Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
Mugyanti Sumardi
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T25450
UI - Tesis Open Universitas Indonesia Library
Laily Amalia Savitri
"
ABSTRAKPenelitian ini berfokus pada masalah konstruksi identitas dalam fenomena cross-dressing yang ditinjau melalui studi terhadap lima shoujo manga. Konstruksi identitas ini diketahui melalui bentuk ekspresi identitas, identifikasi identitas gender, serta perubahan dan fungsi dari tindakan cross-dressing. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menekankan pada penjelasan dan uraian argumentatif yang didukung dengan penelitian perpustakaan. Proses identifikasi identitas menggunakan kategori gender Bem dan konsep pertunjukan gender Butler. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam fenomena cross-dressing terdapat kecairan identitas dari pelakunya. Kecairan identitas ini digunakan pelaku cross-dressing laki-laki dan perempuan sebagai strategi mereka dalam menghadapi sistem patriarki di Jepang.
ABSTRACTThis study focused on the problem of identity construction in the cross dressing phenomenon which is reviewed through studying five shoujo manga. The identity construction is known through the form of identity expressions, the identification of gender identity, also through the changes and the functions of cross dressing acts. This study is a qualitative research which concerning descriptive argumentation supported by literature studies. Bem rsquo s gender category and Butler rsquo s concept of gender performativity is used in this study for identity identification. The results indicated that there were some fluid identities in the cross dressing phenomenon. This fluid identities are used by cross dressing performers men and women as a strategy to deal with the patriarchal system in Japan."
2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Audita Ramadhanti
"
ABSTRACTKarakter Shoujo merupakan karakter perempuan yang sering ditemukan dalam anime kontemporer Jepang. Representasinya memiliki perkembangan dari tahun ke tahun mengikuti perkembangan anime tersebut. Representasi dan penggambaran karakter shoujo berawal dari aspek femininitas tradisional hingga pemberdayaan karakter kuat sebagai heroine dalam anime tersebut. Namun berbeda dengan anime lainnya, Sen to Chihiro no Kamikakushi, yang merupakan anime karya Hayao Miyazaki dibawah produksi Studio Ghibli, memiliki representasi karakter shoujo yang berbeda. Chihiro, berubah dari karakter lemah menjadi berdaya melalui proses pemberdayaan. Tulisan ini akan membahas proses pemberdayaan dan pencapaiannya yang berguna dalam membangun identitas Shoujo melalui karakter Chihiro.
ABSTRACTShoujo is a female character that is often found in contemporary Japanese anime. Its representations have developed throughout it years following the development of the Anime itself. The representation and depiction of shoujo charcters started from its traditional femininity aspects to its female empowerment form as a heroine characters in anime. But, differing from the typical anime, Sen to Chihiro no Kamikakushi, an anime made by Hayao Miyazaki under the name of Studio Ghibli, has different representation of its shoujo characters. Chihiro had to go through an empowering process to change from being weak to being an empowered female. With this thesis, the writer attempts to examine the characters empowerment process and the outcomes that has impact on building a new shoujo identity through Chihiro as a shoujo character."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Muhammad Rafly
"Penelitian ini menganalisis praktik-praktik patriarki, khususnya melalui tokoh Shigure terhadap tokoh Akito dalam anime shoujo berjudul Fruits Basket (2019) karya Natsuki Takaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan patriarchy theory dari Barbara Smuts didukung oleh konsep gender identity oleh Judith Butler sebagai pilar utama teori studi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Akito sebagai seorang tokoh perempuan pada awalnya digambarkan sebagai “laki-laki” dengan identitas gender maskulin (masculine-female). Namun, dalam perjalanan romansanya dengan Shigure, banyak tekanan dan dominasi yang dilakukan oleh Shigure kepada Akito, yang menunjukkan bagaimana budaya patriarki terwujud dalam anime ini. Sejalan dengan patriarchy theory Barbara Smuts, berbagai praktik patriarki Shigure antara lain adalah kontrol Shigure terhadap Akito melalui sumber daya dan bahasa, strategi Akito yang justru menciptakan dominasi Shigure dan formasi hirarki antara Shigure dan tokoh lain, serta berkurangnya sekutu Akito yang memudahkan dominasi dan kendali Shigure. Dengan berbagai praktik patriarki di atas, Akito pada akhirnya menyerah pada tekanan dan dominasi Shigure, dan Akito pun dengan sukarela merubah identitas gendernya menjadi seorang “perempuan” yang feminin (feminine-female). Temuan ini sangat menarik karena melalui anime Fruits Basket dapat dilihat bagaimana budaya patriarki dan relasi gender tradisional Jepang masih bertahan dalam masyarakat Jepang dewasa ini.
This study analyzes patriarchal practices, especially through the character of Shigure and Akito in the shoujo anime Fruits Basket (2019) by Natsuki Takaya. The method used in this study is a descriptive analysis method with the patriarchy theory of Barbara Smuts and supported by the concept of gender identity by Judith Butler as the main theory of this study. The results showed that Akito as a female character was initially described as "male" with masculine gender identity (masculine-female). However, in the course of his romance with Shigure, Shigure puts a lot of pressure and domination on Akito, which shows how patriarchal culture is manifested in this anime. In line with Barbara Smuts's theory of patriarchy, Shigure's various patriarchal practices include Shigure's control of Akito through resources and language, Akito's strategy which creates Shigure's domination and hierarchical formation between Shigure and other figures, and the reduction of Akito's allies which facilitates Shigure's domination and control. With the various patriarchal practices above, Akito finally succumbed to Shigure's pressure and domination, and Akito changed his gender identity to become a "feminine-female". This finding is very interesting because through Fruits Basket, it can be seen how patriarchal culture and traditional Japanese gender relations still persist in Japanese society today."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library