Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 17 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Azwar Al Anhar
"Perkembangan zaman dan teknologi meningkatkan penggunaan aplikasi berbasis digital. Salah satunya adalah aplikasi berbasis web yang mudah untuk diakses dan digunakan oleh masyarakat sekarang. Seiring dengan perkembangan tersebut, tidak jarang terdapat celah keamanan yang terdapat pada web aplikasi yang tanpa disadari oleh pemiliknya sehingga menimbulkan risiko kebocoran data ataupun hancurnya reputasi organisasi yang memiliki aplikasi tersebut. Banyaknya web aplikasi yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan juga memiliki tantangan sendiri untuk dapat menemukan celah keamanan yang terdapat pada aplikasi tersebut. Hal ini karena terdapat batasan waktu dan sumber daya untuk melakukan assessment secara manual. Oleh sebab itu, adanya kebutuhan penggunaan pemindai celah keamanan web aplikasi, yang melakukan pencarian celah secara otomatis, untuk dapat membantu dan mempersingkat pencarian dari celah keamanan. Terdapat banyak jenis pemindai celah keamanan web aplikasi yang dapat digunakan secara gratis maupun komersial. Pada penelitian ini Penulis mengevaluasi kemampuan alat pemindai celah keamanan yang opensource seperti OWASP ZAP, Wapiti, Arachni dan Burp Suite Professional dengan target benchmark berbasiskan NodeJS yaitu Damn Vulnerable NodeJS Application (DVNA) dan NodeGoat. Dari hasil eksperimen didapatkan bahwa keempat WAVS (Web Application Vulnerability Scanner) memiliki rata-rata nilai f-measured antara 0,4-0,6. Burp Suite Professional memiliki nilai True Positive (TP) dan Recall paling baik dan Arachni untuk nilai Precision sempurna untuk kedua target benchmark.

Current needs and developments encourage the increasing use of digital-based applications. One of them is a web-based application that is easy to access and used by today's society. Along with these developments, it is common for vulnerabilities to exist in web applications that the owners are unaware of. It creates the risk of data leakage or damage to the organization's reputation as the application owner. In addition, the number of web applications owned by an organization or company leads to challenges in finding vulnerabilities in these applications. This happened due to time and resource constraints for conducting manual assessments. Therefore, there is necessary to use a web application vulnerability scanner, which performs vulnerability scanning automatically, to be able to help and streamline the search for vulnerabilities. There are many types of web application vulnerability scanners that can be used for free or commercially. This study evaluated the capabilities of WAVS (Web Application Vulnerability Scanners) tools such as OWASP ZAP, Wapiti, Arachni, and Burp Suite Professional with NodeJS-based benchmark targets, namely Damn Vulnerable NodeJS Application (DVNA) and NodeGoat. This study found that the four WAVS have an average f-measured value between 0.4-0.6. Burp Suite Professional had the best True Positive (TP) and Recall values, while Arachni for perfect Precision valued for both benchmark targets.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raedi Mahardika
"Latar Belakang: Komplikasi edema pascaodontektomi merupakan komplikasi yang sering terjadi. Evaluasi terhadap proses penyembuhan luka yang ditandai dengan edema pascaodontektomi perlu dilakukan dalam kurun waktu tertentu agar dapat memberikan edukasi yang lengkap dan tepat sehingga pasien mendapatkan informasi yang jelas mengenai waktu penyembuhan dan kemungkinan komplikasi yang umum terjadi pascaodontektomi. Pada penelitian ini digunakan 3D Scanner ekstraoral untuk mengevaluaasi edema maksilofasial yang terjadi pada pasien pascaodontektomi gigi molar tiga mandibula dengan anastesi lokal Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi edema pascaodontektomi molar tiga bawah dengan anestesi lokal menggunakan teknologi 3D scanner esktra oral dalam pengukuran linear, ketebalan dan volumetrik. Metode: Sejumlah 55 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi dilakukan pengukuran dalam aspek aksial, koronal, sagital menggunakan pemindaian 3D scanner ekstraoral pada wajah. File diubah dalam format .Stl menggunakan software einstar 3D. Pengukuran edema dilakukan dalam aspek sagital, axial, dan koronal pada pasien pada hari ke-0 sebelum tindakan odontektomi, hari kedua dan ketujuh pascaodontektomi secara tiga dimensi menggunakan software 3D builder dan mesh lab. Kemudian data dianalisis secara statistic menggunakan IBM SPSS 26 Hasil: Pola perubahan edema pascaodontektomi gigi molar tiga mandibula dari perhitungan linear, ketebalan, dan