Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Venda Putri Arpriyanita
"Ruas jalan Kabupaten Magetan (Jawa Timur) hingga Kabupaten Surakarta (Jawa Tengah) memiliki kondisi pendakian yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan lokasi tersebut berada di pegunungan. Dalam penelitian ini membahas mengenai perancangan lajur pendakian di Jalan Kabupaten Magetan tepatnya di Jalan Tawangmangu-Plaosan. Lajur pendakian merupakan suatu jalur yang digunakan sebagai jalur tambahan yang ditambahkan ke jalur lalu lintas tunggal atau ganda yang berfungsi untuk meningkatkan kapasitas dan / atau keamanan karena adanya gradient yang curam. Metode dalam pengambilan data yaitu dengan melakukan survei lapangan untuk meninjau kecepatan kendaraan, volume kendaraan, dimensi jalan dan elevasi. Hasil penelitian digunakan untuk mengetahui letak lajur pendakian yang tepat, melakukan perancangan lajur pendakian dengan menggunakan konsep Standar Inggris yang dikombinasikan dengan studi literatur.
Kata Kunci : Lokasi lajur pendakian, Kecepatan kendaraan, Kelandaian
The roads from Magetan Districts (East Java) to Surakarta Districts (Central Java) have high climbing conditions. This is because the location is in the mountains. In this study, it discusses the design of the climbing lane on road Magetan Districts, precisely on Tawangmangu-Plaosan. A climbing lane is a path that is used as an additional route added to a single or multiple traffic lane which serves to increase capacity and / or safety due to a steep gradient. The method of collecting data is by conducting a field survey to review vehicle speed, vehicle volume, road dimensions and elevation. The results of the study were used to determine the exact location of the climbing lane, to design the climbing lane using the British standard concept combined with literature studies.Keywords: Location of climbing lane, Speed of Vehicle, Slope"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Evi Oktafiana
"Penelitian ini bertujuan menganalisa biaya operasional kendaraan akibat berfungsinya segmen JORR W2 Ulujami - Kebon Jeruk pada Juli 2014 dan menganalisa biaya operasional kendaraan sesudah dengan jika tidak beroperasinya segmen JORR W2 pada ruas JORR S-E1 dan jalan tol Prof. Sedyatmo. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu IRI, kecepatan, dan volume kendaraan. Metode penelitian dilakukan dengan pengumpulan data variabel kemudian menghitung biaya operasional kendaran dengan metode yang telah di kembangkan oleh Departemen Pekerjaan Umum tahun 2005. Berdasarkan analisa volume pola perjalanan sebelum dioperasikan JORR W2 lebih besar dari Pluit ke Pluit IC daripada dari Ulujami ke Cikunir sedangkan sesudah dioperasikan lebih besar dari Ulujami ke Cikunir. Perbandingan BOK sebelum dan sesudah JORR W2 dioperasikan ruas JORR S-E1 lebih besar daripada ruas jalan tol Prof Sedyatmo untuk kendaraan sedan, bus kecil, bus besar,truk ringan, dan truk berat dari tahun 2012 sampai 2016 dan truk sedang tahun 2012, 2013, 2014 dan 2016. Perbandingan BOK sesudah dioperasikan JORR W2 lebih besar daripada tidak dioperasikan segmen tersebut pada ruas JORR S-E1 untuk sedan, bus kecil, truk sedang dari tahun 2014 sampai 2016. Pada ruas jalan tol Prof. Sedyatmo BOK jika tidak dioperasikan JORR W2 lebih besar daripada sesudah dioperasikan JORR W2 pada sedan, bus besar, truk ringan dan truk berat dari tahun 2014 sampai 2016.
This study aims to analyze the vehicle operational cost VOC due to the functioning of JORR W2 segment Ulujami Kebon Jeruk in July 2014 and analyze the operational cost of the vehicle after the operation of JORR W2 segment on the JORR S E1 segment and the Prof. Sedyatmo toll road. Variables used in this study are IRI, speed, and traffic volume. The vehicle operational cost is calculated using the method developed by the Ministry of Public Works in 2005. The result shows that before JORR W2 was operated the traffic volume from Pluit to Pluit IC was bigger than the one from Ulujami to Cikunir, while after it was operated traffic volume from Ulujami to Cikunir was bigger. Before and after JORR W2 was operated, i.e from 2012 to 2016 the VOC of JORR S E1segment was higher than the one of Prof. Sedyatmo toll road for sedans, small buses, large buses, light truckt and heavy trucks, while for trucks it was not occurred 2015. As the JORR W2 was operated, the VOC on JORR S E1 segment for sedan, small bus, medium truck from 2014 to 2016 was bigger than if the JORR W2segment was not operated. As the JORR W2 was operated, the VOC on Prof Sedyatmo segment for sedan, big bus, small truck, heavy truck from 2014 to 2016 was smaller than if the JORR W2 segment was not operated. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S68393
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library