Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
MG. Westri Kekalih Susilowati
"Perekonomian kawasan Asia Tenggara, tidak terkecuali Indonesia baru saja mengalami gejolak, terutama menyangkut masalah nilai tukar masing-masing mata uang. Nilai tukar Baht-Thailand, Ringgit Malaysia maupun Rupiah Indonesia melemah. Dibandingkan dengan posisi awal tahun, saat ini Rupiah sempat terdepresiasi oleh dollar (US 5) Iebih dari 50 % (Kompas, 08 Oktober 1997).
Dalam perkembangan selanjutnya perekonomian Indonesia ternyata semakin parah. Masalah kepercayaan terhadap kredibilitas pemerintah sangat menentukan sentimen pasar. Adanya kerusuhan dengan puncaknya terjadi pada pertengahan Mei 1998 rnemperparah keadaan ekonomi. Pergantian tampuk kekuasaan dari pemerintahan orde baru ke pemerintahan "Reformasi" pun belum mampu mengembalikan kepercayaan pasar.
Mengikuti fenomena (gejolak) yang menimpa perekonomian kawasan Asia Tenggara tersebut, masalah fundamental ekonomi (Economy Fundamental) muncul. Sebagai contoh, Baht Thailand dan Rupiah Indonesia sama-sama melemah sampai titik yang sangat rendah."
Depok: Universitas Indonesia, 2000
T20526
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hutagaol, Roma Uli
"Keputusan pendanaan pada dasamya diklasifikasikan menurut pemilihan hutang dan ekuitas. Pemilihan keputusan pendanaan akan mempengaruhi struktur modal perusahaan. Teori struktur modal menjelaskan ada pengaruh perubahan struktur modal terhadap nilai perusahaan jika keputusan investasi dan kebijakan dividen dipegang konstan. Struktur modal yang dapat memaksimalkan nilai perusahaan atau harga saham adalah struktur modal yang terbaik. Dalam lingkup penelitian di BET , penelitian terhadap struktur modal dengan men-tradeoff antara cost dan benefit yang akan dihasilkan dengan mempergunakan hutang, sudah banyak dilakukan.
Penelitian yang akan dilakukan pada tesis ini, ingin melihat prilaku pendanaan di BEJ dengan teori struktur modal selain dari pada teori static tradeoff ff (STOT) yaitu teori pecking order (POH), POH menyatakan bahwa penerbitan hutang barn jangka panjang hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja yaitu internal finrds flow deficit . Internal funds flow deficit dijelaskan dengan pembayaran dividen, pengeluaran modal, peningkatan bersih dari modal kerja dan pembayaran hutang jangka panjang yang jatuh tempo satu tahun dikurangi arcs kas perusahaan setelah bunga dan pajak. Sedangkan STOT dijelaskan oleh posisi pajak perusahaan, pertumbuhan perusahaan, besar kecilnya perusahaan, tipe aset perusahaan dan profitabilitas perusahaan.
Hasil penelitian terhadap 123 sampel perusahaan dengan metode cross-section pooled data pada periode normal (1994-1996) dan periode krisis (1998-2000) menunjukkan penerbitan hutang baru jangka panjang tidak berkorenspondensi satu-satu terhadap internal funds flow deficit . Periode normal, hasil penelitian menunjukkan kecenderungan POH dan STOT secara bersama-sama mempengaruhi emiten di BEJ dalam menerbitkan hutang bare jangka panjang . Periode krisis, basil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan POH tidak lebih balk menerangkan penerbitan hutang baru jangka panjang dibandingkan STOT. Emiten memutuskan sumber pendanaan dengan menerbitan hutang bare jangka panjang, memiliki kecenderungan dipengaruhi oleh STOT dibandingkan dengan POR.
Pengujian tentang apakah perusahaan-perusahaan dengan rasio penerbitan hutang baru jangka panjang yang moderate atau yang rendah yang akan mengikuti POH dibandingkan dengan rasio penerbitan hutang jangka panjang yang tinggi tidak dapat dilakukan balk untuk periode normal maupun pada periode krisis. Hal ini disebabkan pada periode normal terdapat 36,18% atau 89 perusahaan dari 246 sampel penelitian (batas kuartil 62 perusahaan) dan periode krisis 64,63% atau 159 perusahaan dari 246 sampel penelitian yang tidak menerbitkan hutang bare jangka panjang."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2002
T20434
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Prima Nur Happyani
"Pendanaan perusahaan mengikuti beberapa pola tertentu dan dapat dijelaskan dengan Teori static tradeoff , Teori pecking Order, dan Teori signaling. Skripsi ini bertujuan untuk melihat apakah teori pendanaan perusahaan pada sektor manufaktur dan gabungan tiga sektor yaitu manufaktur, pertambangan,dan properti mengikuti Teori static tradeoff atau Teori pecking Order. Selain itu skripsi ini juga bertujuan mengetahui pengaruh leverage terhadap investasi perusahaan. Hasil penelitian dalam skripsi ini menunjukkan bahwa pada sektor manufaktur dan pertambangan konsisten terhadap teori static tradeoff, sedangkan pada sektor properti konsisten dengan pecking Order. Investasi juga berkorelasi positif dengan leverage perusahaan."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
I Gede Putu Dharma Yusa
"Penelitian ini menyelidiki bagaimana tingkat kelahiran memengaruhi pengeluaran modal manusia untuk anak-anak di Indonesia. Dengan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2002, 2008, 2012, 2017, dan 2022, penelitian ini menggunakan pendekatan age profile untuk mengukur alokasi pengeluaran modal manusia untuk anak. Hasil estimasi dengan Heckman two-step selection model menunjukkan bahwa penurunan jumlah anak atau tingkat kelahiran berkontribusi signifikan terhadap peningkatan alokasi pengeluaran modal manusia per anak, baik untuk pendidikan maupun kesehatan. Quantity-quality tradeoff ini berlangsung melalui tiga tahap jalur transmisi bonus demografi, di mana penurunan jumlah anak meningkatkan support ratio, yang pada gilirannya meningkatkan pengeluaran per kapita dan mendorong peningkatan alokasi modal manusia. Studi ini juga menemukan perbedaan mekanisme quantity-quality tradeoff antara rumah tangga perkotaan dan perdesaan, namun tidak menurut gender anak dan status kemiskinan rumah tangga. Temuan ini menggarisbawahi peran penting transisi demografi dalam meningkatkan alokasi pengeluaran modal manusia untuk mengoptimalkan bonus demografi kedua di Indonesia.

This study investigates how fertility rates affect human capital spending for children in Indonesia. Using data from the National Socioeconomic Survey (Susenas) for the years 2002, 2008, 2012, 2017, and 2022, the research adopts an age profile approach to measure the allocation of human capital spending for children. Estimates from the Heckman two-step selection model reveals that a decline in the number of children or fertility rate significantly contributes to increased per-child human capital investment, both in education and health. This quantity-quality tradeoff operates through a three-stage demographic dividend transmission channel: a decline in fertility improves the support ratio, which subsequently increases per capita expenditure and drives higher investment in human capital. The study also finds that the quantity-quality tradeoff mechanism differs between urban and rural households, but not by child gender or household poverty status. These findings highlight the critical role of demographic transition in enhancing human capital investment to optimize Indonesia's second demographic dividend."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library