volumetrik dari gambar 3D yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu menunjukkan perubahan nilai yang cukup besar terjadi pada hari kedua. Dari hasil uji statistik dan grafik menunjukkan bahwa edema maksilofasial yang terjadi pada H2 mengalami kenaikan nilai secara linear dan volumetrik yang signifikan kemudian pada H7 mengalami penurunan secara signifikan. Namun pada H0 dan H7 masih terlihat adanya perbedaan sehingga kondisi edema maksilofasial tersebut masih belum mencapai nilai yang sama pada H0 atau sebelum tindakan odontektomi Kesimpulan :Terdapat perbedaan edema pada wajah pascaodontektomi gigi molar tiga mandibula dengan lokal anastesi pada hari ke-0, ke-2, ke-7 diukur secara linear, ketebalan dan volumetrik dengan nilai edema maksimal terjadi pada saat hari ke-2

Background: Post odontectomy edema is a frequent complication. Evaluation of the wound healing process characterized by post odontectomy edema needs to be carried out within a certain period of time in order to provide complete and appropriate education so that patients receive clear information regarding healing time and possible complications that commonly occur after odontectomy. In this study, an extra-oral 3D scanner was used to evaluate maxillofacial edema that occurred in post-odontectomy patients with mandibular third molars under local anesthesia. Objective: This study aims to evaluate post-odontectomy edema of lower third molars under local anesthesia using extra-oral 3D scanner technology in linear, thickness and volumetric measurements. Methods: A total of 55 patients who met the inclusion criteria had measurements taken in the axial, coronal and sagittal aspects using an extra-oral 3D scanner on the face. Files were converted in .Stl format using einstar 3D software. Edema measurements were carried out in the sagittal, axial and coronal aspects on patients on day 0 before odontectomy, the second and seventh days after odontectomy in three dimensions using 3D builder and mesh lab software. Then the data was analyzed statistically using IBM SPSS 26. Results: The pattern of changes in postodontectomy edema of the mandibular third molar from linear, thickness and volumetric calculations from 3D images carried out over a certain period of time shows that quite large changes in values occurred on the second day. From the results of statistical tests and graphs, it shows that the maxillofacial edema that occurred in H2 experienced a significant increase in linear and volumetric values, then in H7 it decreased significantly. However, at H0 and H7 there are still visible differences so that the condition of maxillofacial edema still has not reached the same value as at H0 or before the odontectomy. Conclusion : There are differences in edema on the face after odontectomy of mandibular third molars with local anesthesia on days 0, 2, 7, measured linearly, thickness and volumetrically with the maximum edema value occurring on day 2"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2024
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Azwar Al Anhar
"Perkembangan zaman dan teknologi meningkatkan penggunaan aplikasi berbasis digital. Salah satunya adalah aplikasi berbasis web yang mudah untuk diakses dan digunakan oleh masyarakat sekarang. Seiring dengan perkembangan tersebut, tidak jarang terdapat celah keamanan yang terdapat pada web aplikasi yang tanpa disadari oleh pemiliknya sehingga menimbulkan risiko kebocoran data ataupun hancurnya reputasi organisasi yang memiliki aplikasi tersebut. Banyaknya web aplikasi yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan juga memiliki tantangan sendiri untuk dapat menemukan celah keamanan yang terdapat pada aplikasi tersebut. Hal ini karena terdapat batasan waktu dan sumber daya untuk melakukan assessment secara manual. Oleh sebab itu, adanya kebutuhan penggunaan pemindai celah keamanan web aplikasi, yang melakukan pencarian celah secara otomatis, untuk dapat membantu dan mempersingkat pencarian dari celah keamanan. Terdapat banyak jenis pemindai celah keamanan web aplikasi yang dapat digunakan secara gratis maupun komersial. Pada penelitian ini Penulis mengevaluasi kemampuan alat pemindai celah keamanan yang opensource seperti OWASP ZAP, Wapiti, Arachni dan Burp Suite Professional dengan target benchmark berbasiskan NodeJS yaitu Damn Vulnerable NodeJS Application (DVNA) dan NodeGoat. Dari hasil eksperimen didapatkan bahwa keempat WAVS (Web Application Vulnerability Scanner) memiliki rata-rata nilai f-measured antara 0,4-0,6. Burp Suite Professional memiliki nilai True Positive (TP) dan Recall paling baik dan Arachni untuk nilai Precision sempurna untuk kedua target benchmark.

