Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lucya Amanda
"[ABSTRAK
Tantangan bagi PT. Trakindo Utama pada saat ini adalah bagaimana memastikan
bahwa barang-barang direct memiliki supply management yang dapat diandalkan.
Terutama dalam pengadaan barang-barang direct yang berkualitas dan dengan
total biaya perolehan yang minimal. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang
penjualan (dealership), kualitas barang dituntut untuk selalu terjaga dengan baik
dan juga biaya perolehan barang hendaknya minimal agar PT. Trakindo
mendapatkan keleluasaan dalam pengambilan marjin. Pada saat ini gejala yang
ditemukan adalah adanya keluhan dari user (enjinir) maupun pelanggan yang
memesan barang direct, yang menyatakan bahwa barang tersebut sering terdapat
defect (cacat) ataupun spesifikasi yang dipesan tidak sesuai dengan yang diminta.
Jumlah retur juga semakin meningkat atas barang-barang direct. Berdasarkan
studi literatur dan jurnal, salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas barang dan
menurunkan total biaya perolehan adalah dengan membina buyer-supplier
relationship. Hal ini sesuai dengan karakterisik perusahaan dealership yaitu dapat
berusaha untuk meningkatkan kualitas dengan cara meningkatkan aspek diluar sisi
produksi fisik barang tersebut seperti dari sisi relasi dengan pemasoknya. Oleh
sebab itu, akan diteliti lebih lanjut pengaruh antara buyer-supplier relationship
dengan kualitas dan total biaya perolehan barang demi meningkatkan supply
management yang baik bagi PT. Trakindo Utama. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif, dengan pengolahan data menggunakan regresi linear serta
secara kualitatif dengan melakukan interview kepada pihak-pihak terkait
penelitian ini.

ABSTRACT
Challenge for PT. Trakindo Utama nowadays is about how to ensure direct item
have reliable supply management. Especially in procurement of direct goods
which require high quality and low total cost of ownership. As a company that run
dealership type of business, quality of goods is expected to be well maintained all
the time and also the total cost of ownership of the goods should be minimized in
order to get the opportunity to increase the margin. Currently, the symptom that
occured is there is complaint from the users (engineer)/ customer because of
defect or incorrect specification which does not comply with the intial order.
Number of return to vendor is increasing also. Based on literature study and
journal, one of the solution to improve the quality and decreasing the total cost of
ownership is via developing the buyer-supplier relationship. Therefore, this
research will continue to check whether there is influence of buyer-suppplier
relationship in quality and total cost in order to improve supply management in
PT. Trakindo Utama. This research is using descriptive method and data
processing using linear regression. Interview is performed to confirm the result of
linear regression to the parties that related to this research, Challenge for PT. Trakindo Utama nowadays is about how to ensure direct item
have reliable supply management. Especially in procurement of direct goods
which require high quality and low total cost of ownership. As a company that run
dealership type of business, quality of goods is expected to be well maintained all
the time and also the total cost of ownership of the goods should be minimized in
order to get the opportunity to increase the margin. Currently, the symptom that
occured is there is complaint from the users (engineer)/ customer because of
defect or incorrect specification which does not comply with the intial order.
Number of return to vendor is increasing also. Based on literature study and
journal, one of the solution to improve the quality and decreasing the total cost of
ownership is via developing the buyer-supplier relationship. Therefore, this
research will continue to check whether there is influence of buyer-suppplier
relationship in quality and total cost in order to improve supply management in
PT. Trakindo Utama. This research is using descriptive method and data
processing using linear regression. Interview is performed to confirm the result of
linear regression to the parties that related to this research]"
2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yunita Prasetya
"Permintaan energi di Indonesia terus meningkat terutama untuk sektor industri dan rumah tangga. Gas alam lebih diinginkan sebagai sumber energi untuk kedua sektor tersebut. Jaringan pipa gas diperlukan untuk mengangkut gas alam dari daerah penghasil ke daerah pengguna. Ketika jaringan pipa akan dibangun, salah satu pertimbangan terpenting adalah pemilihan rute. Jaringan pipa gas yang melewati banyak rute akan meningkatkan biaya investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rute optimal pipa gas yang memiliki total biaya investasi minimum dengan mempertimbangkan faktor-faktor yaitu total biaya risiko kematian, ketersediaan suplai gas, dan letak bangunan cagar budaya, serta memilih lokasi konsumen gas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 3 skenario dan rute paling optimal diperoleh pada skenario ke-3 dengan total biaya investasi minimum sebesar Rp1.331.016.661.674,34, panjang pipa 352,948 km, laju alir suplai gas 6,874 MMSCFD, dan total biaya risiko kematian Rp198.039.407.500,00. Pada skenario ini terpilih 2 kelurahan yang memiliki lokasi kawasan industri yaitu Kawasan Industri Tambak Aji dan Bukit Semarang Baru serta 71 kelurahan lainnya merupakan konsumen gas rumah tangga.

