Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 72 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Levi, Daniel
Los Angeles: Sage, 2007
658.402 2 LEV g
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Sri Handayani
"Potensi bahaya adalah sesuatu yang berpotensi untuk terjadinya insiden yang berakibat pada kerugian. Berbagai potensi bahaya tersebut sering disebut sebagai faktor bahaya lingkungan kerja fisika, kimia, biologis, keamanan, fisiologis/ergonomi, tambahan dan psikologis yang bersumber dari berbagai peralatan, bahan, proses kerja dan kondisi lingkungan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku cleaning workers mengenai potensi bahaya di tempat kerja di Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan total sampling sebanyak 44 responden.
Hasil uji t independen tidak menunjukkan adanya hubungan karakteristik responden dengan variabel independen dan dependen. Hasil Uji Pearson Correlation menunjukkan ada hubungan yang kuat dan berpola positif artinya semakin tinggi pengetahuan semakin baik pula perilakunya. Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku (p=0,000) dengan nilai r sebesar 0,686. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan positif antara pengetahuan dengan perilaku. Dengan demikian, perusahaan penyalur kerja penting untuk memberikan pelatihan kepada cleaning workers terkait dengan potensi bahaya maupun kesehatan dan keselamatan kerja agar pengetahuannya bertambah dan perilakunya akan sesuai dengan pengetahuannya dan ditunjang dengan alat pelindung diri yang memadai sehingga potensi bahaya di tempat kerja dapat diminimalisisr bahkan dice

Potential hazard is something that has the potential for incidents that result in losses. The variety of potential hazards is often referred to as the danger factor working environment physics, chemistry, biology, security, physiological/ ergonomics, additional and psychological sourced from a variety of equipment, materials, work processes and working conditions. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge to the behavior of cleaning workers about the potential hazards in the workplace at Faculty of Health Sciences, Universitas Indonesia. This research is an analytic correlation with cross sectional approach using total sampling 44 respondents.
Independent t test results showed no association characteristics of respondents with independent and dependent variables. Pearson Correlation Test results showed there was a strong correlation and a positive pattern means that the higher the better knowledge of the behavior. Results of statistical test found no significant correlation between knowledge and behavior (p = 0.000) with r value of 0.686. It can be concluded that there is a strong and positive relationship between knowledge and behavior. The suggestion for this research is company are crucial to provide training about potential hazards and health and safety for cleaning workers so that their knowledge increased and their behavior will be in accordance with his knowledge and also supported with personal protective equipment appropriate to the potential hazards in the workplace can be minimized even prevented.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
S63697
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tambunan, Cinthya Theresia
"The Smoking behavior is one of the biggest public health threats in the world. Wherever, whenever, and anyone can smoke, not exception the police in National Traffic Management Center Police of Republik Indonesia. (NTMC Polri). This research was conducted to find out the relationship of the factors that increase the success of quit smoking of in NTMC Polri. This descriptive study using a cross-sectional study design and are semi-quantitative from 51 police who become the respondents. The results showed that there is a significant relationship between a predisposing, enabling, and reinforcing factors and the success of quit smoking from the police in NTMC Polri. Control and explicit sanctions needs to be enhanced so that the smoke free workplace program in NTMC Polri runs well and can create a favorable environment to quit smoking.

Perilaku merokok merupakan salah satu ancaman terbesar kesehatan masyarakat dunia. Dimanapun, kapanpun, dan siapapun dapat merokok, tak terkecuali polisi di National Traffic Management Center Polisi Republik Indonesia (NTMC Polri). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang meningkatkan kemungkinan seseorang untuk berhenti merokok dengan keberhasilan berhenti merokok pada polisi di NTMC Polri. Penelitian deskriptif ini menggunakan desain studi cross-sectional dan bersifat semi kuantitatif, pada 51 polisi yang menjadi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor predisposisi, pemungkin, penguat dan keberhasilan berhenti merokok pada polisi di NTMC Polri. Pengawasan dan sanksi yang tegas perlu ditingkatkan supaya program Kawasan Tanpa Rokok di NTMC Polri berjalan dengan baik serta dapat menciptakan lingkungan yang baik untuk berhenti merokok.
"
Universitas Indonesia, 2015
S60878
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Dian Ratna Mahita
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh spiritualitas di tempat kerja terhadap komitmen keorganisasian. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner didukung wawancara sebagai verifikasi. Sampel penelitian ini merupakan karyawan kantor pusat The Body Shop Indonesia yang berjumlah 72 orang. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan spiritualitas di tempat kerja terhadap komitmen keorganisasian.

