Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Stallings, William
New York: Pearson, 2018
005.8 STA c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Wood, Allen J.
Hoboken, New Jersey: Wiley-IEEE, 2014
621.31 WOO p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Adam Gana
"ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan kasus pencurian yang terjadi berulang
pada tahun 2013, 2014, dan 2015 yang terjadi di Kawasan Industri Krakatau Steel.
Sedangkan pada kondisi lain di kawasan ini telah diterapkan Sistem Manajemen
Pengawasan yang sesuai dengan standar Nasional. Oleh karena itu dapat
diidentifikasikan terdapat kelemahan dalam sistem security yang ada di kawasan
tersebut. Berdasarkan latar belakang permasalahan ini dapat dirumuskan
permasalahan mengapa terjadi kelemahan dalam sistem securiti di Kawasan
Industri Krakatau Steel tersebut dan bagaimana strategi meningkatkan keamanan
pada sistem keamanan yang ada di Kawasan Industri Krakatau Steel. Teori yang
digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen, teori manajemen security,
survey security, konsep Crime prevention through enviromental design dan analisis
SWOT. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode
survey yang ditujukan agar peneliti dapat melihat secara mendetail tentang
penyebab terjadinya kelemahan-kelemahan dalam sistem sekuriti tersebut,
sehingga peneliti selanjutnya mampu merumuskan strategi yang tepat guna
memperbaikinya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab
kelemahan dalam sistem keamanan ini adalah tidak dilakukannya pengawasan /
evaluasi pada sistem keamanan elektronik, khususnya pada idcard dan sistemnya,
yang terletak pada sistem akses kontrol di kawasan tersebut. Dimana karyawan
yang tidak bekerja, idcardnya tidak dikembalikan, dan perusahaan tidak menutup
atau memblokir id card pada karyawan yang sudak tidak bekerja lagi ditempat
tersebut, sehingga karu id yang dimilikinya meskipun dimiliki tidak dapat
difungsikan kembali pada sistem securiti acces control. Strategi yang dapat
diterapkan guna meningkatkan sistem keamanan di kawasan tersebut adalah
meningkatkan pengawasan kinerja operator yang menjadi admin pada sistem
security elektronik khususnya pada acces control elektronik. Selain itu juga dapat
dilakukan upaya agar setiap perusahaan dapat melakukan seleksi psikologi terhadap
calon anggota satpam baru, dan perusahaan dapat menggunakan kewenanganannya
untuk melakukan tes psikologi kepada anggota satpam yang dicurigai, sesuai
dengan rekomendasi Polda Banten.

ABSTRACT
This research is based on the problems of theft cases that occur repeatedly in 2013,
2014, and 2015 that occurred in Krakatau Steel Industrial Area. While in other
conditions in this region has been implemented Supervision Management System in
accordance with national standards. Therefore it can be identified there are
weaknesses in the existing security system in the region. Based on the background
of this problem can be formulated the problem of why there is a weakness in the
securiti system in Krakatau Steel Industrial Area and how the strategy to improve
security of existing security systems in Krakatau Steel Industrial Area. Theories
used in this research are management theory, security management theory, security
survey, Crime prevention through enviromental design concept and SWOT
analysis. The research method applied in this research is survey method aimed so
that the researcher can see in detail about the cause of the weaknesses in the
security system, so that the next researcher is able to formulate the right strategy
to fix it. The results of this study indicate that the cause of the weakness in this
security system is the absence of monitoring / evaluation on the electronic security
system, especially on the idcard and the system, which is located on the access
control system in the region. Where employees are not working, their idcards are
not returned, and the company does not close or block the barkor on employees
who are not working on the premises anymore, so that their possessions even
though owned can not be re-enabled on the securiti acces control system. Strategies
that can be applied to improve the security system in the region is to improve the
supervision of operator performance that becomes admin on electronic security
system especially on electronic acces control. In addition, efforts can be made for
each company to perform psychological selection of new candidates of security
guards, and companies may use their authority to perform psychological tests to
suspect members of the security guard, in accordance with the recommendation of
Banten Police."
