Follow Up; 0,6% pasien meninggal; 21,08% pasien menjalankan terapi fase awal; dan 6,63% pasien menjalankan terapi fase lanjutan. Selain itu, telah dibuat leaflet pengobatan TB dosis 4HRZE/2H3R3 sebagai media edukasi bagi pasien TB.

Tuberculosis (TB) has become one of the world's public health problems. In Indonesia, the prevalence of TB infection reached 8.5% and was the second highest TB prevalence in the world in 2019. To support the success of the national TB program, evaluation, and monitoring of TB programs in Indonesia were carried out. From March 2022 – May 2023, Puskesmas kecamatan cengkareng has treated 166 adult patients with drug-sensitive TB (SO-TB). To assess the success of the program, an evaluation of the treatment was carried out and the leaflet was compiled as an educational media. The evaluation was carried out retrospectively using secondary data from the recapitulation of OAT 2HRZE/4H3R3 treatment from March 2022 – May 2023, all the data were processed using Microsoft Excel software. Meanwhile, the leaflet was created based on literature studies from the 2009 – 2021 literature. Based on the evaluation results, from 166 adult patients with intermittent dose TB-SO; 48.80% of the patients recovered; 13.25% of patients were referred to other health facilities; 9.64% of patients were Loss to Follow Up; 0.6% of patients died; 21.08% of patients underwent intensive phase therapy; and 6.63% of patients underwent continuous phase therapy. In addition, the leaflet for drug-sensitive TB has been made as educational media for TB patients."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Hajar Salawati
"Tuberkulosis (TB) masih merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Tuberkulosis selain menimbulkan masalah kesehatan secara fisik juga menimbulkan masalah sosial dan psikologis. Masalah psikologis paling banyak adalah ansietas. Di negara berpenghasilan rendah dan menengah, ansietas dan depresi tiga kali lebih tinggi pada klien TB dibanding orang tanpa TB. Jika ansietas tidak ditangani dengan tepat menyebabkan kepatuhan yang buruk terhadap pengobatan, memperpanjang lama pengobatan, kekambuhan, bahkan dapat mendapatkan stigma dari masyarakat yang kemudian klien menjadi tidakberdaya, putus asa, depresi bahkan bunuh diri. Tujuan dari karya ilmiah akhir spesialis ini adalah untuk mengetahui pengaruh Tindakan Keperawatan Ners (TKN), Thought Stopping (TS), Progressive Muscles Relaxation (PMR), dan Acceptance Commitment Therapy (ACT) melalui online dalam menurunkan ansietas pada klien TB. Pendekatan dalam karya ilmiah akhir spesialis ini menggunakan case series dengan jumlah responden 8 klien dan dilakukan pengukuran pre post test terhadap ansietas, kepatuhan minum obat, perceived stigma, dan kemampuan klien. Instrumen yang digunakan adalah istrumen Tanda dan Gejala Ansietas FIK UI, Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) dan Explanatory Model Interview Catague (EMIC). Hasil menunjukkan terdapat perubahan ansietas dan kemampuan klien TB baik setelah mendapat TKN atau kombinasi TKN+TS+PMR, maupun TKN+TS+PMR+ACT. Pemberian TKN, TS, PMR, dan ACT melalui online direkomendasikan sebagai terapi yang dapat menurunkan ansietas dan meningkatkan kemampuan klien TB

Tuberculosis (TB) is still one of the leading causes of morbidity and mortality worldwide. Tuberculosis, apart from causing physical health problems, also causes social and psychological problems. Most of the psychological problems are anxiety. In low- and middle-income countries, anxiety and depression are three times higher in TB clients than in people without TB. If anxiety is not handled properly, it causes poor adherence to treatment, prolongs treatment, relapses, and can even get stigma from society, which then leads to helplessness, hopelessness, depression and even suicide. The purpose of this specialist's final scientific work is to determine the effect of Nursing Action (TKN), Thought Stopping (TS), Progressive Muscles Relaxation (PMR), and Acceptance Commitment Therapy (ACT) via online in reducing anxiety in TB clients. The approach in this specialist final scientific paper uses a case series with a number of respondents 8 clients and a pre-post test measurement of anxiety, medication compliance, perceived stigma, and client ability was carried out. The instrument used was the signs and symptoms of anxiety at FIK UI, Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) and the Explanatory Model Interview Catague (EMIC). The results showed that there were changes in the anxiety and ability of TB clients both after receiving TKN or a combination of TKN + TS + PMR, and TKN + TS + PMR + ACT. Online provision of TKN, TS, PMR, and ACT is recommended as a therapy that can reduce anxiety and increase the ability of TB clients."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Linggom Kurniaty
"ABSTRAK
Latar belakang: Pasien Tuberkulosis TB paru basil tahan asam BTA positif merupakan sumber penularan dan perlu penanganan secara baik untuk memutus rantai penularan TB. Indonesia melakukan program Direct Observed Treatment Short-Course DOTS untuk menanggulangi TB sejak tahun 1995, namun angka kesakitan TB dan angka kematian TB masih tinggi. Salah satu komponen DOTS ialah Pengawas Menelan Obat PMO yang berperan agar semua pasien menelan obat dengan benar dan teratur sampai sembuh. Saat ini dari 1.645 rumah sakit RS di Indonesia yang sudah mengikuti program DOTS baru 30 . Pasien TB yang berobat ke RS berdasarkan data Kementrian Keseharan RI sebanyak 42 . Angka keberhasilan TB di RS saat ini sekitar 50 . Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kejadian efek samping obat dan peran PMO pasien TB paru terhadap keberhasilan pengobatan di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan RSUP Persahabatan yang merupakan salah satu rumah sakit yang melaksanakan program DOTS. Metode: Dilakukan 2 pendekatan untuk dua tujuan yang berbeda yaitu: 1. Studi kohort retrospektif, mendata pasien TB paru BTA positif yang mendapatkan pengobatan kategori I dan melihat kejadian efek samping yang timbul serta hubungan kejadian Efek samping dengan hasil pengobatan. 2. Studi kohort prospektif intervensi, peneliti memberikan pendidikan singkat terhadap satu kelompok PMO. Peneliti akan melihat hubungan peran PMO berdasarkan tingkat pengetahuan PMO kuisioner pre-tes / sebelum intervensi dan post-tes / setelah intervensi dengan kepatuhan pasien berobat juga dengan keberhasilan pengobatan TB dan hubungan intervensi PMO dengan kepatuhan pasien berobat dan keberhasilan terapi. Data dianalisis dengan uji Chi-Squre /Fisher. Hasil: Pada pendekatan pertama didapatkan 174 subjek. Angka kejadian efek samping dialami oleh 60/174 34.5 subjek. Derajat efek samping minor lebih banyak dibanding mayor 46/60; 14/60 . Angka keberhasilan terapi TB kelompok yang mengalami kejadian efek samping ialah 39/55 70.9 dan kelompok tanpa kejadian efek samping ialah 49/79 62 . Hasil uji statistik Chi-Squre p=0.29, menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kejadian efek samping dengan keberhasilan terapi TB. Namun derajat efek samping berhubungan dengan angka keberhasilan pengobatan TB, RR 0.5 IK 95 0.2-1 p= 0.03 . Angka kepatuhan berobat kelompok dengan kejadian efek samping 73 40/55 dan kelompok tanpa efek samping ialah 65 50/77 . Pada pendekatan kedua, subjek penelitian ialah 94 PMO 47 diintervensi dan 47 kontrol . Tingkat pengetahuan pre-tes dan post-tes kedua kelompok seimbang. Pada post-tes tingkat pengetahuan yang baik ialah 88.9 di kelompok perlakuan dan 83.8 di kelompok kontrol. Pendidikan singkat yang diberikan pada kelompok perlakuan menunjukkan hasil yang bermakna, RR 1.5 IK 95 1.026-2 p=0.028 terhadap peningkatan pengetahuannya PMO. Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan dan keberhasilan pengobatan TB p>0.5 . Hasil intervensi PMO menunjukkan ada hubungan dengan keberhasilan pengobatan TB yaitu; kelompok perlakuan 34/38 89 dan kelompok kontrol 25/44 57 , hasil uji statistik p < 0.05. Ada hubungan intervensi PMO dengan kepatuhan pasien berobat yaitu kelompok perlakuan 35/39 90 sedangkan kelompok kontrol 28/44 64 , p < 0.05. Kesimpulan: Angka kejadian efek samping 34.5 pengobatan TB di RSUP Persahabatan, dengan efek samping minor lebih banyak dari mayor. Keberhasilan pengobatan berhubungan dengan derajat efek samping yang dialami pasien. Tidak ada hubungan kejadian efek samping dengan kepatuhan berobat dan keberhasilan pengobatan TB pada penelitian ini. Tingkat pengetahuan pada kelompok yang diintervensi meningkat secara bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol. Ada hubungan intervensi PMO dengan keberhasilan pengobatan TB dan kepatuhan berobat.

ABSTRACT<>br>
Introduction Patients lung Tuberculosis TB with sputum smear positive are a source of transmission and need good treatment in order to break the chain of TB transmission. Indonesia conducted Directly Observed Treatment Short Course DOTS program to eradicate TB since 1995, but TB morbidity and mortality rates are still high. One component of DOTS is Directly Observed Treatment DOT which can play a role for all patients to swallow medication properly and regularly until healed. Currently registered hospital in Indonesia who have followed program DOTS are 30 . The TB patient treated at the hospital based on The Ministry of Health rsquo s data are 42 . TB Success rate in hospital is about 50 . This study was conducted to determine the association of adverse drug reaction and the role of DOT of pulmonary with the success of treatment in Persahabatan hospital which is one of the hospitals that implement DOTS program. Method Two different approaches were conducted for two different purposes 1. Retrospective cohort study, recording positive pulmonary TB patients receiving category I treatment to see adverse drug reaction and the incidence of adverse drug reaction with treatment outcomes. 2. A prospective cohort study, the researchers gave a short term intervention education to one group of DOT rsquo s. The researcher will look at PMO role relationship based on knowledge level of DOT pre test questionnaire pre intervention and post test after intervention and association intervention DOT with patien adherence and treatment success. Data were analyzed by Chi Squre and Fisher test. Result In the first approach 174 subjects were obtained. The incidens of adverse events was experienced by 60 174 34.5 subjects. The degree of minor adverse effects is greater than the major 46 60 14 60 . The success rate of TB therapy in the group with adverse drug reaction was 39 55 70.9 and in the group without adverse drug reaction was 49 79 62 . Chi Squre statistical test result p 0.29, indicating that there is no relationship between the incidens of adverse drug reaction with the success of TB therapy. However, the degree of adverse drug reaction is related to the success rate of TB treatment. However, the degree of side effects is related to the success rate of TB treatment, RR 0.5 IK 95 0.2 1 p 0.03 . Treatment compliance rates of adverse events group with 73 40 55 and the group without side effects was 65 50 77 . The second approach, the subject of the study was 94 DOT 47 interventions and 47 controls . At post test a good level of knowledge was 88.9 in the treatment group and 83.8 in the control group. The short education given to the treatment group showed significant results, RR 1.5 IK 95 1.026 2 p 0.028 to the increase of knowledge. There was no correlation between knowledge level with TB treatment adherence and success p 0.5 . PMO intervention Results showed an association with successful treatment of TB that is treatment group 34 38 89 and control group 25 44 57 , statistic test p "
2017
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>