Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dwi Oktaviana
"Penelitian ini mengkaji efek modifikasi kimia secara ikat silang dan penambahan asam stearat pada perubahan sifat fungsional pati tapioka dan daya cerna pati tapioka. Agen ikat silang yang digunakan adalah campuran natrium trimetafosfat dan natrium tripolifosfat, serta penambahan asam stearat untuk pembentukan senyawa kompleks amilosa-lipid. Sifat fungsional pati modifikasi dapat ditunjukan pada kelarutan, penurunan swelling power, viskositas dan kejernihan pasta. Pati modifikasi juga dikarakterisasi menggunakan FTIR, XRD, SEM dan TGA. Efek yang diperoleh dari modifikasi tersebut dapat menurunkan viskositas, kejernihan, kelarutan serta menghambat swelling. Efek modifikasi ini juga menurunkan daya cerna pati secara signifikan sehingga pati resisten ini dapat digunakan sebagai pangan fungsional untuk mencegah obesitas dan diabetes

The present work was carried out the effect of cross-linking and addition of stearic acid in the functional properties of tapioca starch and digestibility of tapioca starch. The crosslinking agent used is a mixture of sodium trimethaphosphate and sodium tripolyphosphate, as well as the addition of stearic acid for the formation of amylose-lipid complexes. The functional properties of modified starch can be shown in the solubility, decreased swelling power, viscosity and clarity of the paste. Modified starch was also characterized using FTIR, XRD, SEM and TGA. The effect obtained from these modifications can reduce viscosity, clarity, solubility and inhibit swelling. This modification can reduced starch digestibility significantly so that this resistant starch can be used as a functional food to prevent obesity and diabetes"
Lengkap +
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Indonesia memiliki banyak jenis tanaman obat. Setidaknya ada lebih dari 1000 jenis tanaman yang diidentifikasi sebagai tanaman obat. Daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang mempunyai khasiat sebagai obat. Telah dilakukan penelitian untuk memformulasikan sediaan krim dari ekstrak daun bandotan. Ekstraksi serbuk simplisia dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 50%. Ekstrak kental daun bandotan kemudian dibuat menjadi sediaan krim dengan menggunakan perbandingan asam stearat 10% dan 14% serta perbandingan emulgator 4%, 6% dan 8% (tween 60; tween 80 dan span 60). Krim dievaluasi secara fisik dengan menggunakan alat sentrifuge kecepatan 3800 rpm selama 5 jam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa formula krim yang mengandung asam stearat 14% dengan emulgator 8% (tween 80 dan span 60 (3:2)); asam stearat 10% dengan jumlah emulgator 8% (tween 60 dan span 60 (3:2)), emulgator 6% dan 8% (tween 80 dan span 60 (3:2)) menghasilkan fisik krim yang stabil."
Lengkap +
Universitas Indonesia, 2007
S32595
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Khalish Nuryadin
"Nanopartikel Besi Oksida dan nanokomposit Besi Oksida/NGP (NanoGraphene platelets) sebagai material aditif telah disintesis menggunakan metode sol-gel. Komposit PCM (Phase change material) SA (Stearic acid)-Besi Oksida dan SA-Besi Oksida/NGP disintesis menggunakan metode sonifikasi dengan varisis wt.% yaitu 1 wt.%, 3 wt.% dan 5 wt.%. Sampel dikarakterisasi dengan X-Ray diffraction, Fourier Transform Infrared Spectroscopy, Energy Dispersive X-Ray, Field Emission Scanning Electron Microscope, Differential Thermal Analysis-Thermogravimetric Analysis dan Differential Scanning Calorimetry. Nanokomposit memperlihatkan fase gabungan struktur kristal cubic spinel dengan bidang struktur NGP. Spektrum FTIR mengkomfirmasi pencampuran material aditif pada Stearic acid tidak merubah struktur ikatan kimia. Nanokomposit tercampur dispersi dengan baik di atas Stearic acid dan sisa jumlah presentase kehilangan berat dalam kurva Thermogravimetric sama dengan variasi wt.%. Hasil karakterisasi sifat termal komposit PCM memperlihatkan peningkatan kapasitas panas dan kalor latent. Peningkatan kalor latent maksimum pada SA-Besi Oksida/NGP sebesar 23% dan SA-Besi Oksida/NGP sama dengan 30% terjadi pada wt.% penambahan yang sama.

