Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 202 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siagian, Gloria M.U.
"Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini pendidikan nilai menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan. Adanya globalisasi mengakibatkan banyak sekali pembahan dan pergeseran dalam hidup sehingga membentuk manusia yang memiliki nilai-nilai kehidupan yang positif menjadi sebuah kebutuhan. Hal ini terjadi karena nilai dipandang sebagai sebuah panduan yang digunakan oleh seseorang dalam berperilaku di kehidupannya sehari- hari. Oleh karenanya, Depdiknas melalui mata pelajaran PPKn berusaha untuk membantu mempersiapkan manusia yang memiliki nilai-nilai kehidupan positif sejak dini. PPKn merupakan salah satu mata pelajaran yang digunakan oleh Depdiknas untuk mengajarkan nilai di sekolah. Pendekatan belajar yang digrmakan dalam pelajaran ini merupakan pendekatan kontekslual yaitu dimana seorang siswa belajar melalui permasalah-permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari (woolfolk, 1998). Melalui pendekatan ini diharapkan nantinya siswa menjadi mampu untuk menerapkan pengetahuan yang didapatnya dari sekolah ke dalam kehidupan sehari-hari sehingga nilai yang dimilikinya tidak hanya menjadi pengetahuan kognitif tetapi mampu menjadi perilaku yang menetap dalam diri siswa. Oleh karenanya peneliti tertarik untuk melihat gambaran pendekatan pembelajaran nilai yang dilakukan oleh guru PPKn di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitalif, dimana pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, guru PPKn SD Tarakanita III masih belum secara sepenuhnya mengaplikasikan pendekatan kontekstual sebagai bagian dari proses belajar mengajar di kelasnya. Hal ini dikarenakan guru masih belum menyadari pentingnya pemberian rangsangan melalui pemecahan masalah sehari-hari agar siswa menjadi lebih mampu untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga belum menyadari sepenuhnya bahwa perkembangan siswa bukanlah sepenuhnya tanggung jawab ruah tetapi juga merupakan tanggung jawab sekolah. Oleh karenanya, Depdiknas diharapkan memberikan panduan yang lebih rinci dan pelatihan proses pengajaran PPKn bagi guru-guru sekolah dasar mengenai pendekatan kontekstual dan aplikasinya pada pelajaran PPKn di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode knalitalif. dimana pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara Hasil dan penelitian ini menunjukkan bahwa, guru PPKn SD Tamkanita III masih belum secara sepenuhnya mengaplikasikan pendekatan kontekstual sebagai bagian dan proses belajar mengajar di kelasnya. Hal ini dikarenakan guru masih belum menyadari pentingnya pemberian ransangan melalui latihan pemecahan masalah sehari-hari agar siswa menjadi lebih mampu untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga belum menyadari sepenuhnya bahwa perkembangan siswa bukanlah sepenuhnya tanggung jawab rumah tetapi juga merupakan tanggung jawab sekolah. Oleh karenanya, Depdiknas diharapkan memberikan panduan yang lebih rinci dan pelatihan proses pengajaran PPKn bagi guru-guru sekolah dasar mengenai pendekatan kontekstual dan aplikasinya pada pelajaran PPKn di sekolah."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2004
T38809
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Anwar Jasin, translator
Jakarta: Balai Pustaka , 1987
372.19 ANW p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Darmaningtyas, 1962-
Malang : Intrans Publishing, 2015
370.959.8 DAR p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Herwina Bahar
"Teknologi merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia, salah satunya pada bidang Pendidikan. Pemakaian teknologi dalam pembelajaran dengan menggunakan kemajuan IT dimaksudkan agar kegiatan pembelajaran lebih efektif salah satunya adalah Kahoot. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah media pembelajaran berbasis teknologi Kahoot dinyatakan efektif digunakan oleh para guru di sekolah dasar di Sukabumi Jawa Barat, yang mana sebelumnya masih menerapkan tes atau kuis secara lisan maupun tertulis. Metode yang digunakan yakni kualitatif, data yang dikumpulkan melalui wawancara dan menyebarkakn kuesioner dengan objek penelitian yaitu guru sekolah dasar di Sukabumi Jawa Barat. Hasil penelitian menyatakan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi Kahoot efektif digunakan oleh guru Sekolah Dasar di Sukabumi Jawa Barat. "
Yogyakarta : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto, 2020
600 JPM 3:2 (2020)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Mohamad Syarif Sumantri
"Buku ini membahas tentang model pembelajaran untuk anak sekolah di jenjang sekolah dasar"
Jakarta: Rajawali Press, 2016
371.3 MOH m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Tronc, Keith
Sydney: McGraw-Hill , 1976
371.302 8 TRO q
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Tinneke Primasari
"Salah satu tolak ukur dalam keberhasilan pembangunan nasional suatu bangsa adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Anak usia sekolah merupakan investasi terbesar suatu bangsa karena merupakan generasi penerus bangsa yang dapat membawa perubahan terhadap bangsanya. Kekurangan gizi pada anak usia sekolah adalah masalah kesehatan yang menyangkut masa depan dan kecerdasan serta berdampak buruk pada masa dewasa yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian ini seperti ketidakseimbangan zat gizi, keberadaan penyakit infeksi, kondisi sosial ekonomi dan lain sebagainya. Penilaian status gizi responden berdasarkan klasifikasi WHO-NCHS dengan indeks berat badan menurut umur (BB/U). Gizi kurang terjadi karena rendahnya konsumsi makanan (energi) dibandingkan dengan kebutuhan dan terjadi dalam jangka waktu yang lama. Dimana keadaan ini diperburuk oleh faktor lingkungan yang tidak mendukung dan perilaku keluarga yang tidak membiasakan anak sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi kurang pada siswa sekolah dasar di 3 kecamatan di Kabupaten Kampar tahun 2007. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian crossectional. Jumlah sampel yang diteliti adalah sebanyak 149 siswa. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square.