Energy demand in Indonesia continues to increase, especially for the industrial and household sectors. Natural gas is more desirable as an energy source for both sectors. Pipeline gas network is required to transport natural gas from the supply region to the demand region. When a pipeline is to be constructed, one of the most important considerations is route selection. The gas pipeline network that passes through many routes will increase the investment cost. This study aims to obtain the optimal gas pipeline route that has a minimum total investment cost by considering factors such as the total catastrophic cost, the availability of gas supply, and the location of cultural heritage, as well as determining the location of gas consumers. The research was conducted using 3 scenarios and the most optimal route was obtained in the third scenario with a minimum total investment cost of 1,331,016,661,674.34 IDR, a pipe length of 352.948 km, a gas supply flow rate of 6.874 MMSCFD, and a total catastrophic cost of 198,039,407,500.00 IDR. In this scenario, 2 sub-districts are selected with industrial areas, namely Tambak Aji and Bukit Semarang Baru Industrial Zone and 71 other sub-districts are household gas consumers. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Handi Wirawan
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi biaya satuan layanan rawat jalan
Diabetes Melitus Tipe II agar Manajemen Rumah Sakit dapat menentukan upaya
efisiensi kedepannya dalam rangka menutup kesenjangan antara tarif Rumah Sakit
dengan tarif INA CBG's. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan wawancara
mendalam, observasi serta telaah dokumen terkait penelitian. Informan dalam penelitian
adalah Kepala Bagian Keuangan, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Kepala Unit Rawat
Jalan serta Petugas Bagian Farmasi. Total biaya Rajal DM sebesar Rp 369.573.586,-
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa besar unit cost untuk Rajal DM Tipe II adalah
sebesar Rp 251.069,- dimana tarif INA CBGs untuk Rajal DM Tipe II hanya sebesar Rp
192.100,- yang berarti terdapat kesenjangan sebesar Rp 58.969,- . Efisiensi untuk
menekan biaya tidak tetap dan mengurangi variasi pemberian obat serta pemeriksaan
laboratorium Diabetes Melitus Tipe II dengan membuat clinical pathway Diabetes
Melitus Tipe II. Untuk mengurangi beban biaya tetap, tindakan efisiensi yang dapat
dilakukan adalah menaikkan angka kunjungan pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan
menyediakan dokter spesialis tetap untuk penyakit dalam agar pelayanan untuk pasien
dapat maksimal serta kunjungan dapat meningkat.