ABSTRAK
This research analyze the influence of workplace spirituality to organizational commitment. Quantitative approach was used by using survey method. Data were collected by spreading questionnaire and supported by informal interview as verification. There were 72 head office employees of The Body Shop Indonesia as the sample. Result shows that there is positive and significant influence of workplace spirituality to organizational commitment."
2016
S63663
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sita Arlini
"First Place ialah tempat untuk tinggal, second place untuk bekerja dan third place untuk bersosialisasi. Kini, Third place bukan hanya suatu tempat untuk rekreasi tetapi sudah tergabung menjadi bagian gaya hidup banyak orang. Tidak dipungkiri kehadiran third place juga dapat terjadi di second place atau tempat kerja. Dalam penulisan ini akan dibahas mengenai ruang break out di tempat kerja sebagai salah satu tempat interaksi bagi pekerja. Konsep ruang ini hadir untuk memfasilitasi aktivitas break out yaitu aktivitas untuk keluar dari kondisi atau situasi yang menahan diantara waktu bekerja. Dari kajian teori serta pembahasan di kantor Google Office Moscow dan L rsquo;oreal Indonesia terlihat bahwa ruang break out dari segi desain, lokasi dan fasilitas yang disediakan mengundang pekerja untuk datang ke ruang break out sehingga menciptakan sebuah interaksi yang informal maupun formal. Oleh karena itu, ruang break out memiliki peran sebagai tempat untuk berinteraksi bagi para pekerja.

First place for domestic, second place for work and third place for socialization. Third place is not merely recreational but has became a part of people's lifestyle. Hence, the existence of third place may happen within the second place or the work place. This thesis will discuss about break out room in the workplace as place for the worker's interaction. The room's concept came to existence to facilitate the break out activity which is the situation to take a break during work. From literature and the discussion about Google Office Moscow and L'Oreal Indonesia work place, it can be seen that these break out rooms, from the design, location and provided facilities point of view, can invite the workers to come into the room to generate both formal and informal interaction. Therefore, break out rooms have the role as to provide interaction place for the workers.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S66205
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rifqi Pratama Putra
"ABSTRAK
Third place adalah tempat pemenuh kebutuhan dan aktivitas komplementer di luar first place dan second place. Seiring perkembangan zaman, teknologi dan informasi semakin mudah diakses. Hal tersebut berdampak terhadap bagaimana gaya bekerja zaman sekarang. Third place yang awalnya merupakan tempat berkumpul untuk melepas lelah dan stress serta bersosialisasi, hadir sebagai pilihan tempat untuk bekerja. Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji mengapa fenomena pemanfaatan coffee shop sebagai tempat kerja dapat terjadi, dan faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap fenomena tersebut. Dari kajian teori serta studi kasus yang dilakukan pada coffee shop yang ada di kawasan Jakarta Selatan, terlihat bahwa pengunjung memperlakukan coffee shop sebagaimana fungsi third place. Namun, sebagian pengunjung yang datang ke coffee shop mendapatkan experience yang memberikan meaning bahwa tempat tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat kerja. Untuk menjawabnya, dilakukan pengamatan terhadap elemen ruang maupun non-ruang dari coffee shop yang membuktikan kondisinya sebagai third place sekaligus melihat pemanfaatnya sebagai tempat kerja.

