Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Zuriah
"ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian terhadap analisis beberapa sterol menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi dalam ampas
kecap. Analisis dilakukan pada kolom f ase terbalik dengan
detektor UV pada panjang gelombang 213 nm menggunakan beberapa
fase gerak dan kecepatan aliran yang divariasi serta temperatur kolom 40 °C.
Pemisahan yang baik diperoleh dengan menggunakan fase
gerak metanol absolut dengan kecepatan aliran 0,25 ml/menit,
Stigmasterol dan kampesterol dapat dipisahkan dengan baik dari
sitosterol, namun pemisahan antara stigmasterol dan kampesterol belum cukup baik (B= 0,7).
Penerapan metode di atas terhadap ampas kecap menunjukkan bahwa ampas kecap mengandung stigmasterol (0,1 - 0,2 mg/g bobot kering), kampesterol (0,2 - 0,3 mg/g bobot kering) , dan sitosterol (0,4 - 0,6 mg/g bobot kering). Kandungan sterol total adalah lebih kurang 1 mg/ g bobot kering."
1993
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
R. Mustarichie
"Abstrak
Based on data from the Hospital Information System (HIS) in 2007, breast cancer is the top ranked diagnosed cancer in Indonesia. Estrogen receptor alpha (ERα) is associated with breast cancer because it is found in high levels in cancer tissues. Curcumol, curcumenol, isocurcumenol of white tumeric rhizomes (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe), and β-sitosterol from seeds of pumpkin (Cucurbita pepo L.) have been reported to have inhibitory activity against cancer cells. This study presents the in silico study of these compounds as inhibitors of ERα.
Methods: Docking simulations are carried out in this paper to visualize molecular-level interactions between the four compounds with ERα. Docking simulations between estradiol and tamoxifen on ERα are carried out as well.
Results: Docking results indicated that curcumol, curcumenol, isocurcumenol, and β-sitosterol showed inhibitory activity againts estrogen receptor alpha (ERα). The order of potency is shown consecutively by isocurcumenol, curcumol, curcumenol, and β-sitosterol with values 0.584 M, 1.36 M, 1.61 M, and 7.35 M respectively. Curcumenol and estradiol interacts with ERα through hydrogen bonds and hydrophobic interactions, whereas curcumol, isocurcumenol, β-sitosterol and tamoxifen through hydrophobic interactions in succession.
Conclusion: Natural products containing all four compounds have the potential to be used as drugs or adjuvant drugs in breast cancer therapy."
Jakarta: Faculty of Medicine Universitas Indonesia, 2014
610 UI- MJI 23:1 (2014) (2)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Andreas Susilo Adi
"Kanker terutama kanker payudara merupakan penyakit mematikan nomor satu pada wanita di Indonesia. Sejauh ini masih sedikit infomasi mengenai baham alam yang dapat digunakan sebagai pengobatan kanker khususnya kanker payudara. Blumeodendron toksbraii merupakan tanaman berkayu dari keluarga Euphorbiaceae yang dapat ditemui di Kalimantan. Tanaman tersebut diketahui mengandung alkaloid, terpenoid, steroid dan glikosida setelah dilakukan penapisan fitokimia pada tanaman tersebut. Saat ini belum ada penelitian mengenai kandungan senyawa yang tedapat pada tanaman tersebut. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi dan identifikasi senyawa yang terdapat pada tanaman tersebut, serta rmenguji efek sitotoksisitas secara in vitro dari senyawa tersebut. Proses ekstraksi serbuk kulit batang dilakukkan dengan cara maserasi dengan kepolaran bertingkat. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan dan sitotoksik untuk mencari ekstrak yang paling aktif. Hasil uji antioksidan pada ekstrak heksan, diklorometan, dan methanol menunjukkan nilai IC50 secara berturut turut yaitu sebesar 88,33 μg/mL, 74,54 μg/mL, dan 94 μg/mL, serta uji sitotoksik sebesar 121,24 μg/mL, 55 μg/mL,dan 70,71 μg/mL. Ekstrak teraktif diklorometan difraksinasi dengan kromatografi kolom sehingga didapatkan dua isolate, dimana isolat satu merupakan campuran dari dua senyawa, yaitu β-sitosterol, asam 3,4-dihidrobenzoat, dan isolat kedua merupakan campuran dan diduga merupakan paeonilatone-A. Kedua isolat tersebut diuji aktifitas terhadap sitotoksik pada sel kanker MCF-7. Hasil uji sitotoksik terhadap MCF-7 memperoleh nilai IC50 pada masing masing isolat 1 dan 2 sebesar 71 μg/mL, dan 135 μg/mL. Dari data tersebut menyatakan bahwa isolat 1 lebih aktif. Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa senyawa 1 lebih aktif, mungkin dikarenakan adanya senyawa fenol yaitu 3,4-dihidroxy benzoat.

Cancer, especially breast cancer, is the number one deadly disease for women in Indonesia. So far there has been little information about natural drugs that can be used to treat cancer, especially breast cancer. Blumeodendron toxbraii is a woody plant of the Euphorbiaceae family that can be found in Kalimantan. The plant has been known to contain alkaloids, terpenoids, steroids and glycosides. Currently there has been no research on the compound contents found in these plants. The aim of this research is to isolate and identify the compounds contained in these plants, and to test the cytotoxicity effects of these compounds in vitro. The process of extracting bark powder is done by maceration with different polarities. The extract obtained was tested for antioxidant and cytotoxic activity to find the most active extract. The results of antioxidant tests on hexane, dichloromethane, and methanol extracts showed IC50 values of 88,33 μg/mL, 74,54 μg/mL, and 94,1 μg/mL, and cytotoxic test showed 121,24 μg/mL, 55 μg/mL, and 70,71 μg/mL respectively. The most active extract of dichloromethane was fractionated by column chromatography to obtain two isolates, where the first isolate was a mixture of two compounds, namely β-sitosterol, 3,4-dihydrobenzoic acid, and the second isolate was a mixture and suspected to be paeonilatone-A. Both isolates were tested for cytotoxic activity in MCF-7 cancer cells. The cytotoxic test results of MCF-7 obtained IC50 values in isolates 1 and 2 respectively 71 μg/mL, and 135 μg/mL. From these data it was stated that isolate 1 was more active. Based on these data, it was concluded that compound 1 was more active, possibly due to the presence of a phenolic compound, namely 3,4-dihydroxy benzoate."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library