2017
T49021
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sherly
"Dengan berkembangnya teknologi menyebabkan banyaknya kerentanan yang dapat terjadi pada jaringan wireless yang sering kali dimanfaatkan oleh berbagai pihak contohnya serangan DoS. Oleh karena itu sangat dibutuhkan sistem yang user friendly untuk memudahkan user dalam mendeteksi dan mencegah serangan tersebut sebelum attacker membahayakan jaringan. System tersebut dinamakan Intrusion Detection System (IDS). Pada pengujian ini menggunakan sistem operasi windows 10 dengan beberapa tools yaitu Snort sebagai IDS software, BASE sebagai report modul, Kiwi Syslog untuk menampilkan alert, dan hub sebagai network device. Ada beberapa jenis serangan yang dilakukan yaitu IP Scan dan Port Scan digunakan untuk mencari IP dan Port yang terbuka agar dapat diserang, dan Flooding sebagai penyerangnya. Dalam pengujian ini, terdapat beberapa skenario yang dilakukan yaitu pengujian Functionality Test pada client 1 – 3 untuk membandingkan nilai serangan, dan juga untuk mengetahui response time dari serangan yang dilakukan tersebut. Pada skenario pertama, dilakukan flooding pada 1 client (komputer target) dengan IP address 192.168.0.8 selama 60 menit lalu mendapatkan hasil 307.758 alert dan response time selama 0.000105741 s. Pada skenario kedua, dilakukan flooding terhadap 2 client sekaligus dengan IP address 192.168.0.1 dan 192.168.0.5 lalu hasil yang didapatkan sebanyak 378.920 alert dan response time selama 0.000127213 s. Dan pada skenario ketiga, dilakukan flooding terhadap 3 client sekaligus dengan IP address 192.168.0.8, 192.168.0.9, dan 192.168.0.4 lalu mendapatkan hasil sebanyak 430.212 alert dan response time selama 0.000142852 s. Pada setiap skenario dilakukan pengujian sebanyak 10 kali untuk melihat hasil yang didapatkan. Hasil yang didapat setelah melakukan pengujian tersebut ternyata mengalami kenaikan alert yang ditunjukan dengan persentase sebagai berikut yaitu dari skenario pertama ke skenario kedua sebesar 23,12%, skenario kedua ke skenario ketiga sebesar 13,53%, skenario pertama ke skenario ketiga sebesar 39,78%. Begitupula dengan response time yaitu dari skenario pertama ke skenario kedua sebesar 20,30%, skenario kedua ke skenario ketiga sebesar 12,29%, skenario pertama ke skenario ketiga sebesar 35,09%
With the development of technology, it causes many vulnerabilities that can occur in wireless networks which are often exploited by various parties, for example DoS attacks. Therefore, a user friendly system is needed to make it easier for users to detect and prevent these attacks before the attacker harms the network. The system is called the Intrusion Detection System (IDS). In this test using the Windows 10 operating system with several tools, namely Snort as IDS software, BASE as a report module, Kiwi Syslog to display alerts, and a hub as a network device. There are several types of attacks carried out, namely IP Scan and Port Scan used to find IP and open ports so that they can be attacked, and Flooding as the attacker. In this test, there are several scenarios that are carried out, namely Functionality Tests on clients 1-3 to compare the attack values, and also to determine the response time of the attacks carried out. In the first scenario, one client (target computer) was flooded with the IP address 192.168.0.8 for 60 minutes and then got 307.758 alerts and 0.000105741 s response time. In the second scenario, 2 clients are flooded at once with IP addresses 192.168.0.1 and 192.168.0.5 then the results obtained are 378,920 alerts and response time is 0.000127213 s. And in the third scenario, 3 clients are flooded at once with IP addresses 192.168.0.8, 192.168.0.9, and 192.168.0.4 and then get 430,212 alerts and a response time of 0.000142852 s. In each scenario, 10 times were tested to see the results obtained. The results obtained after carrying out the test turned out to have increased alerts as indicated by the following percentages, namely from the first scenario to the second scenario of 23.12%, the second scenario to the third scenario of 13.53%, the first scenario to the third scenario of 39.78 %. Likewise, the response time from the first scenario to the second scenario is 20.30%, the second scenario to the third scenario is 12.29%, the first scenario to the third scenario is 35.09%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Hutajulu, Roma
"Tesis ini tentang penyelenggaraan manajemen pengamanan fisik di kawasan ITC Kuningan -- Mal Ambasador dengan fokus penelitian terhadap koordinasi pengamanan fisik yang dilakukan oleh satuan pengamanan. Ruang lingkup penelitian adalah : (a) Prosedur operasional tindakan pengamanan fisik yang dilakukan oleh sekuriti ITC Kuningan - Mal Ambasador, dan (b) Koordinasi pengamanan fisik yang dilakukan oleh satuan pengamanan ITC Kuningan - Mal Ambasador.
