Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 57 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Stilwell, Alexander
London: Chancellor Press, 2000
R 613.69 STI s
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
USA: The population council, 1984
613.043 2 CHI
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Puska UI, 1987
613.043 2 UNI j
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: BAPENAS, 1989
613.043 IND r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Sitohang, Sahat
Jakarta: Kelompok Studi Masalah Kesehatan Masyarakat Kota, Pusat Penelitian UNIKA Atma Jaya, 1986
R 312.23 SIT k
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Rizal Sanif
"Penelitian survival secara historical cohort pada enam puluh dua penderita tumor ovarium borderline. Terdapat 9 penderita stadium FIGO IA, 9 stadium IC, 3 stadium IIIA, 2 stadium IIIB, 4 stadium IIIC, 1 stadium IV dan 34 stadium inadekuat. Dua puluh satu penderita dilakukan pembedahan radikal, 10 penderita hanya dilakukan histerektomi total dan salfingo-ooforektomi bilateral, 6 penderita dilakukan pembedahan konservatif, 24 penderita hanya dilakukan unilateral salfingo-ooforektomi atau kistektomi dan 1 penderita hanya biopsi saja. Enam belas penderita mendapat kemoterapi adjuvan kombinasi dengan platinum base, yaitu 8 penderita stadium inadekuat, 7 stadium III dan 1 stadium IV. Lama pengamatan lanjut antara 0,002 sampai 10,48 tahun dengan median 3,5 tahun. Lima puluh sembilan penderita tetap hidup. Tiga penderita meninggal karena penyakitnya. Residif terjadi pada 4 penderita. Ketahanan hidup penderita 2 tahun 96% dan 10 tahun 94%. Pada test ?log rank? didapatkan residu dan tipe histologi merupakan faktor prognostik yang bermakna mempengaruhi survival. (Med J Indones 2002; 11: 222-9)

Sixty-two patients with borderline tumors of ovary were historical cohort analyzed for survival characteristics. There were 9 patients with FIGO stage IA, 9 with stage IC, 3 with stage IIIA, 2 with stage IIIB, 4 with stage IIIC, 1 with stage IV and 34 with inadequate stage tumors. Twenty one patients had surgical staging with radical surgery, 10 patient had at least a total abdominal hysterectomy and bilateral salpingo-oophorectomy, 6 patient had surgical staging with conservative surgery, 24 patient had at least a unilateral salphingo-oophorectomy or ovarian cystectomy and 1 patient had biopsy. Sixteen patients received cisplatin-based combination chemotherapy, that were 8 with inadequate stage tumors, 7 with stage III tumors and 1 with stage IV tumor. Follow-up range from 0.02 to 10.48 years, with a median of 3.5 years. Fifty nine patient were alive. Three patients died, all of disease. Recurrence were found in 4 patients. The overall 2-years survival rate was 96% and 10-years survival rate was 94%. In log rank test, residual disease and histology type were significant predictor of survival. (Med J Indones 2002; 11:222-9)"
Medical Journal of Indonesia, 2002
MJIN-11-4-OctDec2002-222
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Eska Riyanti Kariman
"Tingkat pemakaian kontrasepsi pil di kalangan wanita PUS cukup tinggi, hal itu terlihat dari data pemakaian kontrasepsi pil hasil SDKI 2002103 sebesar 13,2 % . Tingginya prevalensi pemakaian kontrasepsi pil tersebut tidak dibarengi dengan tingginya tingkat kelangsungan pemakaian, hasil SDKI 1997 tercatat 34 % pemakai pit tidak menggunakan lagi setelah sate tahun_ Angka putus pakai (drop out) pil ini merupakan yang kedua tertinggi setelah kondom. Tingkat kelangsungan pemakaian kontrasepsi pil arnat dipengaruhi oleh kedisiplinan dan kepatuhan akseptor dalam memakainya. Hal tersebut dimungkinkan bila akseptor memiliki pengetahuan dan informasi yang cukup yang dapat diperoleh melalui konseling yang dilakukan oleh petugas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konseling kontrasepsi dengan tingkat kelangsungan pemakaian kontrasepsi pil. Data yang digunakan adalah data sekunder SDKI 2002103. Disain penelitian adalah crossectional dengan kajian statistik analisis survival.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kelangsungan pemakaian kontrasepsi pil adalah 31 bulan dengan median survivalnya 37 bulan. Probabilitas kelangsungan pemakaian kontrasepsi pil setelah bulan ke-12 adalah 62 % dan probabilitas kelangsungan setelah bulan ke-60 adalah 31 %. Probabilitas kelangsungan pernakaian kontrasepsi pil setelah bulan ke-12 pads kelompok yang mendapat konseling kontrasepsi adalah 66%, sedangkan pada kelompok yang tidak mendapatkan konseling kontrasepsi 56 %. Risiko untuk putus pada akseptor pil yang tidak mendapatkan konseling adalah 1.6 kali bila bertempat tinggal dikota dan 1.5 kali bila tinggal didesa. Risiko untuk putus pada akseptor pil yang tidak konseling adalah 1.6 kali bila tidak ada efek camping dan menjadi 2 kali bila ada efek samping.
Tingginya risiko putus pemakaian kontrasepsi pil di wilayah perkotaan perlu mendapatkan perhatian dari pengelola program Keluarga Berencana. Dugaan sementara hal ini dijumpai didaerah kota pinggiran atau daerah kumuh, untuk itu kegiatan konseling kontrasepsi yang lebih intensif terkait dengan akseptor di daerah tersebut hares ditingkatkan misalnya melalui kunjungan petugas yang lebih sering ke rumah diharapkan dapat menurunkan risiko putus pakai. Kegiatan konseling pada prinsipnya dilakukan untuk mengurangi kekhawatiran akseptor akan efek sarnping yang ditimbulkan kontrasepsi selama pemakaiannya.