ABSTRACT
This study aims to determine the unit cost position of Diabetes Mellitus Type II
outpatient services so that Hospital Management can determine future efficiency efforts
in order to close the gap between Hospital rates and INA CBG rates. Using qualitative
research methods with in-depth interviews, observation and study of research related
documents. Informants in the study were the Head of Finance, Internal Medicine
Specialist, Head of the Outpatient Unit and the Pharmacy Section Officer. The total cost
of DM Type II outpatient is Rp 369.573.586,- the calculation results show that the unit
cost for DM Type II outpatient is Rp 251.069,- where the INA CBGs rate for DM Type
II outpatient is only Rp 192.100,- there's still a gap about Rp 58.969,-. Efficiency to
reduce variable costs and reduce variation of diabetes mellitus's drugs and laboratory
examinations by creating a clinical pathway for diabetes mellitus type II. To reduce the
high fixed costs, efficiency that can be taken are to increase the number of visits of
diabetes mellitus type II patients by providing full timer specialists for internal medicine
so that service for patients can be maximized and the number of visits can be increased."
2019
T54975
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Nurhadiyan Alifdiandra
"Pada penelitian ini, permasalahan yang terjadi pada objek penelitian adalah pada tingginya biaya persediaan perusahaan PLTBm. Permasalahan tersebut terjadi karena perusahaan PLTBm cenderung memutuskan untuk melakukan penyimpanan dalam jumlah banyak agar tidak adanya potensi kekurangan feedstock. Hal ini disebabkan karena sulitnya memperoleh feedstock karena terdapat persaingan dengan perusahaan lain yang membutuhkan feedstock untuk kebutuhan pangan, pakan, dan pupuk. Namun besarnya jumlah penyimpanan ini menimbulkan resiko seperti tingginya biaya penyimpanan dan resiko kerusakan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menangani permasalahan manajemen persediaan adalah melakukan efesiensi keputusan kuantitas pemesanan (Q) dan waktu pesan (T) sehingga diperoleh total biaya persediaan yang minimal. Untuk dapat melakukan hal tersebut, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk mendapatkan total biaya persediaan yang minimal. Pada penelitian ini diketahui bahwa terdapat 4 jenis feedstock. Selain itu, jumlah kuantitas pesan (Q) dan waktu pemesanan (T) hasil model mampu meminimalkan total biaya persediaan sebesar Rp5,342,015,000 atau sebesar 22.39% dari kondisi aktual.

In this study, the problem that occurs in the object of research is the high inventory cost of PLTBm companies. This problem occurs due to PLTBm companies that tend to decide to store their feedstock in large quantities so that there will not be a potential shortage of feedstock. However, due to the difficulty of obtaining feedstock since there is competition with other companies that require feedstock for food, feed, and fertilizer needs. Since then, this large amount of storage poses risks such as high storage costs and the risk of damage. One way that can be done to deal with inventory management problems is to make efficient decisions on ordering quantity (Q) and ordering time (T) so that the total cost of inventory reaches its minimum cost. To be able to reach this, the method used in this study is the Mixed Integer Linear Programming (MILP) method to obtain a minimum total inventory cost. In this research, it is known that there are 4 types of feedstocks. In addition, the total order quantity (Q) and ordering time (T) from the model are able to minimize the total inventory cost of Rp5,342,015,000 or equal to 22.39% of the actual condition."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dzulfikar Ahmad Furqon
"Manajemen persediaan merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan suatu bisnis. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan manajemen persediaan yang teratur sangat dibutuhkan agar perusahaan dapat mengatur ketersediaan produknya, sehingga produksi dan penjualan produknya dapat dilakukan dengan lancar dan tidak terhambat oleh kekurangan persediaan. Penerapan sistem kebijakan continuous review dapat membantu perusahaan dalam mengatur persediaanya melalui ukuran lot pemesanan barang dan titik pemesanan kembali. Sehingga pengadaan persediaan dapat berjalan dengan lancar. LMM merupakan jaringan retail dengan konsep wholesale yang menjual berbagai bahan makanan, pakaian, dan barang lainnya. LMM tidak memiliki data historis penjualan. Sehingga peramalan dan pemesanan barang masih berdasarkan expert judgement dan intuisi dari manajemen mereka. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kekurangan dan kelebihan pada inventori yang menyebabkan besarnya total biaya persediaan yang dikeluarkan oleh toko. Dari permasalahan tersebut, kebijakan persediaan dikembangkan dengan menggunakan sistem continuous review (s,S) untuk kategori produk A dan sistem continuous review (s,Q) untuk kategori produk B dan C. Hasil dari penelitiaan ini akan didaptkan ukuran lot pemesanan, reorder point, dan safety stock. Dengan menggunakan metode continuous review review (s,S) didapatkan penghematan total biaya persediaan sebesar 66% dan dengan metode continuous reivew (s,Q) didapatkan penghematan total biaya persediaan sebesar 53%.

