Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Netty Hartati
"Penelitian ini berusaha mengkaji tentang kecenderungan perilaku dan motif prososial anak berbakat intelektual umum dengan cara membandingkannya dengan anak tidak berbakat intelektual umum. Perilaku prososial yang diteliti menggunakan teori yang dikemukakan oleh Mussen dan kawan-kawan (1984), terdiri dari empat dimensi yaitu berbagi, membantu orang yang membutuhkan, bekerjasama dengan orang lain dan mengungkapkan simpati. Sedangkan untuk motif prososial menggunakan teori Staub (1979), yaitu "self-gain ", "beliefs" dan "empathy".
Penelitian ini menggunakan rancangan kuesioner dengan sampel sebanyak 124 orang siswa kelas 2 SMU.N. 68 dan SMU.N.70 Jakarta tahun 199611997, terdiri dari 62 orang siswa berbakat intelektual umum dan 62 orang siswa tidak berbakat intelektual umum. Pengambilan sampel menggunakan teknik purporsive sampling.
Dari sampel penelitian tersebut diperoleh informasi sebagai berikut:
1. Ada perbedaan antara anak berbakat intelektual umum dengan anak tidak berbakat intelektual umum dalam perilaku prososial pads dimensi membantu. Dimana anak tidak berbakat intelektual umum memiliki kecenderungan yang lebih positif dari anak berbakat intelektual umum.
2. Perbedaan peran jenis kelamin terhadap perilaku dan motif prososial hanya terdapat pada anak tidak berbakat intelektual umum Dimana anak perempuannya memiliki kecenderungan yang lebih positif dari anak laki-lakinya.
3. Ada perbedaan antara anak perempuan berbakat intelektual umum dengan anak perempuan tidak berbakat intelektual umum dalam kualifikasi tingkat pengorbanan perilaku prososial.
4. Ada perbedaan antara anak berbakat intelektual umum dengan anak tidak berbakat intelektual umum dalam motif prososial yaitu pads motif "self-gain", dimana anak tidak berbakat intelektual umum lebih dipengaruhi oleh motif Mi.
5. Mengungkapkan rasa simpati, merupakan perilaku prososial yang lebih cenderung kearah positif dimiliki oleh anak berbakat intelektual umum.
6. Sedangkan motif prososial yang dominan mempengaiuhi anak berbakat intelektual umum adalah motif empati.
Berdasarkan ternuan penelitian tersebut, diajukan beberapa saran :
1. Perlu dilakukan pembinaan perilaku membantu dan mau berkorban untuk orang lain terhadap anak berbakat intelektual umum baik melalui jalur sekolah maupun jalur luar sekolah.
2. Sebagai penelitian lanjutan, disarankan menggunakan sampel yang lebih besar serta pengembangan variasi item pernyataan yang digunakan atau melakukan penelitian eksperimental lapangan."
1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fadhilah Suralaga
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jawaban tentang hubungan antara sikap orang tua terhadap anak berbakat dan "Task Commitment" siswa berbakat dengan prestasi belajar. Penelitian dilaksanakan pada dua SMU unggulan (SMU Plus) di Jakarta, yaitu SMUN 70 dan SMUN 68.
Subyek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik "Purposive Sampling" yaitu memilih anak berbakat berdasarkan data skor inteligensi (IQ ? 120) dam Tes Inteligensi Kolektif Indonesia -- Tinggi (TIKI-T) dan skor kreativitas (CQ 110) dari Tes Kreativitas Verbal (TKV- Konstruksi Utami Munandar). Dan 655 siswa kelas II, jumlah subyek yang berbakat adalah 63 orang (9,6%).
Sikap orang tua diukur dengan instrumen "Skala Sikap Orang Tua Terhadap Anak Berbakat" yang disusun sendiri, sedangkan "Task Commitment" siswa diukur dengan "Skala Pengikatan Diri Anak Berbakat Terhadap Tugas" konstruksi Yaumil Achir yang dimodifikasi. Sebelum digunakan, kedua alat ukur tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Skala sikap orang tua meliputi dimensi penerimaan terhadap keberbakatan, harapan tentang prestasi anak, perlindungan terhadap anak, pemberian tanggung jawab dan sikap pengasuhan. Skala "Task Commitment" Anak Berbakat meliputi dimensi kemampuan mengarahkan perilaku ke tujuan yang nyata, menetapkan "goal" di atas rata-rata, belajar dengan disiplin dan rencana, belajar secara mandiri serta ketangguhan/ keuletan.
Data prestasi belajar diambil dari nilai Rapor Catur Wulan 1, yaitu nilai rata-rata seluruh bidang studi. Diteliti pula nilai per bidang studi yang diperoleh melalui Ulangan Umum Bersama (UUB), yaitu nilai Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi dan PPKN.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara sikap orang tua terhadap anak berbakat pada dimensi perlindungan terhadap anak dengan prestasi belajar Bidang Studi Bahasa Inggris. Pada dimensi lainnya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap orang tua dengan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan pula bahwa ada hubungan positif antara "Task Commitment" siswa secara umum dan perdimensi dengan prestasi belajar, namun hubungan tersebut tidak signifikan.
Untuk meningkatkan mutu SMU unggulan (SMU Plus) dan pelayanan siswa berbakat disarankan agar diupayakan terns peningkatan kualitas guru dan proses belajar mengajamya. Penambahan waktu belajar hendaknya lebih diarahkan untuk membantu perkembangan dan memenuhi kebutuhan siswa secara individual, antara lain dengan mendorong siswa melakukan penelitian-penelitian, baik penelitian survai maupun eksperimental. Kepada siswa yang teridentifikasi sebagai berbakat dan orang tua mereka perlu diberikan pemahaman tentang keberbakatan dan upaya pengembangannya. Pelayanan Bimbingan Konseling juga perlu lebih ditingkatkan.
Temuan dalam penelitian menunjukkan bahwa calon siswa SMU yang mempunyai NEM SMP tinggi tidak selalu diikuti dengan prestasi belajar yang tinggi pula di SMU. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor situasional siswa pada saat evaluasi belajar dilaksanakan. Karena itu sistem penerimaan siswa berdasarkan NEM saja perlu dipertimbangkan kembali.
Dalam penelitian selanjutnya perlu diupayakan antara lain : pengambilan subjek yang lebih luas, penyusunan instrumen yang lebih baik, serta pengukuran aspek-aspek lain yang mungkin mempengaruhi prestasi belajar siswa berbakat. Dapat pula dilakukan perbandingan antara "task commitment" siswa berbakat dengan siswa berkemampuan normal yang berprestasi tinggi.
Lebih lanjut perlu juga dilakukan penelitian terhadap orang-orang yang sudah bekerja untuk melihat apakah ada hubungan antara prestasi akademis dengan prestasi kerja.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library