Penelitian ini akan mempunyai tujuan sebagai berikut : (a) Mengetahui pola hubungan manajemen pengamanan fisik di ITC Kuningan - Mal Ambasador, dan (b) Mengetahui pola yang khusus menghasilkan hubungan antar individu.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara mend alam dan penelusuran dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa :
1. Kebijakan pengamanan pengelola gedung adalah membentuk kepala seksi pengamanan yang berada dibawah Departemen HRD dan GA. Operasionalisasi pengamanan yang dilakukan oleh satuan pengamanan melalui outsourcing dan internal pengelola gedung dengan berpedoman pada standar prosedur operasional yang sama. Koordinasi pengamanan gedung dilakukan oleh Kepala Sekuriti (Chief Security) masing-masing dan melakukan koordinasi bersama dibawah koordinator Kawasan ITC Kuningan - Mal Ambasador.
2. Koordinasi yang dilakukan antar personil satuan pengamanan menggunakan mekanisme koordinasi penyesuaian timbal balik karena hubungan antar individu/unit satuan pengamanan memiliki kesalingtergantungan timbal balik (reciprocal); sedangkan antara satuan pengamanan dengan kepolisian memiliki hubungan kesalingtergantungan berurutan (sequential) sehingga mekanisme koordinasi berdasarkann perencanaan. Adapun hubungan antara satuan pengamanan dengan karyawan merniliki kesalingtergantungan terpisah (polled) sehingga jenis koordinasi dilakukan berdasarkan suatu standar tertentu.
3. Hubungan antara satuan pengamanan dan manajemen bersifat vertikal dan formal, sedangkan hubungan dengan karyawan bersifat horisontal dan formal. Hubungan satpam dengan penyewa dan pengunjung bersifat horisontal dan informal. Kedua hubungan tersebut mendukung upaya penciptaan rasa aman dan nyaman. Sebaliknya, hubungan harrnonis antara satpam dengan supir angkot yang bersifat horisontal dan informal mengandung potensi konflik antar keduanya karena perbedaan tujuan.
4. Dilihat dan tingkat pengamanan fisik, pengamanan yang dilakukan oleh manajemen termasuk dalam "menuju" katagori High Level Security. Salah satu aspek yang belum mencukupi katagori sesungguhnya High Level Security karena belum tersedianya formal contingecy plans. Dari segi teknologi pengamanan masih belum memiliki kelengkapan yang sama. ITC Kuningan memiliki alat kontrol digital terhadap kegiatan pengamanan, sedangkan Mal Ambasador memiliki jaringan otomatis ke dinas pemadam kebakaran.
