Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 45 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Rao, M. Narayana
New Delhi : Oxford, 1987
628.162 RAO w
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
New York, N.Y.: VCH, 1996
628.166 CHE
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Dwica Wulandari
"Industri pulp dan kertas merupakan industri dengan tingkat pencemaran yang tinggi terkait kuantitas limbah lumpur yang dihasilkan (0,1 m3/ton produk). Untuk stabilisasi limbah lumpur tersebut bersamaan dengan produksi biogas, metode yang dapat digunakan adalah metode digestasi anaerobik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti produksi biogas dari limbah lumpur kertas dengan pemeriksaan kandungan chemical oxygen demands (COD), padatan volatil, volatile fatty acid (VFA) selama proses digestasi anaerobik berlangsung dengan menggunakan dua reaktor anaerobik skala laboratorium dengan volume 15 L pada kondisi mesopilik (30°C). Reaktor pertama menggunakan lumpur kertas sebagai susbtrat tunggal sedangkan reaktor kedua menggunakan campuran kotoran sapi sebagai ko-substrat untuk mencapai nilai C/N yang optimum serta mengetahui pengaruh penambahan ko-susbtrat pada proses produksi biogas. Proses dilakukan pada kondisi batch dengan kandungan total padatan 20% untuk kedua reaktor.
Hasil penelitian ini menunjukkan potensi produksi biogas dari proses digestasi anaerobik untuk lumpur kertas sebesar 31 ml biogas/ g VS selama 28 hari sedangkan campuran lumpur kertas dan kotoran sapi memperlihatkan hasil potensi produksi biogas 470 ml biogas/gVS selama 45 hari. Potensi gas metan dari limbah lumpur kertas sebesar 15 ml CH4/g VS dengan konsentrasi maksimum gas metan sebesar 58 % sedangkan untuk campuran limbah lumpur kertas dan kotoran sapi 380 ml CH4/g VS dengan konsentrasi gas metan maksimum sebesar 84% dan konsentrasi rata-rata gas metan selama proses adalah 50%. Konstanta hidrolisis proses digestasi anaerobik lumpur kertas dan campuran lumpur kotoran sapi adalah 0,18 dan 0,22.

Pulp and paper industry is one of the most polluted in the world because the large quantities of paper sludge (0,1 m3/ton product). Anaerobic digestion process is a potential succesful treatment to stabilize sludge in and produce biogas to be renewable energy. The aims of this study were to investigate the biogas production dan digestate potential of paper sludge based on biogas production while monitoring chemical oxygen (COD),volatile solids, volatile fatty acid (VFA) of sludge digestion. In pilot-scale experiments, paper sludge decomposed under meshophilic condition (30C). Anaerobic digestion monitoring process conducted using 2 lab-scale reactor ( 15 L) under mesophilic digestion. Paper Sludgee was used to feed first reactor (R1) meanwhile second reactor (R2) contains paper sludge and cow manure. Pilot test were performed in batch conditions with 20% total solid content of the input material. pH meter and termometer were installed in reactor for daily monitoring and impeller (80rpm) for continuous mixing.
The results shown biogas production by anaerobic digestion process of paper sludge and cow manure higher (470 ml biogas/ gVS) for 28 days than paper sludge as single substrate (31 ml biogas/g VS for 45 days). Methane potential from paper sludge attained to 15 ml CH4/g VS and 380 ml CH4/g VS with maximum concentration 58% and 84%, meanwhile average methane concentration for both substrates reached to 50%. Hydrolysis constants (khyd) were higher for paper sludge than for either of the mixing of paper sludge and cow manure : 0,18 > 0,03.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T36739
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reed, Sherwood C.
New York: McGraw-Hill, 1988
628.4 REE n
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Washington:: American Iron and Steel Institute, 1980
628.24 AME m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Eckenfelder, William Wesley, 1926-
New York: McGraw-Hill, 1989
628.3 ECK i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Toronto; New Jersey: Apple Academic Press, 2018
628.168 3 INN
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Rianti Rahardja
"Proses lumpur aktif dalam suatu Instalasi Pengolahan Air limbah (IPAL) dapat menghasilkan lumpur biologis (WAS) dengan kadar air berkisar 90-99%. Pengolahan lumpur hingga pembuangannya dapat menghabiskan 60% dari total biaya operasional IPAL tersebut. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui proses chemical conditioning yang optimal untuk mengurangi kandungan kadar air lumpur, dengan membandingkan variasi dosis tawas, FeCl3, kapur, dan polielektrolit kation. Variabel optimasi termasuk kadar air, pH, volatile solid (VS), dan total solid (TS), akan digunakan sebagai analisis dalam mendapatkan hasil chemical conditioning yang optimal. Tawas dengan dosis 18 gr/L dapat menurunkan kadar air WAS dari 97,33% menjadi 77,79%. FeCl3 dengan dosis 12 gr/L dapat menurunkan kadar air WAS dari 97,33% menjadi 69,60%. Kapur dengan dosis 6,5 gr/L dapat menurunkan kadar air WAS dari 97,33% menjadi 73,23%. Polielektrolit kation dengan dosis 9 gr/L dapat menurunkan kadar air WAS dari 97,33% menjadi 57,30%. Conditioner yang paling optimal pada WAS PT. Rohm and Haas Indonesia (RHI) adalah tawas; dengan dosis optimum sebesar 10 gr/L. Peningkatan efisiensi dewatering lumpur melalui chemical conditioning yang dioptimalkan adalah sebesar 11,74%. Selanjutnya, dilakukan perhitungan biaya meliputi aspek bahan kimia, penyesuaian pH, dan timbulan lumpur. Biaya tahunan pada dosis tawas optimal adalah Rp7.434.136,-, dibandingkan biaya tahunan sebelum adanya chemical conditioning lumpur yang berkisar Rp 32.640.000,-. Penelitian chemical conditioning lebih lanjut disarankan untuk menambah parameter capillary suction time (CST) dan sppecific resistance of filtration (SRF) lumpur agar dapat mengestimasi dewaterability lumpur dengan lebih baik.

Activated sludge process in a wastewater treatment plant (WWTP) can produce biological sludge (WAS) with a water content ranging from 90-99%. Sludge treatment consist of up to 60% of the total operational cost of the WWTP. It is necessary to use dewatering process to reduce the water content of sludge. The method used in this study are chemical conditioning using a range of dosage of alum, FeCl3, lime, and cationic polyelectrolyte. Optimizing parameters consist of water content, pH, temperature, volatile solids (VS), and total solids (TS). Alum dose of 18 g/L reduced WAS water content from 97.33% to 77.79%. FeCl3 dose of 12 g/L reduced WAS water content from 97.33% to 69.60%. Lime dose of 6.5 g/L reduced WAS water content from 97.33% to 73.23%. Cationic polyelectrolyte dose of 9 g/L reduced WAS water content from 97.33% to 57.30%. Alum was found to be the most conditioner for PT. Rohm and Haas Indonesia WAS with an optimum dose of 10 g/L. The efficiency increase of the optimized sludge dewatering process through chemical conditioning is 11.74%. Total cost including chemical conditioner, pH adjustment, and sludge generation. Total annual expenses is Rp7,434,136,- using sludge conditioner, compared to an annual total expenses before chemical conditioning of Rp32,640,000,-. Further research is recommended to add capillary suction time (CST) parameter as well as the specific resistance of filtration (SRF) in order to improve WAS dewaterability estimation."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46362
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reynods, Tom D.,
Boston: PWS Publishing, 1995
628.162 REY u
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>