ABSTRACT
Third place is a place which fulfills complementary needs and activities beyond the first place and second place. As time progressed, technology and information have became more accessible. It has a significant impact on today rsquo s working ethic. Third place which was originally a place to gather, relieve stress and also socialize, presents as an option of workplace. This thesis aims to examine why the phenomenon of utilizing coffee shop as a workplace occurs and what factors affecting the phenomenon. Through the literatures and case studies conducted on coffee shops around South Jakarta, it appears that the users treat coffee shop the way a third place should be. However, some of them get experience which gives meaning of coffee shop as a workplace. Responding the phenomenon, it is necessary to observe the spatial and also non spatial elements that prove the condition of coffee shop as a third place and at same time seeing it as a workplace."
2017
S67972
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andri Iskandar
"Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia di Indonesia dan dunia yaitu pada aspek kesehatan, perekonomian, pendidikan, sosial, dan psikologis. Pandemi COVID-19 juga mempengaruhi pertambangan dengan dampak kesehatan pada pekerja dan dampak pada kegiatan operasionalnya. Keberlangsungan industri pertambangan memiliki peran penting sebagai penggerak perekonomian mulai dari tingkat desa perberdayaan setempat/lokal sampai tingkat pusat. Luasnya dampak dari pandemi COVID-19 serta dengan diterapkannya adaptasi kebiasaan baru membutuhkan pencegahan dan pengendalian yang baik pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pencegahan dan pengendalian COVID-19 di perusahaan pertambangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mengukur implementasi dari pencegahan dan pengendalian COVID-19 di perusahaan tambang PT. V secara kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan daftar periksa yang dikembangkan dari ISO/ PAS 45005:2020 mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan tindakan yang dijabarkan dalam sebelas (11) klausul persyaratan. Implementasi pencegahan, dan pengendalian COVID-19 di PT. V sudah berjalan dengan baik (mencapai level 5 dalam skala penilaian) dengan tingkat pemenuhan sebesar 93%. Nilai tertinggi didapatkan oleh klausul Manajemen kasus COVID-19 (dugaan atau konfirmasi), komunikasi, kebersihan, penggunaan alat pelinding diri, masker dan penutup wajah, evaluasi kinerja dan perbaikan dimana PT. V sudah memenuhi semua aspek atau kriteria penilaian yang dipersyaratkan dalam daftar periksa yang telah dikembangkan. Terdapat hal-hal yang dapat dilakukan oleh PT. V untuk meningkatkan kinerja pencegahan dan pengendalian COVID-19 di tempat kerja antara lain melakukan terkait perencanaan dan penilaian risiko, kesehatan dan kesejahteraan psikologis, inklusivitas, sumber daya, dan pengoperasian.

COVID-19 pandemic has affected all aspects of human life in Indonesia and the world, including health, economy, education, social and psychological aspects. COVID-19 pandemic has also affected the mining industry with health impacts on workers and impacts on their operational activities. The sustainability of the mining industry has an important role to drive the economy starting from local empowerment villages until central government. The extent of the impact of the COVID-19 pandemic and the implementation of adaptation to new habits require good prevention and control for companies operating in the mining industry. This study purpose to analyse the implementation of prevention and control of COVID-19 in a mining company. This study uses a descriptive method to measure the implementation of the prevention and control of COVID-19 in the mining company PT. V quantitatively. Data collection was carried out using a check list developed from ISO 45005:2020 covering aspects of planning, implementation, monitoring, and action in eleventh (11) clauses of requirements. Implementation of prevention and control of COVID-19 at PT. V has been running well (achieve level 5th on assessment scale) with a compliance rate of 93%. The highest value is obtained by the COVID-19 case management (suspected or confirmed cases), communication, hygiene, use of Personal Protective Equipment (mask and face shield), performance evaluation and improvement clause where PT. V has met all aspects or assessment criteria required in the checklist. There are several things that could be done by PT. V to improve the control of COVID-19 in the workplace, among others, planning and assessment of risk, psychological health & well-being, inclusivity, resources and operations."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ridwan Fathin
"Dalam bisnis saat ini, kebutuhan IT yang selalu berubah mendorong popularitas pengembangan perangkat lunak agile yang adaptif. Kerjasama tim menjadi krusial dalam menerapkan metode agile, memengaruhi kesuksesan proyek dan tujuan organisasi. Resesi global semakin menegaskan pentingnya kerja tim efektif bagi startup, terutama saat menghadapi upaya pengurangan anggota tim dalam situasi ketidakpastian tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kualitas kerja tim pada startup di Indonesia dan memberikan rekomendasi peningkatannya. Data dikumpulkan melalui survei online berdasarkan kerangka aTWQ dari startup-startup Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Agile Teamwork Quality (aTWQ) sebagai alat evaluasi kualitas kerja tim, dengan fokus pada faktor-faktor kritis seperti communication, coordination, effort, cohesion, dan balance of contribution. Rekomendasi praktis mencakup pelatihan komunikasi efektif, penyediaan platform dokumen utama, penyesuaian waktu khusus untuk konfirmasi dan diskusi, penentuan forum yang tepat untuk membahas kendala komunikasi, pengakuan peran manajer dalam resolusi konflik, mendorong sesi berbagi informasi, penyelenggaraan kegiatan tim building, dan implementasi rotasi kolaborasi anggota proyek. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan rekomendasi berharga bagi startup di Indonesia, mendukung peningkatan kualitas kerja tim dalam lingkungan startup yang dinamis.