Nanopartikel Iron oxide and nanocomposite Iron oxide/NanoGraphene platelets (NGP) as material additives have been synthesized using sol-gel method. Phase change material (PCM) composites SA(Stearic acid)-Iron oxide and SA-Iron oxide/NGP have been synthesized using sonication method with various wt.% respectively by 1 wt.%, 3 wt.% and 5 wt.%. Sample were characterized with various method such as X-Ray diffraction, Fourier Transform Infrared Spectroscopy, Energy Dispersive X-Ray, Field Emission Scanning Electron Microscope, Differential Thermal Analysis-Thermogravimetric Analysis and Differential Scanning Calorimetry. Nanocomposite show the mixture of cubic spinel crystal structures with plane of NGP structure. The FTIR spectra confirmed that mixing of material additivies with Stearic acid not showing changes in chemical structure. Nanocomposite well dispersed in surface of Stearic acid and weight loss of PCM composites in Thermogravimetric curve same as with wt.% addition.Thermal characterization of PCM composites shows that enhancement in heat capacity and latent heat. The enhancement of latent heat in SA-Iron oxide and SA-Iron oxide/NGP by about 23 % and 30% using the same 1 wt. % of material additives.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2016
S63294
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ika Indah Lestari
"ABSTRACT
Dewasa ini, kebutuhan inhibitor korosi di Indonesia semakin meningkat seiring dengan banyaknya industri minyak dan gas bumi. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian mengenai sintesis inhibitor korosi khususnya yang berbasis senyawa organik untuk menangani permasalahan tersebut. Senyawa turunan imidazolin merupakan salah satu senyawa organik yang sering digunakan sebagai inhibitor korosi pada baja karbon. Pada penelitian ini, telah berhasil disintesis senyawa turunan imidazolin yaitu EDA-AS, DETA-AS, TETA-AS, dan AEEA-AS dengan mereaksikan asam stearat (AS) dan variasi poliamina dengan menggunakan metode MAOS (Microwave Assisted Organic Synthesis). Persen yield optimum senyawa EDA-AS diperoleh pada waktu sintesis 5 menit (94,28%), DETA-AS 7 menit (89,81%), TETA-AS 9 menit (89,18%), dan AEEA-AS 3 menit (96,21%). Sintesis senyawa TETA-AS menggunakan metode Dean Stark dan refluks juga dilakukan sebagai pembanding untuk mengetahui metode yang lebih efektif dan efisien, dimana diperoleh % yield tertinggi yaitu menggunakan metode Dean Stark (97,27%), diikuti oleh metode refluks (96,83%) dan MAOS (89,81%). Seluruh senyawa hasil sintesis telah dikonfirmasi strukturnya menggunakan instrumen UV-Vis, FT-IR, 1H-NMR, dan LC-MS/MS dimana terlebih dahulu diuji kemurniannya menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan alat pengukur titik leleh. Hasil sintesis kemudian diuji aktivitasnya sebagai inhibitor korosi terhadap baja karbon dalam larutan 1% NaCl dengan memvariasikan konsentrasi imidazolin (100, 200, 300, 400, dan 500 ppm) yang kemudian diolah dengan menggunakan metode polarisasi Tafel. Nilai %EI tertinggi diperoleh pada penambahan 500 ppm senyawa EDA-AS, DETA-AS, TETA-AS, dan AEEA-AS berturut-turut sebesar 74,21%; 75,90%; 85,52%; dan 89,70%. Penelitian ini telah membuktikan bahwa dengan memvariasikan poliamina akan sangat mempengaruhi aktivitas inhibisi dimana pada senyawa AEEA-AS memiliki aktivitas inhibisi paling besar karena memiliki kelektronegatifan yang lebih besar dibandingkan senyawa lainnya. Berdasarkan data yang diperoleh pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa senyawa turunan imidazolin dapat memiliki kemampuan sebagai inhibitor korosi pada baja karbon.