Inventory management is a very important factor in running a business. Therefore, a steady inventory management policy is needed so that the company can regulate the availability of its products, so that the production and sale of its products can be carried out smoothly and isnt hampered by the lack of inventory. The implementation of a continuous review policy system can help companies manage their supplies through the lot size of goods ordered and the reorder point. So that the inventory procurement can run smoothly. LMM is a retail network with a wholesale concept that sells a variety of food ingredients, clothing, and other goods. LMM currently does not have historical sales data. So forecasting and ordering of goods is still based on expert judgment and intuition from their management. This causes the shortage and excess inventory which causes the total inventory cost incurred by the store. From these problems, an inventory policy was developed using a continuous review system (s, S) for product category A and a continuous review system (s, Q) for product categories B and C. The results of this research will get the order lot size, reorder point, and safety stock. By using the continuous review (s, S) method, a total inventory cost savings of 66% is obtained and with the continuous review (s,Q) method, a total inventory cost savings of 53% is obtained."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ines Soepinarko Putri
"Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan suatu program pemerintah yang sudah disiapkan dari tahun 2004. Implementasi atau pelaksanaannya di Januari 2014 ini menjadi tantangan besar bagi seluruh aktor didalamnya.Salah satu actor penting yaitu rumah sakit sebagai provider. Berdasarkan data empiris, pengeluaran obat berkisar antara 35% - 40 % dari total pembiayaan. Oleh karena itu diperlukan kendali mutu dan kendali biaya dalam pengelolaannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peresepan oleh dokter terhadap total biaya obat sebelum dan saat JKN dilaksanakan di RS PMI Bogor.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Kuantitatif cross sectional. Penelitian ini melihat perubahan perilaku dokter dalam menuliskan resep khususnya pada kasus thypoid. Karakteristik dokter yang cukup berpengaruh yaitu masa bekerja dokter dan pelatihan yang diikuti dokter itu. Penulisan obat paten >4 item dalam 1 pengobatan memiliki 36,72% terhadap total biaya obat. Demikian pula dengan dokter dengan masa bekerja <12 tahun memiliki 36,9% terhadap total biaya obat, lebih tinggi 6,9% dibandingkan dokter dengan masa bekerja >12 tahun. Dokter yang mengikuti pelatihan > 5 kali memiliki proporsi biaya obat yang lebih kecil dibandingkan dokter yang hanya mengikuti pelatihan < 5 kali.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu secara keseluruhan, hasil penelitian ini menggambarkan tidak adanya perbedaan yang signifikan baik pada karakteristik pasien, karakteristik dokter maupun jenis obat sebelum dan saat JKN dilaksanakan. Penelitian ini menyarankan adanya proporsi biaya yang jelas bagi obat-obatan dan layanan kesehatan.

The National Health Insurance (JKN) is a government program that is set up from 2004. Implementation or implementation in January 2014 is a major challenge forall actorsin it. One of the important actors that hospital as aprovider. Based on empirical data, drug spending ranged between35% -40% of the total financing. It is therefore necessary quality control and cost control in its management. The purpose of this study was to determine the effect of prescribing by physicians to the total cost of drugs before and while JKN implemented in RSPMI Bogor.
The method used in this study is cross-sectional quantitative. The research looked at changes in the prescribing behavior of physicians, especially in the case of typhoid. Physician characteristics, namely the influential work of doctors and doctor training followed it. Writing patent medicine >4 item in 1 treatment had 36.72% of the total cost of the drug. Similarly, a doctor working with the <12 years had 36.9% of the total cost of the drug, 6.9% higher compared with the physicians working> 12 years. The doctor who attended training> 5 times the proportion of drug costs less than the physicians who trained only <5 times.
The conclusion of this study is overall, the results of this study illustrate the absence of significant differences both in patient characteristics, physician characteristics and the type of service before and during JKN implemented. This study suggests the existence of a clear proportion of costs for medicines and health services. The conclusion of this study is overall, the results of this study illustrate the absence of significant differences both in patient characteristics, physician characteristics and the type of drug before and during JKN implemented. This study suggests the existence of a clear proportion of costs for medicines and health services.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
T41637
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Irfan Kemal
"Penelitian ini membahas tentang manajemen persediaan barang MRO di Depo salah satu perusahaan transportasi berbasis rel yang baru komersil berjalan di Jakarta. Permasalahan terjadi pada masa-masa awal pengembangan dimana barang yang memiliki pola permintaan irregular memiliki potensi besar atas timbulnya biaya tambahan apabila belum dibentuk model persediaan yang tepat. Penilitian ini bertujuan untuk mendapatkan model persediaan yang memberikan total biaya minimal dengan variabel keputusan di dalam model yang optimal. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian mencakup klasifikasi persediaan, peramalan, dan perhitungan variabel keputusan. Dengan menggunakan 3 model persediaan utama ((s,S),(R,S), dan (R,s,S)) yang memiliki metode penentuan variabel keputusanya masing-masing, hasil simulasi TPOP (Time Phased Order Point) terhadap 8 sampel item untuk perhitungan total biaya menunjukan penuruan sebesar 7% s.d 95% dari total biaya rencana pemesanan perusahaan