Hasil penelitian menunjukjan sebanyak 16,1% responden berstatus gizi kurang, 2% berstatus gizi buruk, 81,2% berstatus gizi baik dan 0,7% lainnya berstatus gizi lebih. Proporsi responden laki-laki lebih sedikit dibandingkan responden perempuan dan lebih banyak responden dengan umur ≥ 10 tahun dibandingkan responden berumur < 10 tahun. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan gizi baik yaitu sebesar 51,7% dan sebanyak 59,1% responden tidak ikut serta dalam program PMT-AS. Tidak terdapat perbedaan bermakna (p>0,05) antara umur, riwayat kesehatan, pengetahuan gizi, kebiasaan makan pagi, kebiasaan jajan, keikutsertaan PMT-AS, pendidikan dan pekerjaan orangtua serta konsumsi zat gizi dengan status gizi siswa. Sedangkan jenis kelamin mempunyai hubungan yang bermakna (p=0,03) dengan status gizi siswa, dimana POR=2,88 yang berarti bahwa anak laki-laki mempunyai peluang 2,88 kali untuk mengalami gizi kurang dibanding anak perempuan. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada pihak sekolah dan pelaksana program pemberian makanan tambahan agar dapat memberikan makanan tambahan kepada siswa dengan status gizi kurang sehingga tujuan program dapat tercapai, yaitu perbaikan status gizi dan kesehatan siswa."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Wariki Sutikno
"ABSTRAK
Masalah modernitas individual berimpit dengan masalah faktor manusia dalam pembangunan. Meskipun pada tingkat pendidikan dasar, masalah tersebut terasa amat penting untuk diketengahkan, khususnya sehubungan dengan kenyataan bahwa pendidikan dasa berupakan tingkat pendidikan terakhir bagi sebagian besar anak desa, di samping didalam tujuan pendidikan dasar (bidang nilai sikap) sendiri juga disebutkan pentingnya masalah tersebut. Selain kerkaitan dengan kedua hal di atas, masalah modernitas individual di dalam skripsi ini diketengahkan untuk mencari penjelasan analitik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi modernitas dimaksud. Dengan menggunakan data mentah yang dihasilkan tingkat oleh suatu studi yang dilakukan LPMPM-FISIP UI, skripsi ini diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan antara lain menge tahui tingkat modernitas siswa yang di teliti, mengetahui beberapa tema modernitas yang tampak menonjol serta mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat modernitas tersebut. Setelah konsepsi modernitas individual tersebut ditelusuri serta dilakukan analisis terhadap data yang ada dihasilkan beberapa kenyataan antara lain bahwa tingkat modernitas sebagian besar siswa masih berada di bawah nilai rata-rata yang ada. Di samping itu di dalam tema-tema tentang sikap terhadap orang tua, aspirasi, kewajiban kekerabatan, pengalaman baru, dan nilai waktu, nilai modernitas mereka tampak rendah. Nilai modernitas yang tinggi tampak di dalam tema-tema partisipasi, keluarga berencana, media massa, stratifikasi sosial, kedudukan wanita, dan efficacy' serta orientasi kebendaan. Kemudian dari analisis hubungan dua dan tiga dimensi tampak bahwa lingkungan belajar di kelas berhubungan dengan modernitas siswa secara khusus sub-skala inovasi dari lingkungan belajar di kelas ini berhubungan secara signifikan dengan modernitas siswa. Analisis regresi y8ng diharapkan dapat dilakukan di dalam studi ini terpaksa tidak dilakukan sehubungan dengan lemahnya angka korelasi di antara variabel yang diteliti. Skripsi ini diakhiri oleh sebuah diskusi yang berhubungan dengan hasil analisis data di atas serta masalah modernitas individual itu sendiri."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
S6984
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>