In today's business, the ever-changing IT needs have propelled the popularity of adaptive agile software development. Team collaboration is crucial in implementing agile methods, influencing project success and organizational objectives. Furthermore, the global recession emphasizes the importance of effective teamwork for startups, especially when there are efforts to reduce team members amid high uncertainty. The aim of this research is to evaluate the teamwork quality in Indonesian startups and provide recommendations for improvement. To achieve this goal, data will be collected from Indonesian startups through an online survey based on the aTWQ framework. This study utilizes the Agile Teamwork Quality (aTWQ) approach as an evaluation tool for assessing team quality in an agile environment. The focus is on critical factors such as communication, coordination, effort, cohesion, and balance of contribution. Practical recommendations include effective communication training, provision of a central document platform, adjustment of specific time for confirmation and discussion, identification of appropriate forums for addressing communication constraints, recognition of the manager's role in conflict resolution, encouragement of sharing sessions, organization of team-building activities, and implementation of project team collaboration rotations. The findings of this research are expected to offer valuable recommendations for startups in Indonesia, supporting the enhancement of team quality in a dynamic startup environment."
Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Fiqriyarizqi
"Kebahagiaan di tempat kerja merupakan perasaan bahagia terhadap pekerjaan yang dilakukan yang nantinya dapat menumbuhkan kepuasan kerja, keterlibatan kerja, dan komitmen organisasi afektif. Kebahagiaan di tempat kerja dapat terbentuk apabila pekerja memperoleh dukungan sosial, salah satunya yaitu dari keluarga. Keluarga diyakini sebagai sumber motivasi terbesar bagi sebagian besar orang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kebahagiaan di tempat kerja pada pekerja PT.X di Jakarta Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pekerja PT.X yang berjumlah 208 pekerja dengan teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah skala dukungan keluarga dan skala kebahagiaan di tempat kerja. Analisis data menggunakan uji chi-square dan diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kebahagiaan di tempat kerja pada pekerja PT.X di Jakarta Selatan (p=0,002) dengan OR = 2,454 (95% CI: 1,405 - 4,288) yang memiliki arti bahwa pekerja dengan dukungan keluarga yang tinggi 2,454 kali lebih berpotensi memiliki tingkat kebahagiaan di tempat kerja yang tinggi dibandingkan dengan pekerja dengan dukungan keluarga rendah. Penelitian ini merekomendasikan kepada keluarga untuk memberikan dukungan dalam bentuk nyata (instrumental) dan emosional kepada anggota keluarga yang bekerja. Selain itu, pihak perusahaan dapat meningkatkan kebahagiaan di tempat kerja melalui pembentukan lingkungan kerja yang sehat, pembentukan program-program konsultasi terkait kesehatan fisik dan mental pekerja, dan menyediakan fasilitas yang dapat membantu pekerja menyalurkan kemampuan dan potensi yang dimilikinya.

Happiness at work is a happy feeling towards the work that have been done which can increase job satisfaction, engagement, and affective organizational commitment. Happiness at work can be formed if the workers get social support, one of which is family. Family is believed as the biggest motivation source for most people. This research is conducted to determine the relationship between family support and happiness at work for PT.X employees in South Jakarta. This research is using quantitative method with cross-sectional design. The sample of this research is the employees of PT. X which amounts 208 employees with a sampling technique using quota sampling. Data collection tools in this research are family support scale and happiness at work scale. Data analysis is using the chi-square test and the results showed that there is a significant positive relationship between family support and happiness at work for the employees of PT.X in South Jakarta (p = 0.002) with OR = 2,454 (95% CI: 1,405 - 4,288) which means that employees with high family supports are 2,454 times more likely to have a high level of happiness at work compared to employees with low family support. This research recommends families to provide real (instrumental) and emotional support to working family members. In addition, the company can increase happiness at work through the establishment of a healthy work environment, the establishment of consultation programs related to the physical and mental health of workers, and providing facilities that can help workers to channel their abilities and potential."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8   >>