This study discusses about the inventory management of MRO goods in a Warehouse of Companys’s Depot, the object of this studies is one of the new commercial rail-based transportation companies running in Jakarta. Problems occur in the early days of development where goods that have irregular demand patterns have great potential for additional costs if an appropriate inventory model has not been established. This research aims to obtain an inventory model that provides a minimum total cost with the optimal decision variables. The research stages carried out in this study include: the classification of inventory model, forecasting, and calculation of decision variables. By using 3 main inventory models ((s, S), (R, S), and (R, s, S)) that have their respective decision variable determination methods, the results of the TPOP simulation (Time Phased Order Point) for total calculation the cost represents the reduction of 8 sample items at 7% to 95% of the total cost of the company ordering plan"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rana Irawati Kusuma
"Pada penelitian ini, permasalahan yang terjadi pada objek penelitian adalah pada target perusahaan berupa Inventory Turn Over. Permasalahan tersebut terjadi karena perusahaan cenderung memutuskan untuk melakukan penyimpanan dalam jumlah besar agar tidak adanya potensi kekurangan material dan menggangu kegiatan pemeliharaan. Namun besarnya jumlah penyimpanan ini menimbulkan resiko seperti tingginya biaya penyimpanan dan resiko kerusakan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menangani permasalahan manajemen persediaan adalah melakukan efesiensi keputusan kuantitas pemesanan (Q) dan waktu pesan (T) sehingga diperoleh total biaya persediaan yang minimal tanpa menghambat kegiatan pemeliharaan. Untuk dapat melakukan hal tersebut, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah klasifikasi ABC untuk menentukan klasifikasi material yang perlu diutamakan dan Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk mendapatkan total biaya persediaan yang minimal. Pada penelitian ini diketahui bahwa terdapat 9 jenis material yang masuk ke dalam kategori A dari total 150 jenis material yang ada. Selain itu, jumlah kuantitas pesan (Q) dan  waktu pemesanan (T) hasil model mampu meminimalkan total biaya persediaan sebesar Rp18.821.489 atau sebesar 14.7% dari kondisi aktual.

In this study, the problem that happen in the object of research is the company's target which is Inventory Turn Over. These problems occur because the companies tend to decide to store materials in large quantities so there is no potential for material shortages that ca disrupt maintenance activities. However, the large amount of storage creates risks such as high storage costs and the risk of damage. One way to solve inventory management problems is to make efficient decisions on order quantity (Q) and order time (T) so that a minimum total inventory cost is obtained without hampering maintenance activities. To achieve that, the method used in this study is ABC classification to determine the material classification that needs to be prioritized and Mixed Integer Linear Programming (MILP) to get a minimum total inventory cost. From this research, it is known that there are 9 types of materials that fall into category A out of 150 types. In addition, the total quantity of order (Q) and order time (T) results of the model is able to minimize the total inventory cost of Rp.18,821,489 or equal to from the actual condition

 