ABSTRACT
Nowadays, the need of corrosion inhibitors in Indonesia is increasing because many oil and gas industries use equipment and instruments made of metal on their operational activities. Therefore, a study is needed on corrosion inhibitor synthesis, especially those derived from organic coumpunds to solve these problem. Imidazoline derivatives are one of the organic compounds that are often used as corrosion inhibitors in carbon steel. In this study, four imidazoline derivatives, i.e. (EDA-SA), (DETA-SA), (TETA-SA), dan (AEEA-SA) had been successfully synthesized by reacting Stearic Acid (SA) and various polyamine with variation of reaction time by using MAOS (Microwave Assisted Organic Synthesis) method. The optimum yield of imidazoline derivative compounds were obtained from EDA-SA at 5` (94,28%), DETA-SA at 7` (89,81%), TETA-SA at 9` (89,18%) and AEEA-SA at 3` (96,21%). The synthesis of TETA-SA compounds using the Dean Stark method and reflux was also carried out as a comparison to find out more effective and efficient methods, which obtained the highest% yield using Dean Stark method (97,27%), followed by the reflux method (96,83%) and MAOS (89,81%)). All of the synthesized compounds were identified by using thin layer chromatography (TLC) and examined their melting point. The structure of all synthesized compounds had been confirmed by using UV-Vis, FT-IR, 1H-NMR, and Liquid Chromatography-Mass Spectrometer (LC-MS). All of synthesized was tested for its activity as a corrosion inhibitor of carbon steel in 1% NaCl solution with variation of the imidazoline concentration (100, 200, 300, 400 and 500) ppm which is then processed using the Tafel polarization method. The highest %EI was obtained at 500 ppm of EDA-SA, DETA-SA, TETA-SA, and AEEA-SA with 74,21%; 75,90%; 85,52%; and 89,70%. This study has proven that varying polyamines will greatly influence inhibitory activity where the AEEA-SA compounds have the greatest inhibitory activity due to this compound having greater electronegativity than other compounds. Based on the data obtained in this study, it can be concluded that imidazoline derivative compounds can have the ability as corrosion inhibitors on carbon steel."
Lengkap +
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Olan Maulana
"Tingginya kematian akibat kanker mendorong pengembangan agen antikanker dari bahan alam yang melimpah. Baru-baru ini, ester asam lemak-gula menarik perhatian karena diketahui memiliki berbagai aktivitas biologis, seperti antijamur, antibakteri, dan antikanker. Ester asam lemak-gula juga diketahui memiliki struktur amfifilik membuatnya berpotensi untuk digunakan sebagai emulsifier. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis ester asam stearat-gula sebagai kandidat agen antikanker dan emulsifier. Ester asam stearat-gula berhasil disintesis melalui esterifikasi secara enzimatik menggunakan Novozymes Eversa Transform 2.0 sebagai katalis dengan konsentrasi 5% terhadap massa substrat dan n-heksana sebagai pelarut pada suhu 40oC selama 48 jam. Terbentuknya ester asam stearat-gula dikonfirmasi dengan munculnya puncak serapan C=O khas ester pada karakterisasi dengan spektrometer FTIR. Ester asam stearat-gula memberikan sitotoksisitas yang baik terhadap sel MCF-7 dengan IC50 sebesar 24,2 µg/mL; 37,2 µg/mL; dan 73,0 µg/mL masing-masing untuk ester asam stearat-fruktosa, ester asam stearat-manitol, dan ester asam stearat-manosa. Hasil ini menjadikan ester asam stearat-gula cocok untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai agen antikanker. Ester asam stearat-gula juga mampu menstabilkan emulsi air dalam minyak sehingga mendorong penerapannya sebagai emulsifier air dalam minyak.

The high mortality from cancer encourages development anticancer agents from abundant natural materials. Recently, sugar-fatty acid esters has attracted attention because they are known have various biological activities, such as antifungal, antibacterial, and anticancer. Sugar-fatty acid esters are also known to have an amphiphilic structure making them potential to be used as emulsifiers. This study aims to synthesize sugar-stearic acid esters as candidates for anticancer agents and emulsifiers. Sugar-stearic acid esters were successfully synthesized by enzymatic esterification using Novozymes Eversa Transform 2.0 as a catalyst with concentration 5% of the substrate mass and n-hexane as a solvent at 40oC for 48 hours. The formation of sugar-stearic acid esters was confirmed by the appearance of ester-specific C=O absorption peak on the characterization with FTIR spectrometer. Sugar-stearic acid ester provides good cytotoxicity to MCF-7 cells with IC50 of 24.2 µg/mL; 37.2 µg/mL; and 73.0 µg/mL respectively for fructose-stearic acid ester, mannitol-stearic acid ester, and mannose-stearic acid ester. These results make sugar-stearic acid ester suitable for further development as an anticancer agent. Sugar-stearic acid esters are also able to stabilize water-in-oil emulsions, thus promoting their application as water-in-oil emulsifiers. "
Lengkap +
Depok: Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"The research was aimed to study the effect of stearict acid on physical and mwchanical prperies of edible film from janggelan leaf extract (Mesona palustris Bi)....."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rizky Andiarto
"Stearic acid/besi oksida (Sa/Fe3O4) dan stearic acid/besi oksida/titanium dioksida (Sa/Fe3O4/TiO2) sebagai material berubah fasa telah disintesis dengan mencampurkan Fe3O4 dan Fe3O4/TiO2 ke dalam stearic acid melalui teknik dispersi. Karakterisasi kemudian dilakukan dengan pengukuran X-ray Diffraction (XRD), Energy Dispersive X-Ray (EDX), Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan Field Emission Scanning Microscopy (FESEM) untuk investigasi struktur, unsur, mode vibrasi dan morfologi dari sampel. Sifat termal dari sampel juga dikarakterisasi untuk mengetahui kemampuan sampel sebagai media penyimpanan kalor melalui pengukuran Differential Scanning Calorimetry (DSC) dan Thermogravimetric Analysis (TGA). Hasil yang didapat menunjukkan bahwa Sa/Fe3O4 dan Sa/Fe3O4/TiO2 memiliki nilai kalor laten, kapasitas panas, dan stabilitas termal yang lebih baik daripada stearic acid.