Current needs and developments encourage the increasing use of digital-based applications. One of them is a web-based application that is easy to access and used by today's society. Along with these developments, it is common for vulnerabilities to exist in web applications that the owners are unaware of. It creates the risk of data leakage or damage to the organization's reputation as the application owner. In addition, the number of web applications owned by an organization or company leads to challenges in finding vulnerabilities in these applications. This happened due to time and resource constraints for conducting manual assessments. Therefore, there is necessary to use a web application vulnerability scanner, which performs vulnerability scanning automatically, to be able to help and streamline the search for vulnerabilities. There are many types of web application vulnerability scanners that can be used for free or commercially. This study evaluated the capabilities of WAVS (Web Application Vulnerability Scanners) tools such as OWASP ZAP, Wapiti, Arachni, and Burp Suite Professional with NodeJS-based benchmark targets, namely Damn Vulnerable NodeJS Application (DVNA) and NodeGoat. This study found that the four WAVS have an average f-measured value between 0.4-0.6. Burp Suite Professional had the best True Positive (TP) and Recall values, while Arachni for perfect Precision valued for both benchmark targets. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aufa Dhiya Aydan
"Perkembangan internet semakin pesat seiring dengan munculnya layanan-layanan terbaru yang lebih modern. Dengan berkembangnya internet di era sekarang, tentu penggunaan internet juga semakin meningkat terutama di masa pandemi yang serba online ini. Kondisi ini menjadi peluang untuk mengembangkan website-website demi bersaing di bidang industri. Akan tetapi, perancangan suatu website online tentu saja harus memperhatikan kebutuhan keamanannya. Terkadang dalam pembuatannnya masih ada celah sehingga suatu website tersebut berpotensi mengalami kerusakan atau bahkan kehilangan data-data penting. Untuk itulah keamanan website sangat penting demi menjaga data-data di dalamnya. Kerentanan website merupakan kelemahan atau kesalahan konfigurasi pada web dalam suatu kode atau perangkat lunak server yang memungkinkan penyerang dapat menggunakannya dan mengganggu integritas sistem yang dapat menyebabkan kerusakan. Layanan Burp Suite yang merupakan vulnerability scanner atau platform untuk menguji keamanan suatu aplikasi yang dapat mendeteksi kerentanan pada website-website serta menganalisa ancaman-ancaman apa saja yang dapat terjadi di web tersebut dengan melakukan pengujian penetrasi atau suatu metode yang memanipulasi serangan demi mendapatkan kelemahan website tersebut, serta diharapkan dapat menjadi acuan dalam memperbaiki sistem web tersebut sehingga mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

The development of the internet is growing rapidly in line with the emergence of new, more modern services. With the development of the internet in the current era, of course the use of the internet is also increasing, especially in this all-online pandemic. This condition is an opportunity to develop websites to compete in the industrial field. However, designing an online website, of course, must pay attention to its security needs and sometimes in its creation there are still gaps so that a website has the potential to experience damage or even lose important data. For this reason, website security is very important to protect the data on it. Website vulnerability is a weakness or misconfiguration of the web in a code or server software that allows attackers to use it and disrupt system integrity which can cause damage. The Burp Suite service is a vulnerability scanner or platform for testing the security of an application that can detect vulnerabilities on websites and analyze any threats that can occur on the web by performing penetration testing or a method that manipulates attacks to get weakness of the website, and is expected to be a reference in improving the web system to prevent unwanted things from happening
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gumilang Esa Swarabramesta
"Penelitian ini mengusulkan integrasi teknologiLaser Scanner, Work Breakdown Structure (WBS), dan Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan pemeliharaan bendungan. Laser Scanner memungkinkan pemantauan kondisi bendungan secara real-time, WBS mengorganisir tugas pemeliharaan, dan BIM memvisualisasikan serta mendukung pengambilan keputusan. Pendekatan penelitian berbasis studi kasus dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara pakar, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi ini meningkatkan akurasi pemantauan dan memperkuat kolaborasi antara WBS dan BIM, dengan kontribusi sebesar 65,6% terhadap kinerja pemeliharaan. Penelitian ini merekomendasikan pengelola bendungan untuk berinvestasi dalam teknologi Laser Scanner guna meningkatkan efektivitas pemeliharaan.