5. Dalam menjalankan fungsi pengawasan keamanan, dilaksanakan pengawasan pendahuluan dan pengawasan yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan. Hal ini dinilai relevan karena sifat pengamanan yang Iebih menekankan pada tindakan preventif dan aktif."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2006
T17754
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reni Munazaroh
"Tesis ini membahas tentang sistem pengamanan Markas Besar Kepolisian yaitu kantor pusat pelaksanaan kegiatan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menganut sistem Kepolisian Terpusat (Centralized System of Policing) yaitu sistem kepolisian yang terpusat/ tersentralisasi dimana sistem kepolisian berada di bawah kendali atau pengawasan langsung Markas Besar Polri. Dalam melaksanakan peran dengan sistem terpusat ini, sehingga Polri memiliki ciri yakni menggunakan sistem komando secara terpusat, terdapat standarisasi profesionalisme, wilayah kewenangan hukum lebih luas. Tesis ini khusus membahas terkait sistem pengamanan Mabes Polri dalam perspektif manajemen sekuriti fisik. Menggunakan metode kualitatif dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil tesis ini menunjukkan bahwa sistem pengamanan Mabes Polri dalam persepktif sekuriti fisik masih kurang dikarenakan hasil penentuan level sistem pengamanan sekuriti fisik Mabes Polri pada level 2 dan belum pada level 1 atau level optimal, hasil ini juga dikuatkan oleh perhitungan Obyek vital tertentu yang menguatkan nilai level tersebut. Dari hasil observasi, wawancara dan studi dokumen kajian di Mabes Polri masih terbatas pada level kepolisian wilayah. Rekomendasi dalam tesis ini yaitu agar dibuat kajian khusus level Markas besar secara spesifik terkait sekuriti fisik, baik dalam hal menentukan level keamanan Markas Besar hingga secara jelas menyusun dan melaksanakan standar personil, alat, serta prosedur yang terpusat, kemudian sebaiknya Polri dapat membuat acuan sistem pengamanan agar masyarakat dapat menerapkannya di tempat tinggal, lingkungan, perkantoran, maupun sarana publik lainnya, karena seperti yang kita ketahui bahwa Polri berwenang terhadap penyelenggaraan Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa), Namun terkait manajemen sekuriti fisik Polri belum mempunyai acuan dan standar baku. Rekomendasi lain bagi Markas Polri dari penulis yakni sebaiknya Markas Polri mengatur ulang pemetaan zona, mulai dari zona publik, zona semi khusus hingga zona sangat khusus misalnya area Densus, intel dan ruang-ruang penyimpanan senjata.

This thesis discusses the Security system the headquarters of Indonesia National Police an overview of the perspective of physical security management, which is a central office of police activity that adheres to the Centralized System of Policing, a centralized / centralized police system in which the police system is under direct control or supervision by the National Police Headquarters. In case of this role with a centralized system so that the Police of the Unitary State of the Republic of Indonesia has the characteristic of using a centralized command system, there is a standardization of professionalism, a wider area of ​​legal authority, the scope of supervision in this system is broad. This thesis discusses specifically related to the security system of the Indonesia National Police Headquarters in the perspective of physical security management related to various events that have occurred such as fires, bomb explosions, and threats, besides those that often occur today such as large demonstrations, then the Headquarters security system. The results of this thesis indicate that the police Headquarters security system in terms of physical security is still lacking and the reach level is 2, not reach level 1 yet. Existing documents studies in Indonesia National Police Headquarters are still limited to the regional police level. Recommendations in this thesis for security systems in Headquarters so that specific Headquarters level studies are specifically made regarding physical security, both in terms of determining the security level of Headquarters to clearly formulate and implement centralized standard so the community can apply it in residences, environment, offices, and other public facilities, as we know that the National Police has the authority to organize the Swakarsa Security (Pam Swakarsa). Another recommendation for the Indonesia National Police is that doing rearrange the mapping of zones, starting from public zones, public reports, semi-special to zones very special for example Detachment area, intelligence and weapons storage rooms."
Depok: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2019
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library