Stearic acid/iron oxide (Sa/Fe3O4) and stearic acid/iron oxide/titanium dioxide (Sa/Fe3O4/TiO2) as a phase change material were synthesized by mixing the Fe3O4 and Fe3O4/TiO2 into the stearic acid. All of the samples were characterized by X-ray Diffraction (XRD), Energy Dispersive X-Ray (EDX), Fourier-Transform infrared spectroscopy (FTIR) and Field Emission Scanning Microscopy (FESEM) for structural properties, elemental investigation, morphologies and vibrational modes of the samples. The thermal properties of the sample were also characterized to investigate the thermal storage ability by Differential Scanning Calorimetry (DSC) and Thermogravimetric Analysis (TGA). The results show that the Sa/Fe3O4 and Sa/Fe3O4/TiO2 have better latent heat, specific heat, and thermal stability than the stearic acid itself.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2016
S63622
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farrah Fedricia Sabrina
"ABSTRAK
Kestabilan sediaan harus diperhatikan dalam memformulasikan sediaan farmasi, yaitu berada dalam batas penerimaan selama masa periode penyimpanan dan penggunaan, sifat dan karakterisasinya tetap sama seperti saat dibuat. Pada penelitian diformulasikan sediaan krim etosom KE dan non etosom KNE asam azelat, dilakukan evaluasi sediaan krim, uji stabilitas fisik, dan uji stabilitas kimia terbentuknya asam stearat dan asam miristat sebagai hasil urai basis krim. Hasil uji stabilitas fisik, pengujian organoleptis KE selama 8 minggu penyimpanan suhu rendah, ruang, dan tinggi terjadi pemisahan etosom dengan basis, bau tengik, dan sineresis. Pengujian cycling test dan uji mekanik KE terjadi pemisahan etosom dari basis. Pada uji stabilitas kimia, persentase kadar isopropil miristat IPM tersisa pada KE setiap dua minggu pengujian, dihitung dari minggu ke-0 sebesar 99.16, 95.65, 92.86, 91.95, dan 71.68. Persentase kadar IPM tersisa pada KNE sebesar 99.08, 89.69, 88.56, 87.83, dan 40.53. Persentase kadar gliserol monostearat GMS tersisa pada KE setiap dua minggu pengujian, dari minggu ke-0 sebesar 75.74, 41.81, 36.84, 23.28, dan 8.68, dimana kadar GMS tersisa pada KNE sebesar 72.45, 58.33, 47.34, 20.75, dan 2.23. Waktu kadaluarsa t80 IPM dan GMS KE berdasarkan perhitungan masing-masing 6.39 dan 3.58 minggu. Pada KNE, waktu kadaluarsa IPM dan GMS masing-masing 6.05 dan 2.25 minggu.

ABSTRACT
The stability of dosage form shall be maintained in preparing a pharmaceutical formulation, which is acceptable during the period of storage, its nature and characterization remain the same as when it was manufactured. In this research, the formulation of ethosomal KE and non ethosomal KNE azelaic acid cream is prepared, cream was evaluated, physical and chemical stability test of stearic acid and myristic acid as degradation result of the cream base. Organoleptic KE test for 8 weeks storage of low, room, and high temperature occurs ethosomal phase separation, rancid odor, and sineresis. Cycling and mechanical test of KE occurs the separation of ethosome. In the chemical stability test, percentage of IPM remained at KE every two weeks of testing, from zero week was 99.16, 95.65, 92.86, 91.95, and 71.68. The remaining percentage of IPM in KNE was 99.08, 89.69, 88.56, 87.83, and 40.53. The remaining percentage of GMS remained in KE every two weeks was 75.74, 41.81, 36.84, 23.28, and 8.68, where the remaining GMS in KNE was 72.45, 58.33 47.34, 20.75, and 2.23. Expiration date t80 IPM and GMS in KE is 6.39 and 3.58 weeks. In KNE, texpiration date of IPM and GMS is 6.05 and 2.25 weeks."