This research proposes the integration of Laser Scanner, Work Breakdown Structure (WBS), and Building Information Modeling (BIM) technology to improve dam maintenance. Laser Scanner enables real-time monitoring of dam conditions, WBS organizes maintenance tasks, and BIM visualizes and supports decision making. A case study-based research approach was carried out through field observations, expert interviews and data analysis. The research results show that the integration of this technology increases monitoring accuracy and strengthens collaboration between WBS and BIM, with a contribution of 65.6% to maintenance performance. This research recommends dam managers invest in Laser Scanner technology to increase maintenance effectiveness. "
Jakartaa: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fadilla Hardi Yuwono
"ABSTRACT
Berkembangnya teknologi sensor memungkinkan untuk melakukan implementasi teknologi baru dan mengujinya untuk keperluan penelitian. Salah satu sensor yang penting digunakan pada robot yang bergerak secara otonomus adalah sensor untuk mendeteksi jarak. Sensor jarak yang dimanfaatkan dalam penelitian ini adalah RP Lidar, sensor laser scanner yang diletakkan pada robot untuk membantu menjelajahi ruangan. Dengan metode wall-following sederhana, kemampuan sensor laser scanner ini diujicoba untuk membantu robot melakukan navigasi. Hasilnya robot berhasil melakukan navigasi dalam ruang terstruktur dengan hanya memanfaatkan data pembacaan RP Lidar.

ABSTRACT
The development of sensor technology makes it possible to implement new technologies and test them for research purposes. One of the important sensors used in autonomous moving robots is the distance sensitive sensor. The distance sensor utilized in this research is laser scanner sensor named RP Lidar that is placed on the robot to help the robot explore the room autonomously. With a simple wall following method, the laser sensor scanner is tested to help the robot navigate within the room. The result shows robots successfully navigate in a structured space by simply utilizing RP Lidar rsquo s data readings. "
2017
S67477
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hendi Utomo Suhandi
"Gigi impaksi merupakan kondisi patologis dimana gigi mengalami kegagalan untuk erupsi secara sempurna pada rongga mulut sesuai posisi fungsionalnya. Tatalaksana untuk gigi molar 3 impaksi adalah odontektomi, dapat dilakukan dalam anestesi lokal maupun anestesi umum atau narkose (general anesthesia). Edema merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi akibat adanya akumulasi cairan pada jaringan yang disebabkan karena pelepasan mediator inflamasi, vasodilatasi, dan peningkatan permeabilitas kapiler pembuluh darah pasca odontektomi gigi molar 3. Edema pasca odontektomi biasanya memuncak pada 48 jam pasca tindakan odontektomi, dan akan menurun pada hari ke 7 hingga hari ke 10 pasca odontektomi. 3D Scanner ekstra oral ini mampu menghasilkan pengukuran linear dan pengukuran volumetrik yang akurat karena mampu menampilkan pengukuran baik dari bidang aksial, sagital, dan koronal. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dengan rentang waktu penelitian Januari 2024-Maret 2024. Berdasarkan analisa sampel pada penelitian ini memiliki responden terbanyak dengan interval usia 18 hingga 40 tahun. Scan pasien dilakukan pada hari pertama dilakukannya odontektomi (H0), hari ke-2 (H2) dan hari ke-7 (H7) sejak tindakan odontektomi dengan narkose dilaksanakan. Scan subjek dianalisis menggunakan software Simplify3D® 4.0 dan 3D Builder. 1. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan yang sangat signifikan (p<0.001) evaluasi edema pada wajah pasca odontektomi gigi molar tiga impaksi dengan narkose yang dinilai dengan 3D Scanner ekstra oral. Terjadi kenaikan pada hari ke-2 dibandingkan dengan hari ke-0, serta penurunan kembali di hari ke-7 bila dibandingkan dengan hari ke-2 hingga mendekati pengukuran awal di hari ke-0. Penelitian ini menjadi pilot study pengukuran dengan reliabilitas dan keakuratan tinggi menggunakan scanner 3D ekstraoral.