Prevalence of pill contraception used among reproductive woman are high, it can seen at SDKI 2002/03 which is about 13,2 %. This height prevalence is not followed with the-continuity rate, only 34 % of women still used pill contraception within 12th month recorded in SDKI 1997. This rate as highest secondly after condom. The pill contraception continuity rate is influenced by discipline and compliance of acceptor in using it.That things is possible when acceptor have enough knowledge and information about contraception usage which they can get it from councelling by family planning officer.
This study is aimed to gain information on relationship of contraception counselling with the period of time pills uses. This study uses secondary data SDKI 2002/03. Study design used is crossectional with statistical survival analysis.
The result study shows that mean of pill contraception continuity rate are 31 month with median survival are 37 month. The Probabilities of pills continuity rate after 12th month are 62 percent and probabilities of pills continuity rate after 60th month are 31 percents. Probabilities of pills continuity rate after 12'h month in whom that receive counsellings are 66 percents, men while the group whom that not receive counselling only 56 percent. The risk of drop out among the pills acceptbr whom that not receive counsellings are 1,6 times if they lives at the city and 1,5 times if they lives at the village. The risk of drop out pills among acceptor whom that not receive counsellings are 1,6 times if they not have side effect and it can be 2 times if they have side effects.
The height risk of drop out pills among acceptors in urban region need to get more attentions from the organizer of family planning program. Momentary, assumption whereas this matter is met in marginal town area or slum region, for that more intensive program of counselling contraception related to acceptor in the are, for example more regular follow up to the acceptors whom lives at this area and had side effect. The principle of counseling is to lessen the worried feeling of the acceptor with the side effects generated by contraception during its usage.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2006
T19128
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cox, D.R. (David Roxbee)
London: Chapman & Hall, 1984
519.5 COX a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ardi Artanto
"Pekerja sandblast berisiko terpajan debu silica yang dapat menyebabkan silikosis dan mengakibatkan kematian. Laporan kasus berbasis bukti ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemungkinan hidup pekerja dengan diagnosis silikosis. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed dan Scopus dan seleksi dilakukan sesuai kata kunci. Total artikel yang didapatkan adalah tiga buah artikel yang relevan dan paling sesuai mendekati PICO. Setelah dilakukan telaah kritis, ketiga artikel dinyatakan valid. Penelitian Merlo F di Genoa, Italia, mendapatkan rasio mortalitas standar sebesar 1,61 (IK95% 1,48-1,86). Penelitian Carta P di Sardinia, Italia, mendapatkan rasio mortalitas standar sebesar 1,35 (IK95% 1,24-1,46). Sedangkan penelitian Bakan ND di Turki mendapatkan survival rate 5 tahun pada pekerja dengan silikosis adalah sebesar 69%. Berdasarkan satu studi yang ditemukan, pekerja dengan silikosis memiliki survival rate 5 tahun yang masih cukup tinggi yaitu sebesar 69%.

Sandblast workers are at risk of silica dust exposure that can cause silicosis and lead to death. This evidence-based case report aims to determine survival among workers with silicosis. The literature search was done through PubMed and Scopus and the selection was done according to the keyword. The total articles obtained are three relevant and most appropriate articles approached to PICO. After critically reviewed, all three articles are declared valid. Merlo F's research in Genoa, Italy, found the standard mortality ratio was 1.61 (IK95% 1.48-1.86).Carta P's research in Sardinia, Italy, found the standard mortality ratio was 1.35 (IK95% 1,24-1,46).  While Bakan ND's research in Turkey found 5 years survival rate in workers with silicosis was 69%. Based on one article found, 5 years survival rate in workers with silicosis was still quite high."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2018
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6   >>