Lengkap +
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Azzahra Aliyya Rahman
"ABSTRAK
Isopropil miristat dan gliseril monostearat merupakan ester dari asam miristat dan asam stearat yang seringkali digunakan dalam basis krim anti aging. Namun, dengan adanya keberadaan air dan suasana asam dapat menyebabkan ikatan ester dari kedua zat tersebut terputus, sehingga kembali membentuk asam miristat dan asam stearat. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data stabilitas produk krim anti agingdengan uji stabilitas dipercepat, melalui perhitungan asam miristat dan asam stearat sebagai hasil urainya. Asam lemak diesterifikasi terlebih dahulu sebelum dianalisis menggunakan metode esterifikasi Lepage dengan pelarut metanol-toluen 4:1 v/v dan asetil klorida sebagai katalis reaksi. Analisis data stabilitas produk dilakukan menggunakan kromatografigas Shimadzu GC-17A dengan kolom HP-1 dan detektor ionisasi nyala. Kondisi analisis yang digunakan yaitu suhu awal kolom 120 C dengan kenaikan 10 C/menit hingga 160 C, dinaikkan 3 C/menit hingga 220 C dan dipertahankan selama 5 menit, lalu dinaikkan 10 C/menit hingga 260 C dan dipertahankan selama 5 menit. Suhu injektor 260 C, suhu detektor 280 C, dan laju alir gas pembawa 1,0 mL/menit. Waktu retensi campuran asam miristat dan asam stearat berturut-turut sekitar 16,655 menit dan 28,169 menit dengan faktor ikutan 0,734 dan 0,943. Metode validasi campuran asam miristat dan asam stearat yang dilakukan memenuhi persyaratan, dengan linearitas untuk asam miristat y = 9,6483 190, 78x dengan koefisien korelasi r = 0,9997 dan nilai LOD = 0,0013 ppm ; LOQ = 0,0042 ppm. Kemudian untuk asam stearat diperoleh linearitas y = 17,163 106,22x dengan koefisien korelasi r = 0,9998 dan nilai LOD = 0,0016 ppm; LOQ = 0,0053ppm. Pada hasil uji stabilitas dipercepat krim anti aging, diperoleh rata-rata kadar isopropil miristat tersisa pada bulan ke -0, -1, -2, dan -3 sebesar 99,6283 ; 99,1995 ; 98,2571 ; dan 97,1511 . Sedangkan rata-rata kadar gliseril monostearat yang tersisa berturut-turut sebesar 99,6791 ; 98,2881 ; 96,2247 ; dan 93,7195. Tanggal kadaluwarsa dari sediaan tersebut dihitung menggunakan orde nol, yakni 10 bulan dan 9 hari.

ABSTRACT
Isopropyl myristate and glyceryl monostearate are ester form of myristic acid and stearic acid, which commonly used as a component in anti aging cream base. Therefore, with high presence of water and acid as catalyst, the ester linkage can break down and form myristic acid and stearic acid. This study aimed to obtain the stability data of anti aging cream through the accelerated stability testing, by calculating the levels of myristic acid and stearic acid as degradation product. Derivatization were perfomed by esterification Lepage method using methanol toluene 4 1 v v and acetyl chloride as a catalyst. The analysis used gas chromatography Shimadzu GC 17A with HP 1 column and flame ionization detector at the column temperature of 120 C with increased of 10 C min up to 160 C, then increased of 3 C min up to 220 C maintained for 5 minutes , and increased of 10 C min up to 260 C maintained for 5 minutes . Injector and detector temperature were 260 C and 280 C, with flow rate 1.00 mL min. Retention time of myristic acid and stearic acid were 16.655 minutes and 28.169 minutes with Tf0.734 and 0.943 respectively. The results of validation.fulfilled the acceptance.criteria, which obtained linearity for myristic acid y 9.6483 190. 78x with correlation coefficient r value of 0.9997 LOD 0.0013 ppm LOQ 0.0042 ppm, and also linearity for stearic acid y 17.163 106.22x with correlation coefficient r value of 0.9998 LOD 0.0016 ppm LOQ 0.0053 ppm. The results of anti aging cream stability test were obtained with the average remaining levels of isopropyl myristate from 0 to 3 months were 99.6283 99.1995 98.2571 and 97.1511 , and glyceryl monostearate were 99.6791 98.2881 96.2247 and 93.7195. The expired date of anti aging cream product was calculated using zero order, which was 10 months and 9 days."
Lengkap +
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library