Impacted teeth are a pathological condition where teeth fail to erupt properly in the oral cavity in their functional position. The management for impacted third molars involves a procedure called odontectomy, which can be performed under local anesthesia or general anesthesia. Edema is one of the complications that may occur due to the accumulation of fluid in tissues caused by the release of inflammatory mediators, vasodilation, and increased capillary permeability post-odontectomy of third molar teeth. Edema post-odontectomy typically peaks at 48 hours after the procedure and decreases by days 7 to 10 post-odontectomy. Extraoral 3D scanner is capable of producing accurate linear and volumetric measurements because it can display measurements from axial, sagittal, and coronal planes. This study was conducted at the University of Indonesia Hospital (RSUI) within the timeframe of January 2024 to March 2024. Based on sample analysis in this study, the majority of respondents fell within the age range of 18 to 40 years old. Patient scans were performed on the day of odontectomy (H0), on day 2 (H2), and on day 7 (H7) following odontectomy with anesthesia. Subject scans were analyzed using Simplify3D® 4.0 and 3D Builder software. 1. According to the research findings, there was a very significant difference (p<0.001) in the evaluation of edema on the face post-odontectomy of impacted third molar teeth with general anesthesia as assessed by the extraoral 3D scanner. There was an increase on day 2 compared to day 0, followed by a decrease on day 7 compared to day 2, approaching the initial measurement on day 0. This study serves as a pilot study for measurements with high reliability and accuracy using an extraoral 3D scanner."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2024
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Lilis Arofiyanti
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1988
S29530
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Hanif Ibrahim
"Mesin pemindai tiga dimensi dibutuhkan untuk membuat model tiga dimensi secara cepat. Akan tetapi mahalnya harga mesin pemindai tiga dimensi menghalangi pemakaian mesin pemindai tiga dimensi di lingkungan yang lebih luas seperti para penghobi atau perusahaan UMKM di bidang kreatif. Beruntungnya, ada usaha-usaha dari komunitas open source untuk menciptakan mesin pemindai tiga dimensi yang murah dan dapat dirakit sendiri untuk memenuhi kebutuhan kalangan ini. Salah satu mesin pemindai tiga dimensi yang murah dan bisa dirakit sendiri yang paling canggih adalah Ciclop 3D scanner dengan Horus sebagai piranti lunak antar muka dengan pengguna. Skripsi ini berusaha untuk menyelidiki algoritma dan latar belakang teori yang dipakai oleh Ciclop 3D Scanner dan Horus dan bagaimana penerimaan komunitas pengguna terhadap sistem ini. Dari studi literatur ini dapat disimpulkan bahwa piranti lunak Horus dikonstruksi menggunakan prinsip terbaru dalam mengubah gambar menjadi bentuk tiga dimensi berdasarkan proyeksi geometri. Namun, disebabkan kerumitan dalam kalibrasi dan tahap pasca pemindaian, Ciclop 3D scanner dengan piranti lunak Horus membutuhkan pengguna yang memiliki latar belakang pengetahuan yang memadai di bidang sistem elektronika dan juga prinsip pemindaian.

The 3D scanner is required to quickly create a 3D model of an object. The high price of commercial 3D scanner inhibits adoption of 3D scanner in a broader spectrum such as hobbyist or small-scale creative establishment. Fortunately, there are some efforts from open-source community to create low cost, do-it-yourself (DIY) 3D scanner to fulfill this requirement. The most advanced low-cost DIY Ciclop 3D scanner is one with Horus software as the properly-built user interface. This thesis paper investigates the algorithms, theoretical background and user acceptance of Ciclop 3D Scanner with Horus. In conclusion, the Horus software has been built using the latest principle of converting image into position in 3D space (using projection geometry). However due to its complexity in calibration and post-processing process, the Ciclop 3D scanner with Horus requires user to have sufficient background in electronics use in the system as well as the scanning principle."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Telah dibuat sistem pemantauan kehadiran dengan menggunakan aplikasi barcode dan RFID-Tag yang tehubung ke jaringan LAN oleh mikroprosesor RCM3750. Sistem ini unggul karena parktis dan akurat dalam penggunaannya untuk sistem absensi yang terlebih dahulu telah diuji coba dengan menggunakan PC(Personal Computer). Database kehadiran merekam tanggal dan waktu dalam sebuah server. Kita dapat melihat data tersebut secara online dan real time. Sistem kehadiran ini diharapkan menjadi solusi bagi permasalahan perkuliahan yang ada sekarang ini."
[Universitas Indonesia, ], 2006
S29208
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>