Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
Yarwood, A.
England: Longman Scientific and Technical, 1991
604.2 YAR s
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Anzalika Tri Pujayana
"Urban Sketching merupakan aktivitas membuat sketsa secara langsung di lokasi. Dalam proses melakukan urban sketching, sketchers menjadi pengamat yang mengamati ruang urban dan karakteristik visual pemandangan perkotaan yang ada. Saat membuat sketsa secara langsung, banyak faktor yang mempengaruhi prosesnya, salah satunya adalah townscape yang ada di ruang urban. Townscape menerangkan pentingnya elemen-elemen visual dalam menciptakan pengalaman visual yang memuaskan. Saat suatu kelompok urban sketcher berada dalam satu kawasan yang sama, pemandangan yang ditangkap ke dalam sketsa dapat berbeda, hal itu dapat terjadi karena cerita personal yang ingin dituangkan ke dalam sketsa saat mengamati ruang, cerita tersebut selalu memiliki komponen townscape pada ruang urban yang dapat dieksplorasi dan dituangkan dengan berbagai cara berbeda ke dalam bentuk sketsa. Pada skripsi ini dilakukan studi kasus di area semi outdoor untuk pejalan kaki, yaitu Gading Walk, dan membandingkan elemen townscape yang ada di setiap sketsa.
Urban Sketching is an activity to make sketches directly on location. In the process of urban sketching, sketchers become observers who observe urban space and the visual characteristics of existing urban scenery. When sketching directly on the location, many factors influence the process, one of which is the townscape of urban spaces. Townscape explains the importance of visual elements in creating a satisfying visual experience. When a group of urban sketchers are in the same area, the scenery captured in the sketches can be different, this can happen because of the personal story that they want to put into the sketch when observing spaces, the story always has townscape components in urban space which can be explored and poured in many different ways into sketches. In this thesis, a case study is carried out in a semi-outdoor pedestrian area, namely Gading Walk, and compares the townscape elements in each sketch."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Sandra Devanny Utomo
"Penemuan lukisan-lukisan gua yang dibuat sejak jaman prasejarah membuktikan bahwa manusia memang memiliki hasrat bawaan untuk merepresentasikan apa yang mereka lihat dan apa yang mereka imajinasikan. Dalam dunia arsitektur pun, gambar telah menjadi bagian dalam proses desain atau perancangan. Seorang arsitek bergantung pada sketsa-sketsa tangannya sebagai sebuah media untuk berdialog, media bagi proses kreatif untuk memahami dan membentuk arsitektur. Secara umum, sketsa berfungsi dalam memfasilitasi penemuan ide atau inspirasi, media komunikasi bagi pihak-pihak yang terlibat dalam proses perancangan, hingga merekam impresi atau kesan mental akan suatu objek.
Sketsa adalah perwujudan fisik dari pemikiran dan ekspresi individual arsitek - karenanya bersifat unik dan personal - yang memiliki peran penting dari awal hingga akhir proyek perancangan, dari tahap konseptualisasi hingga evaluasi. Penggunaan sketsa dalam praktik arsitektur sangat terkait dengan sejarah perkembangan arsitektur itu sendiri. Dengan mempelajari sejarah penggunaan sketsa dalam tiap periode arsitektur, kita dapat melihat bahwa sketsa mengandung pemikiran dan spirit yang kemudian membentuk ideologi arsitektur.
The discovery of cave pantings made since prehistoric times prove that humans have an innate desire to represent what they see and what they imagine. In architectural world, drawing have become an integral part in design process. An architect relies on their freehand sketches as a medium for dialogue, a medium for the creative process to understand and conceive architecture. In general, sketches used to facilitate the discovery of ideas or inspirations, communication media for the parties involved in the design process, and to record the impressions of an object. Sketch is the physical manifestation of architect thought and individual expression'thus unique and personal'that have an important role from the beginning to the end of the project design, from conceptualization stage to the evaluation. The use of sketches in the practice of architecture is related to the historical development of architecture itself. By studying the history of the use of sketches in every period of architecture, we can see that the sketches contain thought and spirit which then formed the architecture ideology."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S52346
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Triaswarin Sutanarihesti
"Disertasi ini mengkaji pertalian antara skema citra dan relasi Figure (F) & Ground (G) dalam penggunaan preposisi in dan op untuk memahami persepsi ruang penutur bahasa Belanda. Data frasa nominal berpola [NP [[P][NP]] diambil dan diolah dengan SKETCH ENGINE. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa persepsi ruang dapat diinterpretasikan dengan kemunculan skema citra yang mendasari relasi F & G. Dengan kosakata berunsur konkret, penggunaan preposisi in memunculkan skema citra CONTAINMENT dan RUANG. Tergantung dari ranah semantisnya, G dapat dipersepsikan sebagai wadah, atau F berada di dalam G, atau G merupakan himpunan dari F. Dengan preposisi op tergambar skema citra PERMUKAAN, KONTAK, SUPPORT. G dipersepsikan sebagai sebuah permukaan, atau penopang, atau tempat F menempel. Entitas F dengan kosakata abstrak dalam penggunaan preposisi in mencirikan sifat dinamis karena entitas F dipersepsikan mengandung sebuah proses atau pergerakan dalam ruang lingkup G, dengan skema citra EKSISTENSI. Skema citra ini masih membawa ciri skema citra CONTAINMENT dan RUANG. Dengan preposisi op, entitas F abstrak juga memperlihatkan ciri dinamis. F dapat berupa entitas yang dapat mempengaruhi entitas G, bahkan mengubahnya. Persepsi ruang ini didasari skema citra KEKUATAN DINAMIS yang masih membawa ciri skema citra KONTAK yang menggambarkan bahwa persentuhan F dengan G mengubah keadaan G.
This research discusses the relation between image schema and Figure (F)—Ground (G) in the use of Dutch prepositions in and op to understand the perception of space. Nominal phrase data with [NP [[P][NP]] pattern is collected and processed by SKETCH ENGINE. The study results show that the perception of space can be interpreted by the image schema that underlies the F—G relation. Within concrete words, the use of preposition in shows CONTAINMENT and SPACE image schema’s. Depending on the semantic domain, G can be perceived as a container, or F is inside G, or G is a set of F. Image schema SURFACE, CONTACT, SUPPORT is depicted by the use of op. G is recognised as a surface or support, or to which F attaches. Entity F with abstract words in the use of in preposition characterises dynamic features because entity F is perceived as a process or movement within the G, with image schema EXISTENCE. This image schema still carries the characteristics of CONTAINMENT and SPACE. With preposition op, the abstract entity F also shows a dynamic aspect. F can be any entity that can influence G, and even change it. This perception of space is based on the FORCE DYNAMIC and still shows CONTACT which illustrates that the contact between F and G can changes the state of G."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
D-pdf
UI - Disertasi Membership Universitas Indonesia Library