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tarigan, Yan Mikhael
"Penelitian mengenai model persediaan telah banyak dilakukan dan telah menghasilkan solusi bagi perusahaan untuk dapat menghadapi ketidakpastian permintaan pelanggan. Beberapa masalah bagi perusahaan yang tidak menggunakan model persediaan dalam proses penyediaan bahan baku adalah seringnya terjadi kekurangan persediaan yang akhirnya menimbulkan biaya persediaan yang tinggi. Dengan menerapkan model pengelolaan persediaan (inventory control policy), total biaya persediaan dapat diminimalkan. Penelitian ini dilakukan dengan mengembangkan Simulasi Monte Carlo untuk menentukan model manajemen persediaan yang optimal dan nilai parameter model manajemen persediaan yang optimal. Obyek penelitian mencakup tiga jenis aluminium di perusahaan tempat penelitian. Model pengendalian persediaan yang optimal beserta dengan nilai optimal parameter-parameternya untuk setiap jenis aluminium berhasil ditemukan dengan implementasi metode Simulasi Monte Carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan kuantitas peninjauan persediaan berkelanjutan (s,S) menjadi model optimal bagi dua jenis aluminium dan model (s,Q) menjadi model optimal bagi satu jenis aluminium.

Research on inventory models has been widely carried out and has resulted in solutions for companies to be able to deal with uncertainties in customer demand. Some of the problems for companies that do not use the inventory model in the process of supplying raw materials are the frequent occurrence of inventory shortages which eventually lead to high inventory costs. By applying an inventory management model (inventory control policy), total inventory costs can be minimized. This research was conducted by developing a Monte Carlo Simulation to determine the optimal inventory management model and the optimal parameter value of the inventory management model. The research object includes three types of aluminum in the research company. The optimal inventory control model along with the optimal values of its parameters for each type of aluminum was found by implementing the Monte Carlo Simulation method. The results showed that the continuous inventory review quantity policy (s,S) was the optimal model for two types of aluminum and model (s,Q) was the optimal model for one type of aluminum."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nicholas William
"Penggunaan energi yang berlebihan selama beberapa dekade terakhir telah menimbulkan kekhawatiran atas kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca dan keberlanjutan bahan bakar konvensional. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan untuk mengurangi CO2 yang dikeluarkan oleh proses industri sambil memanfaatkannya sebagai bahan baku untuk bahan bakar alternatif yang layak secara komersial. Pemanfaatan Carbon Capture adalah upaya yang menjanjikan untuk mengurangi penipisan bahan bakar fosil dan perubahan iklim dengan mengumpulkan CO2 dari atmosfer dan berbagai proses industri dan mengubahnya menjadi produk komersial, termasuk metanol dan dimetil eter yang dapat berfungsi sebagai sumber bahan bakar alternatif. Makalah ini mengembangkan pendekatan suprastruktur dalam desain proses konversi CO2 dengan menciptakan alternatif proses yang berbeda untuk membawa solusi perubahan iklim serta energi terbarukan. Alternatif keputusan ini pertama kali dirumuskan dalam bentuk suprastruktur. Optimalisasi multi-tujuan diselesaikan melalui program integer linier (ILP) menggunakan Microsoft Excel dengan pemecah LP Simplex untuk menentukan trade-off antara dampak lingkungan dan potensi ekonomi. Pertukaran untuk optimasi biaya menghasilkan MeOH dengan biaya $601,63/ton dengan emisi CO2e sebesar -273,086 tCO2e/tahun dibandingkan dengan kasus dasar dengan biaya saat ini sebesar $873,97/ton dan emisi -211,976 tCO2e/tahun.

The excessive usage of energy during the past few decades has raised concerns over environmental damage caused by greenhouse gas emissions and the sustainability of conventional fuels. For that reason, this paper aims to reduce the CO2 emitted by industrial processes while utilizing it as a feedstock for commercially viable alternative fuels. Carbon Capture Utilization is a promising effort to mitigate fossil fuel depletion and climate change by collecting CO2 from the atmosphere and different industrial processes and converting it into commercial products, including methanol and dimethyl ether that can serve as alternative sources of fuel. This paper develops a superstructure approach in CO2 conversion process design by creating different process alternatives in order to bring a solution to climate change as well as renewable energy. These decision alternatives are first formulated in the form of a superstructure. The multi-objective optimization is solved through integer linear programming (ILP) using Microsoft Excel with Simplex LP solver in order to determine the trade-off between environmental impact and economic potential. The trade-off for cost optimization produced MeOH at the cost of $601.63/ton with a CO2e emission of -273,086 tCO2e/yr compared to the base case with the current cost of $873.97/ton and -211,976 tCO2e/yr emission."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>